
Resepsi hari itu seketika menjadi mendung bagi seorang Michelle...tak habis di pikirannya kalau Mike bisa menghianatinya, yah..hancur sudah harapannya untuk hidupnya...Michelle bahkan tidak sanggup lagi berpikir apapun selain...ia sangat kecewa pada Mike..padahal pria itu sudah berjanji padanya...
Michelle memandang nanar pada Dimitri yang sedang berbicara serius dengan teman-teman bisnisnya, lalu Michelle memilih membalikan tubuhnya dan melangkah meninggalkan ruangan yang ramai oleh semua orang yang bersuka cita karna pernikahannya..
Michelle sendiri merasa sangat asing...ia butuh sendiri dan udara segar...
Michelle melangkah menuju balkon Hotel yang menampakan pilar besar yang begitu kokoh...lalu mendekati pagar balkon dan menatap langit yang mulai terlihat mendung..
apakah benar tak ada siapapun yang bisa dia percaya sekarang, tak bisakah dia percaya seorangpun....??
mengapa semua orang di dekatnya menghianatinya....? Apakah memang benar hanya Dimitrilah yang terbaik baginya...walau ia masih merasakan sedikit kebencian di hatinya...??
Michelle merenung sendiri dengan pikirannya....hatinya sedih sekali..
''Michelle......''
Hening....
Michelle mengepalkan tangannya.....ia menoleh, tampak sosok Mike berdiri di hadapannya dengan tatapan tajam menusuk...Michelle langsung memalingkan wajahnya penuh kecewa bahkan bayangan Mike tak ingin ia liat sedikitpun...
Michelle mengambil langkah ingin meninggalkan balkon namun langkahnya terhenti seketika Mike menghalangi jalannya..
Mereka saling menatap...
''Michelle aku bisa jelaskan.....''
Michelle tertawa kesal...ia lalu bersedekap dan menatap Mike..
''Perbuatanmu membuatku semakin mengerti...tak ada yang tulus di dunia ini Mike...'' mata Michelle berkaca-kaca, harapannya hancur,...
Mike memang tak bisa membela diri, dan semua kecurigaannya pada Ela semakin besar, Ela telah menipunya..apakah mungkin Ela memang bekerja pada Dimitri..?
untuk menghancurkan kepercayaan Michelle kepadanya...
''Aku tau setelah pengakuan gadis itu kau tak akan pernah percaya padaku, karna posisinya sekarang adalah Ela adalah seorang gadis sepertimu..jadi aku mengerti kau lebih memihaknya..Michelle, tapi aku berani bersumpah..aku tak pernah dengan sadarku tidur denganya...dia menolongku namun aku tidak,......''
Michelle mengangkat tangannya tak ingin mendengar...yah..ia tak ingin mendengar apapun dari Mike...cukup baginya untuk percaya kepada orang lain...
''Semua sudah terjadi dan aku tak ingin mendengar...''
''Ela...bilang dia akan menghadiri acara pernikahan bossnya aku tau benar dia adalah anak buah Dimitri..dia.....''
''Cukup...bukankah kau keterlaluan dengan menuduh Dimi...biar bagaimmanapun dia adalah suamiku sekarang.....''
''Michelle...jangan bilang kau mulai percaya padanya...'' ucap Mike tak ingin percaya..
__ADS_1
Michelle tersenyum dingin...
''Aku tak punya pilihan Mike..aku sama sekali tak punya pilihan...lupakan tentang rencana pelarianku Mike...percuma aku..tidak akan pergi...''
Michelle melangkah sekali lagi namun, kali ini Mike menarik lengannya hingga gadis itu berbalik..mereka saling menatap..
''Kau.....akan hancur di tangannya dan aku tak akan membiarkannya Michelle..akan kubuktikan kalau aku jujur dan Dimitrilah seorang pembohong...'' desis Mike tajam..
''Apa maksudmu....''
Mike menaikan sudut bibirnya...ketika ponselnya berbunyi...masih memegang lengannya, Mike mendengarkan pembicaraan di telp lalu menganggukan kepalanya..
lalu memutus sambungan telp....
''Kau tau kalau Dimitri sudah tau bahwa selama ini kau memberikan kakakmu bantuan uang...''
Deg!!!
Wajah Michelle berubah pucat, dari mana Mike tau..?
''Mike.....''
''Kau tau Michelle...apa yang terjadi pada Rob kakakmu...''
Michelle menggeleng tak ingin percaya...bagaimana bisa Mike tau tentang kakaknya..
Mike lalu menunjukan sebuah foto di ponselnya,...dan seketika mata Michelle melebar syok..bagaimana mungkin apa yang dia liat ini..?
