
Arga membimbing Michelle sampai ke dalam mobil sementara Ayuna yang mendekat di minta Arga untuk menaiki mobil di belakang mereka bersama asisten yang lain, dan mau tak mau Ayuna menurut walau hatinya sedikit tidak rela.
Arga memutuskan membawa sendiri mobil miliknya dengan Michelle di sampingnya, padahal mereka punya supir namun Arga tak ingin memakai jasa mereka. pria itu lalu mengemudikan mobilnya dengan pelan hingga Michelle bisa menikmati pemandangan di sekitarnya..
''Kau baik-baik saja Michelle..bagaimana dengan kandunganmu..'' tanya Arga sambil menyetir..
Michelle mengusap perutnya dan tersenyum...
''Kami baik-baik saja Arga,...''balas Michelle dengan senyuman di wajah segarnya.
Michelle menyukai tempat ini..setidaknya itulah yang dia rasakan ketika turun dari pesawat tadi..
''Banyak bunga disini...dan udaranya juga sejuk..''
''Hum..aku juga menyukai kota ini Michelle..''
''Yah...aku juga...''
''Kau juga...apakah kau pernah mengunjungi kota ini...ehm...maksudku adalah kau sering mengunjungi kota ini..''tanya Michelle sambil menganggumi keindahan disini..
''Ini adalah rumah kedua bagiku Michelle..kota yang aman dan nyaman, tak ada orang yang akan mengusik atau menganggumu...ketenangan yang luar biasa akan kau dapatkan...''ucap Arga..
''Aku bisa merasakan ketenangan ketika menginjakan kakiku disini Arga...tapi...apakah, Dimi...dia merasakan ketenangan disini..mengapa aku merasa sedih.....''bisik Michelle menghela nafas...
Sementara itu Arga pun menghela nafas......sambil menyetir ia tersenyum kepada Michelle...
''Yah..dia merasa tenang disini...dan selanjutnya kau akan tau apa yang terjadi dan apa yang dia inginkan..''ucap Arga berteka teki..
Michelle memejamkan matanya, mengapa dia merasa takut...?
Setelah mobil melaju cukup lama, akhirnya sampai di sebuah gerbang yang cukup luas...
Mobil pun masuk setelah di bukakan pintu oleh penjaga gerbang, sementara mata Michelle melebar ketika melihat hampir semua halaman disini di hiasi dengan mawar putih yang sedang bermekaran dan tak jauh dari sana....tampak sosok Dimi sedang duduk di kursi roda...membelakanginya.. hati Michelle seperti di remas dengan kuat sehingga ia pun buru-buru turun dari mobil dan bahkan mengabaikan Arga yang sedang menatapnya..
Michelle berlari kecil hingga ia lupa kalau dia sedang hamil..itu adalah Dimi..duduk sendirian dan memandang taman bunga di depannya..
Sementara itu Arga pun keluar dari pintu mobil namun tidak mengikuti langkah Michelle dia malah berdiri dan menatap dari jauh..meski ia merasakan sakit luar biasa...
Namun....Arga memilih mengalah.......
******
Michelle menghentikan langkahnya...ketika dia berdiri tepat di belakang Dimi.. Wanita itu mengeraskan tatapannya..
''Dim......Dimi.......''
Deg!!!!
Dimi mengepalkan tangannya...
__ADS_1
''Akhirnya kau datang......''
''Mengapa...ada apa, bukankah seorang istri seharusnya menjadi tempat pertama bagi suaminya untuk bercerita...bukankah itu adlah janji pernikahan kita..''ucap Michelle dengan mata yang basah..sementara Dimi tak bergerak dari tempatnya..dia malah diam seperti patung dan hal itu membuat Michelle penasaran...
''Dimi.....tidakkah kau rindu padaku...kau tidak merindukan aku......''airmata Michelle sudah berguguran hingga membuat Dimi seketika itu juga berbalik dengan kursi rodanya..
Deg!!!
Betapa terkejutnya Michelle melihat keadaan Dimi saat ini yang sedang memegang seikat bucket bunga mawar putih di tangannya, pria itu lalu berdiri dari kursi roda dan membuka lebar tangannya menanti Michelle untuk jatuh ke dalam pelukannya..
