Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Michelle Yang Bahagia


__ADS_3

Michelle bangun lebih dahulu ketika Dimi masih tertidur lelap karna percintaan yang begitu luar biasa indah sementara Michelle harus memasak.


setelah membersihkan dirinya Michelle keluar dari kamar dan membuka jendela apartemen dan membiarkan udara pagi menyapa lewat balkon, sementara itu ia mulai merapikan ruang tamu..dan bebera pajangan..meski..Michelle belum bisa mengigat apapun namun bukan berati dia diam begitu saja, Michelle lalu berusaha mengingat setiap kejadian kecil di masa lalunya..


Menyetel musik klasik pelan, Michelle lalu menghampiri dapur mini yang terletak tak jauh darinya dan mulai membuka kulkas..Michelle tersenyum kulkas ini penuh jadi..apakah Dimi sudah memperdiksi kedatanganya begitu..? Michelle tersenyum lalu mengam beberapa bahan makanan yang memang sudah tersedia dan mulai memasak..


Disaat seperti ini ingatanya terbang pada Arga..bagaimana makanannya...apakah Arga baik-baik saja..? Memang tak seharusnya Michelle memikirkan Arga lagi..toh pria itu sudah menipunya namu n ketika ia mulai memasak Michelle kembali teringat dengan pria itu. Karna Arga menderita kolesterol jadi menu makannya benar-benar dalam pengawasan dokter...yah,semoga dia baik-baik saja..lagi pula Michelle tak bisa bersama Arga karna semua sudah berakhir..


Di mencintai Dimi itu jelas meski ingatannya belum kembali bahkan menjadi Carissa pun ia sudah jatuh cinta pada suaminya sendiri..


Michelle mulai memasak........sambil sesekali bernyanyi pelan..


****


Dikamar...


Bunyi alarm membuat Dimi membuka mata untuk mematikan ponselnya..ia mendengar sayup suara musik klasik yang di putar Michelle dan ada suara yang bernyanyi...Dimi pun tersenyum lega...Michelle sedang memasak...


Dimi lalu mengambil ponsel dan memeriksa pesan yang di kirimkan Tomi kepadanya, isi pesan itu mengabarkan kalau...ia menang dalam putusan pengadilan...dan Arga di nyatakan bersalah dalam hal ini.


saat ini Arga akan di tangkap karna berbagai tuduhan berat yang menyertainnya..tak bisa di gambarkan perasaan Dimi saat ini dia benar-benar terkejut sampai tak bisa berkata apapun selain bahagia..itu artinya memang benar Michelle adalah miliknya..


Dimitri sungguh kehilangan kata......ia lalu bangkit dengan cepat untuk membersihkan dirinya....lalu keluar dari sana dengan celana panjang miliknya dan melangkah keluar dari kamar untuk menemui Michelle..


**************


Michelle tentu saja terkejut ketika mendapat pelukan dari Dimi..pria itu mengecup bahu mulusnya..


''Harum sekali.......''


''Aku...tentu saja aku baru saja.....''


''Makanannya..''bisik Dimi menggoda Michelle..


Michelle mengerang...sontak ia membalikan tubuhnya dan menatap Dimi dengan kerutan di dahinya....Michelle bersekap...


''Kau.....sedang mengerjaiku..jadi aku tidak harum...''


''Sayang.....''


''Kau membuatku kesal...'' desis Michelle tidak terima..


Dimi sontak menarik tubuh Michelle mendekat...dan memenjaranya...

__ADS_1


''Baiklah maafkan aku...kau sangat harum di banding masakan itu..''


''Michelle mengulum senyum, sementara Dimi tampak gemas..


''Apa yang membuatmu senang pagi ini...'' bisik Michelle bertanya..


''Sesungguhnya aku merindukanmu..sesungguhnya karna dirimu Michelle..hal yang paling aku rindukan adalah ketika aku mencarimu dan kau sedang memasak untukku..tak ada lagi yang aku inginkan...hal yang paling sederhana adalah aku menyadari kau berada di dekatku Michelle...''


''Aku mengerti.....'' Michelle mengigit bibir tipisnya dan ia pun menatap Dimi..


''Aku akan tetap berada di sisihmu Dim..''


''Aku bahagia....dan aku ingin memberitahumu bahwa pengadilan sudah memutuskan bahwa memang kita suami istri dan mengenai Arga...dia sudah berbohong padamu, padaku dan dunia selama ini..dokumen atas nama Carissa Zayn adalah karangannya sendiri..''


Michelle terkejut meski ia sudah bisa memprediksi semuanya tentu saja....dia ikut lega karna yakin dia tidak salah memilih kali ini..


