
Michelle menatap melalui balkon apartemen dan mengeluh, ketika dia bangun pagi ini Dimitri benar-benar menguncinya dari luar hingga Michelle tak bisa kemanapun,....tentu saja hal ini membuat Michelle kesal. Ia tidak masuk kampus dan semua tugasnya terpending, Marco pasti mencarinya dan entah apa yang harus dia katakan..
Sementara itu Michelle di buat pusing dengan tagihan sang kakak Rob yang menuntutnya sejumlah uang,.....Michelle menjadi bingung sendiri...harus meminta tolong pada siapa, jika dia bilang pada Dimi tak akan ada jalan keluar, yang ada malah Dimi akan menghajar kakaknya, karna terus meminta uang, sementara warisan peninggalan sang ayah yang di berikan padanya tak bisa dia habiskan begitu saja..Michelle memilih menyimpannya saja..
Sementara berpikir, ada pesan masuk dari Marco yang bertanya apa yang sedang dia lakukan..? Mengapa tidak pulang kerumah dan malah tidak terlihat juga di kampus...
Michelle duduk di sofa teras apartemen itu dan mulai membalas pesan Marco yang berkata dia menginap di rumah temannya...dan Marco tidak bertanya lagi..
Michelle mulai berpikir, bisakah dia meminta bantuan pada Marco tentang uang yang di minta Rob...toh dia akan menggantinya setelah mendapatkan uang bulanan dari Dimi beberapa hari lagi..
Michelle memijit dahinya sebentar, sambil menimbang apakah pantas ia meminta bantuan pada Marco tapi hanya Marco satu-satunya orang yang bisa membantunya..
mau bagaimana lagi, toh Michelle hanya meminjam dan akan segera menggantinya...
Mikha kembali mengirm pesan pada Marco..
Michelle..
Marco, bisakah aku meminta bantuanmu..?sebenarnya aku tidak enak mengatakannya..tapi aku tidak tau lagi harus bagaimana...
Marco
Katakan saja...aku bisa membantumu jika itu yang kau mau..jangan sungkan aku juga kakakmu seperti Dimi..
Michelle..
Terimakasih, tapi Marco.....bisakah aku meminjam uang padamu...
Marco
Berapa, katakan saja...aku punya uang dan aku tidak akan brtanya untuk apa uang itu...aku hanya bertanya berapa yang kau butuh..
Michelle
2 Milyar
Marco
Baiklah,...aku akan mengirimkannya kepadamu sekarang..
Michelle...
Terimakasih Marco, aku tak menyangka kau langsung memberikannya..aku akan segera menggantinya Marco...
Marco
Tidak..tidak perlu, aku adalah kakak dan temanmu kan...?
Michelle
Tidak, aku tidak suka berhutang meski kau kakakku....aku akan menggantinya, segera..
Marco
Baiklah...terserah kau saja...oya kapan kau akan ke kampus...?
Michelle
__ADS_1
Mungkin besok...
Marco
Sampai jumpa Michelle..
**********
Katren membuka pintu ruang kerja milik Dimitri dan melangkah masuk...ia lalu mendekati meja kerja Dimi lalu duduk dengan gaya menggoda..
''Apakah malam ini kita akan.......''
''Hotel M pukul 9 malam...''ucap Dimi mengingatkan...''
''Baiklah aku tidak sabar lagi,....bisakah kita melakukanya sekali disini.......''
Dimi menggeleng tegas..
''Aku tak mau ada skandal Katren sayang, nanti malam...kita berdua akan menikmatinya sampai puas...''
Katren mengigit bibir tipisnya dengan menggoda...membayangkan brcinta dengan Dimitri adalah hal yang paling dia tunggu, setelah itu maka ia akan menjadi nyonya Katren Swan...
gadis itu tak sabar lagi menunggu malam..
Sementara Dimitri meraih minumannya dan meneguknya dalam ketenangan.....
pria itu lalu meletakan sebuah pil di atas meja dan membuat Katren membeku..
''Apa ini....''
''Aku juga menggunakan satu...aku ingin malam nanti suasana menjadi panas...kau tau gairahku sangat besar....aku tak ingin kau kalah dalam melayaniku..''
Katren terkekeh, jadi ini seperti obat perangsang, ia tersenyum..
''Kakak seorang Michelle Swan ternyata nakal juga...''
''Semua pria punya sisi gelap sayang,....tak selalu menjadi sempurna,..''
''Kau benar dan aku membutuhkannya...''
