Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Merasa Aneh


__ADS_3

Michelle bangun pagi ini dan yang ia rasakan adalah sedikit nyeri di permukaan pa yu da ra nya...apa yang terjadi...??


Sementara itu ia melirik ranjang di ujung..sang kakak Dimitri masih tertidur lelap..gadis itu pun bangkit dan bersandar di kepala ranjang seraya mengumpulkan kesadarannya..ia memejamkan matanya..masih terlalu pagi..matahari bahkan belum terbit dan ia sudah terbangun, Michelle merenung...semalam ia tidur cepat, karna itu ia bangun pagi sekali...


Kembali ia merasa ada yang aneh dengan p*ting pa yu da ra nya..sedikit nyeri..biasanya memang ia akan merasakan itu ketika jadwal bulanannya datang namun kali ini ia sungguh tak tau apa yang sedang terjadi namun Michelle berusaha menepis curiganya..selain itu dia baik-baik saja..


karna tidak bisa tidur lagi Michelle turun dari ranjang mendekati sang kakak dan tersenyum..kakaknya yang tampan sedang tertidur lelap..dan Michelle tak ingin membangunkannya..


Michelle segera menyelimuti tubuh Dimitri lalu bergerak untuk membersihkan dirinya..ia pun keluar dari sana lalu memakai pakaiannya, lalu ia pun meninggalkan kamar dan menuruni tangga... di bawah sana sudah ada sosok Ricky yang sedang berkutat di dapur...Michelle mendekatinya...


''Selamat pagi...'' sapa Michelle dengan ramah..


Ricky terkejut dengan kehadiran Michelle yang terlalu pagi mendatangi dapur..


''Selamat pagi nona Michelle..apakah kau lapar, aku akan membuatkanmu sesuatu...''


Michelle terkekeh...namun ia tidak membantahnya, gadis itu duduk di hadapan Ricky sambil memegang ponselnya..


''Aku memang lapar, terimakasih Chef Ricky namun kau boleh memanggilku Michelle..''


Ricky mengangguk dengan senyuman salah tingkah,...


''Aku akan segera membuatnya Michelle...''


''Aku akan menunggu,....''balas Michelle ramah..


**********


Sementara di kamar...


Dimitri membuka matanya yang begitu tajam...menatap langit-langit kamar pria itu segera bangkit namun ia terkejut ketika tidak mendapati Michelle di ranjangnya...pria itu pun mengeraskan wajahnya ketika ia mendengar tawa dari lantai 1 itu adalah tawa Ricky dan juga Michelle....


Rasa cemburu mulai membakarnya...sejak kapan mereka disana..sudah berapa lama..? apakah tengah malam...? sial..ia benar-benar tidak sadar...


Dimitri mengenang..semalam ia melakukan hal yang di luar batas kepada Michelle..ia mencumbu bibir dan pa yu da ra Michelle dan memberi tanda cinta di sekujur tubuhnya..tentu saja Michelle tak tau..tak ada satupun kaca di villa ini...


Dimitri tersenyum, tubuh Michelle sangat indah..sebenarnya semalam dia sangat tergoda untuk menyatukan dirinya namun...ia masih menahan diri..belum waktunya, dia ingin ketika saatnya tiba....Michelle sadar dan bisa menerima semuanya bahwa...mereka bukanlah saudara kandung...mereka hanyalah orang asing namun Michelle akan berada di sisihnya selamanya..


Dimitri bangkit dari ranjang dan masih mendengar tawa Michelle dan juga Ricky....pria itu tersenyum kejam...


''Ricky...kau akan mendapatkan hukuman karna berani mendekati milikku..''


**********


''Apakah itu enak Michelle....''


''Yah...ini enak sekali, bisakah aku meminta satu lagi...''

__ADS_1


''Tentu saja..aku akan membuatnya untuk tuan Dimitri...''


''Baiklah kakak pasti menyukainya...''


''Ehm...selamat pagi...'' ucap Dimitri tampak kaku dan seperti biasa..aura dinginnya mulai menyebar dan membuat Ricky menutup senyumnya....


''Selamat pagi tuan....''


''Selamat pagi kakak...duduklah, Chef Ricky membuatkan sesuatu yang enak...''


Michelle sedikit menarik lengan Dimitri dan memaksanya duduk dan Dimitri tak punya pilihan selain duduk,...


Michelle lalu menggigit separuh dari roti bakar miliknya dan meminta Dimitri memakan sisanya..


''Cobalah..ini enak sekali.....aku sangat menyukai masakan Chef Ricky...''


Dimitri hanya patuh dan membuka mulutnya ketika Michelle menyuapinya sisa roti yang sudah di makannya tanpa malu..


Dimitri mulai mengunyah dan mengakui kalau apa yang di hidangkan Ricky memang enak..


''Enak...kau berhasil Ricky tapi aku ingin mengatakan satu kabar penting untukmu.....''


