
Michelle melangkah dari lantai dua dengan menuruni tangga..hari masih siang dan Michelle memutuskan untuk mencaritau apa yang sebenarnya terjadi, ia harus memastikan apakah Marco memang membohonginya atau tidak...dengan menemui Mike, ia akan menyelamatkan rumah tangganya ia ingin tenang dan salah satu yang membuatnya tenang adalah memastikan bahwa tuduhan Marco sama sekali tidak benar...bahwa Dimitri tidak sekejam itu, tak mungkin dia membuat Mike dirumah sakit jiwa..tidak mungkin juga Dimi yang menghancurkan kakaknya..Dimitri mencintainya dan tak akan mampu menyakitinya bukan..?
Menghampiri mobil, Michelle kemudian masuk ke dalamnya, ia memejamkan matanya sesaat, sedikit takut jika Dimi akan mengetahui apa yang dia lakukan, untuk sesaat Michelle meragu..namun sekali lagi ia meyakinkan dirinya bahwa apa yang dia lakukan adalah benar,...bahwa apa yang dia lakukan adalah pantas, Bukankah sebagai istri Michelle harus membuktikannya..?
dan hari ini adalah waktu yang tepat baginya untuk memulai semua penyelidikannya apalagi Dimi sedang berada di luar kota dan ini adalah kesempatan baginya untuk mencari kebenaran...
Michelle kemudian menghidupkan mesin mobil, lalu meninggalkan tempat itu, dan menuju luar kota...tekadnya sudah kuat untuk menyelidiki semua kebenarannya...
Sementara.....
Marco melangkah keluar dari ruang kerjanya, senyum terpancar dari wajahnya..salah satu pelayan dirumah mengatakan jika Michelle tak berada dirumah dan Marco yakin, Michelle sudah menemui Mike untuk memastikan kebenarannya, pria itu segera meraih ponselnya dan menelfon...
*****
Setelah berkendara cukup lama, Michelle akhirnya sampai di sebuah lokasi rumah sakit jiwa yang terpencil dan jauh dari pemukiman penduduk...
Jantung Michelle berdebar ketika turun dari mobil, hatinya merasa nyeri dan sedikit takut...bagaimana keadaan Mike, apakah memang benar dia dirawat di tempat ini...?? Apakah dia baik-baik saja, apakah dia masih mengenali Michelle...? Sungguh Michelle tidak pernah tau..
Akhirnya setelah mengumpulkan keberanian ia melangkah turun dari dalam mobil...
****
''Tuan Mike....''
''Yah benar....aku adalah temannya, apakah dia memang dirawat di tempat ini...''
Sang petugas lalu membuka-buka catatan, sambil mencari nama Mike di dalam catatan, lalu menatap Michelle dengan tajam...
''Apakah nyonya benar-benar adalah temannya...''
''Yah.....aku adalah temannya....''balas Michelle dengan gugup.
Sang petugas mengerutkan kening,
''Jika nyonya temannya mengapa baru saja datang...padahal tuan Mike dikirim kemari dalam keadaan yang sekarat, ia bahkan hilang ingatan...saat itu tak ada satupun dari saudara dan sahabatnya yang datang,....kami pikir dia adalah seorang tunawisma...''
Hati Michelle terasa nyeri seketika, ia sampai airmata mulai menumpuk di matanya..
''Apakah dia kecelakaan...mengapa dia sekarat...''
__ADS_1
''Dia sekarat karna pemukulan namun kami tidak tau siapa yang melakukannya, karna tuan Mike terus berteriak dan histeris sampai saat ini hingga kami tak bisa mengambil keterangan darinya...''
''Ya ampun.......'' airmata Michelle menetes...
''Mari nyonya, aku akan menunjukan kondisinya kepadamu dan...mari kita liat apakah dia masih mengenali temannya...''tutup sang petugas lalu melangkah dan Michelle mengikutinya dari belakang..
Menyusuri lorong-lorong mengerikan berisi pasien yang sedang mengamuk, ada yang membanting pintu, ada yang berteriak kencang, sungguh pemandangan itu sangat miris dan membuat Michelle sampai memalingkan wajahnya karna takut bercampur tak tega...dan di ruangan paling ujung..adalah kamar milik Mike..
Seperti sebuah penjara mereka di batasi sebuah terali besi yang kokoh, sang petugas menatap Michelle...
''Maaf nyonya, kami tidak bisa membuka pintu jadi jika nyonya ingin bicara maka disini saja...kami tak bisa mengambil resiko jika dia mungkin akan mengamuk dan menyakiti nyonya...''
