
Michelle sungguh tak dapat mempercayai apa yang dia liat saat ini, bagaimana ketika dengan gampangnya Dimitri mencium kekasih yang di cintainya di hadapan istrinya sendiri. Hingga Michelle tak mampu membayangkan apa yang hatinya rasakan sekarang, rasa sakit karna penghianatan, rasa hancur karna hati yang begitu sakit sanggup membuat Michelle benar-benar terpukul dengan kenyataan yang ada di hadapannya, tidak ia tidak pernah membayangkan jika Dimi..mampu melakukan hal ini kepadanya..
Sudah berapa lama, bahkan Michelle tak tau kapan dia mulia di khianati....apakah selama menikah dengannya, ketika menyentuhnya...Dimi juga menyentuh kekasihnya..?
Ahh...mengapa kenyataan ini begitu menyakitkan, mengapa semua rasa sakit yang ia alami harus datang dari sosok pria yang berjanji melindunginya, yang telah memintanya percaya bahwa di dunia ini hanya dia satu-satunya pria yang tak akan memberi rasa sakit pada Michelle...mengapa harus Dimitri yang menyakitinya..disaat ia mencintai pria ini yang menikahinya beberapa bulan lalu...Michelle sungguh tak dapat percaya dengan apa yang ia rasakan sekarang...
Mikha menguatkan hatinya..jika kemarin dia meragu ketika masih berharap cinta seorang Dimitri namun kini semuanya hancur dan Michelle tak akan pernah melakukannya lagi...ia tak akan pernah percaya cinta lagi...tidak akan pernah...
Mikha berusaha kuat untuk tidak menangis...dengan melangkah mendekat seolah tidak terjadi apapun seolah...dia tidak melihat apapun.....Mikha mendekat seiring Dimi yang melepaskan ciumannya. pria itu menoleh tajam.....
''Michelle.....''
''Hai.....aku baru saja kembali dari kampus, dan hari ini sangat lelah...silahkan lanjutkan saja...'' ucap Michelle dengan nada yang begitu tenang...
Sementara Dimitri menyadari mata Michelle yang bengkak, ia pasti banyak menangis....
''Tunggu.....''
Michelle pun menghentikan langkahnya dan menatap Dimi yang berdiri tak lupa menarik Anggun bersamanya...
''Mulai sekarang Anggun akan tinggal bersama kita....''ucap Dimitri dengan suara yang dingin..
Sementara...
Michelle pun tak menunjukan reaksi apapun dengan ucapan Dimi, ia sama sekali tidak marah...atau pun menangis...malah Michelle tersenyum penuh pengertian...ia menatap Anggun yang juga menatapnya dengan penuh arti....
Mikha mengulurkan tangan pada wanita itu dan mereka bersalaman..
''Namaku Michelle....semoga kau betah disini...''ucap Michelle dengan sopan..
Anggun pun trsenyum...
''Kau sangat cantik Michelle....terimakasih atas penyambutanmu....''
__ADS_1
Michelle pun menganggukan kepalanya,..lalu menatap ke arah Dimi...
''Aku harus istirahat Dim..tugasku banyak sekali...''
''Baiklah aku akan menemuimu...''balas Dimi dengan sangat dingin..
Michelle melangkah menaiki tangga dengan tatapan kosong sementara ia tak mampu menahan airmatanya lebih lama lagi...sambil melangkah..Michelle membiarkan airmatanya turun membasahi wajahnya untuk kesekian kalinya dan Michelle tak bisa menahan keinginan untuk pergi..dan kali ini ia benar-benar sudah menyerah.....dengan hidup dan masa depannya. Michelle sampai ke dalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya berikut pintu penghubung antara dirinya dan Dimitri hingga ia tak bisa lagi masuk ke kamarnya karna Michelle bahkan tidak sudi tubuhnya di sentuh oleh Dimitri..
Michelle lalu melangkah ke arah laci meja, mengeluarkan sebuah lembaran kertas dari sana dan meletakannya di atas meja sembari mulai menulis..
ia tidak ingin pergi tanpa pamit walaupun ia pamit dengan cara seperti ini...Michelle mulai menunduk,..mencurahkan semua isi hatinya di dalam tulisan di hadapannya lalu kembali meneteskan airmatanya, bahkan airmata itu membasahi wajahnya yang letih...Michelle begitu hancur....
********
Sementara...