Airmata Michelle menetes di wajahnya sungguh ia tak menyangka..dia pikir Dimi sedang sakit atau apapun seperti itu, dia pikir Dimi akan meninggalkannya..dia pikir Dimi sudah punya wanita lain baginya...isakan Michelle pecah saat itu juga dan membuat Dimi mendekatinya dan meraihnya di dalam pelukannya..
''Aku benci padamu..mengapa kau tega padaku Dim...aku takut sekali..''isak Michelle dengan sesegukan di dalam pelukan Dimi sementara pria itu tersenyum...
''Aku minta maaf Michellku sayang....''
''Aku pikir kau sudah punya wanita lain, aku pikir kau bosan padaku...Dim...aku kesal sekali..''isak Michelle tak mau beranjak dari pelukan Dimi..
''Aku mencintaimu Michelle..mana mungkin aku punya wanita lain selain kamu..''
Dimi melepaskan pelukan sementara ia masih menahan tubuh Michelle...dan menatapnya..
''Aku ingin menghabiskan sisa usiaku bersamamu disini sayang..apakah kau tidak keberatan....''
Michelle mengangguk tanpa ragu..dimana pun dia tak perduli asalkan bisa bersama dengan pria yang dia cintai..Michelle akan bahagia...
''Aku setuju..asal kau berjanji jangan meninggalkan aku lagi hum...aku mohon..'' bisik Michelle kembali memeluk tubuh suaminya..
''Kita akan bersama selamanya sayang...''
Sementara itu pandangan mata Dimi menangkap sosok Arga yang tersenyum kepadanya dan mengangkat jempolnya tinggi-tinggi lalu melangkah masuk ke dalam mobil dan meninggalkan lokasi rumah milik Dimi...
Sementara itu Ayuna hanya bisa memandang mobil Arga yang menjauh meninggalkan tempat itu dengan senyuman tegar..
Mengapa jadi begini..padahal tadi tuan Arga terlihat memberi banyak perhatian pada nyonya Michelle mengapa sekarang dia melihat pria itu menyerah...?
Terlalu banyak misteri yang tak bisa di terima oleh Ayuna...tentu saja itu bukan urusannya..
Ayuna menarik koper dari dalam mobil dan membalikan tubuhnya dan menubruk seorang pria di belakangnya..
Deg!!!
Hening....
Tubuh Ayuna hampir terjungkal kalau sajan tangan kekar itu tidak menahannya dengan kuat..
''Maafkan aku.....'' sela Ayuna pelan..
Tomi pun hanya tersenyum dingin...
__ADS_1
''Lain kali pakai matamu nona...kau sangat ceroboh..''ucapnya datar..
Tomi lalu melangkah pergi meninggalkan Ayuna yang hanya melongo melihat sikap pria yang dingin itu..
''Mengapa dia seperti seekor serigala saja..ckckck..kasar dan dingin sekali...dia pikir aku ceroboh..''ulang Ayuna tidak terima...
Wanita itu lalu menarik kopernya dan masuk ke dalam rumah besar...
******
Dimi tak henti-hentinya mencium perut Michelle yang sudah terlihat membesar..dengan kerinduan..
''Setelah 4 bulan..kau akan bertemu dengannya sayang..'' bisik Michelle dengan senyuman lega..
Meski wajah Dimi sedikit pucat mungkin karna pekerjaannya..namun pria itu tampak baik-baik saja.
''Aku tak sabar lagi ingin bertemu dengannya Michelle..''
Michelle membimbing jemari Dimi dan menggenggamnya dengan erat..
''Waktu itu akan segera datang sayang,...kita hanya perlu bersabar..'' bisik Michelle dengan senyuman di wajahnya..
Sementara Dimi hanya mengela nafas.....
''Aku tak sabar lagi sayang..''
Keduanya masih saling memeluk di sana di depan taman yang begitu indah di penuhi mawar putih yang harum...
********
Arga menatap Dimi dengan senyuman lega..
''Aku senang kalian bersama kembali Dimi, aku lega kau melindungi Michelle dari.......''
Dimi menatap Arga dengan tajam......
''Kau tetap tak bisa terbebas Arga...karna kau adalah bagian dari keluargaku sekarang..''ucap Dimitri dengan pandangan penuh harap..
Arga pun terdiam......
''Aku akan selalu bersama kau dan Michelle...''
''Aku menjadi lega sekarang...'' ucap Dimi tersenyum puas..
Tamat
Sampai ketemu di Season 2 yah......judulnya..
Kau Tak Bisa Lari Dariku
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️