
Sepanjang jalan pulang ingatan Michelle masih tertuju pada sosok pria yang tadi mengaku sebagai ayahnya..mau tak mau Michelle tak bisa melupakannya begitu saja...
bagaimana kalau memang dia bukanlah...
''Apa yang kau pikirkan sayangku..'' bisik Dimitri menyentuh wajah Michelle dan membawanya untuk menatapnya....
Michelle menghela nafas...
''Aku masih memikirkan pria itu....dia.....''
Kata-kata Michelle membuat Dimitri sontak menghentikan laju mobil ia menoleh tampak kesal..
''Mengapa kau malah memikirkan semua perkataan mereka yang hanya orang asing....''
Michelle menoleh dengan mata yang basah, hal itu membuat Dimitri membeku sesaat...mengapa hatinya menjadi nyeri ketika melihat Michelle terguncang...? bagaimana reaksinya jika dia tau kalau memang mereka tidak sedarah...??
Bagaimanapun ini adalah kesalahannya, seharusnya dia tidak membawa Michelle keluar dari rumah besar mereka dan membuat ia mendengar hal yang seharusnya tidak ia dengar,...
''Aku takut....mengapa pria itu harus mengatakan hal yang tidak masuk akal padaku, dia bahkan tidak mengenal kita....bukankah dia sangat nekat kak...ataukah....''
Michelle meneteskan airmatanya, namun tak lama kemudian ia membeku ketika Dimitri meraih tubuhnya dan mendekapnya dengan erat....hingga airmata Michelle menetes di wajah sendunya...isakan itu awalnya pelan lalu kemudian menjadi tangisan yang menyayat hati...tubuhnya sampai bergetar di dalam pelukan Dimitri...
''Aku takut kak....aku adalah anak ayah kan...aku anak kandung ayah....''
Dimitri membeku sesaat, kesakitan di mata Michelle sungguh terlihat jelas...
''Tentu saja....kau adalah adikku, jadi jangan pernah ragu sedikitpun Michelle aku mohon....'' bisik Dimitri lembut...
''Tapi.....''
''Apakah kita perlu melakukan tes DNA ulang...''
Hening.....
Michelle akhirnya mulai mendapatkan kepercayaanya kembali, ketika ia lebih tenang Dimitri melepaskan pelukannya dan menatap Michelle..
''Mereka adalah orang asing yang hanya mengganggu...bagaimana kalau aku menangkap mereka dan membawanya ke hadapanmu untuk minta maaf..?''
''Tidak..itu tak perlu...'' Michelle menggeleng..ia hanya terlalu cengeng dan baper..
__ADS_1
''Kalau begitu berjanjilah..kau hanya boleh percaya perkataanku di luar itu...mereka hanya pembohong...''
Michelle mengangguk dengan cepat...
''Aku tak akan mengulanginya kakak...maafkan aku...''
Dimitri membelai rambut Michelle dengan lembut..mereka lalu melanjutkan perjalanan pulang, karna Michelle kehilangan moodnya..ia tak ingin melanjutkan jalan-jalan sementara Dimitri juga di buat pusing dengan kehadiran pria itu..yah...siapapun akan berpikir hal yang sama..wajah Michelle dan pria itu sangat mirip..apakah mungkin pria itu adalah ayah kandung Michelle...?
Dimitri lalu mengirim pesan kepada Tomi dan memintanya mencari pria di sekitar restoran, Dimitri ingin tau apa yang sebenarnya terjadi dan ia harus segera menemukan kebenaran..
Sesampainya di Villa, Michelle sedikit terkejut ketika ia mendapati Chef Ricky sudah tak ada lagi dan ada sosok Chef baru ia seorang pria berusia hampir 50 tahun, lalu dimanakah Chef Ricky...? karna itu Michelle menatap sang kakak yang melangkah di belakangnya..untuk bertanya,.
''Mengapa menatapku seperti itu...'' ucap Dimitri dengan santai..
''Chef Ricky kemana dia...''
Dimitri berdehem lalu mendekati Michelle dan menyentuh kedua bahunya..
''Tunangannya membutuhkan dirinya sekarang jadi..dia memutuskan untuk mengundurkan diri...sangat terburu-buru karna itu aku harus mencari chef lain...''
