Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Belum Saatnya Pergi


__ADS_3

Mike membalikan tubuhnya, guratan kecemasan, kegelisahan dan juga ketakutan ada di dalam diri Mike saat ini..entah mengapa rasanya sangat menyakitkan untuk menghadapi waktu ini. untuk pertama kalinya Mike merasa dilema..


Bisakah dia melepaskan diri dari situasi saat ini di saat dia sudah melakukan kesalahan besar namun melepaskan Michelle sungguh sangat sulit baginya.


''Michelle......tidak sekarang, kita tidak bisa pergi sekarang...''


Michelle mendekat........


''Mengapa....bukankah inilah saatnya, ini waktunya bagi kita untuk pergi....mata Michelle menjadi panas..


Dimitri akan menikahiku sebentar lagi dan kau tau akhirnya adalah aku akan terkurung selamanya...selamanya Mike....dan ketika aku menemuimu sekarang, aku mengambil resiko besar....aku tak tau mengapa kau malah berubah tak ingin pergi...apakah kau sudah menyerah...'' Michelle tak sanggup menahan rasa kecewa..


Mike menyentuh jemari Michelle dan menggenggamnya...


''Michelle.....aku ingin kau tau jika..aku mencintaimu, aku sungguh mengharapkan waktu ini tapi...bukankah kau juga ingin balas dendam pada DImitri yang telah memberimu rasa sakit...''


Michelle terdiam.......


''Apa maksudmu....''


Pria itu menghela nafas....


''Jika kau pergi sekarang maka...mungkin itu tak akan berpengaruh kepadanya...dia bahkan tidak akan pernah merasakan apapun sayang...''


''Aku harus apa.......Mike...''


Mike melonggarkan tenggorokannya dan menatap mata Michelle dengan tajam......


''Biarkan dia menikahimu lalu tinggalkan dia...beri dia rasa sakit karna kehilanganmu Michelle, dari sikap posesifnya kepadamu...Dimitri sangat menginginkan pernikahan ini...dia sangat menginginkannya....jadi tinggalkan dia sesaat setelah pernikahan kalian di lakukan...dengan cara itu kau akan memberinya pelajaran berharga,...'' ucap Mike dengan suara yang tegas..


Airmata Michelle akhirnya jatuh juga, antara ketakutan juga memang dia mendendam...rasanya sangat menyakitkan memendam perasaan benci namun kau harus berpura-pura....


namun yang dikatakan Dimitri ada benarnya jika dia pergi sekarang rasa sakit yang di alami Dimitri tak akan seberapa di banding rasa sakit yang di rasakan nanti ketika mereka sudah menikah, Michelle tau benar kalau Dimitri memang jatuh cinta kepadanya....dan inilah kesempatan untuknya...memberi rasa paling sakit pada pria itu sehingga dia tak akan pernah menyakiti orang lain seenaknya...


Michelle akhirnya mengangguk setuju...ia tersenyum...di wajahnya yang mendung...hal itu semakin menyakiti Mike..bagaimanapun juga ia sayang pada Michelle, ketika pertama kali mereka bertemu dan matanya menangkap tatapan bening dan polos milik Michelle dia sudah jatuh cinta pada gadis ini..dan dalam hati Mike dia sudah berjanji akan memberi kebebasan pada Michelle apapun yang terjadi...meski nyawa taruhannya..


Mike mencintai Michelle dengan tulus.....


''Yah...kita baru saja bertemu namun sudah berbicara hal yang berat, bagaimana kalau kita duduk dan bersantai saja....'' ajak Mike dengan senyuman tulus...


Michelle menurut lalu mereka pun duduk di pinggir pantai sambil menatap lautan yang luas di hadapan mereka,....ada burung-burung pelikan yang sedang menikmati bebasnya dunia mereka sambil mencari ikan-ikan untuk di santap...


Michelle memandang burung-burung di udara itu dengan mata yang basah...


''Terimakasih....kau membawaku pertama kalinya ke pantai....aku senang sekali..''ucap Michelle menoleh menatap Mike yang juga menatap Michelle...


''Kau akan sering menikmati pantai aku berjanji..waktu itu akan datang kepadamu...''


''Setiap perkataan adalah doa, dan aku percaya itu Mike....''Michelle kembali memandang dengan mata penuh binar ke arah pantai...

__ADS_1


''Kau sudah memikirkan alasan yang akan kau berikan ketika pulang nanti...''


Michelle menggeleng........


''Aku tidak punya alasan....apakah kau bisa memberikan aku ide....karna otakku sedang beku...''