''Semoga dia bisa menerima semua ini Dimi...aku lega karna aku ternyata adalah Michelle Swan..bukan Carissa Zayn yang di ambil dari panti asuhan...bukan seperti itu...tapi aku dan kau adalah suami istri...'' balas Michelle menjadi haru...


Dimi kembali menariknya dalam pelukan..


''Semua akan baik-baik saja..mari kita menjalani semua dengan baik..aku akan mendampingimu setiap saat Michelleku....''


''Aku bahagia...sayang.....'' balas Michelle dengan suara lembut..


Sementara asap mulai naik dan membumbung ke udara...


''Gosong.........'' jerit Michelle..


Dimi langsung menariknya menjauh dan ia mematikan kompor...keduanya kembali saling memandang...dengan rasa kecewa...


''Masakannku...kau sudah menghancurkan masakanku.......'' jerit Michelle dengan murka...


Dimi melepaskan pegangannya dan bergerak mundur...


''Sayang...kau yang bersalah...aku hanya menggodamu dan kau yang memutuskan akan tergoda atau tidak..''


''Jadi kau malah menyalahkan aku..? Wah...kau sangat hebat..'' seru Michelle dengan senyum kejam...


Dimi meraih ponselnya..


''Aku akan memesan makanan saja...''


''Mengapa harus memesan makanan..apakah karna kau sudah tau aku tak bisa masak.'' ulang Michelle dengan tatapan beku,..

__ADS_1


Dimi menghela nafas..jika mau jujur...seumur hidup Michelle tak pernah memegang wajan...dia tak pernah memasak dan para pelayan yang melakukannya jadi memang sebenarnya Dimi meragukan masakan Michelle...


''Sayang.......''


Mata Michelle berkaca-kaca...dapur terlihat seperti baru saja di terjang badai...terlalu kacau baginya dan sebenarnuya dia juga tak yakin memasak...tapi tak ada salahnya mencoba...bagaimana kalau dirinya dulu pintar memasak..?


''Katakan dengan jujur...apakah masakanku tidak enak...''


''Hah.......'' Dimi kehilangan kata dia tak berani menjawab....


''Katakan Dim...apakah seorang Michelle Swan tidak bisa memasak dulunya..karna aku yakin kalau aku bisa masak...'' seru Michelle terlihat terluka..


Dimi menghela nafas..ia lalu mendekat...menyentuh bahu Michelle sembari menyentuh wajah istrinya dengan rasa cinta yang besar...


''Aku tak ingin berbohong padamu sayang...kau sangat ahli dalam menganalisa bunga-bunga termasuk merangkai hingga menjadi seikat kembang yang indah..kau juga lihai dalam menata ruangan..


jika kau mulai bosan kau akan merubah seisi ruang tamu dan para pelayan akan sibuk,,....tapi sayang mengenai masakan bisakah aku jujur padamu..''


Michelle melonggarkan tenggorokannya, ia sedang menyiapkan hatinya...


Michelle kemudian mengangguk tanda setuju..lebih baik kejujuran dari pada kebohongan bukan..


''Baiklah..jujur saja...katakan dari 1 sampai 10 berapa perbandingan masakanku...aku hanya ingin tau saja....dan juga alasannya Dimi...karna kau adalah suamiku maka jangan mencoba menyenangkanku...''


Dimi pun mengangguk setuju...


''Berjanjilah kau tidak akan marah sayang...''


''Tentu saja..jadi katakan saja...''


Dimi berdehem...lalu mulai bicara..


''Kau sama sekali tidak ada bakat dalam memasak sayang, bahkan kau lupa menyertakan perbandingan 0 di antaranya..kau tau mengapa...? Kau sangat mengerikan ketika memasak, baik itu makanan berat atau kue-kue....rasanya hambar dan bahkan ada kelebihan manis dan asin...entah mengapa kau tidak bisa menghitung takaran bumbu dalam masakanmu hingga kau memasaknya dengan begitu burukk......'' Dimi berhenti sebentar sambil menatap Michelle..


''Seburuk itu...lalu berapa penilaianmu pada masakanku...'' tanya Michelle mencoba tidak emosi....


''0 artinya Nol besar...kau sama sekali tidak berbakat walau hanya menggoreng telur..''ucap Dimi dengan kejam..


''Apa katamu........'' jerit Michelle begitu marah...


''Sayang,.......'' Dimi mulai takut dengan perubahan di wajah Michelle...


''Bukankah kau sangat keterlaluan.......'' ucap Michelle sudah mengepalkan tangannya..

__ADS_1


Dimi menjadi gusar..katanya dia tak akan marah...??


__ADS_2