Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Perjodohan


__ADS_3

Akhirnya Michelle juga Dimi dan Katren pergi bersama ke pesta teman bisnis Dimi..Marco sebenarnya ingin ikut namun ia mendapat telp tiba-tiba dan ia batal ikut, jadi mereka bertigalah yang ke persta itu karna Dimi tidak mau meninggalkan Michelle dirumah sendirian, tante Lydia sudah pulang ke kotanya..walau karna itu Katren tak mampu menyembunyikan wajah kesalnya..seharusnya dia yang pergi berdua dengan Dimi mengapa harus membawa Michelle..bukankah sangat merepotkan....


Namun keputusan Dimi tak bisa di bantah, jadilah mereka sampai di Hotel tempat pesta itu berlangsung..beruntung teman bisnis ini tak tau tentang pernikahan Dimi dan Michell, karna memang Dimi tidak mengundang semua orang dan hanya beberapa sahabat yang bisa menjaga rahasia...jadi tak akan ada masalah yang terjadi disana..rahasia mereka akan tetap aman untuk sementara,.


Dimitri dan Katren melangkah bersama sementara Michelle melangakh di belakang mereka dengan langkah anggun, dia gadis muda yang memikat..sementara Katren mencoba bersikap baik dengan mengajak Michelle bicara..acara itu adalah acara ulang tahun pernikahan yang di lakukan di sebuah Hotel mewah,..


''Hati-hati Michelle..'' ucap Dimitri mengulurkan tangannya ke arah Michelle..


Dan gadis itu menyambut uluran tangan Dimitri dengan terpaksa sementara Katren berusaha menguatkan hatinya..ia berusaha kuat untuk menahan rasa cemburu yang entah mengapa kembali muncul dan menguasainya..


dan mencoba bersikap manis pada Michelle dan berusaha...mengingatkan hatinya dia tidak boleh cemburu dengan kedekatan Michelle dan Dimitri mereka saudara kandung..tapi mengapa sikap Dimitri terlalu berlebihan ketika menjaga Michelle...? Rasanya dada Katren terasa sesak..


''Selamat datang tuan Dimitri Swan...''sapa temannya bernama Steve lembut..


''Tuan Steve..selamat ulang tahun pernikahan..'' balas Dimi memeluk sahabatnya...


Steve dan istrinya pun tersenyum..


''Jadi yang manakah pasangan anda tuan Dimitri..'' tanya nyonya Steve penasaran..


Dimi menoleh pada Michelle yang sedang berbicara dengan seorang pria yang sedang bicara dengannya entah apa...mau tak mau ia mulai kesal..apa yang di lakukan Michelle apakah dia memang ingin membuat Dimitri cemburu..yang benar saja...


''Mereka adalah adik-adikku, aku sedang menyimpan pasanganku...''ucap Dimitri skeptis..


Michelle dan Katren menujukan wajah yang sama yaitu kesal karna tidak di akui..


''Kau mempunyai adik yang banyak yah...'' ucap nyonya Steve yang dari tadi tertarik pada sosok Michelle yang polos dan manis..


''Mereka tanggung jawabku..nyonya..'


''Bisakah kau memperkenalkannya..''ucap nyonya Steve tertarik pada Michelle..senyuman penuh rencana muncul di kepalanya..


''Baiklah nyonya....ini adalah Katren dia adik sepupuku..dan ini Michelle..dia adik kandungku,....''ucap Dimitri dengan ketegasan yang sempurna di wajahnya..


Nyonya Steve menyentuh jemari Michelle dan tersenyum..


''Berapa usiamu..kau sangat cantik seperti seorang putri..''


''Usiaku 18 tahun tante...terimakasih pujiannya..''


Nyonya Steve melirik suaminya..

__ADS_1


''Sayang....dia cocok dengan putra kita bernama Morgan...''ucap nyonya Steve antusias..


Dimitri melonggarkan tenggorokannya...ia berdehem...ia telah membuat kesalahan besar, mengapa tadi nekat membawa Katren sementara istrinya adalah Michelle..dan kini tuan dan nyonya Steve berpikir Michelle masih seorangh gadis..


''Mah...kita tidak boleh memaksa...ada kakaknya disini tidak sopan mengatakan hal itu...''ucap Steve tersenyum..


''Tapi dia cantik sekali..'' ucap nyonya Steve menatap Dimitri dengan tatapan penuh harap..


''Putraku berusia 25 tahun, dia baru saja datang dari luar negri..dan,...akan datang sebentar lagi....tentu tuan Dimitri tidak keberatan bukan jika aku berniat menjodohkan mereka..''


