
Tak ada waktu bagi Michelle untuk mempersiapkan dirinya apalagi memberitahu Mike soal pernikahan yang mendadak di majukan oleh Dimitri, entah apa yang ada di pikiran Dimitri, mengapa besok harus menikah mengapa harus secepat ini...?
Michelle bahkan tak bisa berhenti untuk terkejut....
''Aku tak sabar lagi menjadikanmu istriku, namun kau boleh tenang pernikahan kita tak akan seperti pernikahan lainnya yang mewah...ada banyak keluarga besar kita yang akan syok jika tau aku menikahi adikku sendiri...kau tau jika hal itu terlalu beresiko...''
Masih di atas kereta gantung usai memasangkan cincin di jari Michelle,....Dimitri memeluknya...
''Jadi pernikahan kita tak akan di ketahui oleh semua orang....''ucap Michelle menebak..
''Beberapa sahabatku, ada orang kita...tapi tidak dengan keluarga besar Swan...kau tau tante Lydia sepupu Ayah....''
''Tante Lydia..''ulang Michelle mengingat..
Tante Lydia sangat membenci ibunya entah mengapa, dulu setiap ada pertemuan keluarga besar maka mereka berdua akan saling menjauh...''
''Apakah tante Lydia tak akan setuju begitu maksudmu..''
''Kita hanya perlu menunggu usiamu genap 20 tahun saat itu aku akan mengumumkan pernikahan kita pada keluarga besar dan mengumumkan bahwa kau bukanlah adik kandungku..''
Michelle menghela nafas..apakah ada masalah besar di hadapannya sekarang, lalu bagaimana dengan rencana dia pergi...??
Michelle menjadi galau sendiri, sebelumnya ia ingin sekali pergi namun mengapa saat ini malah ia meragu, mengapa ragu...??
''Jadi malam ini kita akan ke Hotel milikku, besok pagi kita akan langsung menikah...''ucap DImitri dengan enteng...
''Aa..apakah tidak terlalu terburu-buru, aku pikir...''
Dimitri menyentuh wajah Michelle membawanya dekat...
''Aku tak bisa membiarkan sekecil apapun resiko aku dalam penundaan pernikahan kita aku....tidak ingin menundanya...''
Sial...mengapa malam ini wajah Dimitri begitu tampan, apakah dia sudah gila sekarang...beberapa detik kemudian, Michelle terkejut ketika bibir Dimitri sudah menyentuh permukaan bibirnya dan melum**nya dengan lembut...
Kereta gantung menjadi saksi ciuman yang bahkan jauh dari paksaan, Michelle tak mampu menghindar padahal dia bisa menghindar tentu saja..tapi ia tidak melakukannya tapi mengapa dia tidak melakukannya..??entahlah...
*********
Seperti yang di janjikan Dimitri bahwa ia akan membawa Michelle langsung ke sebuah Hotel yang terletak di atas bukit yang tinggi dan memperlihatkan view pengunungan, Hotel yang baru saja di resmikan itu akan menjadi saksi penyatuan dua insan dalam pernikahan kudus,..
Pagi sekali, Michelle sudah di rias untuk pernikahan kilatnya tanpa mampu membatantah sedikitpun sedangkan, Dimitri berada di sebelah kamar juga sedang mencoba jass pernikahan,
pintu terbuka dan Tomi melangkah masuk..
''Tuan Dimitri.....''
__ADS_1
''Bagaimana dengan penyelidikanmu Tomi..'
''Seperti biasanya, tuan Rob memanfaatkan nona Michelle demi mendapatkan uang mingguan yang tidak sedikit dalam artian, setiap minggu nona Michelle menjamin kebutuhan Rob dengan alasan pengobatan namun sebaliknya dia malah menghabiskannya di meja judi..''
Dimitri mengangguk dalam ketenangan....
''Baiklah....setelah pernikahan aku ingin kau melakukan sesuatu kepadanya Tomi dan pastikan Michelle tau apa yang sebenarnya terjadi...tentang penipuan itu..sebenarnya aku ingin melenyapkannya namun...masih menahan diri...''
Tomi mengangguk....
''Aku akan memastikan tuan Rob mendapat pelajaran paling berharga..''
Dimitri memakai jassnya berikut dasinya, mengencangkannya dengan geraman halus..
''Tak ada yang bisa mempermainkan aku Tomi...tidak siapapun termasuk Michelle...''
