Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Semua Terlambat


__ADS_3

''Dengan demikian...kalian bukan lagi dua melainkan menjadi satu..apa yang sudah di persatukan Tuhan tidak dapat di ceraikan manusia....'' suara penuh ketenangan sang pendeta akhirnya mengukuhkan pernikahan Dimitri dan juga Michelle,


Suara tepuk tangan memenuhi aula ruangan yang tampak luas dan megah, ada beberapa rekan bisnis Dimitri, keluarga dekat sahabat dan juga para anak buahnya yang tampak bahagia menyambut pernikahan sang tuan yang mendadak...


Dimitri dan Michelle saling menatap satu sama lain, mereka kini adalah suami istri yang sah..senyum kebanggaan begitu terpancar di wajah Dimitri sedangkan Michelle hanya mampu terdiam menyadari ini seperti mimpi, Dimitri benar-benar sudah menjebaknya..


Yah...sangat cepat semua berjalan..awalnya Dimitri bilang bulan depan pernikahan akan di lakukan tapi sekarang malah pernikahan di majukan tanpa menunggu..


Michelle sama sekali tak di beri kesempatan untuk mengucapkan kata tunda..


Dimitri menarik tubuh Michelle mendekat hingga tenggelam dalam pelukan posesifnya, keduanya saling menatap..


''Mulai sekarang kau harus ingat sesuatu Michelle kau...adalah milik seorang Dimitri Swan...kau tak bisa melakukan apapun di luar persetujuanku......''


''Terdengar mengerikan...'' Michelle tersenyum namun tak lama karna senyumnya menguap seketika...


Ketika ia menyadari jika Dimitri tidak sedang bercanda atau hanya bergurau dalam perkataannya...


tubuh Michelle bergetar,.....


''Tenang saja...jika kau menjadi istriku yang penurut, mencintaiku dan tidak berkhianat maka kau akan selamat...tapi......''


''Ssst...jangan membicarakan hal yang berat, lihatlah....para tamu sedang menunggu kita...''


Dimitri menoleh dan tertegun, mengedarkan pandangannya kesana dan menarik sudut bibirnya, pertunjukan akan segera di mulai dan ia akan memastikan siapapun yang berani melawannya akan hancur...


Dimitri lalu mengangguk.....dan menatap Michelle..


''Cium aku baru kau akan kulepaskan walau sesaat..''


Michellle mengerutkan kening...ia sangat malu mencium Dimitri lebih dahulu, selain dia tidak mahir dalam hal ciuman namun bukankah seorang pria seharusnya melakukannya lebih dahulu..


''Dim...aku...''


''Kita suami istri dan...aku ingin membuktikan kalau kau akan menjadi istriku yang baik atau hanya sebatas perkataan...''


Deg!!!


Michelle menghela nafas...


''Tapi Dim.........''


Dimitri memejamkan matanya menunggu, dan entah mengapa itu seperti sebuah perintah tidak tertulis...dan Michelle harus melakukannya..atau sesuatu akan terjadi dan sesuatu itu pasti tidak baik....


Michelle tak punya pilihan selain mengikuti kemauan Dimitri, perlahan Michelle mendekat setengah berjnjit ia lalu mencium bibir Dimitri seringan bulu lalu hendak melepaskannya namun di luar dugaan Dimitri semakin merapatkan pelukannya dan melum** bibir Michelle yang penuh dan mengul**** dengan lembut...

__ADS_1


Para teman bisnis Dimitri hanya saling melempar senyuman sungguh, melihat seorang Dimitri tergila-gila pada istrinya sendiri membuat mereka cukup terkejut, tak pernah menyangka jika cinta sang jutawan justru berlabuh pada adik angkatnya.


Dimitri seorang pria yang tampan dan berkelas, ketika berdiri bersama Michelle mereka seperti raja dan ratu,...sangat serasi dan begitu menghipnotis siapapun yang melihatnya,...


Dimitri hampir lepas kendali jika saja ia tak segera sadar mereka masih di tengah pesta resepsi...gairah yang selama ini ia tahan akhrinya berlabuh juga pada gadis yang paling dekat dengannya..


Michelle Swan...adalah miliknya...


Disaat bersamaan, Mike dan Ela muncul di tengah ruangan....dan saat pria itu membuang muka, ia melihat dengan jelas Dimitri dan Michelle sedang berciuman dengan mesra..


Sesuatu di dadanya begitu menusuk dan menyakitkan...pria itu tampak syok menyadari jika Michelle tampak menikamati ciuman panas yang di berikan Dimitri kepadanya..