Ricky mengangkat wajahnya dengan ekspresi pucat..ia tau benar tatapan sang tuan kali ini meski ia tak tau salahnya dimana...


Ricky menundukan kepala.....


''Yah tuan Dimitri..''


Michelle hanya menatap keduanya tanpa curiga....


mungkin kakaknya akan memberikan bonus kepada Chef Ricky..makanannya enak sekali..


*************


Sesuai janjinya Dimitri membawa Michelle untuk melintasi pemandangan alam di sekitar Villa melihat perkebunan dan juga beberapa tempat wisata disana..sebagai seorang gadis Michelle tak melewatkan satupun tempat wisata untuk memotret dirinya dan juga sang kakak...mereka foto bersama dengan mesra..tak jarang Michelle mendapatkan tatapan iri dari beberapa orang yang juga berfoto disana...


Dan singgahlah mereka di sebuah restoran di atas bukit, Dimitri menuntun Michelle turun dari mobil dan membawanya masuk ke dalam restoran...


Setelah mencari tempat mereka lalu duduk, Michelle tampak bahagia ia mndapatkan foto yang bagus,..dan juga pengalaman yang seru bersama kakaknya..


Sementara Dimitri hanya tersenyum, matanya tak lepas memandang Michelle yang begitu cantik, wajahnya manis di masa mudahnya seperti bunga yang sedang mekarnya..


''Apakah kau kedinginan..''


''Hmm.....sedikit..udara disini sangat dingin..'' bisik Michelle sembari meniup tangannya yang seakan beku..


Melihat itu..Dimitri membuka jaketnya dan memakainkannya kepada Michelle..

__ADS_1


''Bagaimana denganmu kakak.....''


''Kakak baik-baik saja...aku seorang pria yang kuat...'' ucap Dimitri memamerkan ototnya hingga tawa Michelle pecah saat itu juga,...


Mata Michelle melebar dengan kebahagiaan, jauh di dalam hatinya dia bersykur sang ibu memintanya memilih kak Dimitri sebagai pelindungnya karna benar adanya...kak Dimitri adalah pelindungnya dan sungguh mencintainya di banding kak Rob.....


''Aku merasa hangat....terimakasih kakak,....''


''Tentu saja Michelle...aku akan selalu ada disisihmu dan menjagamu.'' Dimitri memperlihatkan senyuman lembutnya..


Tak lama kemudian para pelayan datang dan membawa pesanan mereka..Michelle dan Dimitri segera melahap makanan yang tampak lezat di hadapannya...


''Pelan-pelan Michelle...'' ucap Dimitri tampak khawatir...


Sementara Michelle hanya terkekeh, kak Dimitri begitu perhatian kepadanya..hal ini sangat berbeda di awal kematian sang ibu...kak Dimitri bahkan tak ingin menatap wajahnya...gadis itu tersipu..menikmati setiap perhatian yang di berikan Dimitri kepadanya....


Disaat mereka sedang makan...tampak dua orang pria paruh baya, seusia ibunya..mereka mendekati Dimitri dan juga Michelle yang sedang asyik menikmati makan malam...


''Kau putri Hera Swan.....'' ucap pria itu mengerutkan kening...


Michelle dan juga Dimitri terkejut...


''Yah....aku putrinya, ada apa...maaf aku tidak mengenal tuan....


Pria itu tertawa dengan keras lalu melirik pria di sampingnya...


''Mungkinkah ini anakmu.....kau lihat wajahnya mirip denganmu...''


Deg!!!!


Tubuh Michelle bergetar seketika,...ia tidak mengerti apa yang di katakan kedua pria ini kepadanya...


Dimitri bangkit dari tempat duduknya mendekati salah seorang pria bermulut besar tadi dan mendorongnya..


''Bajingan..beraninya kau menghina adik dan ibuku...''


Michelle menjerit keras ketika Dimitri menghantam wajah pria yang jauh lebih tua darinya dengan keras..terlalu keras hingga dia jatuh terkapar tak sadarkan diri..


Sedangkan pria yang bersamanya..pria yang katanya mirip dengan Michelle hanya menunduk minta maaf...


''Aku mohon ampun tuan dan nona..temanku hanya asal bicara....aku janji ini tak akan pernah terjadi lagi...''


Dimitri mengeraskan wajahnya...


''Katakan aku akan menghabisinya jika dia berani mengulangi perkataan bodonya..Michelle ayo kita pergi.....''


Michelle hanya mengangguk tanpa suara ketika Dimitri menggenggam jemarinya meninggalkan tempat itu...walau melangkah pergi..Michelle masih menoleh dan menatap pria asing yang juga menatapnya dengan penuh arti..

__ADS_1


Hati Michelle berdebar...mengapa mereka sangat mirip........??


gadis itu menggeleng...tidak mungkin, dia anak ayahnya Harry Swan.....yah..pria gila itu hanyalah membual...


__ADS_2