
Pria itu mengerang kesakitan hingga jatuh tersungkur di hadapan Michelle yang berteriak histeris..bersamaan dengan tubuh sang pria yang tersungkur Michelle gemetar menatap sosok Dimitri berdiri dengan wajah penuh amarah..masih memegang pistol yang mengarah kepadanya...
Tangisan gadis itu semakin keras menyadari, Dimitri menemukannya dan itu artinya...ia tak punya kesempatan apapun untuk lari..tak ada lagi....tubuh Michelle menjadi lemah tanpa tenaga...
Sementara Dimitri dengan Tomi di belakangnya melangkah dengan cepat untuk masuk ke dalam kamar, melihat kondisi Michelle yang mengenaskan membuat hati Dimitri bergetar...
Dengan kasar ia meraih pria yang telah berani menyentuh tangan gadisnya...beraninya dia....
Dimitri tak memberi kesempatan..ia segera melayangkan pukulan telak di wajah sang pria dengan kasar..
Buggghhhhh!!!!!!
Bibirnya pecah saat itu juga dan membuat tubuhnya ambruk,...ia sangat ketakutan..
''Tuan,...aa..apa salahku...'' teriaknya kesakitan..
Dimitri mengeraskan wajahnya...sekali lagi menghantam perut sang pria dengan kasar...
Bugh!!!!!!!
''Tuan....ampun....''
''Bernainya kau menyentuhnya dengan tangan kotormu..aku akan melenyapkanmu...''teriak Dimitri penuh amarah..
Sementara Michelle semakin gemetar melihat pemandagan mengerikan di depannya, ini pertama kalinya dia melihat Dimitri menghajar orang lain, menembaknya juga membuat pria itu hampir sekarat..
Bukan karna dia membela pria ini namun, ia hanya merasa sesak nafas melihat banyaknya darah yang tumpah disana..
''Kau harus mati..........'' teriak Dimitri mengarahkan pistol ke arah pria malang itu..
Sementara Tomi dan beberapa anak buah lainnya hanya mampu terdiam dan menatap dengan ekspresi datar, mereka sudah biasa melihat adegan berdarah seperti itu bahkan..itu bukanlah hal baru..mereka melakukannya bertahun-tahun...tak ada yang berani mencegah Dimitri...
Begitu melihat pistol itu akan membunuh sang pria...Michelle merasa kepalanya berputar, pandangan matanya menjadi gelap dan saat itu juga tubuh Michelle jatuh membentur ujung meja di sampingnya..
Dimitri sangat terkejut dan menurunkan pistolnya....segera ia mendekati Michelle dan meraih tubuhnya yang sudah pingsan...pria itu menggertakan giginya...
lalu menggendong tubuh Michelle berpindah di dalam pelukannya...
''Tuan ampuni aku.....''isak sang pria bersujut memohon ampun agar jangan di bunuh...
Namun Dimitri tetap tak tersentuh dengan tangisannya.....
Dimitri melirik ke arah Tomi dan memberi peringatan untuknya....
''Aku tidak akan pernah mengampunimu...apa kau dengar itu,.....''
Dimitri lalu membawa tubuh Michelle keluar dari ruangan dan meninggalkan ruangan dengan cepat...
Sementara Tomi mendekati pria itu dengan senyuman beku..
__ADS_1
''Kau harus pergi, maafkan aku....''ucap Tomi tersenyum dingin...
*************
Sepanjang perjalanan ia hanya terdiam sambil sesekali melirik Michelle yang masih tak sadar,.
Michelle pikir akan segampang itu pergi darinya..? dia pikir akan semudah itu lepas? Dimitri mungkin lalai kemarin namun dia telah berjanji bahwa itu tak akan terjadi lagi...kali ini ia akan membuat Michelle sadar kalau ia tak bisa pergi..tempatnya hanya dirumah bersama Dimitri...
Mobil akhirnya sampai kembali dirumah besar sementara para pelayan sudah menunggu, karna mereka tak bisa menjaga Michelle dengan baik maka Dimitri mengganti semua pelayan bahkan termasuk Nila teman baik Michelle, dan para pelayan yang baru ini akan setia kepadanya dan menurut apapun perintahnya...wajah mereka tertunduk penuh hormat ketika Dimitri turun dari mobil dan membawa Michelle dalam rengkuhannya..
''Selamat datang tuan Dimitri...''
''Aku ingin kalian semua dengar ini baik-baik, tak ada yang boleh membuat kesalahan karna aku tidak menerima maaf sedikitpun...apa kalian mengerti....''