''Pastikan kau sudah minum sebelum datang ke hotel karna aku tak ingin menunda waktu...''
Katren menurut tentu saja..dia juga tak tahan lagi...
Katren lalu menegakan tubuhnya dan kemudian hendak pergi..
''Sampai ketemu nanti malam Dimi....''
''Tentu saja...sampai jumpa sayang..'' Dimi mengedipkan matanya hingga membuat Katren salah tingkah...
Gadis itu pergi dan Dimitri langsung meraih ponselnya...dan menelfon seseorang untuk membuat janji lagi....
*******
Malam harinya....di Hotel M...
Di dalam kamar....
__ADS_1
Dimi sudah menunggu namun tidak sendirian, dia bersama seseorang yang tak lain adalah Morgan...keduanya saling berbincang sambil menunggu seseorang...
Morgan meraih minuman yang telah di siapkan Dimitri...keduanya bersulang..sambil melirik jam tangan, Morgan menunggu dengan tak sabar...Dimi bilang...Michelle akan datang dan menemui mereka...meski dia sedikit heran mengapa bertemu di dalam kamar Hotel..Morgan pikir Dimi dan Michelle memang menganut kebebasan dalam hal pergaulan...
''Mengapa Michelle lama sekali..''tanya Morgan dengan tak sabar..
Dimi menyandarkan tubuhnya di sofa empuk, di kamar itu....lalu melirik jam tangannya..
''Dia menelfon tadi bahwa dia di jalan..''
''Jalan..baiklah...apakah penampilanku sempurna kaka ipar..''tanya Morgan dengan senyuman tampnya...
''Adiku akan menyukaimu Morgan tenang saja,....''ucap Dimitri tersenyum..
Sementara Morgan mulai merasakan sesuatu yang aneh..suasana begitu panas, dan mengapa tiba-tiba dia bergairah..? Pria itu mencoba menghilangan sensasi panas yang mau tak mau mulai menguasainya...
Sementara itu pintu kamar Hotel di ketuk...Morgan mengira..itu adalah Michelle..namun ketika Dimi membuka pintu yang dia liat adalah,...Katren datang dengan baju yang sedikit terbuka dan memperlihatkan sebagian dadannya..
Morgan menahan gejolak di dalam dadanya...ia mengusap wajahnya...mengapa dia jadi aneh begini...?
Katren tampak terkejut melihat Morgan..
''Mengapa ada Morgan disini...'' Katren sedikit risih dengan tatapan Morgan yang lancang pada tubuhnya...
''Morgan ingin bertemu Michelle...anak itu dia malah memintaku menjemputnya di depan...''ucap Dimi dengan nada malas...
Katren pun melangkah masuk dan duduk di hadapan Morgan sementara Dimi mendekati mereka...
''Aku akan menjemput Michelle..dia takut masuk sendiran kesini..bisakah kalian menunggu sebentar...hanya sebentar...''ucap Dimi berjanji..
Morgan menatap Katren dengan penuh minat..sialan mengapa dia tiba-tiba menginginkan percintaan sekarang...nafs*nya bangkit tak mampu dia kontrol sendiri...
''Baiklah......kami akan menunggu..''ucap Morgan melirik Katren yang hanya menurut..
Dimitri pun tersenyum lega, lalu melangkah keluar kamar, sampai di luar kamar Dimi lalu mengunci pintu kamar dan tersenyum..
''Tak ada yang boleh mendekati Michelle...dia milikku dan kalian berdua...akan menerima hukuman yang indah....''desis Dimitri dengan wajahnya yang dingin....
Sementara,...
Di dalam kamar Hotel...
Katren mulai gerah..obatnya mulai bekerja, hal yang sama di rasakan Morgan....keduanya saling menatap...dengan liar...
Katren membuka kancing atasan miliknya hingga terbuka dan membuat Morgan hanya mampu melonggarkan tenggorokannya dia mulai tergoda....
hal yang sama dirasakan Katren dia butuh di sentuh....
Tanpa mampu di cegah, Katren mulai melepaskan atasannya dan memperlihatkan bra berwarna birunya..mata Morgan melebar...
''Maaf...aku merasa panas...''
Tanpa menunggu Morgan bangkit dari sofa dan mendekati Katren..menindih tubuhnya dan seketika itu juga...
Dengan gerakan cepat ia menurunkan bra milik Katren dan segera melahap put*ng pa yu da ra Katren dengan lum**** yang panas...
''Aaarrrghhh.....''
__ADS_1