Michelle mengangguk dengan kesedihan yang tak dapat di sembunyikan....lalu petugas itupun pergi dan meninggalkan Michelle berdiri dengan rasa sakit, Mike duduk di kursi roda dan membelakanginya...
Pria ini sangat mencintainya dan bahkan berkorban untuk dirinya......bagaimana mungkin sekarang melihatnya seperti ini...? Michelle memejamkan matanya ia mulai terisak..dan mendekati pintu..
''Mike..........''
Deg!!!!
''Mike....ini aku.......Mike.........''
Kali ini tanpa di duga, Mike memutar kursi rodanya dengan susah payah dan menatap Michelle dengan tatapan kosong yang begitu hampa...
Mike mengerutkan kening, ia menatap Michelle dengan kerutan di dahinya...
''Kau....siapa.......''
''Hoh...Mike...kau tidak mengenaliku.......''
''Apakah kau adalah pelayan Dimitri yang akan datang dan meracuniku...bukankah kau sering melakukann ya kepadaku.......''
Hening........
''Mike...aku adalah Michelle..kau benar-benar melupakanku..kau sejahat itu Mike.......''
Kali ini Mike mendorong kursi rodanya dan mendekati terali besi dan menatap Michelle dengan tatapan heran...
''Michelle....''ulangnya dengan mata terpejam, berusaha mengingat.
__ADS_1
Sementara...
Michelle mengangukan kepala......
''Aku adalah Michelle, kau adalah dosenku kau sangat baik dan kita pernah bermain di pantai...Mike....'' desah Michelle tak mampu menahan perasaan sakitnya..
Mike lalu menjauh dengan wajah ketakutan...
''Tidak.....pergi.....pergi.....apa kau datang untuk membunuhku....apakah Dimi yang memintamu datang.......''
''Mike........hentikan...... jerit Michelle dengan wajah serius...bisakah kau melihat mataku, kau tidak ingat aku....Mike.....''
Di saat itulah Mike memegang kepalanya, lalu sedetik kemudian ia membuka mata dengan ekspresi ketakutan...namun memberanikan diri untuk menatap mata Michelle yang sudah basah oleh airmata..untuk beberapa saat mereka saling menatap dan membuat Mike seketika menunduk..saat itulah dia begitu malu karna Michelle melihatnya di sisi terburuknya...
''Michelle...........''
Michelle sungguh bahagia Mike bisa mengingatnya dia memegang trali besi yang memisahkan mereka dan menatap mata Mike dengan tajam...
''Kau mengingatku...'' Michelle tersenyum dan ingin bicara namun..
Mike seketika membalikan kursi rodanya, ia tak ingin menatap Michelle....
''Pergi...aku tak ingin bicara denganmu atau bagian dari keluargamu pergi.........'' teriak Mike dengan suara yang lantang..
''Mike........''
''Aku bahkan tak ingin mengingat namamu lagi...kau ataupun keluarga Swan lainnya...pergi........''
Tubuh Michelle bergetar sekatika, tak pernah..tidak pernah dia melihat Mike semarah ini kepadanya, tidak pernah dia melihat pria ini begitu hilang kendali, wajahnya merah padam, tatapannya menyala-nyala penuh kebencian dan dendam hingga Michelle kehilangan kata...apa yang terjadi padanya...
Apakah semua ini karna Dimi, tidak mungkin bukan...tidak mungkin Dimi.............
Lamunan Michelle terhempas ketika tiba-tiba Mike mengguncang trali dan hendak menangkap tangan Michelle beruntung Michelle menghindar secepatnya...
sementara Mike masih menggapainya dengan kuat namun memang mereka di batasio trali besi...
''Kau.....katakan pada Dimitri, dia akan menerima pembalasan yang setimpal...dan untukmu bersiaplah hidup bersama monster.........'' teriak Mike degan suara lantang...
Seorang petugas yang mendengar keributan lalu berlari menghampiri Michelle dan menariknya menjauh dan meninggalkan Mike yang masih mengamuk, meski awalnya Michelle tak mau namun...Mike terus berteriak dan histeris hingga Michelle sungguh sedih melihat kondisi Mike...
__ADS_1
Hoh...Mike........desah Michelle dengan hati yang hancur, biar bagaimana pun kesalahannya Mike tak pantas mendapatkan siksaan sebesar ini tidak........
Jemari Michelle mengepal........