Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Menerima Cinta


__ADS_3

Ketika Dimi dan Michelle saling menatap penuh airmata yang tumpah...easa lega memenuhi hati keduanya. Dimi menyentuh ujung dagu Michelle dan membawa dekat padanya hingga keduanya saling menatap..dengan hati yang berdebar..


''Kau selalu manis..kau adalah segalanya bagiku sayang..''


Michelle mengangguk, menikmati sentuhan Dimi kepadanya walau sampai saat ini dia belum mengigat sesuatu tapi Michelle yakin bahwa apa yang di katakan Dimi adalah kebenaran karna dia bahkan pernah merasakan sendiri entah bagaimana ketika ia pertama kali merasakan cemburu pada Dimi, waktu itu dia masih sebagai Carissa, ia yakin benar itu adalah perasaan Michelle yang memakili dirinya..ia yakin kalau mereka pasti saling mencintai dulunya...


''Aku tidak punya perasaan sebagai Michelle karna aku belum mengingat apapun DImi tapi walau aku saat ini masih menjadi Carissa aku harus jujur padamu kalau aku juga mencintaimu..''


Dimi tak tampak begitu terkejut hingga ia terkekeh...mendekatkan bibirnya..


''Jadi seorang Carissa juga menyukaiku...dan mungkin juga telah mencintaimu...''


''Benarkah..''


Wajah Michelle merah merona..sungguh dia sangat malu dengan perubahan di wajahnya..apakah Dimi akan mengolok dirinya..? Sungguh Michelle tak tau karna Dimi hanya menatapnya tanpa bicara satu katapun...hingga Michelle semakin di buat bingung...


''Dim........''


Dimitri masih diam.....


''Dim...mengapa kau tidak menjawab kau membuatku takut.....''


Dimitri kemudian menajamkan tatapannya lalu mendekatkan bibirnya dan beberapa saat kemudian ketika Michelle tampak lengah, pria itu lalu melum** bibir Michelle dengan hasratnya yang naik..


Tubuh mereka merapat dengan penerimaan dari Michelle yang membuat Dimi menjadi tenang..pria itu mulai mencumbu bibir Michelle dengan panas sementara lidahnya mulai menelusuri kehangatan bibir Michelle dan mulai mencecap..


Di ruang tamu di hadapan kenangan mereka di ruangan luas ini menjadi saksi bagaimana cinta mulai membungkus kedua pasangan ini...


Tubuh Michelle terhempas di sofa luas dan lebar itu dan Dimi segera menghampirinya melanjutkan cumbuan yang tadi sempat terlepas..


Satu persatu kancing atasan gaun milik Michelle di lepaskan dan menampilkan keindahan di baliknya yang menggoda..


Mata Dimitri membara tak sabar...

__ADS_1


Jemarinya yang kokoh segera menghempas pengalang yang menghalangi keindahan di baliknya...matanya bersinar membara ketika bibirnya mendekat....


Sementara Michelle tampak pasrah..hatinya menjadi lebih tenang menyadari dia menyerahkan diri pada suaminya sendiri..dan sedikit lega karna sejak percintaan terakhir mereka Michelle selalu menghindar ketika Arga ingin menyentuhnya dengan alasan siklus bulanan, dan dia bisa lolos...


Namun kali ini tentu Michelle tak bisa lolos begitu saja dari sosok Dimitri yang tampak lapar...


Dimi masih mengecup bibirnya lalu bergerak turun di leher dan Michelle hanya mengerang pasrah....


Dimi menarik nafas....seluruh tubuhnya terasa menegang karna terlalu rindu..hatinya berdebar dengan kencang..sementara...matanya bersinar tajam memenjara mata Michell yang polos..


Tubuh mereka sudah polos dengan Dimi yang sedang menindih tubuh Michelle dengan penuh gairah..


jemarinya sudah lancang menyentuh dada Michelle yang mengeras..


''Apa kau siap sayangku...'' bisik Dimi dengan suara parau..


Michelle mengangguk tanpa ragu..


Dimi merasa lega..tak ada pemaksaan, namun semua begitu indah..bibir Dimi mendekat mengul** put*ng pa yu da ra Michelle dengan meninggalkan jejak panas yang nikmat..


Tubuh Michelle bereaksi ketika tubuhnya menerima kenikmatan yang sudah lama tidak dia rasakan dari suaminya...


