
Percintaan itu telah selesai dan meninggalkan luka di hati dan tubuh Carissa..bagaimanapun dia telah ternoda oleh pria yang bukan suaminya dan hal itu adalah yang paling menyakitkan bagi seorang istri,..bahkan kini Carissa tidak bisa menghadapi suaminya karna tubuh Carissa yang telah tercemar oleh pria lain, pria asing yang menganggapnya adalah istrinya..
Carissa mulai meneteskan airmatanya sedangkan Dimi sudah tertidur lelap di sampingnya, pengaruh kelelahan dan karna alkohol yang menguasainya..Carissa kemudian berdiri menegakan tubuhnya sesaat ia menurunkan pandangan pada sosok Dimitri yang tertidur lelap..
wanita itu lalu mengambil ponselnya diam-diam, lalu mengambil gaunnya yang bahkan sudah rusak...namun ia beruntung karna ia sempat membeli gaun untuk hadiah kepada wanita yang dia kira menolongnya padahal itu adalah Dimitri sendiri..
Carissa memakai gaun miliknya lalu segera keluar dari sana dan tak lupa menghapus jejak ciuman di bibirnya, meski jejak di tubuhnya tak mungkin hilang dalam sekejap karna Dimi mengukir tanda merah di sekitar dadanya..
Carissa membuka pintu kamar Hotel lalu keluar dari sana dan meninggalkan Dimitri yang masih tertidur dan ia berjanji kalau ini adalah pertemuan terakhir dirinya dan Dimitri...karna sungguh dia sangat membenci pria itu. Pria yang sudah merenggut kehormatannya sebagai seorang istri..dia sudah ternoda dan tak berani menunjukan wajahnya di hadapan suaminya...Carissa merasa begitu malu dengan dirinya sendiri...wanita itu menangis sepanjang jalan.
*******
Carissa mengangkat ponselnya ketika Arga menelfon dirinya..
Carissa : Hallo.....
Arga : Kau dimana sayang..aku tidak menemukan kau ketika pulang..apakah kau baik-baik saja..apakah kau sedang bersama gadis itu.
Carissa : Maaf aku lupa memberimu kabar sayang, aku sedang bersama gadis itu..kami sedang makan bersama dan aku sedang mengajaknya berkeliling kota..Arga..apakah kau tidak marah jika aku pulang sedikit terlambat.?
Arga : Aku harus ke luar negri selama beberapa hari...aku sedang berada di dalam pesawat, aku menyesal tidak bisa bertemu denganmu.
Carissa : Kapan kau akan kembali?
Arga : Mungkin minggu depan.
Carissa : (Menghela nafas) Aku akan merindukanmu (suara berubah serak.
Arga : Aku akan cepat kembali sayang...aku mencintaimu..
Carissa : Hening...... aku juga mencintaimu, dan hati-hati...
__ADS_1
Arga : Tentu saja...oya sayang, pesawat akan segera berangkat jadi aku akan meneutup telp.
Carissa : Baiklah...aku mengerti, sampai jumpa sayang.
Arga : Sampai jumpa..
Carissa menutup ponselnya dan kembali meneteskan airmatanya, bagaimana sekarang...dia beruntung karna Arga sedang pergi dan tak melihat ia menangis, ia juga tak harus menjelaskan mengapa dia menangis..
Bagaimana sekarang...??
Carissa masih belum pulang..ia berada di taman yang sepi dan merenung disana..di taman kota ia menepikan dirinya..bahkan hanya diam sembari airmatanya menetes di wajahnya yang sembab..
Carissa sengaja mematikan ponselnya, ia tak ingin terganggu atau di ganggu siapapun bahkan Dimi, Carissa merasa hidupnya sudah hancur dan tak berharga...ia merasa benar-benar malu..dan saat ini Carissa bahkan tidak punya siapapun untuk bercerita, ia tak punya orangtua dan juga saudara untuk mengadu, ia hanya seorang wanita beruntung yang di ambil dari panti asuhan, Carissa tidak punya teman atau keluarga yang bisa menjadi sandarannya ketika dia butuh. Carissa benar-benar sendirian, terpuruk ketika ia mengalami masalah sekarang, ia sudah kehilangan kepercayaan dirinya..
Hening....
Carissa masih menundukan wajahnya dalam-dalam... Carisa tidak bisa berpikir, ia merasa hancur dan buntu.
