
Michelle bersembunyi di dalam kamarnya ia sungguh ketakutan, sedari tadi airmatanya selalu menetes di wajahnya...matanya bengkak, hatinya apalagi hancur berantakan karna kenyataan di depan matanya yang begitu mengerikan, kakaknya berubah dalam sekejap menjadi seperti monster yang kejam dan tanpa belas kasih...rasa-rasanya dunia Michelle runtuh seketika ia merasa sendirian dan tidak punya harapan lagi...
Kakaknya menginginkan mereka tinggal bersama selamanya, bagaimana mungkin itu bisa di lakukan..bagaimana mungkin.......??
malam ini pukul 10 malam dan Michelle masih terkurung di dalam kamarnya..lewat tengah malam adalah ulang tahunnya yang ke 18 belas tahun,
Gadis itu kembali menundukan kepalanya dalam-dalam.....seharusnya malam ini, ia bahagia...di kelilingi cinta dari orang yang dia cintai..namun justru rasa sakit dan penghianatan yang dia dapatkan..kekasihnya hampir mati karna kekejaman kakaknya, bahkan para pelayan termasuk Nila bersikap segan padanya...
Michelle seperti berada di hutan belantara sendirian, tanpa apapun....tanpa siapapun..
''Ayah......ibu...'' Michelle mulai menangis dengan sesegukan..
Kakaknya sudah pergi entah kemana dan meninggalkan dirinya sendiri...hancur harapan Michelle saat ini hancur sudah segala impiannya,...
''Mengapa ini terjadi padaku, seharusnya kalian membawaku pergi dari sini ayah..ibu...kakak-kakakku sangat kejam dan aku tak punya siapapun lagi yang bisa aku percaya...aku tak bisa ada di sini lagi.....''
Michelle begitu tersiksa dengan apa yang terjadi kepadanya gadis itu sangat terluka mengingat kekejaman kak Dimitri kepadanya..
''Apa yang harus kulakukan....ulang tahun paling buruk yang tak akan pernah aku lupakan seumur hidup...aku benci ulang tahunku.......'' jerit Michelle dengan keras....sembari terus menangis..
Sudah tiga hari dia terkurung di kamar yang sepi ini.....bahkan ia hanya bisa menatap keluar melalui balkon kamar...dan ketika melihat Nila gadis itu memalingkan wajahnya tak ingin melihat lagi.......
Michelle sungguh tak punya teman lagi sekarang...kak Dimitri benar-benar merubah hidupnya menjadi bencana.....
*************
Dimitri membeku di ruang kerjanya..ia telah menyingkirkan Mike dengan kejam dan membuat semua peraturan ketat dirumah ini...cctv telah di tambahkan, bahkan...hampir di setiap sudut ruang baik di dalam atau di luar di pasang cctv dan membuat suasana rumah berada di bawah kendalinya..
Tinggal sedikit waktu lagi....Michelle akan menjadi miliknya ia akan jujur kepada gadis itu dan memaksa dia menerima Dimitri di dalam hidupnya..pria itu menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi..lalu memejamkan matanya..ingatan masa lalu mulai membayanginya..ketika pertama kalinya dia tau kalau antara dirinya, Rob dan juga Michelle sama sekali tidak punya ikatan darah..itu artinya dia bebas memiliki Michelle bukan...?? menjadikan Michelle miliknya yang sah.......
Dimitri tak sabar lagi menunggu waktu itu datang...dan ketukan di pintu membuat pria itu menatap dengan serius...ketika Tomi membawa beberapa buah kotak seperti kotak kado dan meletakannya di atas meja
''Tomi.....apakah ada yang akan kau sampaikan....mengapa ada banyak hadiah..kau.......''
Tomi mendekat lalu tersenyum.......
''Tuan Dimitri........''
******************
__ADS_1
Ketika hampir jam 12 malam....
Michelle masih bersandar di depan ranjang duduk di lantai karpet yang nyaman...Michelle sama sekali tidak merubah cara duduknya tadi...tatapannya masih tetap kosong, wajahnya juga terlihat tersiksa karna rasa sakit yang tak kunjung selesai....ia sama sekali tidak merasa ini ulang tahun yang indah.....
Namun pintunya perlahan terbuka dan Dimitri berdiri disana dengan membawa sebuah cake ulang tahun yang indah, di lengkapi lilin dan juga ada banyak balon...
Dan...tidak sendiri, Dimitri bersama para pelayan kesayangannya berdiri di hadapannya Michelle yang terlihat datar...
