Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Aku Memang Bukan Kakakmu


__ADS_3

Michelle merasa tubuhnya lemah seketika melihat tatapan Dimitri yang berbeda tentu saja.. ini pertama kalinya ia menatap mata Dimitri bukan sebagai kakak kandungnya namun orang lain..


Sementara Dimitri menangkap tatapan asing dan penuh dendam dari mata polos Michelle yang bagai buku terbuka di depannya...


Sementara Ela lalu melangkah meninggalkan kamar sang tuan, dan meninggalkan kedua pasangan itu saling menatap..


Dimitri mendekat ketika ia sudah mengunci pintu di belakangnya,....


''Kau.......begitu licik, kau sangat kejam, kau....penipu....'' kata-kata Michelle terputus menyadari jika Dimitri hanya diam saja memasang wajah tanpa dosa yang mampu membuatnya semakin kesal saja..


Airmata Michelle menetes dari mata beningnya yang membuat Dimitri lega luar biasa, kini dia sudah bisa menghadapi Michelle tanpa harus memakai topeng seorang kakak....


''Kau...sudah tau....''pria itu terkekeh merasa lucu, sesaat kemudian pandangannya mengeras...


''Mengapa....apa kau menikmati permainanmu yang begitu menjijikan,...''


''Aku hanya.....sedikit tak rela mulai sekarang kau tak akan memanggilku kakak....aku merasa sedikit kesal karna ini seperti terlalu cepat kau tau segalanya apalagi kau....tau bukan dariku...''


Michelle terlihat panik ketika, tubuhnya yang dari tadi bergerak mundur mencapai lemari kaca miliknya dan tertahan disana,...sementara Dimitri tak ingin berhenti......


''Omong kosong....seorang kaka..apakah aku tidak salah dengar Dimitri,....kau bukan kakakku, sejak awal kau hanya ingin memanfaatkan aku bukan....''


Rasa sakit Michelle entah mengapa begitu menyiksanya...bagaimana jika orang yang telah kau percayai selama ini, dan selalu kau andalkan,...bahkan kau merelakan hatimu untuk percaya tapi justru orang yang sama yang telah menorehkan luka dalam padamu..bisakah kau menerimanya...??


Apakah hatimu tidak akan merasa sakit....? jika tidak...mengapa Michelle merasa sakit sekarang, mengapa rasa hatinya hancur berkeping-keping....?


Melihat Dimitri adalah orang asing itu tidak mudah....


Michelle membeku ketika entah bagaimana bisa, Dimitri menjebak tubuhnya di lemari kaca, dengan kedua tangannya berada di sisi kiri dan kanan Michelle dan membuat gadis itu terdiam, kehilangan suara..


Aura menakutkan begitu kuat dari sisi Dimitri yang dingin.....


mata keduanya bertemu dalam jarak dekat...sementara...bibir mereka nyaris bersentuhan...


''Kau.....terlalu banyak bicara Michelle...meski aku bukan kakak kandungmu tapi...bukankah kau harusnya berterimakasih padaku, aku melindungimu....'' teriak Dimitri tajam..


Airmata Michelle kembali menetes di wajah sedihnya....


''Kau berbohong...kau...mengurungku, kau membatasi semua pergaulanku kau.....menciptakan penjara padaku meski kau tau aku bukanlah adik kandungmu...kau tidak punya hak....''

__ADS_1


''Tidak punya hak....'' ulang Dimitri merasa tersinggung.....


Michelle melonggarkan tenggorokannya, sesaat merasa sedikit ngilu..ia berhadapan dengan seorang Dimitri yang begitu dingin saat ini..bukankah dia terlalu berani...? namun Michelle sungguh tak mampu menahan emosinya yang meluap ketika menyadari Dimitri begitu kejam padanya....


''Jika kau tersinggung maka lepaskanlah aku...untuk apa kau menahanku disini....jika kau masih punya rasa malu maka....lepaskan aku...lepas karna aku tak sudi hidup satu atap bersama dengan pria menjijikan seperti dirimu........''


Dimitri merasa ia tak mampu menahan perasaannya lebih lama lagi,...Michelle harus di sadarkan kalau semua yang ada padanya adalah mutlak milik Dimitri seorang.......


Dimitri menarik dress Michelle hingga membentur tubuhnya,....sementara jemarinya mendekap tubuh gadis itu, menguncinya hingga merontapun Michelle tak bisa.....


Gadis itu merasa putus asa........


