
Dimi mendekatkan wajahnya, dan hal itu mampu membuat Mikha begitu gugup...ia tak bisa bergerak karna tak tau apa yang harus dia lakukan...
''Aku menginginkanmu....''
''Apakah kau menginginkan aku sebagai Michelle atau Carissa...'' balas Carissa dengan senyuman dingin..sementara Dimitri bahkan tidak perduli..
Ia meraih dagu Michelle mendekat....dan memenjara matanya indahnya...
''Apakah itu penting bagimu, entah sebagai Michelle atau Carissa...kau adalah milikku...kau milikku yang terhilang dan telah aku temukan kembali..bukankah itu adalah sebuah anugrah...''
Michelle berdehem...
''Sampai saat ini aku belum mengenal siapa diriku..aku..bahkan tidak tau diriku sendiri...''
''Kau tak perlu memaksakan diri..ada banyak waktu...aku tak pernah memaksamu jika kau harus cepat mengingat segalanya tidak..aku hanya ingin kau tetap disisihku...jangan pernah pergi dariku karna itu adalah hal yang paling menyakitkan Michelle..''
''Tapi aku...aku bahkan merasa hidupku kosong...aku seperti kertas putih yang bodoh....aku bahkan tidak bisa mengingat apapun hingga aku merasa baik kau atau Arga kalian hanya memanfaatkan aku.....''tangis Michelle pecah..
Michelle melepakan diri dan membalikan tubuhnya, ia melangkah mendekati layar tv yang masih menampilkan gambar mereka dari kecil sampai dewasa dan hal ini sulit bagi Michelle..ia tak pernah bisa membayangkan jika Dimi benar suaminya...lalu bagaimana dengan Arga..dia sudah menikah dengan Arga..bagaimana kalau dia tidak terima lalu menyakiti Dimi lagi..?
Bukankah lebih baik bagi Dimi melepaskannya...Michelle mengangkat wajahnya menatap lurus pada Dimi yang masih berdiri dan menatapnya tajam...
''Bagaimana kalau kau dan Arga melepasku..aku sudah muak jika harus hidup berada di antara kau dan juga dia,...aku bahkan tidak tau siapa yang benar...jadi Dim..biarkan aku pergi,...aku berjanji Arga tak akan pernah menemukanku..''
Airmata Dimi akhirnya jatuh..dan hal itu cukup mengejutkan MIchelle..
''Kau pikir mudah bagiku Michelle..aku pikir mudah menjadi aku yang seolah di kutuk hanya untuk mencintai satu orang...sayangnya aku tak bisa..kau melihat sendiri ketika kau meninggalkan aku...aku tak pernah menggantimu dengan wanita lain padahal aku bisa...aku tak pernah bisa menghapusmu dari hati dan ingatanku..aku mencarimu seperti orang gila...aku bahkan tak lelah ketika semua orang mengatakan kau sudah mati..''
''Mengapa kau melakukannya Dim...kau tau perlu mengorbankan dirimu kau tak perlu...'' airmata Dimi menetes....ia sungguh merasa sakit sekarang...''
Dimi menatap Michelle yang masih berdiri dengan rapuh, lalu pria itu mengeluarkan sebuah alat perekam dari balik saku jassnya dan menunjukannya pada Michelle hingga wanita itu membeku di tempatnya...
Keduanya saling menatap tajam...
''Dim......''
__ADS_1
''Aku ingin kau mendengarkan sesuatu, dan kau harus ingat kalau hal inilah yang membuatku yakin dan tetap kuat untuk mencarimu bahkan mungkin aku akan mencarimu sampai ke ujung dunia..dan tak perduli walau waktuku akan habis di tengah pencarianku.''ucap Dimi dengan senyuman dingin....
Dimi lalu menekan tombol dan disaat yang sama, terdengar suara nafas yang terengah-engah..jantung Michelle berdebar kencang.......
*****
''Dimi....berjanjilah pada ibu, kau harus menjaga Michelle bahkan ketika ibu telah pergi...Dimi....Dimi tidak percaya siapapun selain kau...ibu mohon padamu Dimi...''
''Ibu...aku bukan penjaganya masih ada Rob...''
Terdengar nafas yang masih terengah-engah..
''Ibu tidak percaya meski dia anakku, dia akan menyakiti Michelle..Dimi..waktu ibu tidak banyak nak...ibu mohon....berjanjilah pada ibu..jagalah Michelle apapun yang terjadi...'' isak sang ibu dengan suara terputus..
