
Michelle keluar dari restoran dengan wajah gusar dan segera melangkah di ikuti Ayuna yang setengah berlari mengikuti sang nyonya yang meneteskan airmata..
Sepanjang jalan hanya keheningan, Michelle seperti tenggelam dengan pikirannya sendiri sementara Ayuna hanya mampu menghela nafas...ia tak berani untuk bertnya kepada sang nyonya apa yang terjadi, perubahan wajah itu terlalu kontras dengan wajah sebelum masuk ke ruangan restoran yang ceria..
Michelle memijit dahinya, sialan...sekarang apa yang harus dia lakukan...? Mengatakan dengan jujur pada Dimi itu artinya Dimi akan sangat marah..tapi jika dia pendam sendiri maka Arga akan memanfaatkannya...
''Apa yang harus aku lakukan..'' desah Michelle tanpa sadar...
Saat itu juga Ayuna menoleh..saat ini dia sudah tak bisa menunggu...ini terlalu menyedihkan bagi sang nyonya,dan Ayuna tak tahan untuk bertanya..
''Nyonya...aku punya sebuah tempat yang indah,...apakah nyonya mau mampir dan melihat pemandangan disana.? aku sering kesana jika aku sedang lelah..
Kali ini Michelle menoleh pada Ayuna yang tersenyum tulus kepadanya..tentu saja dia butuh tempat untuk sekedar menenangkan diri..
''Baiklah....aku ingin kesana Ayuna..''
Ayuna pun tersenyum......
*************
Dan Ayuna berkata benar...karna dia membawa Michelle ke sebuah taman bunga yang sangat indah terletak di sebuah hamparan yang luas...ada banyak aneka bunga dengan warna berbeda dan memanjakan mata...Michelle sampai tidak berkedip untuk beberapa saat ketika dia turun dari mobil..sungguh keindahan bunga-bunga ini sanggup mengalihkan pikirannya seketika..di tambah aroma wangi yang merebak di sekitarnya hingga mampu menenangkan Michelle..ia memang penggemar bunga jadi dia akan betah disini..
Michelle tersenyum lalu melangkah mendekati sebuah kursi taman yang tak jauh dari sana dan kemudian duduk...Ayuna pun mendekati sang nyonya yang tampak terhipnotis dengan pemandangan disini..
''Aku senang sekali Ayuna..disini indah sekali..''
''Aku bahagia jika nyonya bahagia...''
''Dari mana kau tau tempat ini..duduklah bersamaku Ayuna.''gumam Michelle dengan antusias..
Ayuna pun duduk di samping Michelle dan menatap ke arah aneka bunga di depan mereka...ia pun tersenyum..
''Sejak usia 10 tahun aku mengenal taman ini nyonya..saat itu aku tinggal bersama paman dan bibiku...'' wajah Ayuna terihat sedih...
''Apakah kau tidak di perlakukan tidak adil..''
Ayuna pun berusaha tersenyum..
''Semua sudah berlalu nyonya..kini aku baik-baik saja..''tutup Ayuna dengan senyuman...
Michelle pun mengangguk ia tak bisa memaksa Ayuna berbicara..
__ADS_1
''Dimana orang tuamu,....''
''Sudah meninggal ketika aku lahir..'' mata Ayuna menjadi panas.,..
''Maaf...aku membuatmu sedih...''
''Tidak nyonya aku baik-baik saja...''balas Ayuna..
''Aku juga kehilangan orangtuaku di saat aku sangat butuh,...''
''Nyonya sudah bahagia sekarang..aku yakin setidaknya itu bisa meringankan perasaan sakit karna kehilangan...''
''Hidup tak semudah itu Ayuna...terlalu rumit untuk di mengerti....aku bahkan tidak berpikir akan mengalami hal yang paling menyedihkan di dalam hidupku...''
Membayangkan Arga membuat Michelle menjadi sakit kepala...
''Aku melihat beberapa hari terakhir ada seorang pria yang mengawasi toko...''ucap Ayuna penasaran..
''Kau melihatnya..sejak kapan Ayuna..mengapa tidak memberitauku..''
''Aku pikir dia sedang menunggu seseorang...tapi dia berada disana sepanjang hari...''
Michelle menghela nafas...
