
Hari-hari selanjutnya adalah bahagia, bahkan Michelle ikut merencanakan pernikahannya yang akan di laksanakan beberapa bulan kedepan, mulai dari gaun, cincin dan juga undangan pernikahan mereka nanti Michelle ikut memilih dengan antusias, Tomi dan Dimitri bahkan terkejut dengan perubahan sikap Michelle yang terlalu drastis..
Bahkan ketika Dimitri mencoba untuk curiga namun, tetap saja...sikap Michelle terlalu manis untuk berbohong...jadi pria itu mencoba untuk percaya pada semua tindakan Michelle...
Dan Dimitri sampai pada keputusan ekstrim yang tak pernah di lakukannya seumur hidup yaitu ia mulai mengijinkan Michelle keluar dari rumah misalnya untuk belanja dan mulai berpikir untuk menguliahkan Michelle di kampus, karna sebentar lagi mereka akan menikah...
Michelle turun dari mobil bersama pelayan barunya bernama Ela, mereka baru saja kembali dari toko bunga, ia dan Dimitri akan mengunjungi makam kedua orangtuanya karna rasa rindu...gadis itu tersenyum lega melihat Dimitr sedang duduk di taman menunggunya bersama seseorang......dia seperti seorang fotografernya..
''Sayang.......'' sapa Michelle sambil memeluk Dimtri dan duduk di sampingnya..
''Bagaimana bunganya...sudah siap....'' tanya Dimitri menyentuh pipi Michelle yang halus...dan mengusapnya..
''Beres...aku sudah memesan bunga paling indah, ayah dan ibu pasti suka..''
''Bagus....oya..ini adalah tuan Aris, dia adalah fotografer kita sayang...''
Michelle pun tersenyum dengan penuh semangat...
''Kapan kita akan melakukan sesi preweding sayang, aku sudah meminta Mila menyiapkan gaun yang aku suka...Mila adalah desainer pribadi keluarga Swan turun temurun.
''Mungkin akhir pekan sayang, aku sangat sibuk...maafkan aku...'' ucap Dimitri...
Michelle mengangguk patuh.......
''Aku akan menunggu sayang jangan khawatir sementara itu aku akan menyiapkan diriku.......''
Dimitri lega karn Michelle tampak bahagia...
''Baiklah aku lelah dan akan ke kamar lebih dahulu....''ucap Michelle pelan..
''Pergilah aku masih duduk dengan Aris...''
Michelle segera berdiri dan tersenyum kepada Aris...
''Aku harus pergi tuan..dan senang bertemu denganmu..''
''Baik nona...suatu kehormatan bisa menjadi pilihan tuan Dimitri untuk mengabadikan momen penting di dalam hidup tuan dan nona...''
''Bagus....kau pasti berhasil....aku permisi..''
Michelle lalu melangkah meninggalkan taman dan masuk ke dalam rumah sementara Dimitri menatap tajam ke arah Ela...gadis itu menggeleng dengan isyarat bahwa tak ada yang terjadi...
Aris tersenyum ke arah Dimitri...
''Aku yakin hasil foto prewed tuan akan indah karna nona Michelle sangat cantik...''
Dimitri hanya tersenyum bangga.........
__ADS_1
''Yah...aku beruntung..........''
*****************
Michelle berdiri di bawah shower dan menundukan kepalanya dalam-dalam...airmatanya menetes mengingat tadi ia bertemu dengan sang kakak Rob yang telah jatuh miskin, kebenciannya semakin besar untuk Dimitri...
Bagaimana tidak....kak Rob tampak sangat kurus karna tidak terurus..bahkan dia mengidap penyakit keras karna ternyata Dimitri yang menghancurkan kakaknya..dan kini kak Rob berada di sebuah panti sosial yang kecil..karna itulah Michelle terpaksa berjanji akan mengirimkan uang kepada Rob agar dia bisa menggunakannya untuk keperluan hidup.
Rasanya hati Michelle tercabik-cabik, Dimitri sangat kejam bahkan pada Rob,..meski mereka bukan saudara kandung, bukan berarti Dimitri bisa menghancurkan hidup kakaknya tidak bukan...??
Michelle sungguh tak tahan lagi....semaklin dekat pernikahan membuatnya semakin tak sabar untuk menghancurkan semuanya....kebenciannya terlalu besar dan tak ada satupun yang bisa menahannya kali ini...Dimitri harus merasakan bagaimana sakitnya di hianati...
Sebuah ketukan di pintu mengejutkan Michelle....terdengar suara dari luar...
