Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Menangkap Basah


__ADS_3

Katren mengerang ketika mulut Morgan sudah mengul** put*ng pa yu da ra nya dengan rasa panas yang membuatnya terbakar seketika..ingin rasanya Katren menolak sentuhan Morgan namun tak bisa..otaknya bahkan sudah di ambil alih oleh nafs* akibat obat yang dia minum..


Gadis ini bahkan sudah melakukan semua perawatan tubuh semalam demi Dimitri namun malah Morgan yang dengan lancang menyentuhnya..di sisa kesadaran Katren yang masih tertinggal, gadis itu mulai meronta..bagaimana kalau Dimitri datang dan menangkap basah ia sedang di cumbu oleh Morgan..bukankah semua rencananya akan hancur.. Katren sungguh gelisah..


''Oh.....kau sangat indah sayang...''


Morgan mulai meracau dengan mulut yang masih menyu-su di kedua pa yu da ra Katren bergantian dan mencecapnya dengan nafs* yang tak bisa dia kendalikan,..dia juag sebenarnya bingung mengapa gairanya bangkit begitu saja..seharusnya dia menunggu Michelle bukan..kalau Dimi datang dan melihat keadaan mereka maka...Dimi akan marah dan menjauhkan dirinya dari Michelle....Morgan menarik diri..menjauhkan bibirnya dari pa yu da ra Katren yang sudah kemerahan akibat his*pnnya yang terlalu kuat..


Sambil menahan gairah masing-masing Katren dan Morgan saling menatap, mata mereka berkabut tertutup gairah yang menyala..


Katren berdiri berusaha menutup bagian tubuhnya yang terbuka dan Morgan memalingkan wajahnyanya tak ingin tergoda..


''Kita harus pergi dari sini...kalau tidak maka...''suara Katren tertelan..


Morgan bangkit...dan mencoba mengambil alih pikirannya namun tak bisa..ia tak bisa menghalau keinginan besar yang ingin menyentuh Katren...apalagi tampilan Katren saat ini terbilang menggoda..ia sudah merasakannya tadi dan ingin lagi...


Morgan mengusap wajahnya dengan kasar, sementara kejantanannya sudah mengeras di bawah sana...ia akan gila jika tidak melepaskan hasratnya..


Hal yang sama di alami Katren..ia tak bisa melepaskan keinginan ini begitu saja..ia minum obat ini bahkan sebelum meninggalkan rumah jadi...tubuh dan otaknya tak bisa sejalan...


Katren melangkah ke arah pintu dan hendak membukanya..namun ia terkejut ketika Morgan mencekal tangannya..kali ini sedikit kasar hingga tubuh Katren mau tak mau berbalik pria itu membantingnya ke pintu besar dan menguncinya.


Mereka bertatapan......


''Aku sudah tidak tahan lagi dan kau mau pergi...''


''Aku bukan kekasihmu, aku menginginkan DImi bukan dirimu...''


''Persetan dengan siapa yang kau ingini aku tidak perduli....kau harus memuaskan aku sekarang,....''


''Tidak........''


Srrakkkk!!!!


Atasan Katren kini terbuka dan menampakan kembali pa yu da ra nya yang menggantung dengan indahnya..


Morgan memandang dengan lapar..pria itu segera menyeret Katren dan menghempaskan tubuhnya di sofa yang di khususkan untuk bercinta dan segera naik ke atas tubuh Katren yang pasrah...

__ADS_1


Dalam sekejap tubuh keduanya polos tanpa sehelai benangpun...Morgan kembali melanjutkan aksinya dengan menghis*p put*ng pa yu da ra Katren yang sudah kemerahan tanpa henti sementara sebelah tangannya yang lain bergerak turun dan menyentuh milik Ktren dan mulai mengarahkan kejantannnya..


Katren tak menolak karna memang dia butuh di sentuh,...


*****


Sementara di dalam mobil....


Dimitri sedang tidur bersandar di jok mobil sambil memperhitungkan waktu yang tepat agar dia menangkap basah keduanya sekaligus untuk menghancurkan impian Morgan untuk mendekati Michelle...semua memang adalah rencananya agar mengancurkan keduanya, baginya dengan Ktren mendekatinya malah bukan membuat Michelle cemburu tapi dia yang tak tahan,...Katren selalu menggodanya dengan berbagai macam cara agar mereka bisa tidur bersama..sementara Dimi tak bisa menyentuh gadis lain selain istrinya Michelle..hal ini membuat Dimi akhirnya kehilangan batas kesabarannya, di tambah lagi Morgan yang membuatnya cemburu setengah mati...


