
Makan malam....
Michelle makan malam bersama dengan Dimitri seorang, gadis itu merenungkan kembali....biasanya ruangan ini ramai..setiap dia libur sekolah maka dia akan kembali kerumah dan mereka akan saling bercanda di meja makan...namun kali ini berbeda, tak ada kehangatan itu lagi..bahkan..kak Rob juga sudah meninggalkan rumah ini,....
''Mengapa hanya mengaduk-aduk makananmu..apakah tidak enak..''
Suara dingin itu menembus pendengaran Michelle hingga ia mengangkat wajahnya...matanya bertemu dengan mata Dimitri yang gelap...
''Aa...aaku hanya rindu....''
Dimitri menghentikan makannya dan menatap Michelle...
''Tak ada gunanya mengenang masa lalu, semua tak akan kembali padamu Michelle, itu hanya buang-buang waktu saja....''
Michelle tersenyum....
''Aku suka membuang waktu dengan memikirkan masa lalu keluarga kita kakak....betapa hangatnya dulu..tapi kini berbeda...bahkan kak Rob.....''
''Jangan bicarakan Rob lagi, kau membuatku kehilangan nafsu makan...''
Michelle menghela nafas...sikap kak Dimitri sangat aneh dan membuatnya bingung, ada masalah apa antara mereka bahkan Michelle melihat tatapan mereka seperti musuh saja...
''Kakak....kalian berdua adalah orang yang penting bagiku, ibu dan ayah sudah meninggal...aku sangat mencintai kalian berdua...''
Mendengar hal itu membuat Dimitri benar-benar kehilangan selera makannya, ia segera membanting alat makannya hingga menimbulkan bunyi yang mengerikan...
Hening yang mencekam..Michelle menutup mulutnya rapat-rapat ketika sorot mata Dimitri berubah gelap..pria itu tertawa kesal...
''Apa kau setuju ketika dia mau menikahkanmu dengan pria yang datang dengannya...''
Deg!!!!
Michelle melonggarkan tenggorokannya, ia benar-benar takut sekarang....
''Jawab aku...katakan...apakah kau senang, ataukah kau memang setuju dengan rencana gila Rob untuk menikahkanmu dengan iming-imingi bebas dariku...''
Michelle segera meminum segelas air dan menyudahi makannya, ia tak ingin bertengkar dengan kakaknya ia sangat ketakutan...gadis itu segera berdiri dan menegakan tubuhnya..
''Aku ingin ke kamar....''
Michelle menundukan kepalanya sopan, lalu melangkah keluar dari ruang makan dan melangkah menuju lift..betapa murkanya Dimitri....pria itu mengepalkan tangannya lalu melangkah mengikuti Michelle menuju lift..mereka masuk bersama...
''Beraninya kau pergi ketika aku sedang bicara....'' teriak Dimitri murka...
Mata Michelle menjadi panas....ia tak terbiasa dengan suara kasar dan kali ini dia sangat takut...
''Aku ingin ke kamar...lagipula apa yang ingin kakak tau,.....aku tidak kemana-mana..kak Rob sudah pergi....aku bahkan tak punya kesempatan untuk memutuskan sesuatu untuk diriku....''jerit Michelle dengan suara bergetar...
__ADS_1
Ting!!!!!!
Pintu lift terbuka dan akhirnya Michelle keluar dari sana di ikuti Dimitri yang mencekal tangannya dan menghempaskan tubuhnya di dinding pintu kamar...
Hening....keduanya saling menatap tajam...
''Katakan kepadaku...kau sudah tau rencana Rob dan kau setuju karna itu pria itu datang kemari...'' suara Dimitri meninggi di ruangan itu...
Dengan menahan rasa takut Michelle menggeleng sembari airmatanya menetes...
''Yah....aku setuju....aku setuju melakukannya kaka, aku pikir dari kalian berdua tak ada yang mencintaiku..kau menahanku entah demi apa...sikap kakak seperti ini membuatku takut, aku tau kak Rob juga tidak perduli kepadaku tapi aku berpikir mungkin orang lain di luar sana akan mencintaiku..tak apa dia menginginkan harta itu..aku tak butuh....''isak Michelle pecah dengan rasa sakit yang kentara..
Dan....untuk kesekian kalinya jantung Dimitri berdebar,....perasaan apa ini....?? mengapa rasanya begitu aneh dan kuat,....??ia tak ingin Michelle pergi ia tak ingin gadis ini menikah dengan pria lain di luar sana...
Mengapa...? entahlah Dimitri juga tak mengerti perasaannya sendiri....hingga pria itu hanya mampu terdiam....
