Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Saling Menyakiti


__ADS_3

Dimitri membeku ketika Michelle melangkah cuek melewatinya begitu saja..ia tampak kesal, dan langsung menaiki ranjang dan tidur disana, tak lupa Michelle menaikan selimut agar tidak melihat Dimi...


Pria itu masih berdiri di tengah ruangan...yang sepi...dan menatap Michelle yang masih tertidur...


''Michelle....ada apa denganmu, mengapa kau malah mengacuhkanku..'' Dimitri tentu saja tak terima..


Michelle menurunkan selimut lalu turun dari sana, dengan melangkah seperti robot gadis itu menatap Dimi dengan datar.


''Aku sudah menatapmu kan....aku sedang sakit kepala....apa maumu...''ucap Michelle menahan rasa kesalnya yang sungguh menumpuk..


''Apa kau marah karna tadi aku tidak menjemputmu Michelle...''


''Tidak....''


''Lalu....mengapa kau brsikap seperti ini...kau tau aku...''


''Lakukan apapun yang kau mau Dimi...aku sangat lelah sekarang.......''


Hening........


Dimitri menatap lekat mata Michelle yang menyimpan sesuatu yang menyakitkan..


''Ada apa....maksudku apa yang terjadi..''


''Tidak....''


''Apa kau marah padaku Michelle..''


Michelle tertawa....berusaha keras menyembunyikan lukanya..


''Aku ingin meminta sesuatu,...berhentilah mengantarku ke kampus...kau bersama Katren saja itu lebih baik...''


Dimitri terdiam....


''Kau cemburu...''


Dimitri hendak menyentuh wajah Michelle namun gadis itu menghempasnya...


''Tidak...astaga, jangan mulai lagi...aku tau kau juga menyukainya kalian di jodohkan aku...juga tak bisa berbuat apapun lagipula aku tak akan cemburu...aku membencimu ingat...'' gumam Michelle menggebu-gebu..


Dimitri pun mengalah...


''Baiklah.....aku senang kau tidak cemburu Michelle,...karna aku juga tak akan jatuh cinta padamu....kau sedang menjalani hukumanmu sekarang...pernikahan kita hanyalah alasan agar kau bisa melayani kebutuhan biologisku....aku tak pernah bisa mencintaimu Michelle..''


Deg!!!


Adakah yang lebih sakit dari ini...? Tidak..tak ada yang lebih sakit dari seorang gadis yang menyerahkan diri sementara keinginan hatinya sendiri di pasung dengan kejam...mengapa dia harus merasakan sakit ketika mendengar pernyataan Dimi saat ini..

__ADS_1


Hubungan pernikahan mereka di sembunyikan....tak ada yang tau kecuali orang terdekat mereka...Dimitri sepertinya mulai menyukai Katren yang modis dan seorang model terkenal..sedangkan dirinya..tidak,,dia hanyalah gadis muda yang polos dan bodoh...bahkan Dimitri membencinya dan kakaknya, hal yang sama dirasakan Michelle walau akhir-akhir ini kebencian itu mulai berbalik dan menghianatinya,..Michelle mulai merasakan hal yang aneh,...perasaan seperti cemburu yang tak mampu di tolaknya..namun memang hati mereka tak bisa bersatu, entah sampai kapan mereka menyembunyikan pernikahan ini..


Michelle hanya ingin bebas dan lepas, dia hanya ingin hidup tenang tanpa tekanan....dan mengenai cinta dia tak punya hak untuk merasakannya..terlalu banyak luka dan airmata hingga cinta tak memiliki tempat di hatinya...


''Apa kau mengerti sekarang, aku pikir hubunganku dengan Katren akan mulai berjalan dengan baik...jadi aku membebaskanmu sekarang, kau akan di antar supir ke kampus...''


''Bagaimana dengan Marco...aku boleh bersamanya bukan...lagipula...rasanya aneh jika aku menolak ajakannya,....dan mengenai perasaan cemburu...tenang saja...aku tak akan membiarkan hatiku menjadi bodoh dengan merasakan cemburu dan kuharap kau pun sama...Dimi...''


Michelle lalu melangkah meninggalkan Dimitri seorang diri di tengah ruang kamar,....gadis itu memilih keluar dari kamar dan melangkah menuju taman untuk menenangkan pikirannya..


Sementara...


Dimitri membeku di tempatnya ketika debaran samar muncul di dadanya..tidak mungkin dia merasakan ini bukan...mengapa ia masih merasa cemburu ketika Michelle menyebut nama Marco...?


