Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Cemburu Yang Membakar


__ADS_3

Dimitri mendekati Michelle yang begitu syok dengan apa yang di lakukan DImitri kepadanya, bagaimana bisa kakaknya menghancurkan ponsel miliknya..? hanya karna ia melakukan kesalahan dengan jatuh cinta, bukan masalah tak bisa membelinya namun..dalam ponsel itu ada banyak foto dirinya dan Mike dalam berbagai gaya...ada banyak kenangan indah dan semuanya hancur dalam sekejap...


Mengapa kakak sangat kejam...?


''Kau tak akan pernah bertemu lagi dengannya Michelle mulai sekarang dia bukan pengajarmu lagi...'' ucap Dimitri tegas..


Sambil pria itu melangkah menuju pintu kamarnya....namun Michelle mengikutinya dari belakang..ia sungguh tidak rela jika harus kehilangan Mike.. ketika Dimitri hendak membuka pintu kamar....gadis itu menghalanginya....


''Tidak...mengapa kau melakukannya...mengapa...aku menyukainya kakak....''


Dimitri tertawa......


''Menyukainya.....bukankah hal itu tak boleh kau rasakan...bukankah laranganku jelas..kau bahkan masih kecil Michelle..namun pria itu sudah berani mencuci otakmu agar kau...melawanku....kau pikir aku akan membiarkannya......''


Michelle tak mampu membendung airmatanya lagi, ia menyentuh lengan Dimitri..tak ada yang salah dari hubungannya...tak ada..bahkan Mike selalu bersikap sopan kepadanya..mengapa kakak malah marah kepadanya,..?


''Kakak.....tapi MIke pria yang baik..dia mengajarkan aku banyak hal.....''


''Termasuk mengajarkanmu pergi dari rumah tanpa ijin dariku......''


Deg!!!!!


Michelle membeku........apakah itu artinya kakak tau dia keluar rumah diam-diam...? gadis itu memijit pelipisnya dengan kerutan rasa cemas yang besar.....


''Kakak.......''


''Kau tak akan pernah bertemu dengannya lagi jika kau berani maka.....aku tak akan segan-segan melenyapkan dirinya...apa kau mengerti Michelle.....''


''Kakak,........tidak...kau mau kemana,....''


Dimitri membalikan tubuhnya dan menatap Michelle dengan senyuman kejam......


''Satu lagi...kau akan dikurung di kamarmu sampai kau menyadari kesalahanmu Michelle...jika kau masih keras kepala maka kau tak akan pernah aku ijinkan keluar...''


''Oh Tidak........''


Michelle meronta ketika Dimitri menariknya keluar dan melangkah menuju kamarnya yang terletak di depan kamar Dimitri, pria yang tampak marah itu membuka pintu dan mendorong tubuh Michelle ke dalam kamar dan menguncinya.....


Dimitri bahkan tidak perduli betapa kerasnya Michelle meronta di dalam sana..gadis itu harus di sadarkan,,...jika usianya genap 18 tahun maka Michelle harus menjadi miliknya sebagai balasan atas apa yang telah di lakukan Ibunya...


Dimitri lalu melangkah menjauhi kamar Michelle tak perduli atas tangisan dan teriakan Michelle yang menyayat hati..Dimitri menutup kedua telinganya..ia tak akan mendengarkan tangisan Michelle..pria itu segera meraih ponsel dan menghubungi Tomi sang asisten..


''Tangkap pria sialan itu dan masukan dia di dalam gudang aku akan menemuinya sekarang.....''


Bugggghhhh!!!!!

__ADS_1


Mike terkejut ketika wajahnya mendapat pukulan telak dari sosok Dimitri kakak dari Michelle...tubuh Mike jatuh membentur lantai di bawahnya..ada darah yang menetes disana..namun seolah tak puas.....tubuhnya kembali mendapat pukulan bertubi-tubi dengan sangat keras hingga hampir membuatnya lumpuh.....


''Aaaarrgggghhhhh.......''


Mike mencoba bangkit namun tubuhnya kembali goyah dan membentur lantai sekali lagi....sangat menyakitkan seolah tubuhnya seakan hancur...


masih dalam rintihannya Mike terkejut ketika tubuhnya di tarik paksa hingga mau tak mau menatap wajah Dimitri..


''Tuu..tuan Dimitri......''


''Bagus,....kau masih bisa bicara...kau tau benar kalau aku sangat berbaik hati Mike..''


Mike mengerang ketika tubuhnya semakin kesakitan...