Dimi semakin terbakar...kini kedua jemari kokohnya mulai meremas gundukan kembar itu dan membawa ke dalam mulutnya dan melum**nya bergantian hingga Michelle merintih..tubuhnya meronta namun tak bisa..


Dimi terlalu kokoh, terlalu bergairah dan menjadi kuat...


Setelah puas mencumbu pa yu da ra Michelle..pria itu segera menempatkan tubuhnya di antara milik Michelle yang begitu hangat dan siap untuknya...


pria itu segera mendorong tubuhnya bergerak memasuk Michelle yang hangat dan ketat membungkusnya..


Tubuh mereka bersatu tanpa penghalang sama-sama menikmati penyatuan yang begitu indah..dan membawa keduanya mencapai puncak yang indah bersama...pelepasan luar biasa yang sudah lama tidak pernah di rasakan Dimi hingga tubuhnya seakan meledak di dalam diri Michelle dan menumpahkan ben*hnya,..


Tubuh keduanya bergetar saling memeluk menikmati sisa kenikmatan yang terlalu indah di rasakan keduanya...

__ADS_1


********


''Mengapa kau begitu bodoh hah......mengapa kau tidak mencarinya...aku tidak perduli apapun yang pasti kau..harus menemukan Carissa untukku aku tidak perduli Lukas...'' teriak Arga dengan wajah merah padam..


Lukas menundukan kepalanya...sebenarnya dia harus menyampaikan sebuah berita namun memang ia takut kalau berita ini akan semakin membuat tuan Arga marah...tapi dia tidak punya pilihan selain harus menyampaikan segalanya...


''Tuan Arga....''


''Katakan apa lagi Lukas,...''


Arga menjatuhkan dirinya di sofa ruang kerja miliknya..sejak Michelle meninggalkannya dia tak pernah baik-baik saja..dia tak pernah bisa melakukan apapun dengan baik...beberapa jadwalnya berantakan karna ia begitu frustasi..dan untuk pertama kalinya ia di kendalikan oleh pesona seorang wanita bernama Michelle...pria itu memijit pelipisnya sebentar..


''Pengadilan telah menjatuhkan putusan jika Tuan Dimitri adalah pemenangnya karna memang mereka suami istri, nyonya Carissa atau Nyonya Michelle Swan di nyatakan sebagai istri tuan Dimitri yang menghilang..dan tuan Arga menghadapi tuntutan karna sudah menculik, dan memalsukan dokumen atas nama nyonya Michelle dan menikahinya padahal dia masih sebagai istri tuan Dimitri Swan yang sah...karna itu...pengadilan memerintahkan surat penangkapan kepada tuan...''ucap Lukas dengan suara yang bergetar...


Kali ini Arga tertawa dengan keras....hingga Lukas menjadi gemetar,...


''Dimitri Swan....dia pikir dia bisa menakutiku dengn caranya yang keji...''


''Tuan Arga..saranku adalah tuan pergi saja sebelum surat perintah itu di bacakan..aku akan mengurus semua dokumen tuan Arga agar tuan di nayatakan meninggal....''


Arga menggertakan giginya..ia menatap Lukas dengan tajam, mendekatinya dan mencengkram ujung bajunya...


''Kau pikir aku pengecut...aku tak akan pernah menyerah...aku akan mendapatkan Michelle kembali...''


''Tuan Arga sadarlah...jika tuan mendekati nyonya Michelle maka tuan akan langsung di penjara..tuan tidak tau jika tuan Dimi sangat berkuasa di negara ini...? Dia sangat kaya raya...'


''Aku juga punya uang Lukas...dan aku bahkan tak perduli jika aku kehilangan segalanya...aku ingin istriku kembali...aku ingin Carissaku kembali...dan kau harus membantuku Lukas...aku akan mendapatkan Carissa lalu aku bersedia pergi...asal bersama Carissa aku bisa pergi Lukas,....''


''Tuan Arga........'' teriak Lukas putus asa..


Mata Arga menjadi basah...


''Aku sangat mencintainya aku mencintainya Lukas...jadi kau harus menculiknya demi kesetiaanmu kepadaku.'' desis Arga dengan tatapan sungguh-sungguh..ia terlihat nekat dan hal itu membuat Lukas membeku.......

__ADS_1


__ADS_2