Entahlah...Dimitri memang sedang memulai perasaan yang baru dengan Katren, dia berharap kehadiran Katren akan membuatnya melupakan Michelle..karna semakin hari Michelle tak pernah bisa lepas dari pikirannya dan kalau ini terus berlanjut maka..ia akan kalah..dan Michelle akan menertawainya..bahkan Michelle tidak memiliki perasaan yang sama sepertinya..Dimitri mengeraskan wajahnya..ia tak akan kalah..dengan perasaannya ia hanya butuh Michelle di tempat tidur bukan di hatinya..dan sampai kapanpun Michelle akan menjadi pemuasnya..pria itu tersenyum..


*************


''Jangan merasa iri pada bunga-bunga itu, bahkan mereka yang sedang iri padamu..''


Suara Marco menembus lamunan Michelle hingga ia menoleh..dan mencoba tersenyum..


''Kak Marco...''


''Panggil namaku saja, kata kakak membuatku merasa terlalu tua..''


''Itu bisa mendinginkan hatimu.......''


Gadis itu mengangkat wajahnya....


''Bagaimana kau tau hatiku sedang panas...''tanya Michelle penasaran..


Marco terkekeh..


''Gampang saja Michelle..berada di dekatmu membuatku merasakan bias dari panasmu..''


Gurauan Marco sanggup memecah kesunyian di antara mereka...Michelle pun tersenyum...


''Yah....terimakasih aku akan minum..''Michelle mulai tertawa..


Dan itu sangat manis di mata Marco..dia tau segalanya jadi mulai saat ini Michelle adalah tujuannya...pria itu tak sabar melihat Michelle meneguk minuman ini..


''Bagaimana.....''


''Bagus....aku merasa lebih baik...''


Marco lalu memandang Michelle dengan tatapan yang dalam...

__ADS_1


''Jangan sedih atau marah Michelle..kau tidak hidup sendirian..ada aku selain Dimitri tentunya...''


Michelle mengangkat wajahnya ia menatap mata Marco yang begitu serius...


''Terimakasih...aku akan mengingat kau jika aku sedih atau senang.....''


''Aku senang mendengarnya bagaimana kalau kita...bersulang..'' tawar Marco mengangkat minuman kalengnya..


Michelle terkekeh.....namun ia menurut dan mengangkat minuman kalengnya dan mengarahkannya kepada Marco...


Ceerrss,.....


Keduanya minum dalam waktu bersamaan dan tertawa,.....suasana berubah menjadi hangat dan penuh canda....


''Kalian akrab juga...''


Marco dan Michelle terkejut ketika mendapati Katren berdiri tak jauh dari mereka, tidak sendiri namun bersama Dimi....


Sementara Dimitri menatap ke arah Michelle yang memalingkan wajahnya..


''Kakak mau kemana...''


Katren mulai tersipu...sambil mengalungkan tangannya di lengan Dimitri...ia pun tersenyum...


''Ada acara kantor dan kak Dimi mengajakku...''ucapnya dengan mata berbinar..


''Itu bagus...kakak sangat cantik...oya kak Dimi aku akan mengaja Michelle keluar sebentar...''


Dimitri tampak terkejut, ia baru ingin bicara namun Michelle segera memotong pembicaraan..


''Tenang saja Marco tadi kakak bilang kalau mulai hari ini kau yang akan menggantikan peran kakak untuk menjagaku...bukan begitu kak Dimi...''Michelle sengaja memprovokasi Dimi juga hatinya..ia bahkan tak perduli jika dia harus berbohong...demi menyakiti Dimi..


Dada pria itu menjadi panas entah mengapa...Michelle apa yang sedang di lakukannya ini...apakah dia sedang membalasnya...mengapa Dimitri merasa Michelle sengaja melakukannya...


''Bagaimana kak Dimi.....aku ingin mengajak Michelle keluar...dan apakah benar kau mempercayakan Michelle padaku mulai sekarang...''


Michelle bisa melihat jemari Dimi yang terkepal dan ia merasa puas...mari saling menyakiti bila perlu hancur bersama...Michelle tak akan mundur....


''Ayolah Dim...biarkan mereka pergi bersama, kita tidak punya waktu lagi...ayo...'' bisik Katren membujuk...


Dimitri akhirnya memberi jawaban.....


''Bagaimana kalau kalian ikut bersama ke pesta itu...''


Marco dan Michelle terkejut, hal yang sama terjadi pada Katren..wajahnya berubah merah padam...


lalu memalingkan wajahnya menatap Michelle dengan murka.....

__ADS_1


__ADS_2