
Tubuh Hera jatuh tak sadarkan diri dengan darah yang mulai menggenangi di sekitar kepala..tubuh Michelle bergetar hebat ketika melihat tubuh sang ibu bergetar di bawah sana...untuk sesaat gadis itu membeku...airmatanya mengalir deras..kepalanya berputar...
Tidak....jangan lagi....tidak ibu.....tubuh Michelle menjadi goyah tubuhnya berdiri di tengah tangga, ada banyak teriakan dengan para pelayan yang lalu lalang dengan rasa panik luar biasa, Michelle memejamkan matanya....ketika tubuhnya kehilangan tenaga...dan mulai goyah..ketika tubuh Michelle hampir jatuh menyusul di tangga, sebuah tangan kekar meraih punggungnya mencegahnya agar jangan jatuh...Michelle memejamkan matanya menyisakan airmata yang masih membekas di wajahnya hingga Dimitri membeku ketika menurunkan pandangannya..mengapa ia menolong Michelle..? jika ia membiarkan gadis ini jatuh maka selesai...namun, hatinya memilih menyelamatkan musuhnya..
Mengapa....??
''Tuan Dimitri....''
Dimitri menoleh dan menemukan pelayan rumahnya...
''Nyonya besar sudah di bawa ke rumah sakit namun masih tidak sadar....''
Deg!!!!!!
Dimitri membeku.....
''Apa.....lalu dimana Rob...''
Pelayan itu menggeleng dengan bingung,..
''Tuan Rob pergi entah kemana..''
Dimitri mengeraskan rahangnya....lalu mengangkat tubuh Michelle dalam rengkuhan tangan kekarnya lalu membawa gadis itu kekamarnya...dan meminta pelayan menunggunya..sementara itu Dimitri menelfon salah satu tangan kanannya yang paling ia percaya...
''Tomi.....lakukan sesuatu untukku sekarang.''
Dimitri lalu melangkah keluar dari kamar dan meuruni tangga...pandangan matanya tertuju pada genangan darah yang sedang di bersihkan...pria itu membeku di tempatnya...sedikit prihatin dengan kondisi ibu tirinya, karna sejauh ini sang ibu tiri melakukan apapun yang ia mau...
''Siapkan mobil karna aku akan kerumah sakit...''ucap Dimitri dengan tegas...
''Baik tuan Dimitri.....'' jawab sang pelayan dengan patuh..
***************
Michelle membuka mata dan langsung menjerit ketika ia mengingat jika sang ibu jatuh dari tangga..sementara ia menoleh dan mengenali ia berada di kamar...lalu dimana ibunya...??
''Ibu...'' desahnya dengan lemah..
''Nona Michelle....''
Pandangan Michelle tertuju pada pelayan yang sedang membawakan makanan untuknya...Michelle berusaha bangun....
''Dimana ibuku..bagaimana keadaanya...''
Sang pelayan mendekatinya dan meletakan makanan di atas meja..
__ADS_1
''Nyonya masih berada dirumah sakit nona Michelle....''
''Hah...bagaimana keadaan ibuku...aku ingin menemuinya...'' Michelle mencoba bangun dari tampat tidur namun...tubuhnya menjadi goyah dan ia terjatuh lagi di atas ranjang...
''Nona....jangan memaksakan diri untuk bangun, nona masih lemah..''
Airmata Michelle menetes dengan begitu deras...
''Aku merindukan ibuku...bagaimana keadaanya sekarang, aku ingin menemuinya...''isak Michelle dengan sedih...
''Nyonya baik-baik saja dan dalam kondisi stabil....tuan Rob tak berhenti mengunjunginya di rumah sakit..''
''Kakak mengunjunginya...''ulang Michelle dengan tak percaya..
Yah..kak Rob adalah penyebab ibu jatuh dari tangga, syukurlah kalau dia tidak menjadi durhaka dengan bersembunyi..padahal Michelle sempat berpikir mungkin saja kak Rob akan melarikan diri dan malah menjauhi ibu karna kemarahannya..
''Tuan Rob menjaga nyonya sepanjang malam...tak meninggalkan nyonya sedikitpun...''
Michelle menghela nafas lega...
''Aku bisa lebih tenang...oya bagaimana dengan kak Dimitri...apakah dia...''
''Tuan Dimitri sangat sibuk..mana ada waktunya nona...bagaimana kalau nona makan saja dulu...jika nona tidak makan maka tuan Dimitri akan marah dan menghukum kami..''
Michelle lalu mulai mengambil makanan dan makan sendiri ia tak ingin membuat keributan dan menambah masalah....Michelle berharap segera pulih dan bisa menemui sang ibu dirumah sakit...
