
Pistol masih tertahan di udara, Arga dan Dimi saling menatap tajam, masihng-masing dari mereka tak ada yang mau mengalah untuk mempertahankan posisi mereka..
''Beraninya kau merebut istrimu dengan cara kotormu..beraninya kau....Arga Zayn...''
''Jangan lupa aku menikahinya Dimi...''
''Pernikahanmu tidak sah..kau tau mengapa karna aku tidak pernah menceraikannya sedikitpun bahkan di dalam mimpipun aku masih mencintainya,..''
''Cinta...? Astga kau membuatku tertawa, apa kau sedang bercanda kali ini...''
''Tidak......apa maksud tawamu...''
Arga mendekat....
''Kau bahkan telah menyakitinya dengan dalam, kau bahkan telah membuatnya menangis jadi kau tidak pantas bersamanya..''
''Dia mencintaiku, dan adalah hal yang wajar jika kami ada masalah dalam rumah tangga, dan bukan berarti kau memanfaatkannya dengan mudah untuk merebut seseorang yang bukan milikkmu apalagi dengan caramu kemarin menyakitinya...kau tidak pantas.....karna apa..kau tidak berhak bersamanya...'' teriak Dimi murka..
Arga pun terlihat tak sabar, sejak ia tau Carissa menghilang saat itu juga dunianya seakan runtuh..ia mencintai Carissa demi apapun,...dia sangat mencintai Carissa dan tidak pernah berhenti untuk memikirkan wanita itu...ia ingin Carissa kembali padanya dan ia ingin....semua kembali seperti semula..
''Katakan dimana Carissa.....''
''Michelle...namanya adalah Michelle Swan...ku harap kau....mengingatnya dengan baik apa kau mengerti...''
''Tidak...aku tidak ingin mengerti aku...tak akan mengerti Dimi....dia adalah miliku sekarang........''
Arga kemudian mengarahkan pistolnya ke bagian dada Dimi dan melepaskannya, namun beruntung Dimi dapat menghindar...
Tusss....
Peluru itu menembus tembok di ruangan ini, dan Dimi hanya trsenyum dingin...menyadari Arga bersikap curang karna dalam keadaan lengah ia menggunakannya untuk menembak..
Dimi pun tak tinggal diam, namun ia tak akan pernah membunuh Arga.....tidak..terlalu mudah baginya jika harus mati tanpa penderitaan..
''Seperti sifatmu yang curang, kau benar-benar licik...''
Dor!!!!!!!
Dimi kemudian melepaskan tembakan tepat di lutut Arga hingga pria itu mengerang..dengan spontan pistol di tangannya jatuh dari genggaman..tanpa menunggu Dimi mengambil alih pistol dan kini menodongkan senjata itu di kepala Arga...
''Kau pikir kau akan menang...aku Dimitri Swan aku tak akan melepasmu....aku akan memastikan kau membusuk di penjara...'' desis Dimi mengancam..sambil menekan sebuah tombol di meja...
__ADS_1
Dan disaat itulah...pintu terbuka dan sosok Tomi dan beberapa petugas keamanan masuk dan menyadari bahwa Arga sudah tertembak...
''Tuan Dimi.......''ucap Arga menundukan kepalanya..
Dimi mengangguk, lalu pandangannya turun pada Arga yang masih begitu menyimpan dendam...
''Jika sekali lagi kau mengangguku atau istriku maka kau tidak akan selamat Arga...aku juga akan menuntutmu atas dasar penipuan..jadi bersiaplah..''
Tubuh Arga di seret untuk berdiri..sambil menahan kesakitan ia menatap Dimi dengan tajam..
''Terima kenyataan kalau dia mencintaiku Dimi...bahkan jika dia kembali padamu maka ingatannya akan kembali padaku...''
Dimi tersenyum.....
''Kau tak perlu khawatir....pandangan Dimi mengeras.....meski dia masih mencintaimu aku tak akan perduli, dia harus tetap bersamaku meski dengan begitu aku akan mengikatnya dengan kuat...dia istriku yang sah....dia telah kembali pada pemiliknya..''
''Shiiiiitttsss....Dimi, kembalikan Carissaku...kembalikan...''
Dimi menjauhkan tubuhnya..
''Tomi..bawa dia pergi...''
Arga mengerang, ada darah yang berceceran di lantai dan hal itu membuatnya semakin histeris..sementara Dimi meraih jassnya dan ia bersiap untuk pulang...yah..ia tak sabar lagi untuk menemui istrinya Michelle...
