Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Kejutan Yang Mengejutkan


__ADS_3

Michelle menjadi lega kembali karna sikap Dimitri sudah tenang, ia sama sekali tidak mengungkit tentang kepergian Michelle kemarin, hubungan mereka semakin dekat dan Michelle benar-benar memanfaatkan waktu untuk mengambil hati Dimitri tentu saja misinya membuat Dimitri tergila-gila padanya setengah mati lalu setelah pernikahan itu selesai maka bom itu akan meledak dan mengghancurkan Dimitri, namun tentu saja dia tak boleh gegabah melakukan apapun agar membuat mereka curiga...yah..


Ada banyak mata-mata, namun Michelle sedikit lega karna Tomi sekarang menjadi teman baiknya, Tomi sudah terbukti tidak melaporkaannya pada Dimitri bukan, jadi Michelle menjadi tenang...


Gadis itu keluar dari kamarnya dan mencari Tomi, yah,...Tomi juga adalah tangan kanannya sekarang dalam sekejap Tomi berbuah menjadi penghubung Michelle dengan dua orang pria yang berarti untuknya...


Dimitri dan juga Mike...


''Hey.....Tomi....''


Michelle mencegatnya ketika Tomi keluar dari ruang kerja Dimitri..gadis itu mendekat ketika Tomi membungkukan badan..


''Tomi.....''


''Nona Michelle....ada apa....''


''Bagaimana apakah kau telah mengirim uang untuk kakakku Rob...dia menelfonku dan bilang dia tak punya uang lagi Tomi..


Michelle begitu cemas..sementara Rob menghela nafas...


''Nona Michelle...bukankah nona baru mengirmkan uang dua hari yang lalu...''


''Masih kurang Tomi, biaya pengobatan kakak sangat banyak..''


Tomi terdiam sebentar...


''Baiklah...aku akan mengirimkannya lagi...''


''Baiklah aku tenang sekarang....''


Michelle tersenyum kecil lalu melangkah menuju ruang kerja milik Dimitri dan menutup kembali sedangkan Tomi hanya menggeleng...tuan Rob benar-benar memanfaatkan nona demi uang...pria itu lalu melangkah pergi...


********


DImitri terkejut melihat Michelle membuka pintu,


''Hai sayang....'' sapa Michelel dengan gaun santai motif bunga yang cerah dan membuatnya tampak manis..


Dimitri tentu saja terpesona...


''Kemarilah...kau cantik sekali...''


Michelle mendekat lalu duduk di pangkuan Dimitri lalu mengalungkan tangannya di leher Dimitri dan mengecup bibirnya...ia tersenyum..


''Mengapa kau terus bekerja di hari libur sih....bisakah kita berjalan-jalan saja...''


Dimitri meletakan kacamatanya di atas meja lalu memeluk tubuh Michelle...


''Katakan kau mau kemana...''


''Wahana permainan dan makan eskrim...''


Dimitri menggeleng......


''Kekanakan.......''


''Tidak...anggap saja ini permintaan terakhirku sebelum menjadi istrimu..''


Dimitri terdiam sebentar...


''Baiklah....kau benar-benar....''


''Mencintaimu...''

__ADS_1


Dimitri pasrah ketika Michelle menghujaninya dengan ciuman mesra di hampir seluruh wajahnya dan mereka pun tertawa...


Dimitri menyerah dan mengangkat tubuh Michelle tinggi-tinggi dan menjauhkannya...


''Apa yang terjadi denganmu Michelle..''


''Yah....ayolah..jalan-jalan denganku...please...''


''Baiklah...aku akan mandi sebentar...''


''Kenakan pakaian yang santai sayang, tak ada jass atau dasi...aku ingin kita merasakan bagaimana itu pacaran...''


Dimitri hanya mampu tersenyum...


''Baiklah....aku akan bersiap...''


***************


Michelle menunggu di taman, bagaimanapun ini sudah terlalu lama...lebih dari 15 menit..


Michelle mulai bosan, namun tidak lama..ia membeku ketika tak sengaja mengangkat wajahnya dan menemukan tatapan dingin dari seorang Dimitri yang berkelas..


Ia memakai kaos berwarna putih dan terlihat sangat tampan, sebenarnya dia sangat tampan jika sedikit saja memberi senyum...namun Dimitrinya sangat dingin hingga Michelle merasa gemas...


Dimitrinya...??


Deg!!!!


Michelle merasa jantungnya berdebar untuk pertama kalinya, dan anehnya ketika ia menyentuh dadanya, matanya menangkap tatapan Dimitri..


Hoh...apa yang terjadi..mengapa dia merasakan hal ini..bukankah tidak masuk akal...??


''Michelle.........''


