Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Milikku


__ADS_3

Michelle kehilangan kata ketika Dimitri mencekal tangannya dan menariknya mendekat, dia terlihat marah..


''Katakan padaku Michelle...beraninya kau menerima tawaran Marco tentang kuliah..''


Michelle menaikan sudut bibirnya, seolah menantang..


''Lalu apakah aku harus menolak, mengapa aku harus memikirkan perasaanmu Dim...kau bahkan yang membawa mereka kemari...apa tujuanmu sebenarnya..''


''Tidak ada.....mereka keluargaku, dan aku pikir aku berhak mengijinkan mereka tinggal disini...''


''Termasuk Katren...apa kau berpikir untuk mendekati saudara angkatmu juga...''tuduh Mikha telak..


Dimitri menajamkan tatapannya..


''Jangan bilang kau....sedang cemburu,...''


''Tidak...mana mungkin aku cemburu Dim, aku memilih kuliah di tempat Marco agar semua orang tidak mencurigai hubungan kita...tak ada alasan kau mengurungku di dalam rumah..akan terasa aneh...''


''Aku tidak perduli Michelle..aku benci kau memanfaatkan keadaan untuk bisa bebas..''


''Jangan lupa di depan mereka kita adalah kakak adik...kau tidak lupa itu bukan..''


''Jangan lupa statusmu yang sebenarnya Michelle..''


''Aku teman tidurmu maksudmu, aku tak pernah lupa...'' mata Michelle berkaca-kaca...


Dimitri membeku..lalu melepas cengkramannya, ia mengangguk sembari membuka piyama tidurnya dengan sedikit cepat..


''Kau benar dan aku membutuhkanmu sekarang...''


Rasa sakit di dada Michelle sungguh tak mampu ia tahan, tadinya dia pikir Dimitri akan berubah namun tidak..pria ini masih kejam seperti biasanya..mau tak mau Michelle harus melayaninya..


''Dimitri............'' jerit Michelle dengan mata berkaca-kaca...


Pria itu menghela nafas..ia mendekati Michelle sambil melepaskan piyamanya..


''Ada apa...kau tidak mau melayaniku.......''


Michelle mengepalkan tangannya...ini adalah puncak masa suburnya dan ia takut sekali jika Dimitri menyentuhnya dan ia bisa saja hamil..


''Kau tidak menggunakan pengaman......''ucap Michelle dengan suara yang terputus..

__ADS_1


Dimitri tertawa....


''Tak masalah...aku tak punya waktu untuk menyiapkannya Michelle aku ingin kau sekarang dan kita tak butuh pengaman......''


''Dim...tidak..tunggu...''


Michelle bergerak mundur ketika Dimitri ingin menyergapnya..


''Jangan membuatku marah Michelle....''


''Berjanjilah...jika kau menemukan cinta dengan Katren..maka lepaskan aku.......''


Hening.........


''Apa maksudmu.......Michelle, kau bicara apa.....''


Airmata Michelle menetes........


''Aku tau benar kedatangan tante Lydia dirumah ini untuk mendekatkanmu dengan Katren, dan aku tau kau tidak bisa menolak..karna perjodohan ini sudah di lakukan sejak kecil....ada perjanjian ayah dan juga tante Lydia...jadi aku.........''


''Kau sudah gila kalau aku melepaskanmu Michelle aku..tak akan pernah menceraikanmu......''


''Dengar dulu....''


''Aku hanya bilang jika kau jatuh cinta padanya..maka ceraikan aku, bebaskan aku Dimi.....'' rintih Michelle dengan suara yang lirih..


Dimitri mengepalkan tangannya ia meraih tubuh Michelle mendekat..dan menatap mata gadis itu dengan sangat tajam.....


''Apapun yang terjadi..walau aku di takdirkan punya 1000 wanita, jangan bermimpi aku akan melepaskanmu karna itu....kau tak akan bebas dariku Michelle..selamanya kau adalah milikku apa kau mengerti.....aku lengah dengan membiarkanmu kuliah di tempat Marco tapi aku peringatkan padamu....jangan pernah berpikir atau mencari bantuan untuk lari karna siapapun yang berani membantumu akan bernbasib sama dengan Mike dan juga Nila..apa kau mengerti...'' ancam Dimitri dengan suara tegas..


Michelle merasa seluruh tubuhnya bergetar hebat, sungguh Dimitri pria yang egois..


''Kau sangat kejam..kau sangat egois....''


''Kau harus tau aku tidak pernah main-main Michelle..''


