
Marco tampak sangat percaya diri ketika akan mengatakan segalanya kepada Michelle...
ia lalu tersenyum,....
''Mungkin kau bisa menanyakan pada pengacaramu lebih detail bahwa paman Harry telah menyiapkan untukmu sebuah surat wasiat yang lain yang akan di bacakan ketika kau berusia 20 tahun nanti dan itu berarti dua tahun dari sekarang...kami semua mengetahuinya termasuk Dimi...dan jika kalian bukan saudara kandung maka warisan itu tetap jadi milikmu Michelle tak ada yang bisa mengambil darimu kecuali orang itu menikahimu.......dan aku harap kau jangan pernah bersedia menikah dengan siapapun karna nyawamu terancam....''
Michelle tertawa ia tak ingin percaya mana mungkin, Dimi melakukan itu kepadanya mana mungkin pria yang mecintainya sejak lama ingin membunuhnya karna warisan...bahkan din dalam mimpipun Michelle tak akan mau percaya..tidak...DImi mencintainya dan baginya itu cukup tak perlu mendengarkan orang lain..termasuk Marco..
Michelle menganggukan kepala....
''Baiklah...tapi aku adalah adik kak Dimitri...jika dia ingin membunuh adiknya maka...aku bisa apa...''
Michelle melangkah mendahului Marco yang tak lelah mengejarnya...
''Michelle tunggu..''
''Yah......'' kali ini Michelle membalikan tubuhnya wajahnya terlihat kesal. Apakah Marco benar-benar menghasutnya sekarang.....
Marco lalu mengeluarkan sebuah foto seorang wanita yang sangat cantik dan di samping foto itu ada seorang pria yang tak lain adalah Dimitri yang sedang memeluknya dari belakang..kali ini Michelle menatap Marco...
''Kau liat gadis ini...apakah kau tau siapa dia...''
Michelle menggelengkan kepalanya,..
''Aku tidak tau.....''
''Dia wanita yang di cintai Dimitri, dan sekarang wanita itu sedang di sembunyikan di suatu tempat di luar negri...''
Dada Michelle mulai terasa panas..namun sekali lagi dia mnahan diri..
''Jadi dia kekasih kak Dimi...'
''Yah....Dimi sangat mencintainya bahkan ibuku kenal dengan wanita itu..''ucap Marco menyakinkan..
''Lalu apa maksudmu sebenarnya Marco jika kakak punya pacar lalu kenapa, itu adalah haknya..''
''Aku hanya memperingatkanmu Michelle..''
''Memperingatkan dari apa Marco aku sama sekali tidak mengerti apa maksudmu...''
Kali ini Marco memegang pundak Michelle dengan ketegasan yang sempurna di matanya...
''Aku tau kau sedang menyembunyikan kebenaran itu Michelle...''
Michelle terdiam...
__ADS_1
''Lepas.......''
''Aku tau benar kau mengerti maksudku kalau rumor itu memanglah benar Michelle...''
''Marco kau membuatku takut......''
''Justru kaulah yang membuatku takut Michelle...kau bahkan membela Dimitri....padahal kau tau dia bukanlah kakak kandungmu....kau sangat naif Michelle...jika kau tau Dimi adalah pria yang.......''
Airmata Michelle menetes membasahi wajahnya ia menatap lurus pada Marco...
''Jadi kau sudah tau dan kau sengaja memancingku begitu....sejak kapan...sejak kapan kau......''
''Dengarkan aku Michelle...kau boleh memakiku..kau boleh bilang aku pria gila..terserah...tapi aku perduli kepadamu, Dimi akan menikahimu entah kau suka atau tidak...karna itu sebelum dia menikahimu kau harus segera pergi...atau kau akan menjadi korban..''
''Korban apa Marco......''
Marco tersenyum dingin........
''Sudah lama aku menyelidiki tentang semua kejahatan Dimi....dialah yang telah membuat Mike sekarang terkurung di dalam rumah sakit jiwa,..juga yang menimpa kakakmu Rob juga adalah perbuatannya, dia sengaja menyebabkan perkelahian di club dan membuat kakakmu menjadi tersangka pembunuhan..kau tau semua karna apa...''
Tubuh Michelle bergetar...tak ingin mendengar..ia lantas membalikan tubuhnya dan melangkah menjauhi Marco..
''Kau sengaja ingin meracuni pikiranku bukan..aku tidak percaya padamu.....'' jerit Michelle dengan suara yang serak..