Dada Mike terasa sesak saat itu juga...ia lalu menoleh pada Ela yang tampak melambaikan tangan pada Tomi anak buah Mike...jangan-jangan...dia di jebak oleh Dimitri sendiri...?


Mendatangi pernikahan mereka dan sekaligus mempermalukannya..begitu..??


Dimitri melepaskan ciumannya, menikmati bibir Michelle yang babak belur...ia sampai menahan tubuh Michelle yang goyah akibat gempuran kecilnya di bibir Michelle yang manis...


''Sayang.....''bisik Dimitri lembut...


''Aku pusing...''


''Persiapkan dirimu karna, kita akan melakukan malam pertama..nanti malam..''


Michelle mengangkat wajahnya...


Dimitri tersenyum....


''Ayo sayang..kita kedatangan tamu istimewa...''


Dimitri menuntun tubuh Michelle melangkah mendekati pasangan yang mampu membuat mata Michelle melebar tak percaya..


''Mike dan Ela, pelayannya..''


Mata Michelle terasa panas, ketik Ela menggandeng lengan Mike dengan mesra..ada hubungan apa di antara mereka...? Hati Michelle menjadi nyeri seketika...


''Selamat atas pernikahan tuan dan nyonya..''ucap Ela membungkuk di hadapan Dimitri dan juga Michelle yang tampak syok..


Mike menatap tajam kepada Dimitri, pria itu tersenyum...


''Dan siapa ini Ela..jangan bilang dia adalah...''


''Dia kekasihku tuan...''


Deg!!

__ADS_1


Mike menoleh tajam...bukan begini rencana awalnya, Ela hanya mengajaknya untuk menghadiri acara pernikahan.....''


''Ela....kau........''


Ela berdehem, memotong pembicaraan Mike yang terlihat kecewa..


''Tuan Dimitri..mungkin aku akan segera mengundurkan diri dari pekerjaan karna aku sedang hamil anak kekasihku Mike...jadi..''


''Apa..........''


Kali ini suara Michelle dan Mike terdengar bersamaan hingga Dimitri menoleh cemburu, sedikit kuat ia mencekal tangan Michelle dan menatapnya tak suka..


memberi isyarat tajam kepadanya hingga Michelle hampir menangis..


Mengapa jadi begini, mengapa MIke malah sudah tidur dengan gadis lain yang ternyata adalah pelayan setia Dimitri...


Hati Michelle hancur seketika...


''Ela...jaga ucapanmu......''


''Hei jangan membuat keributan disini Mike...bersumpahlah kita tidak pernah melakukannya walau hanya sekali..saat itu adalah masa suburku....''


Mike mengusap wajahnya dengan kasar, ia tampak gusar sembari melonggarkan tenggorokannya...sementara bagi Dimitri ini adalah pertunjukan menarik...tak ada yang bisa melawan dirinya...


''Mike...aku tak akan pernah membiarkanmu mempermainkan Ela walau dia hanya seorang pelayan..''ucap Dimitri geram...


Mike tertawa kesal, ia sangat marah apalagi Michelle sedari tadi hanya diam saja seolah menyimpan bom yang akan meledak sebentar lagi...


''Itu bukan urusanmu Dimitri, aku akan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi..''


''Silahkan...tapi jangan pernah menjadi pria pengecut..''


Itukah sebabnya terakhir kali mereka bertemu Mike bersikap sedikit dingin, bahkan mereka tak bersentuhan sedikitpun...hanya saling bicara dan sedikit menjaga jarak...kini harapaannya agar bisa pergi dari Dimitri hancur seketika...ia tak punya harapan,...ia tak punya siapapun lagi untuk menolongnya..


Untuk pertama kalinya Michelle merasa terhianati dari pria yang dia cintai...apakah semua orang jahat tak ada yang baik kepadanya..bahkan hanya Dimitri yang perduli walau sikap posesifnya membuat Michelle sesak nafas...tapi hanya dia yang melindungi Michelle...


''Ela..bawa kekasihmu untuk makan atau apapun..pergilah...''ucap Michelle menatap dengan tajam...


''Baiklah nyonya.......permisi..''


Ela lalu menarik Mike yang masih menoleh dan menatapnya namun Michelle sudah hilang percaya semua terlamabt baginya..ia sudah tidak percaya siapapun lagi...


Dimitri meraih tubuh Michelle jatuh di dalam pelukannya..


''Bukankah aku sudah bilang..dunia ini sangat jahat kepadamu, bahkan hanya aku saja yang perduli dan mencintaimu Michelle...'' bisik Dimitri dengan lembut..

__ADS_1


Michelle hanya pasrah dalam pelukannya,....hatinya sakit sekali...


__ADS_2