
Carissa tak bisa mempercayai apa yang di lihat oleh matanya..Dimi keluar dari mobil dengan tatapan yang tertahan kepadanya sementara Arga,..tersenyum...
Sembari menarik tubuh Carissa merapat kepadanya, Arga seolah ingin menjelaskan kepadanya kalau Carissa adalah miliknya...
''Selamat datang tuan Dimitri Swan...'' ucap Arga dengan keramahan sembari mengulurkan tangannya.
Sementara Dimi mengangguk lalu membalas uluran tangannya, sementara matanya tertuju pada pelukan Arga yang membuatnya panas...entah mengapa..
''Terimakasih sudah mengundangku tuan Arga...''
''Tentu saja...aku baru kembali dari luar negri karna itu aku baru bisa mengundangmu tuan Dimitri...''
''Tidak masalah..karna aku juga cukup sibuk...'' Dimi sesekali mencuri pandang pada sosok Carissa yang mendadak gugup..
''Oya..perkenalkan dia adalah Carissa Zayn..dia adalah istriku...''
Kali ini Dimi dan Carissa saling menatap dengan dalam..jelas Carissa merasakan debaran jantungnya mulai tak tenang...padahal dia baru saja pulang tapi sudah merindukan Dimi..
Mengapa....?
Dimi mengulurkan tangan lebih dahulu, sementara Carissa melirik Arga..
''Dia teman baikku sekarang, ayo perkenalkan dirimu.....''
''Dimi....namaku adalah Dimitri Swan...''
''Aku adalah Carissa...Carissa Zayn..''
''Senang bertemu dengan anda nyonya...''
''Aku juga senang bertemu denganmu tuan...''
Arga tertawa...sambil memeluk punggung Carissa ia menatap istrinya..
''Kau tau jika istri tuan Dimitri sangat mirip denganmu..kalian lebih dari kembar...''
Carissa memandang Dimi yang tampak sedih, dan hati Carissa menjadi sedikit cemburu..tentu saja..Michelle adalah wanita yang beruntung karna di cintai suaminya dengan begitu besar. Sedangkan dirinya...? Ia bahkan tidak tau apakah Arga benar-benar mencintainya..karna ketika satu wanita menggodanya dia langsung luluh...mata Carissa berkaca-kaca...
Ia menatap Dimi....
''Aku rasa istri tuan Dimi pasti sangat cantik lebih dariku...dia beruntung..'' balas Carissa menekan kuat perasaannya..
Sementara Dimi hanya tertawa kecil...
''Kau benar nyonya Carissa...aku mencintainya...'' balas Dimi dengan suaranya yang berat..
Carissa menghela nafas,...sembari memalingkan wajahnya...mengapa dia kesal...? mengapa ia merasakan perasaan ini...apakah karna mereka sudah tidur bersama sehingga ada perasaan terikat yang kuat...
Arga tersenyum...
''Bagaimana kalau kita masuk....aku telah menyiapkan makan malam untuk kita berdua..juga ada pesta kecil yang sudah kusiapkan,....''
Dimi pun mengangguk sopan..
__ADS_1
''Baiklah....aku tak sabar lagi...''
Mereka pun melangkah masuk ke dalam ruangan dan menuju ruang privat....disana...Arga mempersilahkan Dimi duduk dan Carissa duduk di hadapan mereka berdua..
''Kalian keluarga yang bahagia..'' ucap Dimi sembari melihat beberapa foto pernikahan yang menempel di dinding....sementara matanya jatuh pada Carissa yang tampak tak nyaman..tak lama kemudian beberapa pelayan masuk ke dalam ruang privat itu dan meletakan bberapa minuman beralkohol disana..tak sampai disitu tak lama kemudian, muncul di pintu 4 orang wanita penghibur....hal ini tentu mengejutkan Dimi..ia menatap Carissa yang memalingkan wajahnya..
''Tuan Arga apa yang anda lakukan..''tanya Dimi tak suka..
Arga menoleh dengan santai..
''Selama seminggu ke depan istriku tak bisa melayaniku dan kau tau dia memberiku kebebasan kecil..bukan begitu sayang...'' lirik Arga menekan..
Carissa akhirnya mengangguk pasrah meski harga dirinya terkoyak...
''Tuan Arga...apa kau mencintai istrimu..''
''Tentu aku sangat mencintai istriku, dia...mengerti aku dengan baik...dia juga sangat nikm*t di tempat tidur,....namun sayang kami tidak bisa melakukannya..'' ucap Arga yang meneguk minuman beralkohol itu dengan cepat...