Tomi melonggarkan tenggorokannya...
**************
Michelle menggunakan gaun pengantin berwarna putih salju, ia sangat cantik seperti seorang putri, berdiri di hadapan cermin...
Akhirnya pernikahan yang tak pernah ia duga pun datang...tentu saja hal ini jauh dari prediksinya, Michelle pikir mungkin masih minggu depan, ia bahkan tak sempat memberi tau Mike lewat ponselnya karna tak punya waktu...sedangkan Tomi juga sibuk jadi tidak bisa ia minta untuk mengirim pesan..
Aah....pernikahan,....Michelle tak pernah membayangkan ia akan menikah di usia 18 tahun dengan seorang pria yang adalah kakak angkatnya...yah...pria ini bahkan telah mengincarnya sejak lama..
Michelle mengerang ketika ia mengingat ucapan Mike kepadanya, haruskah dia pergi namun mengapa terasa berat...??
Pintu terbuka, dan saat itu juga Michelle menoleh..menemukan sosok Dimitri sedang menatapnya dengan tajam..
''Sayang,....''
''Hai....Dim.....''
Dimitri mendekat....langkahnya begitu tegas, ia tampak begitu gagah dalam balutan jass berwarna hitam pekat...
keduanya saling menatap tajam....
''Kau sangat cantik pengantinku...bagaimana perasaanmu.''bisik Dimitri mengecup punggung tangan Michelle,...
''Aku sedikit gugup, apakah kita akan menikah sekarang....''tanya Michelle di wajah polosnya..
''Mungkin beberapa menit lagi, kau akan menjadi milikku yang sah...''
Michelle menyimpan ketakutan tersediri di dalam matanya, akan seperti apa pernikahannya nanti...menjadi istri di usia muda bahkan Michelle tidak memiliki pengalaman atau orang terdekat yang akan mengajarinya..
__ADS_1
''Apa yang kau pikirkan sayang...'' bisik Dimitri menaikan dagu Michelle hingga keduanya kembali menatap..
''Aku tidak apa-apa....''
''Kalau begitu....kita akan keluar sekarang memulai pernikahan kita...''
Michelle membeku...tak mampu menolak apalagi membantah..
''Baiklah....''
*****************
Sementara Mike berdiri dan menatap dari balkon apartemennya,....menunggu balasan Michelle atas pesannya...namun gadis itu tak kunjung membalas dan hal itu membuatnya khawatir...
''Mike.......''
Suara seorang gadis di belakangnya membuat Mike menoleh....menemukan Ela yang tersenyum, kau sangat cantik....
''Tentu saja...apakah kau mau menemaniku ke sebuah pesta milik boss ku..''
''Pesta pernikahan.....'' ulang Mike mengerutkan kening...
''Yah...aku sendirian, dan aku ingin kau menemaniku...''
Mike tampak ragu namun Ela mendekatinya....menyentuh lengannya dan membuat gadis pria itu menurunkan pandangannya pada Ela...
''Bukankah aku sudah berjanji tentang kejadian malam itu aku tak akan menuntut....''
Mike menghela nafas dengan malu........tentang malam itu...entah apa yang terjadi kepadanya sehingga Mike dan Ela melakukan hubungan yang seharusnya terlarang...
''Ela....''
''Jadilah pasanganku dan temani aku untuk yang terakhir kalinya...bukankah aku telah merelakanmu pergi dengan kekasihmu...''ucap Ela dengan suara yang mulai serak..
Hal itu membuat Mike luluh dan mengangguk patuh, ia tak punya pilihahan selain mengikuti semua permintaan Ela, walau begitu Mike bukan orang bodoh..orangnya sedang mencaritau segalanya...
Ela sosok yang misterius...ia yakin sekali malam itu dalam minumannya pasti bercampur sesuatu...ia bahkan tidak mengingat apapun apalagi menyentuh Ela,..sementara pikirannya pada Michelle seorang...
Sampai dia mendapatkan bukti maka Mike tak bisa menolak apapun permintaan Ela...
''Baiklah...aku akan bersiap Ela, beri aku waktu 30 menit...''
''Tentu saja...aku akan menunggumu...Mike...''
Begitu Mike menuju kamarnya, Ela langsung mengambil ponselnya...
__ADS_1
''Tuan....semua sudah siap, aku akan membawanya sekarang...'' senyum Ela mengembang di sudut bibirnya....
Rencanaya berhasil....