Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Cemburu Pada Mawar


__ADS_3

Hari demi hari berlalu penuh bahagia..Michelle akhirnya kembali ke rumah miliknya dan juga Dimi, semua berjalan lancar ingatan masa kecilnya mulai pulih walaupun ia masih melupakan beberapa kepingan ingatan ketika dia pergi dari rumah, dan bagaimana ketika Arga menculiknya....hubungannya dengan Dimi semakin mesra..sejauh ini ia terlihat lebih bahagia dari sebelumnya..


seperti hari ini Michelle turun dari tangga dan tersenyum ketika melihat beberapa pelayan menunduk ke arahnya..


''Nyonya Michelle selamat pagi..''


''Hm.....selamat pagi..''


''Nyonya apakah akan langsung sarapan...''


Michelle pun tersenyum...


''Tuan masih berada di kamar, aku akan sarapan tapi..bagaimana dengan bunga-bungaku....apakah mereka baik-baik saja...''


Michelle memang bersama dengan beberapa pelayannya sedang merawat bunga-bunganya yang sakit, ketika pulang kerumah, Michelle bahkan tidak melakukan apapun selain berada di taman..sampai Dimi harus pasrah ketika sang istri lebih memperhatikan taman bunganya dari pada dirinya..


Pelayan pun mengerti maksud sang nyonya kemudian menundukan kepala..


''Nyonya...ada perubahan pagi ini..bunga-bunganya sudah bermekaran...''ucapnya dengan senyuman..


Michelle tak mampu menahan rasa terkejutnya matanya melebar dengan ekspresi bahagia...


''Apa kau berkata benar...'' ucapnya tak sabar...


Sang pelayan mengangguk dengan keyakinan...sementara Michelle pun tak sabar untuk melihatnya..


''Bagaimana kalau aku melihatnya sebentar..''


Michelle melangkah namun sang pelayan menghalanginya dengan wajah memohon..


''Mengapa kau melarangku..''


''Tuan akan turun sebentar lagi...bagaimana kalau tuan marah karna nyonya tidak menemani tuan sarapan...''


Tawa Michelle pecah saat itu juga dan membuat pelayannya menjadi bengong sendiri...


''Mengapa nyonya malah tertawa...''


''Itu karna kau sangat lucu...''


''Lucu...'' ulang sang pelayan...


Michelle mengangguk...


''Ayo ikut aku sekarang lagipula aku hanya sebentar...''


Pelayan pun tak berani membantah tentu saja...sementara itu ia lalu mengikuti langkah Michelle menuju taman..


*******


Dimi turun dari tangga langsung menyadari ruangan tam[ak sepi dan tak ada suara istrinya yang mendominasi pagi ini....itu artinya Michelle tak ada..ia yakin benar jika Michelle sudah berada di taman sepagi ini bahkan ketika seharusnya dia melewatkan srapan..pria itu pun menghela nafas..istrinya benar-benar menomor satukan bunga-bunga di banding dirinya..dengan cepat Dimi menuruni tangga dan hendak meluncur menuju taman namun ia membeku ketika melihat Michelle malah sedang berada di ruang makan dan menyiapkan sarapan untuk dirinya..


pria itu pun menjadi lega...kemarin ia bahkan masih sedikit kesal karna rasa cemburu..ironisnya bukan cemburu pada orang tapi malah pada bunga-bunga...

__ADS_1


Dimitri mendekat dan berdehem..setiap hari demi hari ia semakin jatuh cinta kepada sang istri..sudah hampir sebulan mereka kembali bersama, tanpa gangguan Arga yang Dimi yakin sudah menyerah..


Pria itu mengenang..usai kekalahannya Arga memutuskan menghilang karna malu...dan entah dimana dia sekarang...Dimi tidak perduli karna dari awal memang Michelle adalah istrinya...


''Sayang......''bisik Dimi lembut..''


''Apakah kau akan mencariku di taman..''ucap Michelle menatap Dimi dengan cermat..


''Tidak....''


''Tidak...aku tak percaya...''


''Sayang maafkan aku tapi kau benar..aku sedikit kesal karna kau lebih memperhatikan bunga-bunga itu di banding aku..''


''Aku tidak begitu lagi sayang, aku sudah berjanji...''balas Michelle lalu membimbing Dimi ke kursi dan mulai menyiapkannya makanan..


Sementara Dimi hanya bisa pasrah....


