Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Michelle vs Katren


__ADS_3

Katren mendekat.....hingga ia dan Michelle berdiri saling menantang.


''Katakan kepadaku...apakah kau menyerahkan dirimu demi perlindungan Dimi selama ini.......''


Deg!!!!!


Michelle membeku...ia terdiam dan menatap mata Katren...


''Mengapa kau melakukan ini...bukankah kau sendiri sudah punya keluarga...mengapa kau menggangguku Katren....'' jerit Michelle keras.


''Karna kau tidak pantas bahagia Michelle aku tak akan membiarkannya...kau tau jika Dimi juga punya wanita lain di masa lalunya, bersiaplah karna Dimi mendekatimu untuk mengkukuhkan dirinya sebagai pewaris utama dan satu-satunya..bahkan kau tidak akan percaya ketika nanti Dimi akan menyingkirkanmu seperti sampah.....''


''Dimi mencintaiku...yah...mencintaiku..dia tak mungkin menyingkirkan aku...''


''Benarkah..kau percaya diri sekali...kita liat nanti ketika dia bosan kepadamu..''


''Kau terlalu ikut campur Katren...kau sangat menyedihkan...''desis Michelle marah...


Gadis itu berusaha bertahan dari serangan terbuka yang di kirimkan Katren padanya..ia sudah tak punya apapun untuk membela dirinya karna semua itu benar, semua yang di tuduhkan Katren benar adanya namun...Michelle tak ingin siapapun melangkah lebih jauh untuk ikut campur dalam masalahnya...termasuk Katren...


''Kau tanyakan mengapa aku ikut campur Michelle..kalau saja kau sadar siapa dirimu, kalau saja kau bisa tau diri dan pergi dari rumah besar itu...dari awal bahkan dari kita kecil bukankah kau juga tau kalau aku dan Dimi memang di jodohkan..bukankah kau tau itu...kau bahkan mengabaikan fakta itu dan menempel pada Dimi dan akibatnya,..dia tergoda padamu dan aku yakin sekali kau sudah menyerahkan dirimu...''


''Hentikan.......cukup Katren kau harus mendengarku..aku tidak pernah menggoda Dimi...''


''Kau yang harus mendengarku Michelle...hidupku sudah hancur karna apa...Morgan yang seharusnya menikahimu malah menikahiku karna Dimi melakukan hal yang licik padaku...aku yang menjadi korban...'' teriak Katren dengan histeris...


Deg!!!!!


''Apa maksudmu.......''


Katren menggertakan gigi sambil menatap mata Michelle yang tampak hancur...


''Karna Dimi ingin mempertahankanmu dan melepaskan diri dari perjodohan...dia memaksaku dan Morgan menggunakan pil perangsang dan kami terjebak,...''


''Apa..........''


Wajah Michelle begitu pucat karna syok...sementara Katren juga menangis, membayangkan jika menikah dengan Morgan adalah sebuah mimpi buruk..Morgan punya sisi gelap sendiri dan suka menyiksa di dalam percintaan....untuk kepuasan, bahkan Katren menjadi sasarannya. Semua ini karna Michelle..akar dari semua masalah adalah karna gadis ini..gadis pembawa sial yang tidak tau dari mana keturunannya..Katrenn tak akan tinggal diam, jika dia tak bisa bersama dengan Dimi maka Michelle juga tak akan bisa bersama Dimi..itu adalah janjinya...


''Kau tak percya kan...kau sudah buta Michelle..kalian berdua pasangan paling menjijikan dan kejam...Dimi melakukan hal yang keji untuk mendapatkanmu sementara kau....menutup mata dengan mengorbankan orang lain tanpa rasa bersalah.......''


''Aku tidak seperti itu Katren........''


''Bagimana dengan Mike yang gila...kau tidak lupa bukan, bahkan pria itu telah berusaha menyelamatkanmu tapi apa...kau bahkan tidak perduli...darah jahat dari ibumu benar-benar mengalir dalam darahmu...''

__ADS_1


Michelle merasa cukup ia mendengar smuanya..dengan kuat ia menampar wajah Katren hingga tubuh Katren terdorong ke belakang..


Ada darah di sudut bibirnya dan membuat gadis itu menggila..


''Apa kau sedang menunjukann wujud aslimu Michelle..kau menamparku.''


Michelle meneteskan airmatanya lalu mendekati Katren.....


''Bahkan semutpun akan mengigit jika dia sudah terinjak dan hampir mati....aku sudah bilang padamu aku menerima semua penghinaanmu padaku..tapi jangan sentuh ibuku...aku mencintainya.......''


