
Dimitri tersenyum lalu mendekati Michelle yang masih berdiri dan menatapnya...
''Kau benar-benar mau tau alasannya.....''
''Apakah kau takut jika semua kebohonganmu terbongkar di depan matamu, apakah kau takut jika imeg kakak yang baik yang selama ini kau jaga ternyata adalah omong kosong belaka...''
Dimitri tersenyum.....
''Nama baikku akan tetap bersamaku, aku terlahir dengan penuh penerimaan aku,......adalah sang pewaris yang sebenarnya, alasannku menahanmu adalah kau harus membayar atas setiap kebohongan yang ibumu lakukan kepadaku dan juga ayahku....''
''Jangan bawa-bawa ibuku...kau sama sekali tidak pantas.....'' jerit Michelle dengan nada tegas..
''Kenapa kau tersinggung.....bukankah itu kenyataannya..kau di lahirkan di atas kebohongan, dengan serakahnya ibumu melahirkan kedua anaknya, yaitu kau dan Rob kakakmu untuk merampas semua yang bukan menjadi haknya...bukankah itu serakah.....'' tatapan Dimitri tajam menyala-nyala..
''Dimitri.........''
''Belum selesai..aku bahkan baru saja memulainya...''
Mata Michelle memerah, ayah bilang ini bukan kesalahan ibunya..tapi permintaan ayah sendiri..ibunya tidak mungkin melakukan hal itu tidak...isakan Michelle mulai terdengar pilu..
namun Dimitri jauh dari kata selesai..ia menaikan sudut bibirnya yang dingin...
''Katakan...''ucap Michelle dengan kesakitan yang begitu tergambar jelas di wajahnya..
''Aku telah memberi kakakmu Rob, warisan sebesar 25% itu tidak sedikit dan imbalannya dia melepaskanmu bersamaku dan kau tau apa jawabannya.....''
Michelle menggeleng tak ingin mendengar kebenaran yang menyakitinya...
''Dia melepaskanmu...kau lihat betapa ikatan darah itu hanya sebuah ucapan omong kosong, karna itu dengar baik-baik..Ibumu dan kakakmu sudah melakukan kesalahan besar pada keluarga besar Swan jadi..kau adalah penebusnya sekarang....''
''Jika itu mengenai harta warisan..ambil saja milikku, bagianku...aku bahkan tidak menginginkan itu semua...''
Dimitri meraih Michelle di dalam pelukannya..
''Aku punya segalanya 25% itu tak seberapa di banding rasa sakit yang ayah dan aku rasakan,...Michelle....persiapkan saja dirimu..karna ibumu telah berani membohongi keluarga Swan dengan memberikan anak orang lain untuk di akui...''
''Kau..berbohong....ibu tidak mungkin melakukan itu..yah,....aaku yakin ibu punya alasan..dan kau tidak bisa mempercayai apapun dulu, apalagi ibu sangat mencintaimu Dimitri......''
''Cinta......''
Dimitri tertawa kemudian menarik lengan Michelle hingga gadis itu mendekat.......
''Aku akan menunjukan apa arti cinta sebenarnya kepadamu...pernikahan kita akan mulai di persiapkan,....dan aku tak akan menyentuhmu sebelum pernikahan jika kau...bisa menjaga dirimu untuk tidak melakukan sesuatu yang membuatku marah....tapi jika kau berani menentang seorang Dimitri Swan..maka kau akan tau sendiri akibatnya.....''lirik Dimitri tajam..
__ADS_1
''Menikah....apa maksudmu dengan pernikahan..kita tidak mungkin.......''
''Jika aku bilang kita akan menikah maka kita akan menikah...jadi kau...hanya perlu menyiapkan dirimu Michelle....''
''Dimitri.....pernikahan seperti apa, kita adalah kakak adik sebelumnya...''
''Apakah aku sudah mengatakan padamu kalau aku tidak perduli........''
''Baj*ngan.....''
Dimitri menikmati umpatan kasar Michelle seolah itu adalah kata manis dan indah...
''Aku ingin menjelaskan di awal...selamat datang di dalam hukumanmu yang sebenarnya Michelle Swan......dan jangan mencoba lari atau kau...tak akan bisa menahan amarahku lagi.....''
Dimitri menghempas pegangannya hingga terlepas..sementara...tubuh Michelle membentur pintu kaca lemari dan menangis sekali lagi...
Pernikahan seperti apa...? bagaimana mungkin hidupnya berubah dengan cepat...dia tidak punya pilihan untuk hidupnya...sementara Dimitri sudah keluar dari dalam kamar, tak berapa lama kemudian tampak beberapa pelayan memasukan ranjang besar ke dalam kamar..semua barang-barang milik Michelle yang ada di kamarnya juga di bawa masuk hingga tubuh Michelle melemah...