Pandangan Michelle mengeras terutama untuk Dimitri..ia bahkan tidak tersentuh dengan apa yang di bawa mereka...
''Mengapa kalian kemari...aku bahkan menganggap ini kedukaan di ulang tahunku...aku...benci ulang tahun......'' jerit Michelle dengan airmata yang menetes......
Dimitri menghela nafas...lalu mendekati Michelle dan menatap matanya..
''Kau masih marah pada kakakmu karna pria itu..pria yang baru saja kau kenal.....''
''Dia kekasihku.....'' isak Michelle tanpa takut..
Dimitri sama sekali tidak marah, ia malah mengangguk...
''Aku mengerti tapi biar aku menunjukan sesuatu kepadamu..aku harap matamu terbuka Michelle...''
Michelle membeku..ketika Dimitri mengeluarkan beberapa lembar foto yang memperlihatkan Mike sedang tidur bersama wanita tanpa busana..tentu saja foto itu sanggup memukul telak dada Michelle...
''Salah satu alasannya mendekatimu karna dia ingin uangmu Michelle..karna apa..karna pria ini telah di peras oleh sejumlah wanita karna pelecehan..dia tak punya jalan lain selain mendekatimu untuk mengambil keuntungan.....''
Tidak mungkin Mike begitu bukan...? dia pria yang baik..dia sangat lembut dan rasanya tidak mungkin kalau dia melakukan hal serendah itu...
''Benar nona..aku ingin mengatakan semua kejujuran padamu selama ini tapi aku takut...dia pria yang licik dan manipulatif..'' tambah Nila di wajah cemasnya...
Michelle sungguh kehilangan kata mendengar pengakuan mereka serta bukti yang ada...
Dimitri menyentuh pundak Michelle..
''Maafkan aku karna berkata dengan kasar kepadamu tadi Michelle..satu-satunya yang aku inginkan adalah melindungimu, tentu saja suatu saat kau harus menikah....tapi aku akan selalu disisihmu dan melindungimu.....''
Michelle terdiam......
''Sebagai tanda maafku, aku ingin memeberikanmu satu keinginan...aku akan mengabulkan apapun yang kau inginkan......''
__ADS_1
Michelle menoleh tertarik, lalu menganggukan kepalanya....
''Apa kakak akan bersumpah....''
Dimitri tersenyum..
''Tentu saja...aku bersumpah Michelle.......''
''Aku akan memintanya nanti ketika aku benar-benar butuh.....''ucap Michelle dengan suara yang serak..
''Kalau begitu.....sekarang kau harus tiup lilin...'' Dimitri mendekatkan kue ulang tahun di depan Michelle...
Michelle menganggukan kepalanya lalu meniup lilin suasana menjadi hangat kembali...Dimitri menikmati senyuman Michelle yang begitu manis...
''Selamat ulangtahun sayangku....''bisik Dimitri memeluk dan mencium dahi Michelle gadis itu menganggukan kepalanya..
Walau masih ada yang terganjal namun ia berusaha menelan itu semua...
kakaknya sudah menyiapkan ini semua......
Michelle kemudian mulai memotong kue dan menyuapi sang kakak dan para pelayannya termasuk Nila sang kesayangan,..Michelle bahagia karna Nila sudah mau berbaikan dengannya..
''Terimakasih.......''
''Jangan menangis lagi nona, semoga nona selalu bahagia.....'' bisik Nila lalu memeluk Michelle dengan erat,..
''Trimakasih Nila...''
Malam yang tak terduga antara amarah dan juga bahagia bercampur...ulang tahunnya tidak terlalu gelap..ada bahagia disana....
''Baiklah demi merayakan ulang tahun Michelle..kita akan menonton di bioskop besok malam..bagaimana.....'' Dimitri menatap semuanya termasuk Michelle yang langsung melebarkan matanya tidak percaya..
''Kakak.......benarkah....''
''Tentu saja ini demi dirimu.....'' ucap Dimitri penuh arti....
Michelle begitu bahagia itu artinya mereka akan keluar dari rumah besar ini...?? Michelle tak sabar untuk menunggu pagi.......
**********
__ADS_1
Pagi sekali Michelle sudah bangun, ini adalah hari ulangtahunnya dan dia tak mau melewatkannya, Michelle menuju ruang riasnya dan membuka laci..namun sebuah kotak pemberian sang ayah yang membuat Michelle di landa rasa haru..
Gadis itu lalu duduk sebentar di meja rias, dan mulai membuka kotak itu dan mata Michelle melebar dramatis........