Wajah Michelle menjadi muram,..bukan karna ia menyukai Chef Ricky tapi ia hanya kehilangan teman bicara yang asik..Chef Ricky berpengatahuan luas..bicara dengannya sangat santai dan membuatnya nyaman..tapi dia sudah pergi...??
''Hey...mengapa kau sedih..''
Dimitri pun tak punya pilihan selain mengikuti kemauan Michelle...itu akan lebih baik dengan membawa pulang Michelle agar dia tidak mengenal terlalu jauh dunia luar...dan rahasianya akan selalu aman..
''Baiklah...kita akan berangkat sekarang...'' Dimitri kembali meraih Michelle di dalam pelukannya..
**************
Akhirnya mereka kembali ke kediaman Dimitri Swan. tempat yang aman bagi Michelle..ternyata di luar itu sangat berbeda jauh dari pikirannya..ingatannya masih terbayang ketika kedua pria itu mengatakan hal yang tidak masuk akal padanya..sungguh Michelle begitu takut...
gadis itu akhirnya memasuki kamarnya, tempat paling aman untuk dirinya..ia merasa lebih tenang dan damai...
disinilah tempat seharusnya dia tinggal, tak ada tekanan, orang jahat.....Michelle lalu duduk di samping ranjang dan memejamkan matanya..untuk sementara ini diam di dalam rumah adalah yang terbaik..
Pintu di ketuk dan tak lama kemudian terbuka,..Dimitri berdiri disana di balik pintu lalu masuk ke dalam kamar mendekati Michelle menarik kursi lalu duduk di hadapannya..
''Apakah kau masih sedih....''
__ADS_1
Michelle mengangguk....
''Ada banyak orang-orang jahat di luar sana..dan aku sangat takut kak...''
Dimitri terdiam sebentar,....lalu ia tersenyum sembari meraih jemari Michelle dan menggenggamnya hingga gadis itu mengangkat wajahnya dengan mata berkaca-kaca..
''Dunia ini sangat luas Michelle, karna itu aku selalu memintamu untuk tetap di dalam rumah..di dalam perlindunganku kakakmu, di luar sana mereka bahkan saling membunuh hanya karna maslah kecil..kau tak akan kuat bertahan sayang, karna itu...aku mengatur segalanya melindungimu dari orang-orang yang mungkin bisa menyakitimu dan aku tak rela...bahkan kau liat saja sendiri jika kakakmu Rob sanggup merencanakan hal keji kepadamu...''
Deg!!!!
Kata-kata kak Dimitri sangat benar..dan Michelle tak bisa protes atas sikapnya karna memang kak Rob hanya ingin hartanya dan sama sekali tidak perduli kepadanya..
dan mulai sekarang Michelle akan menuruti semua perkataan Dimitri dan ia berjanji tak akan membantahnya sedikitpun...karna hanya kak Dimitri yang sangat menyayanginya...
''Aku akan melakukan semua yang kau minta...'' airmata Michelle menetes di wajah cantiknya sementara Dimitri hanya tersenyum dingin...
''Kau tidak terpaksa bukan..kalau aku mungkin akan bertindak sedikit posesif padamu...''
Michelle kembali mengangguk...
''Aku bersedia...''ucapnya dengan senyuman..
Dimitri menjadi lega...Michelle akan sepenuhnya menjadi miliknya...ia lalu membelai wajah Michelle yang selalu membuatnya candu untuk selalu menatapnya..keseluruhan gadis ini adalah indah..dan Dimitri tak akan pernah melepaskannya seumur hidupnya...itu adalah janji seorang Dimitri...
''Hanya bersama denganku kau akan aman Michelle..ingatlah untuk jangan percaya siapapun selain aku....''
Deg!!!!!
Michelle pun mengangguk sekali lagi tanpa ragu...
''Aku hanya percaya kepadamu kakak...''ucap Michelle dengan senyuman manisnya....
Dimitri pun tampak puas...tak ada lagi yang perlu ia kuatirkan..Michelle akan tetap aman dengannya..disisihnya menjadi milikknya..
Sesaat kemudian pintu kembali di ketuk dan kali ini Nila yang datang...
ia menundukan kepala penuh hormat pada Dimitri dan Michelle..
''Selamat pagi nona..Mr. Mike sudah ada di taman...''
__ADS_1
Michelle pun tersenyum...
''Aku siap..''balasnya lega..sembari melirik ke arah Dimitri yang menganggukan kepalanya peluh restu...