''Yah....semua anak akan mencintai ibunya dengan buta dan mengabaikan fakta jika ibunya seorang pelacur sekalipun.....aku mengerti Michelle...bahkan aku tidak terkejut jika kau mengikuti jejaknya...''


''Aku akan merobek mulutmu jika kau sekali lagi menyebut nama ibuku Katren....bukankah kau juga anak angkat dari tante Lydia....''


Wajah Katren memucat.....


''Apa maksudmu.......''


Katren bergerak mundur sementara Michelle melangkah mendekatinya dengan tatapan membunuh....


''Michelle.,..........''


''Bahkan posisimu lebih buruk dariku...aku pernah mendengar kau di letakan begitu saja di depan rumah tante Lydia karna kau hampir mati, maka tante Lydia mengambilmu dan mengangkatmu sebagai anak.....jadi posisimu mungkin lebih buruk dariku, kau mungkin anak seorang pelacur, atau pembunuh...atau mungkin anak seorang penjahat....kita tidak pernah tau.....''


''Kau yang lebih dulu menghinaku jangan pernah lupa itu Katren.....terimalah takdirmu dan berhenti ikut campur...atau aku tidak akan segan lagi untuk membalasmu yang lebih buruk..''


Katren membeku di tempat, ia sungguh kehilangan kata..bagaimana mungkin Michelle bisa membalasnya, padahal selama ini ia gadis yang begitu manis dan cenderung penakut...


Katren kehilangan kata.........


Michelle membalikan tubuhnya dan melangkah masuk ke dalam mobil dan dalam sekejap mobil meluncur meninggalkan tempat itu...meninggalkan Katren yang segera menghapus airmatanya...


Tak lama kemudian seseorang mendekatinya dan menatapnya dengan senyuman....


''Kau berhasil Katren....''


''Pipiku sakit di tampar oleh gadis sialan itu.......''


''Aku akan menyembuhkanmu bagaimana...''tawar sang pria yang menarik Katren mendekat kepadanya...


''Ada banyak orang disini sayang......''


''Aku sudah tak tahan lagi, bagaimana kalau kita mencari Hotel trdekat...'' bisik sang pria dengan suara parau..

__ADS_1


Sementara Katren menurut...


''Aku juga sudah merindukanmu sayang...''


Keduanya segera masuk ke dalam mobil, karna misi selesai....


*********


Michelle masih duduk di pinggir pantai, sudah puluhan panggilan di ponselnya dia abaikan entah dari siapa...Michelle benar-benar tak perduli karna hatinya begitu hancur...hidupnya sudah tak punya harapan,


Michelle duduk sembari memeluk lututnya dan isakannya semakin besar saja...sendirian Michelle mencoba menjerit dengan keras....


''Mengapa semua orang jahat padaku.,...mengapa........mengapa jahat sekali...apa kesalahanku apa.....'' jerit Michelle dengan tangisan sakit hati..


Satu-satunya orang yang di percaya Michelle adalah Dimitri, namun kepercayaan itu seolah hancur begitu saja.....adilkah untuknya, apakah memang Dimi akan bahagia jika mendapatkan semua warisan itu....hanya semata-mata karna harta...


Michelle bahkan sudah tidak menginginkan apapun lagi...tidak..kali ini dia benar-benar lelah dengan semua yang terjadi...ia sudah sangat lelah....


Tak sengaja Michelle menoleh dan menemukan panggilan dari dalam penjara...bahkan kakaknya Rob juga tak bisa di andalkan....


mau tak mau Michelle mengangkat telp...


Michelle : Halo.....


Petugas Penjara : Nona Michelle, kami ingin menyampaikan bahwa kakak anda ingin bicara dia,....


Michelle : Tidak,...katakan padanya aku tidak ingin bicara apapun, katakan padanya kalau aku lelah...bisakah dia berhenti menyusahkan aku,..bisakah dia membuatku tenang tanpa menimbulkan masalah..bisakah aku berharap itu...


Petugas Penjara : Tapi nona..kakak anda sedang


Michelle : Aku sudah tidak mau tau lagi tentangnya dan aku...sedang kesal sekali bisakah kau jangan mengangguku...


Tit............


Michelle lebih dahulu memutus sambungan telp dan tangisannya kembali pecah....selain Mike tak ada yang benar-benar perduli kepadanya...tidak ada....


Michelle menundukan kepalanya dan terus menangis.......


********


Disuatu ruangan yang gelap Rob tampak duduk dengan wajah tertunduk airmatanya mengalir, sambil memegang sebuah benda yang akan menghantarkannya pergi...


''Maafkan aku Michelle...maafkan aku, tenang saja...aku tidak akan menjadi bebanmu....''ucapnya dengan pelan...

__ADS_1


__ADS_2