''Yah kami mengerti tuan Dimitri...''
Dimitripun membawa tubuh Michelle menuju kamar miliknya dan mengunci pintu disana..mulai sekarang, mereka akan tinggal bersama di dalam satu kamar,..
Mengapa...??
Karna ketika gadis ini sadar nanti...Dimitri akan mengatakan kebenaran dan sekaligus mengatakan bahwa Michelle akan menjadi miliknya..
Mereka bukan sedarah...mereka tidak terikat, dan bukan kesalahan jika Dimitri ingin menjadikan Michelle wanitanya, itu mungkin akan lebih baik..ia akan menjaga Michelle dan melindunginya..
Dimitri tampak menatap Michelle dengan tak sabar...ia telah menang.........
************
Dimitri...? bukan di kamarnnya... wajah Michelle menjadi pucat, ia segera mendudukan tubuhnya dan melirik ke segala arah, yang benar saja dia memang benar tidak berada di kamarnya namun berada di kamar Dimitri...??
Michelle hendak bergerak turun dari ranjang.......
''Selamat pagi nona.......''
Sapaan lembut seorang gadis membuat Michelle menoleh..dan menemukan wajah asing di hadapannya..
''Kaa...kau...siapa...''
Mengapa Michelle tidak melihatnya tadi..
Sang gadis menunduk..
''Namaku adalah Ela, dan aku akan menjadi pelayan nona yang baru menggantikan Nila...''
''Apa........''
Wajah Michelle menjadi pucat...
''Dimana Nila....''
__ADS_1
Gadis di hadapannya hanya menunduk tanpa ekspresi..
''Nona.....maaf tapi pelayan setia nona sudah di hukum oleh tuan Dimitri...''
''Hoh......''
Rasanya dada Michelle sesak seketika, masih segar di ingatannya ketika Dimitri menembak pri di Hotel itu tanpa ragu, seolah hal itu sudah biasa dia lakukan, itu artinya Dimitri adalah pria yang sangat mengerikan...
Yah....dia sangat mengerikan...
Michelle mencoba berdiri namun gadis bernama Ela mendekatinya..
''Tidak perlu..kau tidak perlu membantuku aku bisa sendiri....bisakah kau meninggalkan aku saja...''lirik Michelle tak ingin dekat..
Apakah artinya semua pelayan kesayangannya telah diganti oleh Dimitri dengan kejam...? hoh..pria itu sangat mengerikan sehingga Michelle merasa ngeri sendiri.....
''Nona......ini adalah perintah tuan Dimitri, bahwa aku tak boleh meninggalkan nona sedetikpun kecuali tuan Dimitri sudah pulang...''
''Peraturan macam apa itu...aku berhak mengatur hidupku sendiri,...dan kau..tak punya hak untuk bersikap seenaknya..jangan lupa kau hanya pelayan...'' ucap Michelle dengan geram..
Ela menantang.......
''Percuma saja nona Michelle...di depan kamar sudah ada para penjaga yang tak akan pernah membiarkan nona pergi...''
Michelle memejamkan matanya, bagaimana bisa Dimitri bersikap kejam seperti ini...bagaimana bisa....??
Tidak....ia tak akan pernah mau di pasung seperti ini...bahkan ia kehilangan hak atas hidupnya sendiri...itu tidak mungkin bukan..??
Michelle berdiri mengacuhkan ucapan Ela kepadanya, gadis itu melangkah menuju pintu dengan Ela yang melangkah mendekatinya dengan wajah yang pucat...
''Nona Michelle...''
''Awas kau....tak ada yang bisa mengatur hidupku sendiri.....'' teriak Michelle dengan murka..
Dan kali ini Ela hanya mengangkat tangannya menyerah...nona Michelle sudah tak bisa melakukan apapun lagi....ia sudah kehilangan hak..
Michelle membuka pintu kamar dengan kasar, hingga akhirnya pintu kamar itu terbuka..
Namun betapa terkejutnya Michelle ketika melihat Dimitri justri berdiri menatapnya dengan sangat tajam....
ia bersedekap dengan wajah dinginnya...
''Michelle..........''
''Kau.....Dimitri........''ucap Michelle penuh dendam..
Panggilan Michelle sanggup merubah wajah Dimitri yang tampak sedikit terkejut..
''Kau memanggil hanya namaku Michelle sayang......apakah itu artinya kau juga sudah tau siapa aku........'' mata DImitri bersinar membara...
__ADS_1
Michelle mengepalkan tangannya..dengan kuat.