Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Tak Pernah Tenang


__ADS_3

Michelle keluar dari area rumah sakit jiwa dengan kerutan di dahinya..nafasnya masih terasa sesak membayangkan apa yang terjadi pada Mike,...


Bagaimana bisa, Mike berubah menjadi pria yang sangat mengerikan seperti itu. Michelle bahkan melihat kebencian yang besar dari matanya, dan sampai saat ini ia masih belum percaya Dimi mampu melakukannya..


Tidak mungkin..


Michelle segera melangkah menuju mobil dan masih menyandarkan tubuhnya di dalam sana, ia memejamkan matanya, apa yang sebenarnya terjadi kepada Mike...mengapa dia separah itu...


Monster..apakah memang Dimi merencanakan ini semua darinya...? Seperti kata Marco, Dimi menyingkirkan orang-orang di sekitarnya agaar bisa menguasai Michelle hanya untuk warisan semata...?


Bisakah ia tidak percaya kali ini, Dimi bersikap baik kepadanya dia juga telah berubah hangat dan romatis tidak mungkin apa yang di tuduhkan Marco pada suaminya...


Dimi mencintainya dan apa yang di ucapkan Marco hanyalah ingin menghasut...dan apa yang terjadi pada Mike mungkin bukanlah kesalahan Dimi..dan Marco memanfaatkannya...


Michelle mencoba untuk tenang lalu meninggalkan rumah sakit jiwa itu dengan tetap berpikir tenang karna ia tidak mau menuduh..Michelle tau benar selama ini Dimi banyak berubah untuknya..rasanya tidak layak jika ia curiga pada suaminya sendiri dan lebih mempercayai oranglain.. Michelle memutuskan untuk tidak percaya...


bukankah selama ini hanya Dimi yang melindunginya......?


Mobil milik Michelle melaju menuju kota, sebuah kesalahan besar baginya datang ke tempat ini, pikiran Mike sedang terganggu dan ia tak ingin percaya 100 %, tidak ingin percaya...walau ada sebagian hatinya yang sedikit takut..


*******


''Apa dia menemukan sesuatu disana,....''


Tomi mendekati Dimi dan menyerahkan beberapa bukti foto jika Michelle memang menuju rumah sakit jiwa itu..pria itu mengerutkan kening....ia menatap Tomi dengan tajam..


''Bukankah aku sudah bilang padamu untuk menyingkirkan Mike jauh-jauh...apakah kau benar-benar akan melanggar perintahku Tomi....'' jemari Dimi mengepal..


Tomi lalu menyerahkan sebuah bukti foto lagi.....


''Aku pikir, sepupu tuan memanfaatkan keadaan dengan baik..dan ia pula yang menghasut Nyonya...''


''Siapa....''

__ADS_1


''Marco......''


Dimitri membeku mendengar kata-kata Marco, jadi sepupunya diam-diam menjadi rivalnya dan menusuknya dari belakang....Dimitri tak akan mengampuninya...pria itu sangat kesal...


''Jadi dialah yang menghasut Michelle...''


''Benar tuan, dan aku yakin nyonya benar-benar dalam keadaan bingung sekarang..jadi apa yang harus aku lakukan untuk membungkamnya tuan...apakah aku harus melenyapkannya..''tawar Tomi dengan pandangan mengeras...


Dimitri pun tersenyum dingin, ia menatap Tomi....


********


Mobil milik Michelle akhirnya memasuki kota dan Michelle memutuskan tidak langsung ke rumah atau ke kampus melainkan ia ingin berjalan-jalan sendirian..karna itu Michelle mampir di salah satu Mall untuk berjalan-jalan disana..


kepalanya terasa sakit karna terlalu banyak berpikir jadi dia butuh penyegaran..sesuatu yang segar untuk dia makan...dan pilihan Michelle jatuh pada eskrim, betapa tergila-gilanya Michelle dengan eskrim hingga ia mampu menghabiskan beberapa kotak eskrim..


Michelle akhirnya mendapatkannya dan mulai menikmatinya,sambil ia melangkah melihat-lihat isi Mall dan sedikit lebih baik, memang benar kata orang cara lain untuk melepas stres bagi wanita adalah melakukan apa yang dia sukai, Michelle merasakannya..ia merasa lebih baik..


