Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Hati Yang Hancur


__ADS_3

Albert hanya diam dan menunggu Michelle menumpahkan rasa sakitnya, selama 18 tahun ia bahkan tidak pernah tau kebenaran ini, bagaimana ketika ia mendapatkan tekanan dari Dimi padahal itu bukan kesalahan ibu dan dirinya, ternyata kehamilan ibu atas keinginan ayahnya sendiri dan ibu tidak selingkuh..ibunya baik dan tidak melakukan kesalahan apapun..


Tak ada yang paling membahagiakan bagi Michelle selain mendapati sang ibu ternyata tidak berkhianat, bahwa ternyata apa yang di tuduhkan Dimi tidak benar..ibu tidak sejahat itu..ia melihat betapa mereka saling mencintai..itu artinya Dimi salah menilai...


Michelle menatap mata sang pengacara..


''Apakah Dimi tau segalanya...''


'Tidak...tak ada yang tau Michelle...kau satu-satunya anak yang tau tentang apa yang terjadi....tuamn Harry tak mau ada pertentangan di antara anak-anaknya...jadi Michelle apakah kau menemui masalah dengan kakakmu...''


Michelle menundukan wajahnya...


''Tidak tuan..tapi aku mohon jangan mengatakan tentang ini pada kedua kakaku aku mohon...''


Albert pun mengangguk setuju...


''Baiklah jika itu yang kau mau nak, aku tidak akan mengatakan apapun..tapi mengenai warisan ini..sebaiknya...''


''Aku akan mengembalikannya kepada kakakku Dimi...''


Hening.......


Albert tertegun, warisan 100% itu sangat banyak...ada properti, perusahaan, hotel dan juga kapal pesiar,...Albert sempat berpikir jika Michelle akan mengambil wrisan yang tidak sedikit itu...dan menikmatinya..dengan begitu dia tak perlu mengkhawatirkan apapun dalam hidupnya tentang uang..Michelle sungguh anak yang baik...


''Mengapa kau ingin mengembalikannya...padahal Dimi juga sudah mendapatkan banyak Michelle..''


''Aku hanya merasa tidak pantas menerimanya tuan Albert..aku seorang perempuan, suatu saat aku akan punya seseorang untuk bertanggung jawab padaku jadi.......aku pikir kak Dimi lebih berhak menjaga semua peninggalan ayah....''


''Michelle..apakah terjadi sesuatu...''


''Tidak...siapa yang berani padaku, aku putri Harry Swan...'' suara Michelle bergetar..ia tersenyum, berusaha menunjukan kalau dia baik-baik saja...


Albert pun mengangguk,...lalu mengambil sebuah berkas untuk di tanda tangani Michelle yang akan menegaskan surat pengalihan hak waris yang berpindah pada Dimitri Swan..


Michelle lalu mulai menandatangani berkas dan tersenyum lega ia akhirnya melakukan hal yang sudah seharusnya ia lakukan dengan mengembalikan semua pemberian ayah kepadanya..


''Dengan demikian kau tidak memiliki hak lagi dengan warisan tuan Harry..


''Aku mengerti tuan Albert, oya tuan,...ayahku memberikan kotak ini padaku sebelum meninggal...aku akan senang hati menerima warisan terakhirnya padaku bisakah tuan Albert membacanya untukku...''


Albert mengambil kotak itu dan sesaat kemudian menatap Michelle dengan senyuman lega...

__ADS_1


''Tuan Harry benar-benar melindungi anak perempuannya..dia pria yang sangat baik dan bertanggung jawab..''ucap Albert dengan mata berkaca-kaca..


''Michelle.....''


****************


Di sebuah ruangan kosong...


Seorang pria tampak memukul dengan keras wajah lawannya dengan gertakan gigi..


Bugh!!!!!


Tubuh pria itu terjatuh sampai ke lantai, dan ada darah tumpah di wajah dan pakaiannya..ia mengerang kesakitan..


''Beraninya kau menghasut Michelle dengan semua kebenaran yang seharusnya menjadi bagianku untuk mengatakannya..beraninya kau...'' teriak Dimitri dengan suara yang keras..


Bughhh!!!!!


Marco tersungkur dengan wajah membentur lantai...namun ia mencoba bertahan ketika Dimitri kembali mencengkram ujung kemejanya...


keduanya bertatapan tajam...


''Bagaimana rasanya ketika gadis yang kau cintai menatapmu layaknya seorang monster...bagaimana rasanya...'' desis Marco dengan sinis...


