Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Peringatan Dimitri


__ADS_3

Sebelum bayangan itu memudar dan kemudian menghilang, Michelle masih dapat melihat sang ibu menatapnya dengan dalam...


''Lupakan segala yang menyakitimu anakku, luapakan semua yang menyakitimu...'


''Ibu.......tidak.....ibu.....'' Michelle berusaha mencapai bayangan kelurganya namun yang terjadi malam tubuhnya melayang dan sesaat kemudian ia pun tak sadar...


Deg!!!!


**********


Arga menunggu di depan ruang operasi dengan wajah cemas luar biasa, ingatan terakhirnya ketika tubuh Michelle jatuh membentur air kolam dengan keras...gadis ini tidak berusaha untuk menghindar atau setidaknya berenang sampai ke pinggir untuk selamat, namun sebaliknya...tubuh Michelle pasrah untuk tenggelam..hatinya begitu nyeri ketika membayangkan kalau Michelle memang berniat mati...


Entah mengapa dia bisa senekat itu...apakah karna pernikahan sebelumnya..? Entahlah...yang pasti Arga yakin bukan semata karna dirinya...Michelle seperti wanita yang depresi ketika mereka bertemu di makam milik Rob.


Sementara ia menunggu, Rogan anak buahnya mendekati Arga dan menundukan kepala di hadapannya..


''Tuan Arga....aku telah menemukan informasi terkait Dimitri Swan...''


Arga menoleh dan membeku di tempatnya...


''Dimitri Swan...baiklah aku akan melihatnya Rogan tapi setelah aku memastikan Michelle sadar...''


''Baik tuan Arga...'' balas Rogan menurut..


Dimitri kembali menatap ruangan operasi yang masih tertutup, ini sudah hampir 3 jam dan belum ada satupun yang keluar dari sana...apa saja kerja mereka...'' desis Arga mengepalkan tangannya...


Namun tak berapa lama kemudian tampak ruangan akhirnya terbuka...dan seorang dokter akhrinya keluar dari sana dengan wajah yang tak terbaca...


Arga segera bangkit berdiri dan mendekati sang dokter dengan tatapan beku..


''Bagaimana....dia...''


''Nyonya Michelle bisa melewati masa kritis dan akan segera di pindahkan di ruangannya, dan tuan bisa melihatnya disana...''


Arga pun menjadi lega dan tersenyum,

__ADS_1


''Bagus...kau bekerja dengan baik dan aku akan memberimu bonus dokter..''


Sang dokter hanya menunduk penuh ucapan terimakasih meski ini tugasnya namun siapa yang bisa menolak uang..??


*********


Disisi lain.....


Dimitri duduk menatap hampa pada bunga-bunga yang di tanam Michelle..mereka tumbuh dengan baik dan menghasilkan bunga yang indah dalam berbagai warna....walau pemiliknya sudah meninggalkan rumah ini dan menghilang...sudah hampir seminggu dan Michelle sama sekali tidak di temukan oleh siapapun, bahkan anak buahnya tidak menemukan jejak Michelle...tentu saja hal itu membuat Dimitri semakin terpuruk..


Semua karna dirinya...jika saja dia bisa menahan diri, tidak.......jika saja ia bisa menyelidiki total sebelum memutuskan menyakiti wanita yang dia cintai...? Michelle seperti sebagian dari dirinya..mereka mengenal seumur hidup dan sampai kapanpun Dimitri tak akan pernah melupakann istrinya...


Pria itu menunduk sembari menghisap sebatang rokok yang menjadi temannya sejak kepergian Michelle...sementara itu Tomi selalu setia mendampingi suaminya dalam suka ataupun duka...


Tak lama kemudian sebuah mobil memasuki gerbang untuk kemudian berhenti di halaman rumah, seorang gadis turun dari sana dan menatap Dimitri dengan kesedihan yang dalam..sementara itu Dimi tampak acuh..ia bahkan tidak menoleh pada sosok gadis itu dan lebih memilih untuk berfokus pada satu bunga kesayangan Michelle...sebuah mawar putih yang begitu indah..kelopak bunganya sudah keluar dan sayang sekali Michelle tak sempat melihat keindahan bunga yang ia tanam sendiri...


Tomi yang merasakan kehadiran Anggun lalu bergerak mundur, menajuhi mereka dan memberi waktu mereka bicara...


Anggun menatap ke arah yang sama...ke sebuah mawar putih yang sedang mekar dan indah...ia menghela nafas..


''Dimi..........''


Anggun lalu mendekat dan menatap mata Dimi yang mulai menghitam, ia yakin pria ini tidak tidur sepanjang malam dan hanya memikirkan wanita itu..tubuhnya semakin kurus dan ia telihat begitu berantakan..