''Kalian berdua tidak menginginkan aku...kalian berdua benci padaku aku tau.....jika memang kak Rob hanya harta itu aku bersedia menyerahkan segalanya...bahkan ambil semua milikku untuk kak Dimitri dan kak Rob aku tidak butuh...aku hanya butuh cinta.....'' sambung Michelle menutup wajahnya dengan kedua tangannya ia sungguh-sungguh kehilangan kendali pada dirinya...
Seketika itu juga....
Michelle membeku ketika merasakan tangan kokoh itu meraih tubuhnya untuk memeluknya erat..ini pertama kalinya Dimitri memeluknya seerat ini...
''Kau tidak sendiri Michelle...kau punya aku...kau tidak akan ku lepaskan..itu janjiku pada ayah dan ibu..jadi....bersandarlah padaku karna aku mencintaimu Michelle...'' ucap Dimitri sungguh-sungguh..
Michelle terlihat bahagia ia tersenyum sembari membalas pelukan kakaknya dengan erat...
Dimitri menjauhkan tubuhnya...jemarinya menghapus airmata Michelle dengan gerakan lembut...
''Aku marah karna ternyata Rob hanya ingin memanfaatkanmu demi uang....dia membayar pria itu untuk menikahimu lalu merebut warisanmu dan kau akan di tinggalakn....Michelle aku bahkan bisa memberikan segalanya untukmu....aku bisa...''
Michelle tertegun..sisi lembut Dimitri yang jarang ia liat...gadis itu mengangguk...
''Aku minta maaf...aku akan menurut kepadamu kakak...aku janji....''bisik Michelle kembali memeluk tubuh Dimitri dengan erat,...
Oh...apa yang terjadi dengan hatinya sekarang...?? Dimitri hanya memejamkan matanya menikmati pelukan Michelle yang membuatnya bahagia...
******************
Pagi sekali...
Pintu kamar milik Michelle di ketuk dengan pelan sesaat kemudian pintu terbuka..dan seorang gadis masuk ke dalam kamar dan menundukan wajahnya dalam-dalam..
''Selamat pagi nona Michelle..''
''Selamat pagi...siapa kau..'' tanya Michelle mengerutkan kening,...
''Namaku Nila, aku adalah pelayan sekaligus teman nona sekarang....''
__ADS_1
''Pelayan dan teman....''
Nila mengangguk lalu melangkah mendekati Michelle..
''Aku seusia dengan nona...aku bisa jadi apapun yang nona mau..kita akan belajar bersama dan juga kita akan bersama-sama bermain dan melakukan apapun...''
Michelle mengerutkan kening.....
''Apakah kakak yang mencarimu...''
''Yah....tuan Dimitri yang memberiku tugas,...aku di ambil dari panti asuhan....''
''Panti asuhan....''ulang Michelle dengan sedikit sedih.....
********
Nila mengajak Michelle menuju ke taman dimana sudah ada seorang dosen yang berdiri menunggu mereka, sang dosen masih muda dan tampan mereka saling menatap dengan dalam..
''Selamat pagi Nona Michelle...'' ucapnya menundukan kepalanya..
Michelle mencoba tersenyum lalu mendekat....
''Panggil aku Michelle saja...''jawab Michelle dengan ramah..
''Baiklah...namaku Mr. Mike...''
''Baikllah semoga aku bisa belajar dengan baik..'' ucap Michelle tak yakin..
''Kau pasti bisa nona...aku yakin..'' Mike tersenyum hangat..
Nila lalu meraih kursi untuk Michelle duduk, dan pria muda itu duduk di hadapan mereka...
''Jadi mengapa aku meminta kau belajar di ruang terbuka..''
Nila dan Michelle sama-sama menggeleng kepala, dan saling melemparkan senyum..
''Itu lebih baik..belajar di taman membuat aku lebih relax...''ucap Michelle dengan mata berbinar bahagia...
Sementara Nila ikut tersenyum senang melihat Michelle tersenyum..tugasnya adalah selalu mendampingi Michelle, menjadi temannya sekaligus mata-mata...yah...tuan Dimitri mengultimatum dirinya untuk selalu mendampingi Michelle di setiap keadaan..
Mike menatap puas kedua anak didiknya...
''Baiklah...mari kita mulai...''ucap Mike membuka labtob dan mulai memperkenalkan materi kuliah kepada Michelle maupun Nila..
********
Sementara Tomi yang menatap kebersamaan mereka hanya tersenyum mengawasi dari jauh dan melaporkan semua kegiatan Michelle kepada sang tuan..
__ADS_1
Sejauh ini semua baik-baik saja..