Ayuna menghela nafas...dia tau bahwa pria itu selalu berada disana pagi dan sore ketika nyonya datang ke toko dan pulang dari toko...Ayuna pikir dia seorang penguntit tapi terlalu tampan untuk menjadi mungkin pembunuh bayaran..? Apakah pria itu menjadi sumber masalah bagi kehidupan nyonya Michelle..?
Bagi Ayuna...nyonya Michelle adalah penyelamat hidupnya...seolah tau kesulitan yang di alaminya..sebelum gajian Nyonya Michelle sudah memberikannya tip yang cukup besar..bukan itu saja nyonya bahkan mempercayai dirinya menjadi asistennya..
Ayuna sangat menghormati Michelle...dan sedih ketika wanita cantik ini bersedih..baiklah jadi semua akar masalah ini ada pada si penguntit itu..?
''Nyonya..apakah nyonya tau nomor ponsel pria itu..aku sebenarnya punya tapi aku kehilangannya nyonya..''
''Kau mengenalnya, sejak kapan...? Arga bukan pria sembarangan..dia kejam dan...apakah kalian pernah bertemu..''
Hening..
Ayuna merasa bingung,.....bagaimana menjawab sang nyonya..?ia bahkan tak tau siapa pria itu...
''Begini...teman di sebelah kamar apartemenku adalah teman lama pria itu dan dia memintaku untuk mengenalkannya..jadi apakah nyonya akan memberikannya..''
Michelle menatap sedikit ragu namun akhirnya dia memberikannya kepada Ayuna...
__ADS_1
''Terimakasih nyonya..temanku akan senang sekali..''
''Baiklah tentu saja..''balas Michelle lalu kembali menatap dengan penuh senyum ke arah taman bunga...meski untuk sesaat dia melupakan semua masalahnya dengan Arga namun dia cukup bahagia..
************
Dimi mengerutkan kening penuh tanya ketika melihat kedatangan Michelle yang sudah terlalu sore..ia tampak khawatir dan mendekati Michelle yang keluar dari dalam mobil...Ayuna yang mengantarnya pulang..melihat sang tuan membuat Ayuna keluar untuk memberi salam..dan Dimi pun tersenyum lega..
''Maafkan aku tuan....aku mengajak nyonya melihat taman yang indah..''
Dimi pun menganggukan kepalanya lagipula dia melihat Michelle yang bahagia...
''Sayang...'' Michelle menghambur untuk memeluk tubuh Dimi yang menyambutnya...
''Mengapa pergi tak bilang padaku sayangku...''bisik Dimi memejamkan matanya..
Baru beberapa jam ia tidak melihat istrinya, Dimi merasa hampir gila..ponsel Michelle tak aktif dan ia mencoba berpikir positiv...tentu saja walau dadanya berdebar tidak tenang...dan syukurlah Michelle pergi ke taman bunga...bersama Ayuna...
Sementara Ayuna yang melihat kebersamaan sang nyonya dan tuan Dimi ikut terharu dan bahagia..ternyata ada cinta sejati di dunia ini...? dan ada di depan matanya sekarang...Ayuna sangat menghormati keduanya...pasangan serasi yang saling mencintai..
''Terimakasih Ayuna..kau membawa istriku ke tempat yang indah..''
''Tentu saja tuan...kalau begitu, aku harus pergi tuan dan nyonya..''pamit Ayuna lalu menundukan kepalanya penuh hormat..
Michelle tersenyum lembut....
''Hati-hati Ayuna dan terimakasih untuk hari ini...''
''Baik nyonya...aku pergi..''
Ayuna lalu pergi dari sana...sementara Dimitri masih memeluk Michelle..sejak kehamilan Michelle ia menjadi lebih ingin dekat dengan sang istri dan malas ke kantor...jika Michelle tidak memaksanya...sungguh ia begitu bahagia menyadari Michelle kembali kepadanya..mereka akan punya anak beberapa bulan ke depan..
''Apakah kau merasa lebih baik istriku..''
''Tak pernah sebaik ini Dim...aku mencintaimu...'' bisik Michelle dengan mata yang panas...
Menyadari Michelle yang menangis membuat Dimi menjauhkan tubuhnya dan mengerutkan keningnya...
''Ada apa...mengapa kau menangis sayang..''
Michelle kembali memeluk tubuh Dimi, ya ampun dia sangat mencintai Dimi namun tak tau bagaimana melepaskan diri dari Arga yang menuntutnya...ia ingin tenang namun pria itu tidak melepaskannya...
__ADS_1
''Aku....''