Dimitri membeku di depan pintu ketika ia tak bisa masuk ke dalam kamar Michelle lagi,....istrinya telah menutup pintu dan tidak memberinya kesempatan untuk masuk...
Dimi bersandar di pintu kamar penghubung antara dirinya dan Michelle...sementara Anggun tinggal di lantai bawah, sesungguhnya Dimi tidak baik-baik saja malam ini,...dia sungguh merindukan Michelle...ia sungguh merindukan istrinya....
Dimi lalu melangkah menuju ranjang dan duduk disana...ternyata, menyakiti orang kita cintai sama saja kita juga tersakiti...hal itulah yang di alami Dimitri saat ini..betapa dia juga terluka karna menyakiti Michelle..ia hanya ingin membuat istrinya patuh dan tidak mencoba pergi darinya...tidak lagi...
Pria itu mencoba tertidur lelap di ranjangnya meski ia tidak pernah bisa tertidur....hatinya di liputi kegelisahan luar biasa...dan ia tak tau mengapa..
***********
Hari ini...
Michelle sengaja mengabaikan panggilan Dimitri, juga para pelayan yang memanggilnya untuk sarapan..sudah tak ada airmata di wajah Michelle...bukan karna tak ingin..ia sudah tak bisa meneteskan airmata,karna terlalu memendam rasa sakit.
Michelle pun merapikan sendiri ranjangnya lalu meletakan surat di tengah ranjang...dan kemudian Michelle melangkah meninggalkan tempat itu..ia kemudian mengambil tas dan melangkah keluar dari kamar, lalu menguncinya...Michelle kemudian menuruni tangga, disana sudah ada Anggun yang mulai bersikap seperti nyonya rumah...ia sedang duduk di sofa dan memainkan ponselnya..ketika melihat Michelle ia lalu bangkit dan tersenyum..
''Kau mau pergi Michelle...''
__ADS_1
''Jangan lupa aku adalah mahasiswi..'' balas Michelle dengan ramah..
''Aku mengerti...dan mengapa kau melewatkan sarapan bersama kami....''tanya Anggun tanpa merasa bersalah..
Michelle tersenyum,.....
''Aku sedikit sibuk beberapa waktu belakangan ini dan aku tidak sempat untuk sarapan...maafkan aku...''
Michelle melangkah....
''Apakah semua karna kehadiranku Michelle..karna itu kau terganggu...'' tatap Anggun dengan suara yang begitu tenang.
''Tidak...bukan karnamu, aku memang sedang sibuk Anggun...bisakah aku pergi sekarang...''
Anggun mengangkat bahunya......membiarkan Michelle pergi dengan menahan geraman...
Dialah yang menjadi pemenang sekarang, dan Dimitri akan menyingkirkan Michelle cepat atau lambat...
Anggun kemudian menatap keseluruhan rumah megah ini dan mulai tak sabar untuk menjadi nyonya Anggun Swan....yah....ia sudah tidak sabar lagi..
********
Michelle duduk di dalam Hotel yang memang telah ia sewa selama beberapa hari sebelum pergi...ia telah meninggalkan kediaman keluarga Swan..dan ia tak akan pernah kembali lagi, Michelle telah memilih sebuah kota yang tenang di luar negri dengan bergantung pada pemberian ayahnya sebelum meninggal kemarin....ia akhirnya tersenyum di sela rasa sakitnya...namun sedikit bahagia karna setidaknya ia tak menjadi penghalang antara Dimitri dengan cinta sejatinya bukan...??
Lebih baik di cintai dari pada mencintai bukan...? Rasa sakit itu akan di bawa Michelle dalam waktu yang sangat lama....
Ponselnya berdering dan Michelle sedikit mengabaikannya...mungkin itu panggilan dari Dimi, ia sedikit menyesal karna ia lupa mematikan ponselnya dan berjanji akan melakukannya..ia tak ingin Dimi tau keberadaannya..tidak..
Namun ponsel itu terus berdering seolah tidak lelah....dan akhirnya Michelle tergerak untuk mengambil ponselnya...
Nomor tidak di kenal....??
Segera, Michelle mengangkatnya....dan membeku ketika suara di sebrang membuat jantungnya berdegup kencang.....matanya seketika menjadi panas,....dan mulai menangis keras...
__ADS_1
''Tidak.............tidak.......'' jerit Michelle dengan suara serak...