''Baiklah ibu...aku berjanji padamu kalau aku..tak akan pernah meninggalkan Michelle apapun yang terjadi..aku akan mendampinginya di dalam hidupku...aku janji ibu...''
''Bagus...ibu bisa tenang sekarang Dim......apa kau merekam suara ibu...''
''Yah ibu....''
''Aku ingin kau memutar rekaman ini pada Michelle suatu saat...''
Terdengar suara isakan sedih..
''Michelle putriku...ibu dan ayah sangat mencintaimu nak..maaf ibu harus pergi menemani ayahmu...kasian dia kesepian..dan untukmu,...jangan pernah membantah apapun perkataan Dimi kakakmu...kau..tidak boleh melawannya..ibu mohon..jadilah anak gadis yang baik...kau putri satu-satunya keluarga Swan..ibu ingin kau terus bersama Dimi seumur hidupmu...ibu mohon.....kabulkan permintaan terakhir ibumu nak...selamat tinggal putriku sayang...ibu mencintaimu Michelle....''
*********
Mata Michelle menjadi panas....ia lalu meneteskan airmatanya...begitu sakit ketika mendengar suara ibu..hingga Dimi mendekat dan memeluk tubuh Michelle yang kini pasrah di dalam pelukannya..
''Ibu....itu suara ibuku..''
''Yah..dia sangat mencintaimu, kau bisa melihat sendiri betapa kalian sangat mirip...''
''Aku sedih sekali....''
__ADS_1
''Semua akan baik-baik saja...orangtua kita sudah bahagia disana..dan aku akan membawamu mengunjungi makam mereka..'' bisik Dimi yang langsung di amini Michelle..
''Dim.....apa yang membuatmu yakin kalau aku adalah Michelle..''
Mendengar panggilan Michelle membuat Dimi tersenyum penuh haru..
''Kau tau apa yang membuatku tak bisa memikirkan dirimu di hari pertama kita bertemu...''
Michelle menggeleng......
''Katakan...''
''Karna kau memanggil namaku..kau tau jika Michellku yang dulu selalu memanggilku dengan cara yang sama..dan saat itulah aku yakin kau adalah Michelleku yang aku cari selama ini....''
''Bagaimana kalau kau salah Dim..''
Pria itu menggelengkan kepalanya...dia tak pernah seyakin ini...tidak..
''Aku telah menyelidiki semuanya...aku bahkan sudah melakukan gugatan pada Arga atas pemalsuan dokumen yang dia lakukan...''
Michelle membeku...mengingat Arga membuat ia mengenang kembali malam yang menjijikan ketika Arga membawa banyak perempuan untuk memuaskannya..
''Dimi.....tapi aku pernah menikah dengannya, aku merasa diriku sangat kotor dan tidak layak..apakah kau tidak akan jijik padaku.....''tanya Michelle dengan polos...
''Kita sudah pernah melakukannya waktu kau menjadi Carissa, dan mulai sekarang..Kau adalah Michelle Swan..aku tak ingin mendengar nama Carissa lagi...kau tak perlu khawatir tentang itu Michelle..aku sangat mencintaimu melebihi apapun..aku sangat bangga padamu...dan aku tak akan pernah menginjinkanmu meninggalkan aku.....''
Kata-kata Dimi seperti air hujan di tengah panas gersang hati Michelle saat ini meski..dia belum mengingat apapun...namun ia beruntung karna Dimi mencintainya..
tangisan Michelle pecah di depan Dimi, di depan suaminya yang begitu mencintainya..sangat menyakitkan baginya namun...ia tak akan pernah berhenti berjuang untuk mengingat..
Dimi meraih tubuhnya dan mendekapnya dengan erat dan membuat keduanya pecah dalam haru..
''Aku mencintaimu Michelle..dan berjanjilah..jika kau sudah mengingat semuanya maafkan aku..dan tolong jangan pernah pergi dariku lagi seperti dulu..karna aku tak akan bertahan tanpamu...''
Hening...
__ADS_1
Michelle merasa ia begitu sedih..perasaan ini tak pernah dia bayangkan sebelumnya jadi....Michelle begitu menikmati pelukan pria yang mencintainya dan tak berhenti mengatakan kalau dia adalah suami Michelle...
''Aku tak akan pernah pergi Dim..aku janji..'' bisik Michelle dengan suara yang serak...