Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Penggemar Misterius


__ADS_3

Michelle menatap lekat Bucket bunga berukuran besar yang memang di rancang olehnya kepada seorang pelanggan yang memang tidak di samarkan...mengapa bucket bunga ini malah di kirim kembali kepadanya..?


Aneh sekali..


''Ayuna..apakah kau tau siapa yang memesan bunga ini..kalau tidak salah kau yanga melayaninya minggu lalu..''


Ayuna mengangguk..


''Seorang pria dia bernama Jhon..dia bilang dia akan memesan bunga untuk tuannya bukan untuknya....''


''Apakah dia tidak menghubungimu untuk melakukan komplain atau apapun...''


''Sama sekali tidak nyonya...aku bahkan menghubunginya kembali namun ponselnya sudah tidak aktif...''


''Lalu siapa yang mengirim bunga ini kembali.....''


''Aku tidak tau nyonya...lalu apa yang harus kita lakukan...apakah tidak sebaiknya kita jual saja lagi...''


Kata-kata Ayuna membuat Michelle tertawa sembari mengelus perutnya yang mulai terlihat membesar..


''Ayuna....kita tak boleh melakukannya...hmm..bagaimana kalau kau mulai melepaskannya satu-satu lalu rangkai bersama parcel makannan kita akan membanginya pada orang yang membutuhkan bagaimana..'' ucap Michelle memberi usul..


Ayuna pun lalu menganggukan kepala, itu adalah ide yang terbaik dari sang nyonya..bagaimanapun dia mulai kagum dengan sikap Michelle..dimanapun sang nyonya berada pasti dia akan menebar kebaikan..karna itu tak heran jika tuan Dimi sangat mencintainya...


''Aku akan mulai merangkainya sekarang nyonya...tenang saja..''


''Bagus...aku harap tak ada lagi kiriman bunga misterius padaku ini sangat mengngganggu,...''ucap Michelle tampak tidak nyaman..


Hal itu tentu saja membuat Ayuna mengerti..


''Baik nyonya Michelle, mulai sekarang nyonya tidak akan terganggu..''balasnya yakin..


Michelle hanya bisa berharap karna biar bagaimanapun dia tak ingin terganggu dengan hal yang membuatnya tak nyaman karna akan menganggu kehamilannya..


********


Namun harapan Michelle terasa kosong....hari ini dia kembali mendapatkan bucket bunga buatannya sendiri....namun kali ini berbeda...ada sebuat kartu di dalamnya..kali ini ada seorang pegawainya yang lain yang membawakan bucket itu bernama Meta..karna Ayumi sedang ijin tidak masuk kerja seperti biasanya..


''Apakah kau tidak tau siapa yang mengirimnya lagi...''


''Seorang pria yang menjadi pengantar bunga, dia hanyalah seorang pria biasa yang bekerja sebagai pengantar barang..aku sudah mengintrogasinya dan dia bilang seorang pria menitipkan bunga ini padanya untuk di berikan pada nyonya..'' ucap Meta menjelaskan...


Michelle memijit dahinya..seketika berdiri dan melangkah mendekati kembang itu dan mengambil kartu yang terselip di antara kelopak bunga..

__ADS_1


''Siapa yang mempermainkan aku......''ucap Michelle menyentuh dadanya..sembari duduk di sofa sedangkan Meta hanya bediri dengan wajah tertunduk, ia juga terlihat kebingungan..


''Nyonya apakah tidak sebaiknya nyonya istirahat dirumah...aku akan meminta polisi menyelidiki siapa pelakunya.''


Michelle mengangguk ini sudah keterlaluan..apakah ada yang tidak suka padanya..? Apakah ada yang memang sengaja mengganggu hidupnya..? Sungguh Michelle merasa terpengaruh dengan teror ini dan tak sanggup untuk membiarkannya dia akan menjadi seorang ibu dan ia tak akan pernah menyerah dengan apa yang menimpanya saat ini...bagaimana dia bisa melindungi anaknya jika dia sendiri ketakutan..? Karna itu


Michelle akan mulai menyelidiki siapa di balik peneror dirinya..


Wanita itu kemudian membuka kartu yang di kirimkan si pengirim misterius itu..dan mulai membacanya..


Hai...