***********
Tapi dia juga penasaran dengan isi video itu...Carissa sudah berdiri dan berjalan sebentar di kamarnya dengan ragu..menimbang apakah dia harus keluar demi menonton video itu..tiba-tiba dia mendengar suara dari video..
Tangisan seorang gadis kecil melengking seiring suara seorang pria dewasa yang tampak terkejut..
****************************
''Putriku....Michelle....''
Suara gadis kecil itu masih menangis, sementara ada banyak suara di belakangnya yang bertanya apakah dia baik-baik saja....di antara suara itu ada suara perempuan yang penuh wibawa dan seketika membuat Carissa mendekat ke arah pintu dan menyadarkan telinganya untuk mendengar..
''Michelle...kemarilah bersama ibu....tenanglah semua akan baik-baik saja..ibu tidak ingin kau menangis untuk hal kecil apalagi kesalahanmu sendiri...''
''Tapi sakit bu......'' tangis sang gadis kecil membela diri..
''Jika kau jatuh kau memang akan merasa sakit sayang, tapi kau bisa belajar untuk lebih berhati-hati dan tidak jatuh kembali..''
__ADS_1
Suara sang wanita seperti punya kekuatan karna beberapa saat kemudian, tangisa sang gadis terhenti..
**********************
Carissa membeku..mengapa hatinya bergetar..tanpa sadar ia menangis. karna rasa penasaran yang tinggi, Carissa akhirnya membuka pintu kamarnya dan pandangannya jatuh pada layar yang menunjukan gambar ketika tubuh kecil gadis itu ada dalam pelukan seorang wanita yang sangat cantik..ia tampak membelai rambut putrinya sedangkan di sampingnya sang ayah tampak khawatir...
Dan beberapa saat kemudian, muncul seorang pria muda yang menyerahkan plester..wajahnya mirip dengan Dimi muda..lalu plester itu di tempelkannya di lututnya..
gadis kecil itu menghentikan tangisnya dan menatap pria muda itu..
''Terimakasih Kak Dimi...''
''Anak manis...ayo..kakak akan menggedongmu....Michelle kau harus lebih berhati-hati,...''bisiknya mengelus punggung sang gadis kecil itu..
Dan Carissa membeku melihat pemandangan itu..apakah dia benar adalah Michelle..? Mengapa dia merasa terhubung dengan banyaknya foto yang video yang di putar..bagaimana ia harus bersikap sekarang padahal dia tidak mengingat apapun juga...dia tidak mengingat kalau dia adalah Michelle..namun semua bukti ini mengatakan dia benar adalah Michelle..dan tak mungkin di dunia ini nyaris sama..dia dan Michelle tak memiliki perbedaan sedikitpun, nyari menyentuh angka 100% kemiripan mereka...
Dimi bilang dia sedang mengalami amnesia karna itu dia tidak bisa mengingat apapun, lalu jika dia sudah mengingat smuanya lalu apa yang terjadi..? Dia harus menjadi Michelle atau Carissa....?
Entahlah Carissa menjadi bingung dengan hidupnya...dia bahkan tidak bisa melakukan apapun sekarang, otaknya terasa penuh,...ia tak pernah membayangkan akan menjalani hidup yang rumit seperti ini,...tak ada dalam bayangannya sedikitpun..
Carissa kemudian kembali duduk dan mulai menonton sendirian tentang masalalu yang mungkin adalah miliknya..
Carissa tampak antusias...
Sementara itu...ada gerakan pintu yang akan membuka, dan karna terlalu asyik menonton..Carissa tidak menyadari kalau seseorang membuka pintu...Dimi melangkah masuk setelah menutup ointu di belakangnya..pandangannya jatuh pada Michellle yang tengah duduk dan menatap layar tv..
Dimi tersenyum lalu melangkah mendekati Michelle...
hingga pria itu sampai di dekat Carissa..saat itulah Carissa menoleh dan sedikit terkejut menatap Dimi yang sedang menatapnya tajam..
Dengan cepat ia berdiri dan melangkah menuju kamar...namun....Carissa sedikit terkejut karna...tubuhnya di peluk dari belakang.......
Deg!!!!
''Michelle istriku...........''
''Apa maumu......''
Dimi menarik tubuh Michelle hingga menatapnya..Dimi memegang belakang kepala Michelle agar tidak bergerak...
''Aku menginginkanmu....istriku....''bisik Dimi mendekatkan wajahnya..
__ADS_1
Deg!!!!
Skip...