Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Makan Siang Yang Kaku


__ADS_3

Marco mengepalkan tangannya sepanjang jalan, sesuatu di dadanya terasa panas, ia sungguh tak menyangka jika mereka benar-benar memamerkan kemesraan..bukankah itu adalah aib..? Dengan ketenangan Marco mendekat...untuk kemudian berdehem sekaligus mengejutkan Dimitri dan Michelle..


''Kalian adalah sepasang saudara yang akrab...''ucap Marco tiba-tiba sudah berdiri tak jauh dari mereka..


Hingga membuat Michelle dan juga Dimitri menoleh dan buru-buru melepaskan pelukan..


''Marco.....kapan kau datang...'' tanya Dimi dengan senyuman...


Marco tertawa kecil.......


''Aku tidak kemana-mana kak DImi....aku baru saja akan pergi namun aku melihat kalian disini...''


Michelle yang memang tidak memikirkan apapun lalu menatap Marco....


''Bagaimana kalau kita makan siang...''


Hal itu membuat Dimi menoleh tak suka, dia ingin menghabiskan makan siang di dalam kamar bersama istrinya dengan intim namun...malah Michelle sendiri yang akan merusak rencananya..pria itu berusaha kuat menahan rasa kesalnya..


Marco melirik jam tangannya dan mengelak...


''Aku minta maaf Michelle..mungkin aku tak bisa ikut makan siang karna akan menghadiri acara bersama teman-temanku...''


Michelle mengerucutkan bibirnya tanda kecewa..


''Sayang sekali Marco..padahal aku memasak sendiri hari ini..aku ingin kau dan kak Dimi menilai masakanku..apakah itu enak atau mungkin rasa yang buruk..''ucap Michelle dengan nada sedih...


Dimi kehilangan kata....ia seakan tak percaya, Michelle selugu itu hingga tak mengerti jika ia hanya ingin makan siang berdua...Dimi ingin dialah satu-satunya pria yang menikmati masakan istrinya dan bukan pria lain...ia ingin menjadio satu-satunya dan di utamakan..bukankah perasaannya wajar..> sebagai seorang suami Dimi ingin Michelle hanya memberi perhatian padanya tidak yang lain...namun yang ada Michelle begitu tidak peka...


Dimi sampai melonggarkan dasinya karna gerah dengan sikap Michelle yang terlalu polos...


Sebenarnya Marco ada janji makan malam di luar namun mendengar kalau Michelle yang memasak maka pria itu menjadi tertarik dan merubah pendiriannya apalagi dia melihat wajah Dimi yang kesal tentu saja Marco semakin ingin tinggal...


''Jangan memaksa Marco, jika memang dia sedang ada acara Michelle...'' ucap Dimi mengirim sinyal peringatan..


Dan ironisnya Michelle baru sadar akan kesalahannya...Michelle tak punya pilihan selain memasang wajah tanpa dosa..sedang Marco tampak tertarik..


''Sebenarnya memang aku punya janji tapi.....karna Michelle sudah susah payah memasak aku harus menikmati dan menilai masakannya bukan...jadi bagaimana kalau kita makan sekarang....'' Marco tersenyum sambil melangkah lebih dahulu..

__ADS_1


Marco sangat menikmati wajah kesal yang di tunjukan Dimitri..yah..ia sudah tau bahwa Michelle bukanlah adik kandung dari Dimitri, ia tau kisah Michelle dan menyimpan kebenaran itu untuknya tanpa berniat membaginya dengan ibu atau kakaknya..


Marco akan merebut Michelle dengan caranya, dan di saat itu barulah ia mengatakan dengan jujur pada sang ibu..jemari Marco terkepal dengan kuat,....mulai sekarang dia akan menjadi duri hubungan Michelle dan Dimi..Marco juga berjanji akan membawa Michelle keluar dari rumah ini dan menjauh dari pengaruh Dimitri Swan....


Marco terkekeh, membayangkan bahwa Michelle akan menjadi miliknya bukan adiknya...yah,...ternyata kenyataan itu sangat indah bagi Dimi....


Sedangkan Dimitri mencekal tangan Michelle dan tak mampu menyembunyikan rasa kesalnya...


''Kau sangat membuatku kesal......''desis Dimitri tajam..