Ucapan lancang Arga sanggup merubah wajah Carissa, dia sangat malu sementara Dimi pun menjadi sedikit kesal..
sembari meminum anggurnya....
''Aku harus ke dapur..apakah tuan Dimi butuh sesuatu..''tanya Carissa dengan mata yang sudah memerah...
''Sayang...disini saja....kau bisa melihat bagaimana aksi para wanita ini...kau bisa belajar,...''
Dimi mengepalkan tangannya..
Arga yang sudah mabuk tampak tidak perduli dia malah mengulurkan tangan pada wanita yang telah membuka atasan mereka untuk di nikmati Arga...
Aktifitas menjijikan itu membuat Carissa menoleh...
''Aku ingin ke toilet...apakah kau bisa menujukan jalan padaku nyonya Carissa..''ucap Dimi penuh arti..
Carissa melirik Arga yang sedang asik bercumbu dan sepertinya tidak perduli pada mereka..kedua gadis itu sedang menari erotis di depannya..
''Tuan Dimi setelah itu kembalilah...''
''Tentu saja....aku akan kembali...''
Carissa melangkah pergi di ikuti Dimi di belakangnya..dan ketika sampai di pintu dia menemukan lebih banyak wanita yang entah datang dari mana...dan membuat Carissa hanya bisa menatap miris...
Dimi yang melihat itu lalu menarik tangan Carissa menjauh, airmata wanita itu menetes di wajahnya...entah seperti apa rumah tangannya nanti...bagaimanapun Carissa tak bisa melanjutkannya..inikah Arga sebenarnya..
''Carissa.......''
''Aku baik-baik saja...toilet ada disana...di belakang..setelah itu lanjutkan saja pestanya dengan Arga..aku lelah dan ingin tidur...''
Dimi menatap dalam ketika melihat Carissa melangkah ke atas namun dengan cepat Dimi mendekati Carissa dan mencekal tangannya hingga wanita itu berbalik...
''Dim......''
''Ayo ikut aku sekarang......''
__ADS_1
''Tidak...Arga akan marah Dim...tidak,...aku....''
''Jika kau tetap disini dia akan memaksamu..percaya kepadaku karna aku akan melindungimu.....''
Deg!!!!!
Airmata Carissa menetes....sesaat ia melirik ke arah pintu ruang Privat....bagaimana kalau Arga mengetahui dia tak ada...? Pria itu pasti akan sangat marah...dan mungkin akan membunuhnya..
''Tidak...ini rumahku...aku akan tetap......''
Kata-kata Carissa terputus ketika Dimi kehilangan kesabaran,..pria itu menunduk menaikan tubuh Carissa di bahunya seperti karung beras dan melangkah keluar rumah..sementara itu Arga masih belum sadar dan masih berpesta ria....alkohol telah memenuhi kepalanya hingga ia tak bisa menguasai dirinya sendiri...
Sementara Dimi menurunkan tubuh Carissa begitu ia sampai di mobilnya dan membuka pintu...
''Dimi apa yang kau lakukan....lepaskan aku...''
''Masuk Carissa.....'' teriak Dimi dengan murka...
''Tapi........''
Dimi segera mendorong tubuh Carissa dan menutup pintu dengan keras sementara.....ia pun segera masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah besar...
Sepanjang jalan...Carissa hanya menoleh ke belakang dengan tatapan takut, bagaimana kalau Arga tau dia pergi...bukankah Dimi juga akan merasakan kemarahan Arga,....mobil melaju menuju apartemen milik Dimi....dan mobil berhenti..
''Keluar Carissa...cepat...''
''Dimi....apa yang kau lakukan ini...''
''Diam.....''teriak Dimi dengan murka hingga Carissa membeku,....
Mengapa dia pria itu hanya bisa mengancam...?
karna ia takut maka Carissa turun dari mobil dan pasrah ketika Dimi menariknya masuk ke dalam gedung..
Ia pun berpapasan dengan Tomi...
''Tuan Dimi..........''
''Perketat keamanan disini....''
''Baik tuan..tapi aku juga ingin bicara...''
''Nanti saja Tomi.....aku akan membawa Carissa masuk...''
Tomi yang melihat Carissa sudah berada di dalam cengkraman sang tuan pun tersenyum....
''Baiklah....aku akan yang lainnya akan berjaga di tempat ini...''
Dimi menaikan sudut bibirnya..
''Bagus....aku mengandalkanmu..''Dimi tersenyum..
Lalu membawa Carissa menuju lift.....
__ADS_1