Tawa Mike pecah,.....ia lalu tersenyum sedih,...


''Berikan alasan tentang sesuatu yang menyentuh hati seperti makam orangtuamu...aku yakin Dimitri akan segera luluh mendengar alasanmu..''


Michelle menganggukan kepalanya...wajahnya menjadi cerah...


''Kau benar....alasan itu yang tak akan membuatnya marah...'' Michelle tersenyum lagi...


Sementara tanpa di sadari mereka..ada sebuah mobil yang berhenti tak jauh dari pantai...


dia adalah Tomi, dia adalah asisten, mata-mata, kaki tangan tuan Dimitri yang di tugaskan untuk melindungi nona Michelle dari jarak jauh...pria itu menghela nafas...melihat nona Michelle mengingatkannya pada sosok adiknya yang telah meninggal ketika mereka masih kecil, dan ada perasaan tidak tega ketika melihat nona Michelle bersedih..bagaimanapun ia tau bagaimana tersiksanya nona Michelle selama ini..berada dalam penjara milik tuannya...


Bagaimana kalau tuan tau, nona Michelle diam-diam bertemu dengan Mike...astaga..mengapa dia malah memikirkan ini semua..??


*****^^******


''Aku harus pulang sekarang Mike..kalau tidak Dimitri akan bertanya banyak hal dan aku takut,...


Mike mengangguk setuju...ia lalu bangkit berdiri dan menatap Michelle....


''Pulanglah Michelle....''


Mike menggeleng......


''Dimitri akan curiga pada bau parfum lain pada dirimu..dia akan marah Michelle..''


Benar juga, mengapa Michelle tidak memikirkannya...?


''Baiklah..kapan kita akan bertemu lagi Mike..''


''Setelah pernikahan kalian ketika aku akan membawa kau pergi dari sini...Michelle..''


''Jadi itu masih lama....''


''Yah.........''


Michelle akhirnya hanya bisa pasrah, Mike membimbingnya seperti seorang adik menuju mobil dan mengawasinya ketika mobil milik Michelle mulai menjauh....


Michelle menghela nafas...ketika dia sudah berada di jalan utama,...memikirkan bagaimana cara mengatakan hal itu kepada Dimitri, Michelle memejamkan matanya sebentar..


''Baiklah...aku sedang sedih jadi....aku memutuskan ke makam orangtua kita Dimitri........''


Tapi..sedih karna apa...bukankah harus mengatakan dia bahagia...? Mana ada orang bersedih di pernikahannya sendiri...

__ADS_1


''Baiklah....Dimitri, ketika pernikahan kita semakin dekat membuat aku jadi gugup dan sedih karna orang tua kita tak ada di saat kita menikah nanti...jadi aku memutuskan untuk mengunjungi makam mereka..kau tidak marah kan..''


Michelle tersenyum...yah..kata-katanya sudah pas,....namun ketika Michelle ingin melajukan mobilnya ia terkejut ketika sebuah mobil menyalibnya dan menghalangi mobilnya, Michelle menghentikan laju mobilnya dengan cepat..


Wajahnya begitu pucat, ketika melihat Tomi keluar dari mobil dan mendekati mobilnuya...


Habislah dirinya....... Desah Michelle menjadi cemas...


''Keluar nona....''


Michelle mencoba menetralisir debaran jantungnya...


''To..Tomi......''


Michelle membuka pintu mobil dan keluar dari sana....


Tomi mengeraskan wajahnya....


''Jadi...apakah alasan nona kali ini...'' tatap Tomi dengan tajam..


Michelle tersenyum..


''Tomi.....kau melihat semuanya...''


''Tanpa satupun terlewat..'' ucap Tomi dengan tajam..


Michelle mulai menangis histeris hingga Tomi menjadi bingung sendiri...


''Nona........''


''Jika kau mengadukan pada Dimitri maka aku lebih baik mati saja....'' ucap Michelle sesegukan...


Tomi menghela nafas...kekanakan sekali...pria itu menggeleng...


''Nona Michelle........''


''Bersumpahlah kau menjadi buta dan tulis atas kejadian tadi....''


Tomi tak punya pilihan........


**************


Dimitri menatap tajam ketika Michelle turun dari mobil di ikuti Tomi dari belakang mobilnya...


Pandangannya mengeras..........


''Michelle Swan.....pergi kemana kau selama hampir 3 jam...''


Deg!!!!!!

__ADS_1


Wajah Michelle menjadi pucat..sementara Tomi menghela nafas....


__ADS_2