Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Curiga


__ADS_3

Ada yang berbeda dengan sikap Michelle, setidaknya itulah yang ada di benak Dimitri, beberapa kali ia menangkap basah sang adik tengah tersenyum sendiri sambil menatap layar ponselnya...


Ada apa....??


Mengapa hari-hari ini Michelle tamapk lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengutak atik ponselnya..??


pandangan Dimitri mengeras....


''Katakan apa yang sebenarnya terjadi Nila....mengapa Michelle tampak berbeda, kau yang sering bersamanya bukankah sangat aneh...''


Nila menjadi takut sendiri..dia harus menjawab apa, bagaimana jika tuan Dimitri tau jika ternyata nona Michelle dan juga Mr. Mike sedang menjalin hubungan...? bukankah tuan akan marah..? apalagi jika Tuan tau jika selama tuan tak ada Mr.Mike membawa Michelle jalan-jalan di luar..bahkan mengabadikan foto mereka...apa yang harus ia lakukan...??


''Tidak ada yang terjadi tuan Dimitri, nona Michelle sedang mencoba game terbaru di ponselnya jadi nona mungkin tidak sadar kalau nona Michelle mulai bersikap aneh..''


Dimitri menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi dan tersenyum dingin......


''Kau tau benar jika aku tidak mengampuni penghianat...aku akan menyiksanya dengan kejam...''


Nila melongarkan tenggorokannya..lalu menundukan kepala...


'Aku akan mengabdi pada tuan Dimitri jadi.....aku tak mungkin menjadi penghianat..


''Bagus...aku percaya kepadamu Nila...tetap awasi nona Michelle selama aku ke kantor atau tak ada dirumah..kau yang aku percaya...' lirik Dimitri dengan senyuman lembut..


''Tentu..ten...tentu saja tuan,....aku akan menjaga nona dengan baik...''


Dimitri akhirnya memintanya pergi dari ruangannya dan sesaat kemudian...tampak ang pria masuk ke dalam ruangan Dimitri dan menunduk hormat,,..


''Aku tak percaya dengan ucapan Nila...aku tau dia sedang berbohong...''


Tomi sang asisten tersenyum....


''Kecurigaan tuan Dimitri memang benar...''ucap Tomi dengan tatapan penuh arti..


Dan Dimitri mengepalkan tangannya dengan kuat, beraninya Nila membohongi dirinya... Dimitri menatap Tomi dengan tajam...


''Katakan semua yang kau tau Tomi..karna aku ingin mendengar semuanya...''


Tomi mengangguk patuh.....


**********


Michelle mulai membalas pesan di chat dikirimkan Mike kepadanya..Mike sangat perhatian dan tak lelah membuat Michelle tersenyum..hari-harinya penuh warna..ini pertama kalinya Michelle menjalin hubungan pacaran jadi ia sangat antusias dengan hubungannya kali ini..meski ia masih menyembunyikannya dari sang kakak Dimitri yang memang melarangnya untuk pacaran...


Michelelle mulai duduk di taman dan membalas pesan dari Mike sementara dari jauh Dimitri tampak menatapnya dengan tajam...


''Nona Michelle...''


Nila muncul dari belakangnya sambil membawa minuman...gadis itu lalu duduk di samping Michelle dengan wajah yang cemas..


''Ada apa dengan wajahmu.......''


''Aku rasa tuan Dimitri mulai curiga...''ucap Nila terlihat takut.

__ADS_1


''Curiga apa....katakan dengan jelas Nila...''


''Tentang hubungan Nona dan Mr. Mike...''


Michelle memutar bolamatanya dengan jengah...


''Nila...kakak tak akan tau, lagipula kau tau sendiri kakak sibuk dengan pekerjaannya...dan kalaupun tau..pasti kakak akan setuju..Mr. Mike sangat baik, dia hebat dan juga kaya raya...aku pikir tak ada alasan untuk melarangku bukan....'


Nila membeku...3 hari lalu nona Michelle adalah gadis penurut dan pendiam, namun ada yang berbeda dari nada bicaranya kali ini dan hal itu mau tak mau membuat Nila takut...bagaimana kalau tuan marah dengan sikapnya...


''Tapi nona tau sendiri..tuan Dimitri sangat.......''


''Sangat kejam...ayolah Nila..aku adiknya...tidak mungkin dia akan membiarkanku menjadi perawan tua seumur hidup..'' sambung Nila tertawa....


''Nona........''


''Sudahlah.....aku tidak mau bicara apapun lagi tentang itu Nila..ya ampun kau merusak mood ku saja....''