Dimitri telah melakukan hal di luar batas, dan sialnya Michelle tak bisa menolak sedikitpun...bagaimana caranya pergi...bagaimana caranya melepaskan diri dari penjara ini........??
Michelle mengepalkan tangannya........
*********
''Perketat keamanan...bagaimana dengan Cctv, apakah kau sudah menambahkannya..''ucap Dimitri melirik Tomi yang mendengarkannya dengan serius..
''Bagus..aku tak ingin sesuatu seperti kemarin terjadi lagi...aku tak akan mengampuni siapapun....'' ancam Dimitri dalam ketenangannya...
''Tentu saja tuan Dimitri aku mengerti...''
Dimitri tersenyum.......
''Aku ingin kau mulai menyiapkan pernikahanku dari sekarang.......''
''Menikah.......''ulang Tomi kali ini ia sungguh terkejut,...
Dimitri bersedekap....
''Mengapa aku melihat kau tampak terkejut begitu Tomi..''
''Aku hanya tak menyangka jika tuan Dimitri, akan menikahi nona Michelle...''
Dimitri tertawa dengan mata yang berbinar bahagia, hal langka yang pernah di lihat oleh Tomi..
__ADS_1
''Aku ingin pernikahan ini di lakukan diam-diam tak ada yang tau Tomi....''
Tomi menundukan kepalanya dalam-dalam, menyanggupi permintaan sang tuan yang sedikit aneh...menikahi nona Michelle..walau mereka bukan saudara kandung, rasanya hal yang janggal, bagaimanapun akan menimbulkan ketegangan dalam keluarga besar tuan Dimitri nanti...
Tomi menghela nafas...ia sudah melayani tuan Dimitri selama 10 tahun jadi Tomi sudah tau bagaimana keluarga besar itu..sebenarnya tuan Harry punya adik sepupu perempuan bernama nyonya Lydia dia punya seorang anak angkat bernama Katren...dan sudah sejak lama bahkan ketika tuan Harry masih hidup, nyonya Lydia menginginkan agar di jodohkan dengan sang tuan Dimitri..namun tuan Dimitri sama sekali menolak tawaran pertunangan itu..
Bagaimana kalau nyonya Lydia tau tentang pernikahan ini...bukankah ia akan marah..? Tomi yakin sekali tuan Dimitri sudah jatuh cinta pada nona Michelle karna itu ia berniat menikah namun demi melindungi nona Michelle pernikahan ini di rahasiakan.......
Tomi mengerti sekarang, dan ia akan melaksanakan apapun yang di inginkan oleh tuan Dimitri..
************
Michelle menatap senja yang mulai tenggelam dari balkon kamar yang sepi, Dimitri pergi entah kemana dan ia belum kembali...bukan itu saja...Dimitri bahkan meminta penjaga agar tidak menginjinkan dirinya keluar dari kamar, sampai ia kembali..
Bukankah ini adalah penjara..bahkan ini seperti penyiksaan yang paling menyakitkan untuknya..betapa malang nasibnya, Michelle masih terus memperhatikan sekelilingnya mencari cela untuk bisa melarikan diri lagi....namun rasa kecewa kembali hadir dan menemaninya..karna ada banyak pelayan ada banyak penjaga yang berkeliaran di lingkungan rumah besar ini karna itu sangat mustahil baginya untuk bisa lolos jika nekat untuk pergi..namun Michelle juga tak ingin diam saja dan menunggu mati bukan.....??
Gadis itu memejamkan matanya sedih..pelayan setianya sudah tak ada disisihnya, Mike pria yang ia cintai entah bagaimana nasibnya sementara,...kakaknya Rob yang seharusnya melindunginya malah memilih uang di banding dirinya..
Bagaimana mungkin Michelle bisa menghadapi ini sendiri...?
di usianya yang baru 18 tahun ia harus melewati hal yang begitu menyakitkan....
Tiba-tiba pintu terbuka dan seorang pelayan melangkah masuk...
''Nona Michelle...ada bingkisan dari tuan Dimitri untuk nona..''
''Aku tidak mau menerimanya...''ucap Michelle dengan mata tajam..
''Nona...pesan dari tuan, nona harus membukanya jika tidak aku yang akan di hukum..''
Michelle pun menghela nafas...pria itu hanya bisa mengancam...
mau tak mau Michelle mengambil kotak itu dan membukanya...
Matanya melebar tak percaya...sebuah ponsel yang mirip dengan ponsel yang di hancurkan Dimitri....
''Ponsel.....'' ulangnya...
Ini adalah ponsel miliknya berikut nomor ponsel lamanya...mata Michelle berkaca-kaca..
ponselnya...?
Gadis itu segera menghidupkan ponsel dan sebuah pesan masuk....
__ADS_1
Michelle....ini aku, Mike....
Deg!!!!!!