
Ting....
Lift terbuka dan Dimi menarik Carissa masuk ke dalamnya. Sementara Carissa semakin cemas...
''Katakan apa yang kau lakukan Dim..bagaimana kalau Arga tau apa yang terjadi....dia tak akan tinggal diam...''
Dimi hanya diam....sambil menati lift terbuka...
Ting....
Pria itu menarik Carissa keluar dari sana dan membawanya menuju pintu..
Carissa mencoba meronta namun tak bisa..
''Lepaskan aku Dim....''
Ceklek......
Pintu terbuka dan Dimi segera membawa Carissa masuk ke dalam ruang apartemennya dan Carissa kembali di hadapkan dengan begitu banyak foto kebesamaan Michelle dan Dimi..
hatinya menjadi nyeri..ia menatap Dimi yang membuka jassnya dan menghampiri kulkas mraih dua kaleng minuman dingin dan meletakannya di atas meja...lalu pria itu menatap Carissa,..
''Untuk apa kau membawaku kesini...meski kau membawaku itu percuma...dia akan segera menemukan kita....mengapa kau mempersulit dirimu sendiri.....''
Hening.....
Dimi mendekat dan menyentuh bahu Carissa..dan menatap matanya..
''Aku tak bisa membiarkan kau dirumah itu, hatiku tidak rela sama sekali...''
''Lalu mengapa kau tidak rela..dia adalah suamiku.......''
''Lantas kenapa kalau dia suamimu..bukankah dia telah melakukan sesuatu yang sangat mengerikan...apa kau mau menjadi salah satu dari wanita sialan itu dan melayaninya...'' suara Dimi meninggi di ruangan itu..
Dan membuat Carissa membeku....tangisannya pecah saat itu juga hingga Dimi menjadi sakit sendiri....ia menatap mata Carissa, sembari menghapus airmatanya..
''Aku tak bisa diam saja melihat dia berbuat seenaknya Carissa..dan kau tenang saja...aku tak akan mengambil keuntungan darimu...aku hanya ingin menyembunyikan dirimu disini agar kau aman...''bisik Dimi dengan lembut,..
Carissa memejamkan matanya ketika hatinya begitu nyeri...tentu saja Dimi bermaksud baik padanya dengan melindunginya..namun tetap saja Carissa takut Arga akan berbuat nekat dan melukai Dimi...karna dirinya...sungguh dia tidak ingin itu terjadi..
''Dim....maafkan aku...padahal kau hanya ingin menolongku...tapi sikapku sangat kasar,...''
''Sekarang kau harus istirahat dan aku akan menghadapi Arga tenang saja...aku juga punya kekuasaan....aku akan melindungimu...''
Carissa akhirnya mengangguk lega...
''Baiklah....aku mengerti....''
__ADS_1
''Aku punya dua kamar disini..kau bisa menggunakan kamar di sana...'' tunjuk Dimi pada kamar utama.
Dan Carissa menyanggupinya...
''Baiklah..aku akan istirahat...terimakasih Dim..''
Dimi menganggukan kepalanya......sembari mengusap rambut Carissa dengan lembut..Carissa lalu melangkah menuju kamar dan menutup pintu sementara Dimi melangkah menuju balkon..sialan Arga..bagaimana dia bisa memperlakukan istrinya seperti itu...? Bahkan Dimi merasa gemas melihat perbuatannya...pria itu sangat kesal, dan tak berapa lama kemudian..ada pesan masuk dari Tomi..
Tuan.....aku menunggu tuan di bawah, ada sesuatu yang akan aku tunjukan pada tuan..
Dimi menghabiskan minumannya dalam kaleng..ia baru ingat jika Tomi memang ingin bicara kepadanya..
Dimi menoleh ke arah pintu dan melangkah keluar dari sana...tak lupa ia mengunci Carissa dari luar...
*********
Arga menarik tubuhnya usai ia mencapai puncak kenikmatan pada salah satu wanita panggilan yang hanya merintih...di bawahnya..
Arga segera menegakan tubuhnya dan menuju toilet utuk membersihkan dirinya...lalu keluar dari sana dengan wajah segarnya...Arga keluar dari ruang Privat miliknya untuk mencari Dimi yang semalam bersamanya...dimana pria itu...apakah dia sudah pulang..?
Arga menemukan beberapa pelayannya dan meminta mereka mengusir para gadis yang berpesta semalam..lalu pria itu menatap ke lantai atas,..terutama kamar yang tertutup rapat...Carissa pasti sedang bersembunyi disana, atau mungkin sedang menunggunya sarapan.
