
Mikha tak dapat mempercayai apa yang dia dengar kali ini, dia hamil..apakah ini kenyataan..mengapa dari sekian peristiwa yang dia hamil..mengapa disaat Michelle ingin mengakhiri semuanya dan hidup baru, justru dia hamil..
Karna itukah sikap Dimi berubah dalam sekejap, karna ia hamil...? Mata Michelle berkaca-kaca saat itu juga..bagaimana mungkin ini bisa terjadi...? Tak cukupkah penderitaanya...?
Lalu bagaimana sekarang...apakah Dimi akan berpura-pura lagi padanya...apakah Dimi akan pura-pura bersikap lembut demi anak ini...bagaimana nasibnya setelah anak itu lahir...bukankah Dimi akan menyingkirkannya dan mengambil anak ini...? Lalu Anggun, bahkan dalam mimpipun Michelle tak akan percaya jika wanita itu mau menyerah begitu saja...
Tidak.....Michelle tak akan membiarkannya....
Michelle mengangkat wajahnya, lalu menampakan senyum termanisnya pada Dimi saat ini...
''Aku hamil....''ulangnya dengan nada bahagia...
Dimitri pun mengangguk...lalu mengecup puncak kepala Michelle dan menjadi lega, karna Michelle sama sekali tidak menunjukan wajah marahnya...ia malah menerima Dimi seolah tidak terjadi apapun....mungkin Michelle sudah sadar dan mau memulai semuanya dari awal...Dimi benar-benar bahagia...
''Mulai sekarang aku ingin kau menjaga kesehatanmu Michelle..aku....''
''Tenang saja...aku akan menjaga anak kita dengan baik...lalu kapan aku bisa pulang Dim...aku merindukan rumah...''ucap Michelle dengan suara lemah..
Dimi menyentuh ujung dagu Michelle dengan gemas..
''Besok kita akan pulang kerumah bagaimana menurutmu...''
Michelle mengangguk..sekali lagi dia tidak menunjukan penolakan...
''Baiklah..katakan pada Anggun......''
''Anggun sudah tidak tinggal dirumah kita...''
Michelle memasang ekspresi heran...
''Mengapa....''
''Karna dari awal aku memang hanya ingin membuatmu cemburu..aku mencintaimu Michelle..bukankah alasan itu cukup...''
Michelle tersenyum lagi...
''Aku bahagia....''
''Jadi besok aku akan menjemputmu.....''
''Tidak....aku akan pulang dan menunggumu dirumah seperti biasa Dim,....aku ingin memasak makanan kesukaanmu..bagaimana...''
__ADS_1
Dimitri tak mampu menahan rasa bahagianya ia lalu kembali memeluk tubuh Michelle....
''Terimakasih sayangku..maafkan aku tentang apa yang terjadi padamu...aku sungguh....''
''Hey jangan terus meminta maaf sayang, kau adalah ayah dari bayiku saat ini....dan aku tak akan pernah membencimu...aku mencintaimu Dim....aku akan membuatmu tak akan melupakan hari esok...yah..aku akan membuatmu mengingat peristiwa penting kita besok...'' bisik Michelle di dalam pelukan Dimitri...
''Baiklah...aku percaya padamu,.....dan akan selalu percaya sayangku...aku percaya kepadamu...''bisik Dimi dengan suara yang terputus,....
Pelukan itu terlepas dan Michelle tersenyum...
''Aku lapar.....''
''Baiklah........bagaimana kalau aku menyuapimu...''
''Tentu...aku senang sekali...''
Keduanya tersenyum bahagia.....
Deg!!!!!
**************
Sementara.........
Namanya Robert Swan..pria itu baru meninggal 3 hari lalu dan meninggalkan semua rasa dendam membara di hati Arga...bagaimana tidak, karna Rob yang membuka mulutnya...Arga kehilangan banyak uang juga perusahaan karna Rob membongkar rahasia miliknya pada musuhnya dengan imbalan uang..
Triliunan rupiah hilang dalam sekejap dan Arga sungguh marah karna Rob berani melakukan bunuh diri dan tidak memenuhi kewajibannya.
''Tuan Arga...pesawat akan tetap berjaga di tempat ini dan menunggu tuan kembali....''ucap sang anak buah bernama Ken,
''Baiklah aku tidak lama...aku hanya ingin memastikan bajingan itu telah mati...sialan...dia bahkan pergi dengan meninggalkan begitu banyak beban masalah....''
Arga lalu melangkah tegas menuju mobilnya..pria berusia 32 tahun itu tak dapat menahan kemarahan yang menumpuk di dadanya...beraninya pria itu bunuh diri tanpa mendapatkan hukuman darinya...