''Aku mencintai adikmu tuan, aku sungguh mencintainya...''


''Cinta....''ulang Dimitri dengan tawa yang mengerikan...


''Aku bersedia melakukan apapun agar kau..percaya...aku.......''


Mike kembali mengerang kesakitan ketika Dimitri semakin mengeraskan cengkramannya di leher pria yang sudah tak berdaya itu...


''Cinta....kau sama sekali tak layak mendapatkan cintanya jadi jangan pernah bermimpi untuk mendekatinya lagi Mike...atau aku akan melenyapkanmu dengan segera..''


''Tuan DImitri percayalah kepadaku.......''


''Aku tak percah percaya siapapun selain diriku sendiri...dan untuk dirimu kau tak akan pernah mendapatkan Michelle ku...apa kau mengerti...''


Sebelum pergi Dimitri kemba melayangkan sebuah pukulan telak di wajah Mike hingga pria itu benar-benar jatuh pingsan,...


Setelah melihat Mike jatuh tak berdaya, Dmitri melirik kepada Tomi dan menatapnya tajam...


''Lakukan dengan cepat....'' ucap Dimitri dengan ketenangan yang mengerikan..


''Baik tuan Dimitri.......''


*********


Michelle berteriak histeris..memecahkan semua barang-barang mahalnya di kamar,..ia sangat marah mengapa kak Dimitri kejam kepadanya,..?? kepercayaannya seketika luntur ketika sang kakak mengurungnya..


Mengapa harus mengurung sementara kak Dimitri boleh keluar sesukanya..mengapa Dimitri mengurung Michelle di kamar ini sementara dia pergi entah kemana, ini sungguh tidak adil....lusa adalah ulang tahunnya dan ia harus menghadapi semua kekejaman kakaknya yang sangat kuat..


Michelle kehilangan harapan..airmatanya telah mengering seolah ia tak berdaya sama sekali...Michelle lalu menghampiri pintu dan berteriak sekali lagi untuk memanggil semua orang...namun tak ada yang menjawabnya bahkan Nila tidak tampak mendatanginya...


Gadis itu menatap ke segala arah berusaha mencari cela agar bisa keluar dari rumah besar ini...pergi adalah yang terbaik ia ingin sekali menyusul Mike..entah bagaimana keadaannya sekarang......semoga saja tidak terjadi apapun karna ia tak akan pernah memaafkan kakaknya jika kak Dimitri berani menyakiti Mike...

__ADS_1


Michelle baru saja membuka pintu kaca menuju balkon namun,...ada gerakan pintu terbuka hingga gadis itu menoleh..


''Nila.........''


Nila datang dengan membawa nampan berisi makanan,...namun ada yang berbeda darinya...wajahnya tampak lebam dan kebiruan...wajahnya pucat pasi...


''Nila........''


Panggil Michelle sekali lagi..ia mendekati Nila dan merasa ngeri sendiri..luka ada dimana-mana...gadis itu meletakan nampan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun...hingga Michelle menjadi cemas..


''Nila.......''


''Silahkan makan nona..aku akan kembali jika nona sudah selesai makan..''ucap Nila dengan singkah lalu hendak keluar kamar namun Michelelle menjerit..


''Nila tunggu...ada apa denganmu,....''


''Aku baik-baik saja...''


''Nila.........''


''Mkanlah nona.......''


''Aku tidak mau makan....karna kau tidak mengatakan apa yang terjadi....''ucap Michelelle keras kepala...


Kali ini Nila mengangkat wajahnya menatap Michelelle dengan tatapan menuduh...


''Apakah nona akan menunggu tuan menyiksa kami sampai mati baru nona akan makan.....'' ucap Nila dengan dingin...


''Aku tidak mengerti maksudmu NIla...apa maksudmu...''


Nila mendekati Michelle dan menatapnya dengan tajam....


''Apakah nona sadar apa yang terjadi kepadaku bahkan hampir semua pelayan merasakannya,..dan bukan itu saja aku yakin Mr. Mike tak akan selamat kali ini...''


Airmata Michelle menetes....


''Apa maksudmu kakak...yang melakukan ini....kakakku......'' jerit Michelle dengan mata yang basah........


Nila melirik sinis.....


''Berhentilah cengeng dan putuskan sesuatu nona...hentikan tuan Dimitri atau kami semua akan selesai...''


Michelle menggeleng......


''Tidak mungkin...'' desahnya dengan hati yang sungguh hancur....

__ADS_1


__ADS_2