Kali ini bukan hanya Dimi yang terkejut, hal yang sama di alami Michelle..ia tak menyangka kedatangannya justru menimbulkan masalah baru..sementara Katren tentu saja senang mendengarnya bagaimanapun ini berita baik..jika Michelle telah menikah maka Dimi tak akan pernah bersikap posesif lagi padanya kan...?


Michelle terkejut ketika nyonya Steve menggenggam jemarinya dan menggenggamnya dengan erat..


''Putraku...aku yakin kau akan bisa menaklukannya...aku yakin...sayang...''


''Tante...aku bahkan masih kuliah tentang perjodohan aku masih belum berpikir...''


''Tante tak akan memaksa....tapi kau harus mengenalnya dulu,....bagaimana..''


Michelle mengarahkan pandangan pada Dimitri yang sedang berbicara pada Katren dengan mesra..dan kenyataan itu membuat dadanya terbakar...rasa cemburu mulai membuatnya hilang kendali...baiklah...bukankah mereka tidak saling mencintai...Morgan atau siapapun itu Michelle tidak perduli...dia akan membuat Dimitri sadar..kalau Michelle tidak akan pernah mengemis atau menangis karna pria itu..


Gadis itu pun mulai memainkan dramanya sendiri...


Dimitri yang mendengar hal itu menjadi geram..ia berjanji akan membuat Michelle membayar semua perlawananya...sambil menahan cemburu ia memeluk punggung Katren..


''Aku senang mendengarnya anak manis...sebentar lagi Morgan akan datang...tante akan mengenalkan kalian..''


''Aku akan menunggu tante,,...''


Pembicaraanpun menjadi lebih santai..Dimi berbicara tentang bisnis bersama tuan Steve sedangkan Katren berbicara dengan nyonya Steve dan Michelle...


''Jadi kau kuliah di kampus biru..''


''Yah tante....''


''Bagus..kau masih muda dan pintar, namun bagaimana dengan menikah muda..'' tawar tante Steve mengejutkan Michelle dan Katren..


''Menikah.......'' wajah Michelle menjadi pucat...


Yang mereka tak tau jika dia bukanlah seorang gadis tapi dia sudah menikah dan suaminya adalah Dimitri yang saat ini sedang berbicara dengan tuan Steve...

__ADS_1


Bagaimana ini.......


Katren menyikut Michelle dengan senyuman menggoda..


''Terima saja..menikah muda adalah hal yang paling indah, kau akan bahagia Michelle sayang..''bujuk Katren menyentuh bahu Michelle dengan lembut...


''Ini terlalu awal....jadi bagaimana kalau kami bertemu lebih dahulu..''


Nyonya Steve pun mengangguk lalu tak berapa lama kemudian..ia melambaikan tangan ke arah pintu masuk..disana tampak seorang pria yang sangat tampan muncul dan tersenyum...


ia mendekati sang ibu dengan langkah tegas...kulitnya coklat dengan senyuman yang irit..


Ia segera memeluk sang ibu kemudian ayahnya..


''Selamat ulang tahun pernikahan, kedua malaikatku...''


Steve dan istrinya tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya lalu memeluk putranya dengan erat..


''Putraku kembali, kami merindukanmu dan punya kejutan untukmu nak...''


''Kejutan...'' Morgan melepaskan pelukan..ia mengerutkan kening..


''Kenalkan ini adalah tuan Dimi dan kedua adiknya...''


Katren begitu terpana menatap sosok Morgan yang memang tampan..sementara Michelle sama sekali tidak menyukai sosok Morgan, baginya Morgan sama dinginnya dengan Dimi walau pria ini lebih muda...ia bahkan sudah kewalahan menghadapi Dimi dan tak punya kekuatan lebih untuk menghadapi Morgan..


Morgan terpana ketika melihat Michelle yang manis..dan begitu cantik dengan wajah polosnya..sementara Katren hanya menatap Morgan penuh minat..


''Tuan Dimitri...senang berkenalan denganmu..''


Morgan mengulurkan tangannya sementara matanya memenjara mata Michelle..Dimitri tau benar kalau pria ini mengincar istrinya..


namun tentu saja ini pertemuan pertama dan terakhir mereka dia berjanji..


''Senang bertemu denganmu Morgan....''


Lalu Morgan mengulurkan tangannya pada Michelle....ia pun tersenyum....


''Nona....bolehkah kita berkenalan...''


Mikha melirik Dimi yang sedang terbakar cemburu....ia pun menantang Dimi..

__ADS_1


''Tentu saja..namaku Michelle Swan..aku adik kandung Dimitri...'' ucap Michelle sengaja membuat Dimitri panas dan berhasil....


Ia bisa melihat Dimitri gerah....rasakan dia....batin Michelle puas,...


__ADS_2