Michelle masih tenggelam sendiri dengan pikirannya, yang berkecamuk..mengapa hatinya berdebar...dia benar-benar sudah gila, ini adalah hal tergila yang pernah ia rasakan...


Yah...hanya perasaan sesaat...


''Michelle.....''


''Yah...........''


''Mengapa kau malah melamun sayang...''


Michelle berdehem, mencoba mengabaikan perasaannya sendiri..


''Hmm...ayo,...mengapa kau lama sekali, aku sudah lelah...''


''Jangan cemberut..ayo...kita harus pergi sekarang agar bisa pulang malam nanti..''


Michelle mengangguk dan membiarkan Dimitri menggenggam jemarinya..gadis itu menundukan kepalanya...sedikit menggigit bibirnya dengan guratan cemas..


Yah....ada apa dengannya...??


**********


Sampailah mereka di taman hiburan yang begitu ramai, ada banyak pasangan kekasih, suami istri dan keluarga yang membawa anak-anak mereka...sepanjang jalan, Dimitri tidak melepaskan pelukannya pada Michelle...mereka mampir ke beberapa wahana permainan dan mencoba beberapa di antaranya, lalu mampir ke tempat eskrim...


Lalu melangkah bersama, ini pertama kalinya bagi Michelle mendatangi wahana seperti ini karna selama ini ia hidup dalam bayang-bayang posesifnya Dimitri...


''Kau senang....'' tanya Dimitri sambil menggenggam jemari Michelle sambil melangkah...


''Tentu saja.....sudah lama aku mengharapkan untuk datang ke tempat ini...dan akhirnya aku datang juga...'' Michelle menoleh dengan mata berkaca-kaca...

__ADS_1


Dimitri akhirnya tersenyum....


''Maaf...aku bersikap kejam kepadamu..Michelle...namun percayalah itu semua aku lakukan karna aku takut kehilanganmu..'' ucap Dimitri dengan wajah serius..


Michelle berdehem...jantungnya kembali berdebar pelan dan membuatnya kembali merasa bingung...Dimitri memperlakukannya dengan sangat manis....dan hal itu menyentuh hati Michelle...yah...walaupun dia awalnya menyukai Mike...namun mengapa malah ia mulai terpengaruh dengan senyum pria yang kejam ini...


Mengapa tatapan dingin itu seakan mampu menusuk menembus ke dalam jiwa Michelle yang panas...dan menaklukannya...??


''Ayo....aku ingin mengajakmu naik kereta gantung...''


''Hah....aku takut ketinggian...'' jerit Michelle tiba-tiba..


Dimitri menoleh...


''Ayolah ada aku...bukankah aku akan selalu melindungimu...sayangku..''


Michelle membeku ketika DImitri kembali mengecup jemarinya dengan lembut, ia melayang ya ampun.........


Michelle tak mampu mengelak atau menolak ketika Dimitri membimbingnya ke atas ketinggian untuk menaiki kereta gantung, namun karna terlalu takut...


Michelle naik ke punggung Dimitri dan menyembungikan wajahnya di belakang Dimitri...


ia sungguh ketakutan, sementara Dimitri melangkah menaiki lift menuju lantai atas untuk naik...


Dan akhirnya mereka pun naik...tubuh Michelle di turunkan.walau gadis itu tetap memejamkan matanya karna takut...


''Buka matamu sayang....''


''Tidak mau.......''


''Ayolah...kau harus melihat keindahan disini....jangan takut, ada aku bersama denganmu..'' bisik Dimitri menyentuh wajah Michelle yang menggemaskan di matanya..


Akhirnya Michelle membuka mata perlahan dan membeku ketika melihat pemandangan dari atas ketinggian, walau kakinya gemetar namun rasanya terbayar dengan apa yang dia nikmati saat ini...


''Dim.....''


''Aku tak akan melepaskanmu ingat...''


Keduanya bertatapan........


''Indah sekali.....'' desah Michelle dengan mata berkaca-kaca..


Dimitri semakin mendekapnya dengan erat...lalu mengeluarkan sebuah cincin yang mempunyai inisial huruf mereka..


DM


''Untukmu.....Michelleku....''bisik Dimitri menunjukan cincin cantik itu...


''Dim....'' bisik Michelle dengan penuh haru....


''Aku ingin kau tidak akan pernah melepaskan cincin kita berdua..apapun yang terjadi Michelle....''


''Tentu.....''


Michelle membiarkan Dimitri memasangkan cincin di jari manisnya lalu mengecupnya..di atas ketinggian Dimitri mengucapkan cinta berulangkali pada Michelle....


dan keduanya menikmati hari yang indah itu dengan penuh cinta..


Dimitri menyentuh wajah Michelle dan tersenyum...


''Kita akan menikah...besk pagi sayang....''


Deg!!!!

__ADS_1


Michelle begitu terkejut.....


''Apa....''


__ADS_2