Michelle baru saja membuka pintu mobil ketika seseorang menarik lengannya cukup kuat...seketika itu juga Michelle menoleh dan membeku melihat Katren berdiri dengan tatapan marah kepadanya...


Hening...


Michelle cukup terkejut melihat tatapan kebencian yang di arahkan Katren kepadanya...ada sembab di matanya...dan dia terlihat frustasi..


''Katren.......''


''Yah...aku....dan aku ingin bicara kepadamu Michelle.....''


Deg!!!!


''Bicara....tapi bukankah kau baru saja menikah, dan ini adalah waku bulan madu bagimu....''


''Dasar wanita licik.....''desis Katren dengan mata tajam menyala-nyala..

__ADS_1


Michelle memijit dahinya, baru saja dia tenang mengapa harus menghadapi Katren lagi..apalagi kali ini...kemarin adiknya Marco yang menghasutnya sekarang..Katren....


''Apa maksudmu..apa yang ingin kau katakan kepadaku karna aku sungguh tidak mengerti..kau datang tiba-tiba dan mengatakan hal mengerikan padaku......''


Dengan marah Katren menjambak rambut Michelle dan menekannya ke badan mobil dan menggertakan gigi...


''Kau merebut Dimi dariku, apa kau sengaja....''


''Apa maksudmu Katren...aku benar-benar tak mengrti....''


''Yah...kau adalah wanita murahan seperti ibumu, kau ternyata bukanlah anak kandung dari paman Harry karna tak ingin kehilangan harta kau mulai merayu Dimi demi menjaga posisimu di dalam keluarga agar kau tidak di singkirkan karna statusmu dan saudaramu yang ternyata anak haram.......'' teriak Katren dengan suara lantang...


Tubuh Michelle brgetar seketika, matanya menjadi basah dia benar-benar syok dengan pernyataan Katren yang begitu menyakitkan...hinalah dirinya tapi tidak dengan ibunya...entah kekuatan dari mana Michelle mendorong tubuh Katren menjauh darinya....ia pun menatapnya dengan tajam....


''Jangan pernah menghina ibuku.......''


''Tapi itulah kenyataannya Michelle..bahkan dunia sudah tau betapa menjijikannya cara ibumu untuk mendapatkan warisan paman Harry dia bahkan sampai rela melakukan hal rendah, dengan mendapatkan anak dari pria lain dan menjadikan anak keluarga paman Harry bukankah itu keterlaluan....''desis Katren penuh cela..


Tubuh Michelle goyah.......ia tak mampu bahkan untuk berdiri..Michelle sungguh hancur....


Katren tertawa dengan sinis sambil bersedekap...menatang Michelle dalam dendam membara, beraninya gadis kecil seperti Michelle bersaing dengannya..tidak..ia bahkan mampu menyingkirkan Michelle dengan cara penghinaan yang mengerikan hingga membuat mental Michelle hancur...dia gadis muda dan akan terpengaruh..Katren menyakini itu.....


''Katakan kau tidak tau Michelle..katakan padaku kau tidak tau statusmu dengan Dimi, apakah dugaanku salah.....seluruh keluarga besar kita sudah tau tentang siapa kau..dan mereka akan mulai melakukan rapat dengan mengusirmu dari rumah, lalu...menghapus namamu dan saudaramu Rob dari keluarga Swan....''


Airmata Michelle menetes..pernyataan Katren sungguh memukul telak mentalnya, menjadikannya dalam sekejap menjadi wanita tak berharga...


''Katren cukup........''


Katren mendekat........


''Jangan berpikir kalau Dimi benar-benar mencintaimu karna itu tidak mungkin..kau putri haram dan ia tak akan pernah mempertaruhkan harga diri dan nama besarnya untuk melindungimu....atau jika dia mendekatimu karna itu semata-mata demi balas dendam...tidak lebih...jangan pernah bermimpi hidup menjadi Michelle Swan seumur hidup karna kau sama saja sedang menipu dirimu sendiri...Michelle......''


''Tidak......'' desah Michelle dengan rasa sakit di dadanya....

__ADS_1


__ADS_2