''Dan kau pikir kau akan menang..kau pikir, Michelle akan terpengaruh dan pergi dariku.....''


''Aku sangat yakin Dimi...melihat dari emosimu yang naik aku sangat yakin jika aku berhasil membuat wanita muda itu marah....hahaha....''


Dimitri tak mampu lagi menahan amarah...ia mengangkat tangannya ke udara...dan sesaat kemudian...


Bughhhh!!!!!


Tubuh Marco tersungkur jatuh ke lantai dan pingsan saat itu juga...Dimitri mengrang marah....kemudian membalikan tubuhnya dan brtemu dengan Tomi...


''Tuan Dimi.......''


''Lempar dia kejalanan atau mana saja...jika dia selamat maka itu keuntungan baginya tapi jangan pernah menolongnya....apa kau mengerti...'' ucap Dimitri tajam..


''Baik tuan Dimitri...''


Tomi menatap tubuh Marco yang sekarat, dan ia menoleh melihat sosok tuan Dimitri yang terlihat begitu marah, sudah lama dia tidak melihat kemarahan di wajah tuan Dimitri saat ini dan mau tak mau ia hanya bisa pasrah...lalu mendekati tubuh Marco yang tak sadar...

__ADS_1


**********


Dimitri turun dari mobil ketika sampai dirumahnya, ia sudah berhasil memberi pelajaran untuk Marco dan untuk Katren..ia juga tak lupa memberi pelajaran dengan menghancurkan karirnya di dunia modeling.


Dan setelah semuanya hatinya menjadi sedikit puas,...pria itu turun dari mobil dan membeku ketika melihat Anggun kekasihnya sudah berdiri dengan sebuah koper besar....Dimitri menghela nafas,...ia tersenyum, hatinya berdebar...tak yakin dengan apa yang dia lakukan sekarang, ketika Michelle tau maka istrinya pasti akan marah padanya...atau merengek lagi...ingin cerai tapi sekali lagi ia tak akan mendapatkannya..


Kehadiran Anggun dirumah ini akan mampu membuat Michelle mengerti bahwa semua kekuasaan ada di tangan Dimitri bahwa ia harus berpikir 1000 kali ketika ingin melawan Dimitri, dan saat ini Dimitri akan menggunakan Anggun untuk membuat Michelle cemburu..ia ingin tau apakah cinta masih ada di hatinya untuk Dimitri..


''Sayang.......''


Anggun memeluk tubuh Dimitri dengan erat,...Dimitri memperlakukannya dengan lembut...


''Apakah kau sudah tau apa yang harus kau lakukan sayang....''


''Apakah tidak masalah jika aku dirumah ini...Michelle bukankah dia....''


Dimitri melepaskan pelukan...


''Dia akan menerimamu, dia akan menerima kekasihku...''ucap Dimitri dengan nada dingin....


Anggun menurut lalu tersenyum ketika, Dimitri menggenggam tangannya dan membiarkan dia masuk ke dalam rumah besar milik keluarga Swan..jauh di dalam hatinya Anggun bahagia..impiannya adalah menjadi menantu di keluarga kaya raya ini dan tinggal selangkah lagi ia akan mendapatkan segalanya..


*********


Michelle tersenyum sepanjang perjalan, ternyata ayahnya meninggalkan warisan khusus untuknya dan kali ini tuan Albert bilang tak ada satu anakpun yang tau...Michelle menjadi tenang sekarang itu artinya dia bisa hidup baru dengan harapan baru...


Michelle turun dari mobilnya ketika dia sampai dirumah, ada suara seorang wanita yang tertawa dari dalam rumah,..jemari Michelle mengepal dengan erat..hatinya berdebar ingin tau..apa yang terjadi sebenarnya..siapa disana...??


Michelle mengerutkan kening ketika ia menangkao suara Dimi yang juga sedang tertawa...


Michelle melangkah sembari menguatkan hatinya menghadapi kemungkinan terburuk..


Deg.......Deg.......Deg........


Michelle lalu melangkah masuk ke dalam ruang tamu dan membeku melihat pemandangan yang akan menghancurkan hatinya...tubuhnya menjadi goyah, kepalanya mendadak sakit...airmatanya sudah menumpuk.....


Disaat yang sama Dimi menatap mata beninnya yang terluka dan tersenyum dingin...


Michelle meneteskan airmatanya melihat Dimitri mencium seorang wanita yang cantik dengan sengaja...di hadapannya...


Deg!!!!!

__ADS_1


Betapa hancurnya hati Michelle saat itu.....


__ADS_2