Rob berada di dalam penjara, wajahnya babak belur dan sekarat...
Jantung Michelle seakan berhenti berdetak....matanya melebar dramatis...
''Kakak.......''jeritnya dengan mata yang basah...
Sedangkan Mike hanya tersenyum sedih..
''Semua yang terlihat baik belum tentu baik Michelle...kau pikir Dimitri adalah orang yang baik, kau pikir dia adalah malaikat yang akan menjagamu tidak...jika kau terus bertahan maka kau akan hancur...''
''Kakak....dimana kakaku..aku ingin bertemu...''
Mike lalu menunjukan sebuah foto dari ponselnya yang memperlihatkan Ela dan Dimitri duduk bersama di sebuah restoran, sementara Ela adalah pelayan barunya, yang di tunjuk Dimitri untuk menggantikan Nila, itu artinya Ela bukanlah perlayan sesungguhnya..? Mengapa Michelle merasa ia sedang di permainkan sekarang..?
''Anak buahku baru saja mengirimkan informasi padaku bahwa Ela adalah anak buah Dimitri yang memang di tugaskan untuk merayuku..aku yakin sekali kalau dia menjebakku untuk menggagalkan rencana kita dan membuatmu membenciku Michelle...'' ungkap Mike tanpa keraguan..
Tubuh Michelle menjadi goyah seketika hingga hampir jatuh, namun Mike sekali lagi menangkap Michelle..
__ADS_1
''Kau tidak apa-apa....''
Michelle kemudian menghempas pegangan Mike seketika itu juga lalu menggeleng...airmatanya menetes bingung...
''Apa yang harus kulakukan...siapa sebenarnya yang harus aku percaya...mengapa semua orang mau mengambil keuntungan dariku...mengapa...''
''Aku tidak pernah ingin melakukannya Michelle....''ucap Mike tajam...
''Mengapa semua begini..mengapa ini terjadi padaku...mengapa semua berbohong.......''
''Aku bahkan tidak pernah ingin mengambil keuntungan darimu Michelle..tidak pernah sedikitpun.....mata Mike menjadi basah...aku hanya ingin melihatmu bahagia dan bebas...aku bahkan tidak pernah menginginkan kau membalas perasaanku...'' suara Mike meninggi di sekitar balkon yang sepi...
Michelle membeku, jika di pikir-pikir lagi Mike memang sangat menjaga jarak dengannya tidak pernah bersikap memaksa atau berusaha mengambil kesempatan..padahal Mike telah mendapatkan penyiksaan dari Dimitri....
Perlahan Michelle mengangkat wajahnya penuh airmata..
''Seharusnya kau membawaku pergi waktu itu Mike...bukankah aku sudah memintamu....sebelum semuanya terlambat...''
Mike mendekat, memegang bahu Michelle dan menatapnya dengan lekat...
''Inilah saat yang tepat.....kalian sudah menikah dan saat ini adalah saat yang tepat untuk meninggalkannya...jadi Michelle..bagaimana kalau kita pergi sekarang....''
Mata Michelle melebar dramatis...seluruh tubuhnya menjadi dingin dalam sekejap, pergi di hari pernikahan...lalu apa yang akan terjadi...Dimitri akan membunuhnya jika tau dia pergi,...
''Mike.......''
''Pergi sekarang atau kau tak punya kesempatan Michelle...jangan takut kakakmu Rob sudah ada bersamaku...aku berjanji akan melepaskanmu dengan kakakmu...aku hanya ingin melihatmu bahagia Michelle....''
Terlalu indah janji Mike, tentu saja,..kebebasan yang sesungguhnya dan melihat penderitaan Dimitri bukankah itu yang dia inginkan...??
Namun..mengapa ada sedikit keraguan...? Mengapa rasanya tidak rela...meninggalkan Dimitri, bukankah dia membenci...?
''Mike tapi......''
Mike begitu gusar ketika melihat keraguan di wajah Michelle namun dia tak akan membiarkan Michelle terlena...biar bagaimanapun Dimitri adalah pria kejam, dan jika Michelle bersama pria itu maka dia akan menderita..
''Michelle apakah kau tidak ingin kebebasan dan menemui kakakmu yang sekarat...? Mengapa kau malah memilih tinggal bersama pria manipulatif itu...''
Airmata Michelle menetes....yah, mengikuti Mike adalah yang terbaik...
Michelle tak punya pilihan sekarang...
Mike menarik tangan Michelle hendak mendekati lift namun,.....sebuah suara tepuk tangan membuat keduanya membeku....dan gemetar..
Michelle dan Mike sama-sama menoleh...
__ADS_1
''Dimitri........'' desahnya bersamaan..
Dimitri berdiri disana dengan tatapan mata membara....