Beraninya dia...........
********
Michelle menyandarkan tubuhnya di dalam taxi yang akan membawanya ke arah luar kota lebih tepatnya di makam sang kakak....Michelle menundukan kepalanya...lalu mengeluarkan ponselnya lalu mematikannya...wanita itu kemudian menatap ke jendela mobil dan tersenyum lega karna ia berhasil melarikan diri dari rumah sakit tanpa sedikitpun halangan...karna Dimitri sudah memberi kepercayaan kepadanya..
Michelle memejamkan matanya...cincin pernikahannya juga telah dia lepaskan,..meskipun dia sedang hamil sekarang namun Michelle tak akan pernah kembali kepada Dimi...rasa sakit yang dia rasakan sungguh telah melewati batas kesabarannya..ia ingin hidup baru...tak ada gunanya lagi dia bertahan...Michelle bahkan membayangkan jika Dimi tidak sungguh-sungguh mencintainya dan hanya membuat alasan baginya..demi anaknya..dan Michelle akan memastikan bahwa Dimi tak akan pernah mendapatkan anaknya...
__ADS_1
Mobil meluncur menuju sebuah bukit, rencana Michelle adalah menemui makam kakaknya karna ia rindu,...Michelle bahkan masih merasa barsalah karna di akhir hidupnya...ia dan kakaknya Rob tidak bertemu kembali...hal yang membekas dan membuatnya harus terpuruk dalam duka berkepanjangan...
'Mobil akhirnya berhenti di pinggir jalan...Michelle kemudian turun dari taxi dengan membawa tas kecilnya..ia menatap sebuah makam yang terletak tak jauh dari jalanan...makam itu terletak di atas ketinggian yang menghadapkannya dengan pemandangan yang begitu indah...
Langkah demi langkah kian berat ketika Michelle mendekati lokasi makam yang sepi itu, airmatanya mengalir deras ketika menyadari itu benar-benar makam sang kakak yang berukir namanya..
Sakit hati Michelle ketika ia sampai di gundukan tanah yang meninggi....lalu tersungkur disana...
''Kakak..........'' desah Michelle dengan airmata yang tak mampu di bendungnya...
Tangisannya pecah disana, betapa menyakitkan baginya ketika ia harus menerima kenyataan kalau ia sendirian tanpa seseorang yang bisa melindunginya..karna baginya ia tak bisa mempercayai siapapun di dalam hidupnya..tidak......
''Kak...aku mengerti sekarang, kau ingin tinggal di sini...kakak...disini sangat indah...aapakah kakak bahagia...? Apakah kakak merasa lega sekarang...kakak.......jangan mengkhawatirkan aku...aku mohon...aku mencintaimu dan berjanji akan mengenangmu kakak........''
Michelle akhirnya duduk disana sendirian, sambil berbicara sendirian di makam sang kakak..
''Ternyata kau benar soal Dimi...dia tidak benar-benar mencintaiku...dia hanya memanfaatkan aku....kakak....kau tau...aku sudah melepaskan segalanya, aku sudah mengembalikan semuanya pada Dimi dan aku lega sekarang...'' Michelle menghapus airmatanya....
''Aku tidak tau harus kemana sekarang, apa kakak bisa memberikan aku petunjuk...''
Michelle terus mengusap nisan sang kakak dan terus menahan airmatanya..
Tanpa di duganya beberapa mobil berhenti di pinggir jalan itu dan seorang pria turun dari sana....ia tidak sendiri namun bersama beberapa anak buahnya yang berjalan di belakangnya...
Pria itu mengerutkan kening ketika melihat seorang wanita yang sedang menangis di makam,...ia lalu mendekat sementara anak buahnya saling menatap waspada..
***^^^***
Michelle pun akhirnya bangkit dari sana...dia harus segera pergi atau Dimi akan menemukan keberadaannya...
''Aku harus pergi kakak....karna Dimi akan menangkapku jika aku terlalu lama disini...aku mencintaimu....''
Michelle lalu tersenyum dan membalikan tubuhnya dan...
Bug!!!!
Michelle begitu terkejut ketika menubruk seorang pria yang mempunyai postur tubuh yang tinggi dan tegap..terlalu kuat hingga tubuhnya goyah dan jatuh ke rerumputan...
Pria itu menurunkan pandangan dengan tajam...
''Siapa kau....'' desisnya dengan tatapan tajam..
__ADS_1
Deg!!!!
Michelle menjadi gemetar.....bibirnya terkunci rapat...