''Tapi aku hanya khawatir...''


''Tapi khawatirmu tidak beralasan Nila..sudahlah...aku tak ingin membalasnya...''


Michelle bangkit berdiri dan menatap Nila yang terlihat gelisah..


''Aku akan ke kamarku karna Mike dan aku ingin bicara melalui VC dan Nila bisakah kau membuatkan aku sesuatu yang enak,....aku sedang ingin...''


''Baiklah nona..aku akan melakukannya...''


''Kakak.......''


''Ikut aku ke kamar sekarang juga Michelle Swan....'' Dimitri melangkah lebih dahulu...


Sementara wajah Michelle menjadi pucat,....mengap wajah kakak sangat menakutkan..??


mau tak mau Michelle mengikuti langkah sang kakak yang menuju kamarnya..


sambil menyimpan ponselnya di dalam sakunya.. Michelle lupa memberitahu kalau ia akan bicara dengan kakaknya sebelum menerima telp..


Ceklek!!!!


Dimitri membuka pintu kamar di ikuti Michelle dari belakang lalu pintu tertutup dengan sendirinya..


Michelle sedikit terkejut....ia sempat menoleh pada pintu yang tertutup itu dengan beku...


Sementara Dimitri melepaskan jassny, berikut dasinya lalu melangkah mendekati pintu kaca yang menghubungannya dengan balkon kamar..sementara Michelle mendekat..


''Kakak ingin bicara....padaku...'' ucap Michelle lalu mendekati Dimitri...


''Yah...lebih tepatnya aku ingin bertanya padamu Michelle...''


Dimitri membalikan tubuhnya dan menatap Michelle dengan tajam...


''Tanyalah kakak aku akan menjaawabmu..'' balas Michelle dengan wajahnya yang polos..

__ADS_1


Dimitri mengangguk........


''Bukankah peraturanku jelas kalau kau tak boleh pacaran..setidaknya sampai kau dewasa...''


Michelle melonggarkan tenggorokannya....


''Aaaku....itu.........''


Michelle terkejut ketika Dimitri mencengkram kedua lengannya dan menatapnya dengan tajam...


''Apakah kau melanggar semua perintahku Michelle...apa kau melakukannya..'' teriak Dimitri dengan murka..


Mata Michelle nyaris menangis mendengar bentakan sang kakak yang terlihat begitu marah...


''Kakak.......aku takut, jangan begini hah.....''


Dimitri mengeraskan wajahnya.......


''Bukankah kau sudah melebihi batasanmu Michelle...siapa pria itu...dengan siapa kau berani menjalin hubungan......berapa lama....''


Airmata Michelle berguguran dengan dramatis betapa takutnya Michelle sampai tubuhnya gemetar...


''Aku tidak melakukan hal yang melanggar batasan kak..usiaku hampir 18 tahun bukankah itu cukup....''


''Lihatlah dirimu sekarang..bukannya kau menyesal dengan apa yang kau lakukan namun kau mulai membantahku Michelle...''


Michelle tentu saja menolak ucapan Dimitri, masih mengelak gadis meneteskan airmata...


''Aku minta maaf......''


''Katakan siapa pria itu katakan Michelle..''


''Tidak kak....aku mohon jangan seperti ini...kakak.....''


''Baiklah...bagaimana kalau aku langsung menyebut namanya........''


Michelle menjai gemetar...dan disaan bersamaan ponselnya berdering...itu adalah panggilan video dari kekasihnya Mike...ia harus bagaimana sekarang......??


Michelle hendak mengambil ponselnya namun kalah cepat ketika Dimitri merebut ponsel itu dengan cepat..


Hening.......Michelle membeku melihat tatapan membunuh dari Dimitri..


''Mike.....jadi kekasihmu adalah Mike....'' teriak Dimitri dengan murka..


''Kakak...aku mohon jangan marah, dia pria yang baik...aku mohon.......''


Dimitri tersenyum dingin lalu mengangkat ponsel itu tinggi-tinggi dan menikmati kesakitan di wajah Michelle.....gadis itu menangis....


''Kakak..jangan...aku mohon..kembalikan ponselku...''


Namun tanpa di duga Michelle..Dimitri mengangkat ponsel itu tinggi-tinggi lalu menjatuhkannya ke lantai dengan sangat keras hingga ponsel itu hancur seketika...


Sinar mata Dimitri membara...dan mendekati Michelle yang begitu hancur.......

__ADS_1


__ADS_2