Michelle menggigit bibirnya merasa bersalah...


''Tapi aku pikir kasian Marco belum makan siang, jadi aku menawarkannya masakanku aku tidak berpikir....''


''Padahal kau tau aku ingin makan berdua denganmu Michelle...''


''Masih banyak waktu Dim..ayolah...'' Michelle menjadi panik ketika Dimi melangkah sedikit cepat dan dia mengejar dari belakang...


sementara ia terus membujuk..


''Ayolah jangan marah Dim..aku akan memasak untuk kita berdua lain kali...'' bisik Michelle membujuk..


''Baiklah...aku akan menyiapkan dapur kecil di kamarmu jadi setelah kita bercinta atau kapanpun aku inginkan kau bisa memasak sendiri untukku..'' bisik Dimi dengan sinar mata membara..


''Yah...baiklah...aku setuju..''


''Bagus...tapi ingat kau tetap harus mendapatkan hukuman kali ini aku....tak memberi kelonggaran..''


''Jangan membatasi aktifitasku tolonglah...'' pinta Michelle dengan wajah memelas...


Dimitri tersenyum misterius, sedikit menarik Michelle hingga jatuh ke dalam pelukannya..


lalu ia mendekatkan wajahnya, nyaris bibir mereka bersentuhan....


''Aku akan membuatmu tak bisa berjalan...jadi setelah makan..tunggulah di kamar..apa kau mengerti istriku.''


Wajah Michelle merona malu, betapa dia merasa hangat dan berbeda...ada perasaan bahagia yang tak bisa di lupakan begitu saja olehnya..ini pertama kalinya mereka saling bersikap manis...

__ADS_1


''Aaaku.....aku...sedang......''


''Jangan bilang kau sedang ha*d aku tidak percaya...''


Michelle membeku sebentar..wajahnya terlihat pucat...


''Tentu saja aku sedang...''


''Jangan berbohong sayang...'' bisik Dimitri meninggalkan Michelle sendirian...


''Tidak aku hanya bercanda..aku sudah selesai ha*dku..'' balas Michelle dengan senyuman samar..


''Bagus...aku sudah tak sabar lagi..'' balas Dimitri lalu melangkah meninggalkan Michelle...


Hingga ia masih berdiri disana...Michelle menatap langkah Dimi yang begitu tegas..dia adalah pria dewasa yang sangat tampan dan punya aura yang tegas...Michelle sungguh tak mampu menolak pesona seorang Dimitri meski ia sudah mencoba...


Michelle menyentuh dadanya yang berdebar....lalu kembali menatap Dimi yang menoleh kepadanya...lalu tersenyum...


Mengapa kau...sangat tampan...??


**********


''Masakanmu enak sekali Michelle..jika begini, aku bisa betah makan dirumah......''ucap Marco penuh basa-basi...


Dimitri kehilangan nafsu makan...berada di meja makan bersama Marco membuat ia kesal setengah mati..entah mengapa emosinya mulai menguasainya..karna cemburu..


''Kau harus lebih banyak belajar Michelle, tugas para pelayan dan chef untuk mengurus kebutguhan kita termasuk memasak jadi aku tak mau kau sering-sering menghabiskan waktu untuk memasak....''ucap Dimitri dengan dingin..


Michelle hanya melirik pasrah...jika Dimi sudah bilang begitu maka dia tak bisa berbuat apapun..


''Tapi sayang sekali kak Dimi...kalau Michelle punya bakat memasak dalam dirinya..aku pikir dia bisa.......''


''Tidak...Michelle aku ijinkan untuk kuliah demi memegang salah satu perusahaan ayah..jadi aku tak mau dia melakukan sesuatu yang serius seperti kuliah.......''


Marco hanya menganguk kepala mengerti, walau dia tau benar kalau Dimi sedang cemburu...yah..Dimitri yang sedang cembur pada mantan adiknya...? Yang benar saja...lihat saja tingkahnya..padahal dia tak punya hak apapun pada Michelle..namun dia begitu posesif dan pengatur..apakah ia sedang bercanda...?


Marco tak akan tinggal diam tentu saja....ia akan memisahkan mereka dengan jurang kebencian hingga tak ada tempat untuk kata maaf...

__ADS_1


Marco tersenyum dingin...........


__ADS_2