Dan inilah hukuman dari Dimi untuk Morgan khususnya yang telah berani menyukai istri dari seorang Dimitri Swan, juga Ktren yang telah berani menggodanya...bukankah hukuman ini pas untuk mereka...tuan Steve akan mendapatkan menantu seperti Katren dan Dimi akan memastikan mereka berdua menikah..


10 menit, 15 menit, 30 menit kemudian....Dimi memutuskan inilah saatnya ia menangkap basah pasangan itu..turun dari mobil, Dimi mengarahkan langkah kakinya pada lift yang akan menghubungkannya dengan kamar yang sedang menjadi saksi penyatuan dua anak manusia asing...


********


Morgan sedang memacu tubuhnya di dalam diri Katren dengan kekuatan penuh, rintihan kenikmatan terdengar di ruang yang tertutup itu, sementara...mereka seolah tak lelah kembali dan kembali bercinta..


Tubuh Katren hanya pasrah di bawah hentakan Morgan yang begitu kuat di atasnya, keringat mulai membajiri keduanya...seluruh tubuh Katren ada jejak kebiruan yang tertinggal di kulit mulusnya,akibat cumbuan kasar Morgan...


Tubuhnya terhempas ketika pelepasan itu selesai dan ia merasa baru puas..tubuhnya masih berada di dalam diri Katren..


Keduanya saling menatap......


''Katren.....aku...''


''Jangan bicara apapun tentang ini...anggap saja kita tidak pernah melakukannya Morgan..''


Morgan terdiam sebentar, ia sedikit bingung dengan sikap Katren padahal seharusnya Katren meminta pertanggung jawabannya tapi malah ia meminta merahasiakan apa yang terjadi..


Morgan ingin menjawab, namun tiba-tiba pintu terbuka lebar dan Dimitri langsung memalingkan wajahnya melihat tubuh mereka polos mereka masih bersatu.....


Betapa terkejutnya Morgan dan Katren melihat kedatangan Dimitri, mereka bahkan sangat tidak siap..


''Dimi........''


''Ganti pakaian kalian berdua aku akan menunggu...''

__ADS_1


Dimitri menutup pintu dan membiarkan Morgan dan Katren di hinggapi rasa malu, betapa malunya Katren saat ini..Dimi bahkan memandangnya dengan rasa jijik...


Sementara hal yang sama di alami Morgan..bagaimanapun...harapannya untuk mendekati Michelle harus kandas ketika Dimi menangkap basah mereka..bagaimana ia harus bersikap...


Bahkan orangtuanya sangat menginginkan dia menikahi Michelle....


********


''Menikah.......''ulang Morgan dan juga Katren bersamaan..


Dimi mengangguk..


''Kau tidak akan mempermalukan keluarga kita bukan, aku telah mengatakan semuanya pada tante Lydia..dan juga memberitau tuan Steve..''


Kali ini wajah Morgan menjadi pucat...namun ia tak bisa melakukan apapun...ini adalah kesalahannya kalau saja dia bisa menahan diri...


''Tapi Dimi...aku......dan Morgan kami....''


''Aku tak menerima alasan apapun, kalian berdua harus menikah secepatnya dan berhenti membuat alasan...'' ucap Dimitri dengan suara yang tinggi..


Morgan dan Katren hanya bisa tertunduk malu...


***********


Dimitri membuka pintu apartemen, sejauh ini semua rencananya berhasil, mereka setuju untuk menikah..ia bisa tenang sekarang..


Dimitri tersenyum sambil melangkah masuk dan menutup pintu.. dan ia membeku..suasana tampak gelap seolah tak ada orang padahal dia sudah mengunci pintu..senyum di wajah Dimi menguap seketika...


Pria itu segera menyalakan lampu dan mencari Michelle di seluruh ruangan namun, Michelle seolah menghilang di telan bumi...betapa cemasnya Dimi saat ini...


Dengan gusar ia mendekati laci meja kerjanya diruangan itu lalu mengambil pistol dan menggenggamnya...


Dimitri mengeraskan tatapannya...


''Dimana kau Michelle...........'' teriaknya dengan suara yang keras.........


Deg!!!!

__ADS_1


__ADS_2