''Dimi....ada apa denganmu, ini sudah seminggu kau bahkan tidak keluar dari rumah dan selalu menghabiskan waktumu di dalam taman seperti orang bodoh...''ucap Anggun yang merasa kesal..


Dimi menyadarkan tubuhnya sambil membawa pot kecil berisi bunga mawar itu dengan acuh..


''Aku sang pewaris..aku punya segalanya, uang..dan kekuasaan...jika aku tetap disini seumur hidupku maka aku tidak akan pernah kelaparan kalau itu maksudmu..''


Anggung menjatuhkah tubuhnya duduk di samping Dimi dan menoleh kepadanya dengan rasa kesal yang menumpuk..


''Dimana Dimi yang dulu yang percaya diri, bukankah kau bilang dirimu pewaris....kau bahkan terlihat sebagai pewaris menyedihkan...dengan uangmu kau bahkan bisa mendapatkan 1000 wanita yang lebih baik dari Michelle..mengapa kau terlihat begitu menyedihkan...''


''Hentikan Anggun, jika kau datang hanya untuk membuatku marah..maka pergilah sebelum aku mungkin akan melukaimu..'' ucap Dimi sembari menyentuh kelopak mawar yang ini menjadi kesayangannya..menjadi penghiburnya ketika Michelle tidak berada di sampingnya...''

__ADS_1


Anggun memejamkan matanya,....ia bahkan kalah dari gadis muda itu karna Dimi bahkan telah membuangnya setelah ia kehilangan Michelle..hubungan mereka hancur berantakan dan saat ini dia bersikap dingin...


''Aku datang untuk menyadarkanmu Dimi sebelum kau menghancurkan dirimu..apakah kau tidak sadar apa yang kau lakukan...kau membuang waktumu dengan percuma..bagaimana kalau Michelle mungkin telah bersama pria lain di suatu tempat....sedangkan kau sendiri bersikap bodoh..''


Kata-kata Anggun sanggup membuat Dimi terbakar amarah..dengan hati-hati ia meletakan mawar kesayangannya dan kemudian ia bangkit dari tempat duduk dan menarik Anggun bersamanya..menyeret tubuh Anggun menjauh menuju mobil miliknya...cengkraman Dimi begitu keras hingga Anggun meronta kesakitan..


''Lepaskan aku.....Dim...'' jeritnya mulai kesakitan..


Dimitri menghempaskan tubuh Anggun hingga membentur mobil Anggun..mereka bertatapan tajam..


''Kesalahan terbesarku adalah membawamu kerumahku...aku menyesal mengapa begitu bodoh menyakiti wanita yang aku cintai karna egoku...Anggun....percuma saja kau berusaha..hatiku sudah tidak berada di tempat seharusnya...aku akan tetap mencari Michelle apapun yang terjadi...dia milikku dan aku tak akan menyerah..meski aku harus melukai orang lain untuk mendapatkannya kembali...aku tidak perduli...jadi untuk kau..pergilah sejauh mungkin sebelum...kemalangan menimpamu...apa kau mengerti...''


Airmata Anggun menetes dengan rasa sakit di hatinya..semua sudah hancur kini dia benar-benar telah kehilangan Dimitri Swan seutuhnya dan semua ini karna Michelle....jemari Anggun mengepal dengan kuat...


******************


Michelle mengerang ketika kesadaran mulai menyapanya....gadis itu mulai membuka matanya pelan...


Hening......


Suasana yang begitu asing membuat Michelle menjadi panik tiba-tiba..hingga matanya melebar tak terbaca...apa yang dia liat ini adalah ruangan yang tidak di kenalnya...


Dimana dia sekarang....??


Suara pintu terbuka membuat Michelle menoleh cemas...


Pintu terbuka dan menampakan seorang pria asing berdiri di depannya sambil tersenyum...pria itu mendekat dan membuat Michelle merasa terintimidasi karna dia sungguh tidak mengenal pria itu...tubuh Michelle bereaksi menjauh sampai selang infus membuatnya tersadar dia sedang di rawat...itu artinya dia tak bisa kemanapun...


Arga mengerutkan kening menyadari betapa ketakutannya Michelle kepadanya, wajahnya tampak polos..


''Michelle..........''


Arga mengulurkan tangannya namun, diluar dugaan Michelle langsung menjerit...


''Siapa kau.....menjauhlah..aku takut..'' isaknya mulai meneteskan airmatanya...

__ADS_1


Hening....


Arga membeku menyadari kenyataan yang baru saja ia rasakan...


__ADS_2