Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Pertengkaran Lagi


__ADS_3

Mobil berhenti di depan Toko bunga dan membuat Michelle tersenyum lebar karna sang suami Dimitri turun dari mobil dan langsung menghampirnya dengan pelukan..


''Apa kau lelah sayang....''bisik Dimi mengecup puncak kepala Michelle dengan lembut...


''Aku baik-baik saja sayang.....''balas Michelle lembut,...


Dimi menjadi lega kemudian ia menyadari ada sekotak coklat di tangan Michelle dan bonek kecil dalam pelukan Michelle....


''Wah...coklatnya tampak enak...''


Michelle menunjukan sekotak coklat yang hampir habis dan tersenyum...


''Seorang gadis memberikannya kepadaku...ini enak sekali dia baru saja membuka toko coklatnya sayang..''


Michelle lalu menyuapi Dimi dan membuat pria itu dengan senang hati menerima suapan Michelle..keduanya tertawa...


''Ini enak sekali sayang...'' balas Dimi memuji...


''Apa ku bilang, ini sangat enak..''


''Baiklah..kita harus pulang...kau harus banyak istirahat sayang....''bisik Dimi lalu membuka pintu mobil dan membimbing Michelle masuk ke dalamnya..


********


Mobil lalu meninggalkan kawasan toko sekaligus meninggalkan Arga yang sedang memandang mereka dengan tatapan kebencian dan penuh rasa cemburu..ia mengepalkan tangannya dengan kuat...lihat saja..dia pasti akan merebut Michelle dari pelukan Dimi lalu anaknya akan membantunya..


*******


Esok harinya..


Michelle membujuk Dimi agar menemaninya menemui Stela wanita pengirim bunga tersebut namun Dimi sedang ada rapat antar pimpinan dan hal itu tak bisa di tunda..


''Bagaimana kalau kau menunda pertemuan dengan teman barumu..'' tawar Dimi mendudukan tubuh Michelle dengan hati-hati ke dalam mobil, dan menutupnya sementara dia sendiri juga masuk...Dimi memilih menyetir sendiri mobil yang di kendarainya sekaligus untuk mengantar Michelle ke toko bunga miliknya..mobilpun melaju dan Michelle hanya bisa memeluk perutnya..


''Tapi aku sudah menjawab ya padanya sayang..''


''Kalau begitu mintalah pegawaimu untuk menemanimu ke restoran..jika tidak maka tak usah menemuinya sayang, ingat untuk tidak terlalu capek..''tatap Dimi penuh peringatan..


''Aku mengerti sayang, aku akan mengajak Ayuna atau Meta...aku baik-baik saja dan tidak lelah...''


''Bagus....aku mencintaimu sayang.......''


''Aku juga mencintaimu..''balas Michelle hangat membiarkan Dimi mencium permukaan perutnya dan tersenyum lembut...


Mereka lalu sampai di toko dan Dimi menurunkan Michelle setelah itu lalu ia pun menuju kantornya untuk melakukan rapat..


seperti biasa Michelle turun dari sana dan segera masuk ke dalam toko...

__ADS_1


namun sebelum dia sampai disana..Michelle sedikit terkejut karna lengannya di cekal seseorang,...wanita muda itu berbalik dan mengerutkan kening ketika menyadari...seorang wanita menatapnya..


''Michelle......''


Michelle mengerutkan kening menyadari yang ada di hadapannya adalah Katren sepupunya sekaligus wanita yang pernah bertengkar dengannya..


''Kau sudah hamil..'' lanjutnya dengan pandangan iri..


Michelle mengelus perutnya ia hanya bisa menghela nafas ketika menyadari Katren tak pernah berubah kepadanya...wanita ini sangat kasar dan iri..apakah dia mulai mengungkit masalah mereka waktu dulu...Michelle tak akan menyerah kali ini..


''Aku dengar kau sempat menghilang...lalu tiba-tiba kau di temukan dan kini hamil...astaga aku jadi curiga...'' lirik Katren penuh selidik..


Michelle mengeraskan tatapannya ia mendekat...


''Apa maksudmu....bagaimana denganmu..sudah lama kita tak bertemu apakah kau sudah melahirkan atau...'


''Apa kau sedang mengolokku.,...'' suara Katren meninggi di tempat itu..


Michelle pun mengeraskan tatapannuya dia tersenyum...


''Aku hanya bertanya mengapa kau tersinggung, bukankah persoalan kita sudah lama terjadi....? Mengapa aku masih melihat aura dendam darimu...''ucap Michelle dengan tatapan tajam...sementara Katren terdiam seketika...ia mengepalkan tangannya...


''Kau pikir hidupku mudah hah....kau pikir aku baik-baik saja selama ini...'' teriak Katren penuh emosi..