Dimitri lalu menyentuh gaun tidur Michelle dan menariknya turun....sementara jemari kokohnya mulai menjalar di pa yu da ra Michelle yang menegang dan meremasnya lembut..


''Dimi.....jika kita melakukannya sekarang aku bisa hamil..kau tau aku di masa suburku...aku mohon....'' desah Michelle berusaha menolak sentuhan Dimi yang terlalu liar..


Namun ucapannya di tanggapi dingin oleh Dimitri.....

__ADS_1


''Mari kita liat sayangku, jika kau hamil maka kita bisa melenyapkan dirinya..gampang bukan...''


Michelle membeku mendengar ucapan Dimitri yang terlalu kejam dan menyimpan semua kepahitan di dalam dadanya, sakit rasanya jika hanya tubuhmu yang di inginkan dan bukan hati dan cintamu,..


Tubuh Michelle di hempaskan di atas ranjang di belakangnya..sementara tubuhnya telah polos...Dimitri bergerak naik dan menatap wajah Michelle dari atas...sedikit heran mengapa ia begitu tergantung pada Michelle..padahal salah satu alasannya mengijinkan tante Lydia tinggal adalah untuk membuat Michelle cemburu dengan kehadiran Katren, walau ia tak tau apa yang ia dapatkan dari itu semua...untuk apa membuat Michelle cemburu... Yang ada malah Michelle meminta mundur....


Sial........


''Kau adalah milikku jangan pernah berpikir kau bisa pergi dari sisihku......'' desah Dimitri mendekatkan wajahnya,...


Michelle mendesah ketika bibir Dimitri begitu panas melum** bibirnya, sementara jemarinya bergerak menyentuh kedua pa yu da ra Michelle dengan lembut, dan memainkannya dengan penuh gairah...


Ciuman itu terlalu panas dan mulai membuat Michelle susah payah menghadapi Dimitri yang terlalu bergairah...


Bibir Dimitri mulai menyentuh sedikit kasar, menyusuri leher jenjang Michelle dan memberi tanda disana,...


Yang di rasakan Michelle adalah...gairahnya sendiri terpancing untuk merasakan nikmat, yah...sentuhan kasar Dimitri di awal prcintaan di awal memang sedikit membuatnya trauma namun, Dimitri tidak berhenti melakukannya lagi dan lagi dan membuat Michelle mulai terbiasa dan terlena dengan sikap dominannya di dalam percintaan..


Kabar baiknya adalah Dimitri tidak sekasar pertama kali dia juga tidak meraskan sakit lagi..tubuhnya mampu menerima tubuh Dimitri yang kokoh yang hampir tiap malam memasukinya menyentuhnya tanpa henti dan membuat Michelle akhirnya mulai menikmati setuhannya mau tidak mau..


''Aaargghh.....'' erangan itu lolos begitu saja dari bibir Michelle walau segera ia mengutuk..


Kenyataan itu membuat Dimitri sedikit berdehem, sebelum melanjutkan serangannya...


Tubuh Michelle mulai beringsut menghindar setiap kali bibir Dimitri mendekat di pa yu da ra nya yang menegang..hingga pria itu sedikit menarik diri ia kesal karna Michelle mengganggu kesenangannya..Dimitri kemudian menekan kedua tangan Michelle dan menguncinya dengan sebelah tangannya hingga ia tak mampu bergerak..


Kemudian pria itu mulai menunduk...bibirnya mulai menyentuh put*ng pa yu da ra Michele yang menegang seolah menunggu untuk di sentuhnya...sementara lidahnya mulai bermain disana menciptakan sengatan gairah yang selalu mampu membuat Michelelle kehilangan kata..


Dimitri sungguh tak mampu menahan diri, setiap setuhan pada tubuh Michelle selalu membuatnya candu...


''Apa kau menikmatinya sayang...''


Michelle mengeraskan tatapannya..


Dimitri semakin hilang kendali..dengan penuh hasrat membara, di his*pnya put*ng pa yu da ra Michelle yang ranum dan menyed*tnya tanpa ampun..


Sementara kejantanannya mengeras di bawah sana, meronta tak tahan...Dimitri menggertakan gigi ketika ia tak bisa menahan hasratnya pada Michelle mengapa Michelle..mengapa hanya wanita ini yang sanggup membuatnya gila...


Pria itu segera naik dan menyatukan diri..


***********

__ADS_1


Sementara di luar kamar...


Marco mendekati kamar Michelle....


__ADS_2