Arga memutuskan untuk sarapan dan setelah itu dia akan ke kamar....
dan ketika ia membuka pintu ruang makan..tak ada siapapun, jejak Carissa tak ada disana....hingga Arga mengerutkan kening...tumben..ini sudah jam 9 pagi dan Carissa belum sarapan...apakah dia marah lalu memutuskan sarapan di kamar...? Mungkin saja..namun Arga akan membujuknya mungkin dia marah tentang apa yang terjadi semalam dan tidak ingin turun dan sarapan bersamanya..Arga tersenyum..mungkin demi membujuk Carissa dia akan membawa istrinya berkeliling dunia dan berbelanja..bukankah wanita suka belanja..meski dia ragu Carissa akan melakukannya..dia wanita yang sederhana...
''Apakah salah satu dari kalian membawakan sarapan untuk istriku di kamar...''tanya Arga dengan penasaran.
Pelayan itu menundukan kepalanya...
''Maaf tuan Arga tapi..nyonya Carissa tidak berada di kamar dan semalam.....dia...pergi bersama tuan Dimi...''
Betapa terkejutnya Arga mendengar ucapan sang pelayan...darahnya mendidih mendengar bahwa Carissa pergi bersama Dimitri..beraninya dia..
Crang!!!!!!
Arga menghancurkan semua yang ada di meja dengan begitu keras, hingga pelayan begitu ketakutan..
pria itu bangkit dengan tatapan marah..
''Beraninya kalian membiarkan dia pergi tanpa menahannya...apa kalian sudah bosan hidup.....''
Hening...
''Tuan ampuni kami..tapi semalam tuan Dimi memegang pistol jadi kami ketakutan...kami mau menemui tuan tapi...tuan sedang mabuk dan......''
Aaaaaarrrggghhh.......
__ADS_1
''Dimitri Swan....beraninya kau membawa Carissa pergi...beraninya kau......''
Arga melangkah keluar ruang makan lalu melangkah menaiki tangga menuju kamarnya, dengan gusar ia mendekati laci meja di kamarnya dan mengeluarkan pistol dari sana....dan mengisinya dengan peluru sampai penuh...tatapannya membara karna rasa cemburu...
''Baiklah....kita liat siapa yang akan menang...siapa......''
Segera....Arga keluar dari kamar dan melangkah menuruni tangga dan mendekati pintu utama..sampai di sana ia mendekati mobilnya dan segera masuk....
Arga menelfon Dimitri.....
********
Dimitri membeku ketika Tomi menyerahkan setumpuk bukti yang dia selidiki selama ini...
''Tomi.....aa...apa maksud semua ini...''
Tomi tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya..ia mengangguk sembari menundukan kepalanya....
''Tuan....aku sudah menyelidiki semuanya dan memang benar kalau Nyonya Carissa adalah nyonya Michelle Swan....istri tuan Dimi sendiri..''
Dimitri sampai tak bisa berkata-kata...bagaimana mungkin Carissa adalah...Michelle..
''Tomi....bagaimana itu mungkin..''
''Nyonya Michelle di culik oleh tuan Arga yang menangkapnya ketika nyonya sedang berada di makam tuan Rob...lalu terjadi kecelakaan dan nyonya Michelle kehilangan ingatannya...tuan Arga memanfaatkannya dengan baik lalu mengubah nama nyonya menjadi Carissa Zayn..lalu membuat dokument palsu atas nama nyonya..jadi nyonya Michelle adalah istri yang tuan cari selama ini....''ucap Tomi dengan penuh keyakinan...
Deg!!!!!
Dimi mengetuk pintu kamar Michelle dengan gemetar...ia masih merasa mimpi ketika Tomi mengakan kebenaran padanya...
Carissa adalah Michelle..istrinya.......??
Tok...tok....tok......
Tak lama kemudian...
Pintu terbuka dan menampakan Michelle berdiri dengan wajah mengantuknya..mereka bertatapan dan Dimi tak mampu menahan perasaannya, ternyata yang berdiri di hadapannya adalah Michelle istrinya sendiri...??
''Michelle...istriku...''
Dimi segera meraih tubuh Michelle untuk memeluknya....
Deg!!!!!
''Apa........'' wanita itu begitu terkejut,..
Apa maksud Dimi...??
__ADS_1