Sesaat kemudian Dimitri menaikan sudut bibirnya..


''Kau tak bisa kemanapun Michelle Swan...yah...kau akan memakai nama belakangku tapi bukan sebagi putri Harry Swan melainkan menjadi menantu Harry Swan....apa kau mengerti,........''


Michelle mengerang....berusaha mengelak ketika pria itu mendekatkan bibirnya ingin menyentuhnya..namun sekejap saja...tanpa perlawanan berarti...


Bibir Dimitri melum** bibir Michelle yang dingin, dan menyesapnya dengan panas...


Oh...tidak....Michelle berusaha meronta sekuat tenaga ketika Dimitri semakin memperdalam ciumannya,....


otak Michelle seakan beku ketika ciuman panas itu seakan melumpuhkan semua syaraf di tubuhnya..tidak...mengapa dirinya bahkan seperti perempuan murahan yang dengan gampangnya merelakan bibirnya kuasai pria yang tidak pantas mendapatkannya..?


Dengan kekuatan penuh...Michelle mencoba melepaskan diri..mendorong kuat rengkuhan Dimitri darinya...dan ciuman panas itu terputus dengan dramatis...


Nafas mereka masih memburu dengan tatapan mata yang sama-sama tajam...batapa marahnya Michelle..betapa dia di pemalukan pria ini...dengan kasar ia ingin mengusap permukaan bibirnya yang bengkak karna bekas ciuman Dimitri yang kuat..


Namun, sekejap saja.....Dimitri mencegah tangannya untuk menghapus jejak ciumannya dengan membenturkan sekali lagi tubuh Michelle di lemari kaca dan menatapnya penuh peringatan.....


''Jangan mencoba menghapus bekas ciuman kita Michelle...aku tak akan membiarkannya..''


''Mengapa....ini sangat menjijikan bagiku,......''


''Jika sekali lagi kau mengatakan kata jijik maka malam ini juga aku akan menidurimu...apa kau mengerti......''desis Dimitri penuih ancaman..


Dan ancaman itu berhasil karna Michelle menurut, walau ia masih sangat kesal.......


''Apa kau mencintaiku......semua ini membuatku bingung...mengapa kau mempertahan aku..mengapa, aku bukan siapa-siapa...''

__ADS_1


''Kau tidak perlu tau Michelle..yang pasti kau tak bisa pergi dari rumah ini selamanya....''


Michelle memejamkan matanya frustasi....


''Aku berhak tau alasannya Dimitri..mengapa kau melakukan ini..mengapa...apakah semua ini sudah kau rencanakan.......''


Dimitri melepaskan rengkuhannya dan membalikan tubuhnya melangkah menjauhi Michelle yang masih saja tak puas dan menuntut jawaban Dimitri....


''Katakan padaku...katakan dengan jujur...''


''Mulai saat ini kau akan tinggal di kamar ini bersamaku.......''


''Tidak akan pernah....aku tidak mau, apa kau mau memaksaku...bukankah itu keterlaluan kau bahkan.......''


''Pelayan akan membawa ranjang baru untukmu Michelle namun jika kau mau tidur seranjang denganku maka aku lebih senang.......''


''Dalam mimpimu.....kau tak akan pernah menang...aku akan mencari cara untuk pergi liat saja aku.........''


Michelle begitu syok ketika Dimitri meraih kedua bahunya dan menatapnya dingin.......


''Jika kau berani pergi sekali lagi maka kau akan menjadi milikku seutuhnya..bukankah aku cukup sabar.....''


Jantung Michelle seakan berhenti berdetak....Dimitri masih memenjara matanya untuk sesaat.....


''Jika aku memintamu tinggal dan tetap disisihku maka itu yang harus kau lakukan jadi jangan pernah membuatku kehilangan kendali....'' desis Dimitri tajam...


Lalu melepaskan pegangannya..kemudian melangkah menuju pintu.....


''Apakah ini karna warisan ayah....kau menginginkan harta yang di bagikan ayah padaku, karna aku bukan anak kandungnya kau lantas tidak rela aku mendapatkannya...lalu kau sengaja menahanku dirumah ini......'' lantang Michelle tanpa takut..


Dimitri menoleh gusar...


''Michelle....cukup........''


''Apakah itu artinya aku berkata benar......'' lirik Michelle dengan rasa sakit di dadanya...


Deg!!!


Dimitri menaikan sudut bibirnya misterius....

__ADS_1


''Kau mau mendengar alasannya........''?


__ADS_2