*********
Sudah 5 hari sang ibu terbaring koma dan Rob di paksa menjaga sang ibu di kamar ini...yah..sebenarnya ini bukan kemauan Rob namun dia berada di bawah ancaman kakaknya Dimitri..yah..Dimitri mengancam tak akan mencairkan uang untuknya jika ia tidak bertanggung jawab dengan merawat sang ibu disini...
''Sial sekali....mengapa kau harus merepotkan aku ibu...mengapa...'' teriak Rob merasa sungguh kesal..
Diaa terkurung di dalam ruang perawatan sang ibu yang di penuhi alat-alat mengerikan, ada bunyi mengerikan yang membuat telinganya panas...dan ia tak bisa apapun..
Berada di dalam ruangan ini sangat melelahkan sementara sang ibu masih belum sadar dari komanya...yah..Rob tak akan merasa bersalah karna ini murni kesalahan sang ibu...jika ibunya tidak menahannya semua ini tak akan terjadi bukan..?
Di tengah lamunannya Rob terkejut ketika pintu ruangan terbuka dan sosok Dimitri melangkah masuk seketika keduanya bertatapan...
''Untuk apa kau kesini...'' Rob menatap dengan malas..
Sementara Dimitri tampak santai ia tersenyum lalu melangkah mendekati ranjang tempat sang ibu tiri Hera terbaring lemah di sana...
''Apa kau menjadi anak yang baik selama menjaganya Rob...''
''Jangan berbasa basi denganku Dimitri...katakan padaku kapan kau menandatangani pencairan uangku....sudah 3 hari disini dan aku sudah muak...''
__ADS_1
''Bagaimana mungkin kau bicara seperti itu....ibumu sedang terbaring sakit dan kau tidak perduli sedikitpun....bukankah itu sangat kejam...''
''Bukan urusanmu Dimitri....''
''Baiklah.....aku akan mencairkan sedikit untukmu namun.....aku tak bisa memberikan semuanya sebelum ibumu keluar dari rumah sakit...apa kau mengerti...''
Kesabaran Rob menipis...ia mendekati Dimitri dan hendak menyerangnya namun Dimitri lebih dahulu mencengkram leher sang adik dan menekannya di dinding...keduanya saling menatap dengan tajam dengan tatapan saling membunuh...
''Sudah kubilang jangan pernah mengujiku Rob...kau tak akan pernah menang dariku....aku bisa saja melenyapkanmu namun aku masih menahan diriku Robert...''
''Yah....kau pikir kau hebat yah....aku ingin mengingatkan satu hal padamu Dimitri...aku tak akan pernah menyerah untuk menghancurkanmu....lihat saja nanti...''
''Sebelum kau mampu membalasku maka kau harus ingat satu hal kalau aku akan melumpuhkanmu dan memastikan kau kehilangan semua kekuatanmu Rob....oya...dengan perlawanan dan kekuarng ajaranmu ini maka aku batal mencairkan semua uangmu...tetap berjaga disini atau kau akan kehilangan 25% kekayaanyaanmu...dan aku pastikan kalau kau....tak akan bisa menyentuhnya tanpa ijin dariku.....''
Dimitri kemudian melayangkan satu pukulan di wajah Rob membuat pria itu mengerang kesakitan....
''Awas kau....aku akan mengingat semua ini dan akan membalasmu...''
''Aku akan menunggumu dengan senang hati...''
Usai berkata Dimitri memanggil anak buahnya bernama Tomy....
''Aku ingin kamar ibuku di jaga dengan ketat, pastikan tak ada seorangpun yang masuk atau keluar dari sini..''
''Baik tuan,.....'''
Dimitri keluar dari ruangan meninggalkan Rob yang sungguh di liputi kemarahan....
Dimitri....awas kau.......
***********
Michelle berlari ke arah mobil milik Dimitri yang memasuki halaman rumah, gadis itu langsung memeluk Dimitri dengan erat hingga pria itu membeku.....di dalam pikiran dan sadarnya Michelle kini adalah gadis asing yang memeluknya...mereka bahkan tidak memiliki hubungan darah..
Lancang...itulah yang ada di pikiran Dimitri...
''Apa yang kau lakukan...mengapa kau memelukku...'' ucapnya dengan murka...sambil menjauhkan tubuh Michelle darinya...
Keduanya saling menatap tajam...
Deg!!!!!
Michelle sedikit terkejut menyadari kakaknya sangat marah ketika ia peluk,....mengapa begitu bukankah wajar seorang adik memeluk kakaknya...?? mengapa dia harus marah....???
Michelle menjadi bingung sendiri......
__ADS_1