Sampai hari mendekati malam, Carissa masih berada di taman itu bahkan tak bergerak dari tempat duduknya, pandangan matanya kosong sampai dia tidak menyadari sebuah mobil berhenti tak jauh darinya dan menatap matanya dengan tajam...pria itu keluar dari dalam mobil dan mendekati Carissa yang sedang duduk sendirian di kursi taman...
Rasa kesal dan marah langsung menguasai seorang Carissa ia bangkit dari tempat duduknya dan melangkah meninggalkan area taman yang luas itu meski Dimi tak berhenti mengikutinya dari belakang,
''Carissa......Carissa tunggu,...''
Carissa bahkan tak menoleh sedikitpun ia terus melangkah semakin cepat, namun Dimi tak henti mengejar, Dimi mengepalkan tangannya..dia bangun setelah Carissa menghilang dari kamarnya dan meninggalkan sisa gaun yang tertinggal di kamar, Dimi menghela nafas..setelah sekian lama dia bisa merasakan kepuasan bercinta dengan sosok yang sama seperti istrinya..bukan berarti dia menganggap Carissa murahan namun..ia tak bisa mengendalikan dirinya..kini semua sudah terjadi dan ia tak bisa menahan perasaannya lagi.
Dimi keluar dari Hotel dan segera menyusuri sepanjang jalan demi mencari Carissa, tak lupa ia meminta Tomi agar menyelidiki cctv di sekitar Hotel yang menangkap bayangan Carissa hingga ia menemukan Carissa sudah berada di taman ini selama waktu yang lama, bahkan dia tau benar kalau Carissa belum makan apapun sejak tadi siang...
Sementara itu Tomi hanya mampu menatap lega ketika melihat sang tuan mengejar Carissa, sudah lama rasanya dia tidak melihat senyum sang tuan..meski ia tau ini adalah kesalahan namun Tomi berjanji ia akan menyelidiki diam-diam siapa sebenarnya nyonya Carissa karna ia yakin tak ada orang yang benar-benar mirip dari segala hal, bahkan kembarpun memiliki perbedaan..
Tomi mengeraskan wajahnya sembari menelfon seseorang...
__ADS_1
*****
''Carissa berhenti.......'' teriak Dimi kali ini menarik lengan Carissa dengan sedikit paksaan sehingga langkahnya terhenti dan tubuhnya di balikan dengan paksa..
Mereka bertatapan dengan tajam.....
Dimi membeku melihat airmata di wajah Carissa, ia juga merasa bersalah..semua sudah terlanjur terjadi namun bukannya berhenti malah Dimi semakin ingin memiliki Carissa dengan sangat besar,...karna jauh di dalam hatinya ia yakin Carissa adalah Michelle...
Wajah Carissa tampak pucat karna ia terlalu syok dan terlalu banyak menangis...
''Mengapa kau mengikutiku...apalagi yang kau inginkan...''
''Carissa..maafkan aku...''
''Pergi....aku bahkan tak ingin melihatmu..aku tak ingin melihat wajahmu Dim...''
Mata Dimi berkaca-kaca, tangisan Carissa seperti Michelle.
''Tentang segala yang terjadi aku mengakuinya....Carissa, pikiranku kacau karna aku terlalu merindukan istriku..aku sangat mencintainya...''
''Betapa mengerikannya dirimu...aku bahkan muak mendengar nama itu...Michelle...Michelle dan selalu Michelle..kau selalu bersembunyi di balik nama istrimu untuk menyembunyikan betapa jahatnya kau....aku sudah memohon...aku sudah punya suami namun kau bahkan tidak menerima semua permohonanku demi nafsumu..''
''Carissa,.....aku tak tau mengapa perasaan ini semakin kuat..bahkan aku tidak mampu menahan diriku sendiri....''
''Kau sakit jiw* dan aku tak akan pernah memaafkan dirimu...''
Carissa membalikan tubuhnya dan hendak melangkah namun..kepalanya terasa berputar ia merasa pusing langsung menguasainya...
Sementara Dimi menyadari apa yang akan terjadi beberapa detik ke depan lalu ia pun bergerak menangkap tubuh Carissa yang hampir jatuh..
dan pria itu membeku ketika tubuh Carissa jatuh dan tidak sadarkan diri..
__ADS_1
Dia jatuh pingsan.....
''Carisa........'' desah Dimi dengan wajah penuh kecemasan...