''Baiklah kau tidak percaya padaku yah.....bukankah kakakmu sekarang di penjara dan di hukum seumur hidup..bukankah itu yang dia inginkan,,,meski Dimi adalah sepupu kandungku aku tidak tahan melihat semua sikap kejamnya...dia menjadi malaikat di depanmu dan sebaliknya dia menjadi iblis di belakangmu Michelle...''
Hening........
Michelle memegang kepalanya yang terasa sakit, ingatanya terbang pada sosok Mike yang hilang jejak..
''Beritahu aku..dimana Mike saat ini..jika aku bisa bertemu dengannya........aku bisa....''
Marco meletakan sebuah kartu nama berisi alamat rumah sakit jiwa yang berada jauh di luar kota...sekaligus membungkam Michelle bahwa ucapan Marco ada benarnya...di genggamnya kartu nama itu dengan kuat...
''Aku akan menemuinya dan jangan sampai kau berbohong Marco...''
Marco mendekati Michelle dan menatap matanya dengan tajam...
''Kau akan menemui kebenarannya sendiri dan sampai saat kau tau yang sebenarnya...jangan keraskan hatimu....dia adalah iblis dan bukan malaikat Michelle..buka matamu dan lihat dia yang sebenarnya........'' desis Marco dengan tajam...
Deg!!!!!!
Michelle terdiam..ia kehilangan kata-katanya namun berusaha menutup rapat apa yang terjadi di dalam hatinya sekarang....
''Karna kau sudah tau yang sebenarnya...aku harap kau....bisa menjaga sikapmu Marco...''
__ADS_1
''Tentu...aku akan menahan diriku, asalkan tidak terjadi seduatu kepadamu Michelle..''
Mata mereka bertemu sampai akhirnya Michelle menganggukan kepala....tepat di saat yang sama mobil milik Dimitri sampai di parkiran kampus dan Michelle menyembunyikan alamat yang di berikan Marco tadi...
Dimitri keluar dari mobil dengan tatapan beku, baru di tinggal sebentar saja namun sepupunya tidak membuang waktu......
''Kakak.......'' Michelle melangkah mendekati Dimi dan di ikuti Marco yang melangkah pelan di belakangnya..
''Aku menjaganya sampai kau datang.......''ucap Marco tersenyum misterius..
Dimitri mengangguk...
''Ayo pulang Michelle.....''ucapnya singkat lalu meraih jemari Michelle untuk menggenggamnya dengan erat..
Disaat yang sama...Marco dan Michelle saling menatap, Marco menarik sudut bibirnya...
''Baiklah kalau begitu aku harus pergi..''ucap Marco lalu melangkah meninggalkan Michelle dan Dimitri sendirian..
Dimitri masih melirik sinis pada Marco yang melangkah menjauhinya,....dan berfokus pada Michelle yang tampak lelah...ia menyentuh dagu Michelle dan menatapnya...
''Mengapa wajahmu seperti itu sayang, apakah dia mengganggumu...''
''Tidak....aku hanya lelah....bagaimana kalau kita pulang sekarang.......''bisik Michelle tanpa sadar ia melangkah lebih dahulu..
Sementara Dimitri hanya tersenyum dan melangkah di belakang istrinya...mereka pun masuk ke dalam mobil....
************
Sampai malam menjelang tidurpun Michelle masih di bayangi semua perkataan Marco tentang wanita yang di cintai Dimitri..memang dalam foto itu sang wanita tampak lebih cantik dan anggun..dia terlihat lebih dewasa dan mandiri...seperti seorang model...
Apakah benar yang di katakan Marco padanya tentang Dimi...apakah benar kalau Dimitri ingin menikahinya lalu menyingkirkannya semua semata-mata karna harta warisan ayah...? Mau tak mau airmata Michelle menetes di wajahnya...ia bahkan tak tau harus percaya pada siapa..dia bahkan baru ingin merasakan cinta dan kedamaian..namun ada saja cobaan yang seolah tak lelah mendatanginya...
Michelle mengeluh bagaimana pun ia harus mencari tau tentang segalanya...
Sebuah pesan masuk di ponsel Michelle, ia segara membuka ponsel itu dan membacanya..pesan dari Dimitri...
DIMI
Sayang, aku tak akan pulang hari ini karna ada tugas di luar kota..kau harus tetap ingat semua pesanku sayang, jangan pergi tanpa ijin dariku..
MICHELLE
Baiklah sayang, hati-hati....
Michelle bangkit dari ranjang, ia harus pergi sekarang...inilah waktu yang tepat baginya.....
__ADS_1