''Sayang....apa kau tersinggung..''


''Tidak....aku baik-baik saja, kau tau mengapa karna bunga-bunga mawarku sudah berbunga kembali..''


Dimi tertawa....


''Dan aku ikut senang..kuharap kau tau itu..''


''Aku tau...''


''Kau tidak sarapan..''


Michelle menggeleng..


''Mengapa...''


''Aku merasa tidak berselera...''


Dimi meletakan alat makannya...lalu menatap Michelle dengan tajam..


''Ada apa...''


'Tidak...''


''Katakan saja sayang..aku berjanji aku akan mengabulkan keinginanmu..''


Saat itulah Michelle tersenyum..ia kemudian duduk dengan tegak dan mulai berbicara..


''Aku ingin kembali membuka toko bunga jika kau bersedia...aku sangat bosan dirumah...''


Hening......


Dimi terdiam sesaat...


''Sayang...kita sedang melakukan program kehamilan kau tak boleh terlalu capek..''

__ADS_1


''Aku tidak akan capek sayang aku berjanji...aku akan baik-baik saja lagi pula jika akui terus berada di rumah hanya akan membuatku stres..''


Dimi kehilangan kata...sebenarnya dia masih sedikit khawatir bagaimana kalau Arga muncul tiba-tiba dan melakukan hal yang di luar dugaan..bukankah ia tak akan bisa tenang....?


''Michelle....''


''Aku akan menerima jika kau memberikan aku beberapa bodyguard..''sambung Michelle yang sudah tau pikiran Dimi..


Pria itu akhirnya tersenyum kecil...


''Kau benar-benar....''


''Aku mohon.....'' rintih Michelle dengan wajah memelas..


Kalau sudah begitu maka Dimi tak akan pernah bisa melakukan apapun selain menyerah..


''Baiklah...terserah kau saja..tapi ingat untuk jangan terlalu lelah sayang,...''


Michelle menjadi bahagia..lalu ia berdiri dan mulai mendekati Dimi ingin memeluk namun...baru saja mereka saling mendekat rasa mual membuat Michelle mengurungkan niatnya..


Wanita muda itu berlari ke wastafel dan memunt*hkan semua yang dia makan....hal itu tentu membuat Dimi begitu terkejut dan menjadi bingung...satu pikiran terlintas di kepalanya...


Mungkinkah Michelle......?


Kata-katanya terputus ketika ia menjadi yakin....dengan pikirannya..senyumnya menjadi cerah dan ia segera bangkit berdiri dan mendekati Michelle yang masih berdiri di wastafel..Dimi mendekatinya dan memeluk istrinya dari belakang..


''Kita akan ke dokter sekarang...'' bisik Dimi dengan lembut..


''Dokter....tapi aku tidak sakit apapun sayang..''


''Aku curiga padamu jadi aku harus memastikannya baru aku tenang Michelle..''


''Apa yang terjadi kepadamu astaga.......'' Michelle sungguh tak mengerti maksud Dimi...


Tanpa banyak bicara Michelle lalu menyeret Michelle membawanya pergi dari tempat itu dan mendekati mobil dan membimbing hti-hati Michelle untuk masuk..


''Aku bahkan belum merias wajahku Dim...''jerit Michelle protes...


Dimi tersenyum sambil memasuki mobil..sambil menyalakan mesin mobil ia menyentuh dagu Michelle dengan lembut..


''Kau selalu cantik di mataku sayang....''


Mobil lalu meluncur meninggalkan kediaman Dimitri Swan..dan keluar dari gerbang...tanpa di duga tak jauh dari gerbang tampak sebuah mobil misterius mengawasi dari jauh lalu melaju lambat di belakang mobil Dimi..sambil menelfon..


''Tuan Arga...sepertinya nyonya Carissa dan tuan Dimitri menuju dokter kandungan..aku akan mengikuti mereka dan berusaha untu mendengar ucapan mereka...''


Lukas mematikan ponselnya dan melajukan mobilnya menepi sedikit jauh dari lokasi dokter kandungan yang sangat terkenal di kota itu...


lalu mengendap mendekati gedung tinggi itu..


ia akan segera tau apa yang terjadi dan ia yakin kabar ini akan menjadi kabar yang membahagiakan untuk sang tuan yang masih mengharap...


Dimi dan Michelle masuk ke dalam ruangan...dengan hati yang berdebar...

__ADS_1


__ADS_2