''Aku juga tidak mudah Katren...''balas Michelle dengan mata berkaca-kaca hingga Katren kehilangan kata....


''Bukankah kau sudah menjadi nyonya sang pewaris..bukankah itu tujuanmu selama ini...bagaimana bisa hidupmu tidak mudah...''ucap Katren dengan cibiran.


Di saat yang sama petugas yang berjaga melihat Katren yang sedang memarahi Michelle dengan sigap mulai mendekat.lalu menarik tangan Katren menjauh...


''Nyonya..apa yang kau lakukan....''


Menyadari dirinya di tarik paksa menjauhi Michelle..wanita itu menjerit keras...ia tak terima di perlakukan seperti penjahat..


''Apa yang kalian lakukan...aku akan menuntut kalian..''jerit Katren dengan suara yang keras..


Namun cengkraman di tangannya tak kunjung di lepaskan...sementara Michelle hanya bisa tersenyum dingin..ia mendekati Katren..


''Berhentilah membuat onar...bagaimana kalau kau mulai fokus untuk mengejar cinta suamimu....kau sudah menikah...aku mendoakan yang terbaik untukmu Katren...hanya satu yang aku minta....berhentilah menggangguku...aku lelah....''ucap Michelle kemudian meminta para petugas itu untuk melepaskan Katren...dan mereka melepaskannya..


''Biar bagaimanapun kita adalah saudara sekarang....aku benar-benar tak ingin kita bertengkar...semoga harimu menyenangkan Katren..''ucap Michelle dengan senyuman tulus untuk pertama kalinya..


Michelle lalu melangkah menjauhi Katren dan masuk ke dalam toko sementara Katren hanya berdiri di pinggir jalan dengan mata yang basah. Kemudian ia melangkah menuju mobil dan meninggalkan tempat itu..


***********


Siang itu.....

__ADS_1


Michelle menyelesaikan pekerjaannya lalu ia pun mengingat janji temunya dengan Stela wanita yang katanya adalah penggemar misteriusnya...Michelle kemudian berdiri dan melangkah menuju pintu, dia sudah berpamitan kepada Dimi tadi melalui VC dan suaminya mengijinkan dia pergi...


Michelle lalu membuka pintu dan menemukan Ayuna sudah berdiri di hadapannya..


''Ayuna....''


''Aku akan menemani nyonya pergi ke restoran...''


''Baiklah lalu dimana Meta...''


''Meta akan menjaga toko....karna ada beberapa pesanan bunga dari luar kota untuk peresmian beberapa Hotel...''


Michelle pun mengangguk..akhir-akhir ini dia kebanjiran pelanggan...yang tak tau datang dari mana...bahkan ada yang menelfon dari kota yang jauh hanya untuk memesan bunga darinya...


Michelle terpaksa harus membuka lowongan pekerjaan lebih besar untuk karyawan baru...tentu saja dia bahagia...


''Baiklah..kita akan pergi sekarang...''


''Baik Nyonya...''ucap Ayuna lalu memberikan jalan untuk Michelle melangkah lebih dahulu...


Setelah berkendara beberapa lama, Michelle dan Ayuna sampai di sebuah Restoran yang cukup mewah...jika masuk ke tempat ini harus melewati banyak prosedur seperti harus bersedia di periksa tas dan semua barang bawaan dan setiap ruangan hanya boleh di isi oelh dua orang karna memang aturannya seperti itu untuk menjaga privatnya tempat ini..


Michelle sempat mengerutkan kening, mengapa harus bertemu di restoran privat..?


''Nyonya harus masuk sendirian sedangkan nona ini..akan menunggu di luar..''ucap sang pelayan restoran menjelaskan..


''Tapi.....''


''Jangan khawatir soal keamanan nyonya kami memiliki cctv yang kami pantau 24 jam...''


''Baiklah...aku mengerti...''


''Aku akan menunggu nyonya disini..'' ucap Ayuna pelan..


''Baiklah...kau boleh memesan apapun yang kau suka selagi menungguku Ayuna..'


''Baiklah..aku senang sekali..''kapan lagi dia bisa makan di restoran semahal ini..batin Ayuna girang..


********


Michelle melangkah menyusuri lorong panjang restoran itu mengikuti pelayan di depannya..lalu tak berapa lama mereka sampai di ujung ruangan..dengan hati-hati sang pelayan membuka pintu dan mempersilahkan Michelle masuk ke dalam ruangan..


Ketika Michelle sudah masuk, ia membeku di tempatnya ketika seorang pria berdiri dan tersenyum kepadanya..


''Selamat datang sayangku.....''


Deg!!!!!

__ADS_1


__ADS_2