''Sayang.......apa yang kau lakukan, kita akan makan malam....''ucap Dimitri...
Michelle melirik tajam ke arah pintu...
''Aku sedang mandi....aku akan selesai sayang....''
Dimitri sedikit terkejud seraya melirik jam di tangannya mengapa mandi jam segini...? Namun ia memilih mengalah..
''Baiklah....aku akan menunggumu,cepatlah......''
''Baiklah sayang........'' jawab Michelle kembali menangis..
************
Dimitri mencegahnya ketika dia keluar dari kamar, Michelle lalu memeluk Dimitri mencengah pria itu jika saja dia curiga..
''Aku merindukan Ayah dan Ibu....aku sedih.....'' bisik Michelle menyembunyikan kebenaran..
Sementara Dimitri hanya bisa memeluknya dengan erat...
''Yah...besok pagi kita akan mengunjungi makam mereka..jangan sedih sayang...mereka sudah bahagia sekarang.......''
Michelle mengangguk buru-buru...
''Tentu saja...aku hanya sedikit sedih...''
''Jangan sedih sayang...semua akan baik-baik saja......''bisik Dimitri lembut..
Michelle hanya menghela nafas...untung saja...dia berpikir dengan cepat...jadi Dimitri tidak curiga padanya..
''Kita makan sekarang...''ucap Dimitri menuntun Michelle menuju ruang makan.....
***********
__ADS_1
Michelle merenung, mengapa sudah dua hari Mike sama sekali tidak membalas pesan darinya, padahal Michelle menunggu pesan itu..menunggu kabar dari sang kekasih yang saat ini entah dimana..apakah dia baik-baik saja atau sebaliknya sungguh Michelle menjadi cemas..
Jangan-jangan Dimitri mengetahui keberadaan Mike dan mnghajarnya...? Michelle semakin cemas saja...ia berjalan kesana kemari di sekitar kamarnya lalu menghentikan langkahnya ketika sampai di balkon kamar. hari ini dia sedikit lebih bebas karna Dimitri sedang sibuk di kantornya, dan akan kembali malam nanti..jadi Michelle punya waktu senggang untuk dirinya sendiri..
Tak lama kemudian, Michelle mendapat pesan masuk yang berasal dari Mike...
Aku ingin bertemu denganmu, Michelle...aku menunggumu...aku akan mengirimkan alamatnya sekarang..
Mike..
Michelle membeku sesaat.....
Mike........?
Bagaimana caranya menemui Mike..??
**********
Sebuah pantai yang sepi.....
Michelle akhirnya turun dari mobilnya, dia berhasil keluar dari rumah tanpa masalah, bahkan para pelayan dan penjaga tidak lagi menghalangi kepergiannya seperti dulu itu semua karna kepercayaan yang di berikan Dimitri kepadanya, ia bebas pergi kemanapun karna mereka akan menikah sebentar lagi. Bukankah itu adalah hal yang baik...karna itu Michelle menggunakan kesempatan untuk menemui Mike..
Pria itu sedang berdiri menatap ke arah laut yang biru...Michelle mendekat, ini pertama kalinya mereka bertemu sejak terakhir Dimitri memisahkan mereka...
ada rasa rindu yang mulai memukul dada Michelle saat ini karna Mike tampak kurus dari belakang...
''Mike.....'' sapa Michelle hati-hati di belakangnya..
Mike menoleh..........
Deg!!!!!
Pria itu membeku, menyadari Michelle tampak sangat cantik dan begitu anggun...beberapa bulan tidak bertemu...Mike mendekat dan tersenyum dengan mata yang basah...
''Michelle........kau benar-benar datang......''
Michelle menganggukan kepalanya dengan rapuh, melihat kondisi Mike yang tampak sedikit kacau membuat Michelle terpukul, Mike yang dulunya gagah dan tampan, ketika menjadi dosennya kini terlihat frustasi...
''Apa kabar Mike....''
Pria itu mengusap wajahnya dengan kasar, entah mengapa rasanya sangat sulit menjalani hidupnya tanpa Michelle....
''Aku seperti yang kau lihat saat ini Michelle, aku sangat merindukanmu..''
''Kapan kau akan membawaku pergi Mike...maksudku bisakah hari ini kita melarikan diri saja....aku sungguh tidak sanggup menghadapi Dimitri..bawa aku pergi Mike....akui mohon........''
Michelle menjadi putus asa...
__ADS_1
''Michelle..........'' desah Mike dengan tatapan tak terbaca..