Namaku Stela..aku adalah penggemar barumu, maaf ya..kau pasti sangat bingung dengan apa yang aku lakukan, aku adalah seorang ibu rumah tangga, aku baru saja menikah dan jujur aku tak punya teman...aku juga menyukai bunga,tapi aku bingung bagaimana merawatnya.jadi aku sengaja merayumu lewat bunga yang aku kirim dengan harapan bahwa..kita bisa bertemu dan menjadi teman baik..


Aku bukanlah seorang pria jangan khawatir..jika kau ragu maka kita bisa bertemu di restoran dan mulai berbicara bagaimana..?


Salam hangatku


Stela..


Setelah membaca membuat Michelle terdiam. Jika dia seorang perempuan mengapa meminta bertemu di restoran..? Mengapa dia tidak mendatangi Michelle secara langsung..


namun hal itu membuat Michelle semakin di buat bingung..


Michelle mengangkat wajahnya menatap Meta..kemudian mengangguk..


''Yah...aku akan mengajak suamiku...rasanya aku takut jika menemuinya sendiri,..''ucap Michelle kemudian meletakan kartu di atas meja..sambil melirik jam tangannya...ia kemudian bangkit dari sana,..


''Meta aku ingin ke ruangan produksi untuk melihat beberapa pesanan bunga yang telah di pesan oleh rekan bisnis suamiku aku tak mau ada kesalahan...''


Meta pun mengangguk..


''Baiklah nyonya mari aku akan mengantar nyonya...''


*******


Sore harinya Michelle sudah menutup toko bunga lebih awal sementara itu ia melangkah mendekati parkiran untuk menunggu suaminya Dimi..kata Dimi dia akan segera sampai dan tak akan lama..Michelle berdiri di depan tokonya sambil mengelus perutnya, sementara itu seorang pria dari sebrang tepatnya sebuah mobil yang terparkir..duduk di bangku penumpang dan memandang ke arah Michelle dengan penuh kerinduan..dia sangat rindu dan menahan dirinya...sementara seorang gadis duduk di sampingnya..


''Tuan Arga....''


''Barikan dia sekotak coklat ini, dan boneka teddy bear ini....dulu dia menyukainya...''ucap Arga mengenang..


''Baik tuan..''ucap sang gadis lalu turun dari mobil dan menyebrang menghampiri Michelle yang tengah berdiri sendirian..

__ADS_1


*****


'Michelle terkejut ketika seorang gadis menghampirinya...


''Selamat sore nyonya..''


''Ya....maaf kau siapa..''


Gadis itu tersenyum..


''Namaku Elena...aku sedang membuka toko coklat dan mulai mencari pelanggan..ini sangat susah bagiku karna persaingan...''


Michelle tampak iba...


''Lalu apa yang harus kulakukan Elena..''


Elena tersenyum..


''Nyonya bisakah nyonya menerima sekotak coklat dan boneka ini..aku punya alamat disini dan berikan penilaian nyonya dengan jujur....bisakah.....''


''Kau memberikan coklat padaku, aku harus membayar..''


Michelle membuka tasnya....namun di cegah oleh Elena...


''Tidak...aku memberikan ini gratis secara acak untuk menarik pelanggan..aku punya beberapa namun telah aku bagikan dan nyonya adalah sasaran terakhir..''ucapnya dengan nada santai...


''Baiklah kalau begitu aku sangat beruntung...aku penggemar coklat dan boneka teddy bear...kau sangat pintar Elena....dan aku harap usaha coklatmu sukses...''


''Tentu saja...jangan lupa datang ke toko jika nyonya menyukai coklat ini.''balas Elena dengan senyumnya yang manis.


''Aku akan mendatangimu terimakasih...Elena...''


Michelle menerima coklat itu dan segera melahapnya di depan Elena..hingga ia tersenyum..sementara itu dari dalam mobil Arga hanya tersenyum lega..ia menyukai cara Michelle melahap coklat itu...namun tak lama pandangan Arga mengeras...anak dalam kandungan Michelle akan membantunya memiliki Michelle...


Arga masih disana menatap Michelle dari jauh..dia tak ingin mendatangi Michelle di pinggir jalan dan mengejutkan Michelle..lalu bagaimana dengan bayinya...bagaimana pun itu anaknya..batin Arga begitu yakin..


Tak berapa lama kemudian ia mengerang ketika sebuah mobil berhenti dan Dimi keluar dari sana dan dalam sekejap membawa Michelle pergi..sungguh dia tidak terima...


Liat saja..dia akan merebut Michelle kembali....


*****************


Visual Arga Di Gruop Chat yah

__ADS_1


__ADS_2