Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Masalah Baru


__ADS_3

Michelle membeku melihat sosok Rob sang kakak berdiri di hadapannya...keduanya berdiri saling menatap dengan mata yang basah...


Degh!!!!


''Kakak.....''


******


Keduanya duduk di dalam mobil milik Rob..pria itu tampak kurus dan sakit...ia menatap Michelle dan tersenyum..


''Aku senang melihatmu Michelle....''


Michelle menghela nafas...sejenak ia menatap ke arah mobil-mobil yang berdatangan di parkiran kampus...beberapa di antara para mahasiswa baru di antar oleh orang tua mereka yang memberi pelukan dan ciuman,...Michelle memandang dengan iri...


''Michelle........'' suara Rob terdengar lembut..


''Mengapa basib kita harus seperti ini kak...mengapa kita tak bisa merasakan seperti mereka...apa salahku, bahkan aku harus menjalani semuanya di usiaku saat ini...'' Michelle mulai menangis dan Rob hanya tertunduk...


''Ini semua karna Dimitri...''


Kali ini Michelle menoleh...


''Apa maksudmu kak....jangan menyalahkan kak Dimi..dia bahkan merawatmu dan memberimu uang...'' ucap Michelle membela...


''Hahaha...kau memang bodoh Michelle...''


''Kakak.....''


Kali ini Michelle menatap Rob dengan protes, setelah sekian lama mereka berpisah kakaknya tak menanyakan bagaimana keadaannya namun sebaliknya malah membuat Michelle semakin stres..


''Jangan bilang kau mulai membelanya...Michelle...dia bukan kakakmu.......''


Airmata Michelle menetes...ia pun menatap Rob dengan tajam..


''Aku tau..aku baru tau dia bukan kakak kandungku dan ironisnya kau sebagai kakakku malah menyimpan rahasia ini....apakah kita benar-benar saudara, apakah kau tau apa yang selama ini aku alami....'' Michelle tak mampu menahan rasa sakit di dadanya...


Sementara Rob terdiam....ia memalingkan wajahnya, hutangnya kini menumpuk dan hidup di kejar-kejar debkolektor...bahkan uang yang di beri Dimitri tidak cukup untuk bayar hutang.....ia tak bisa berfoya-foya seperti dahulu bahkan warisan 25% itu telah habis terpakai..tak ada lagi yang tersisa....


Rob semakin frustasi di buatnya.....


''Michelle......''


''Aku sangat lelah kakak...sangat lelah dengan hidupku..mengapa aku di lahirkan kalau akhirnya hidupku akan seperti ini...aku merasa tak ada harganya..tidak...''


Isakan Mikha semakin histeris hingga ia menutup wajahnya dengan tangannya...


sungguh ia sudah tak tahan lagi..menghadapi keinginan Dimi, lalu tekanan yang dia dapatkan..belum lagi harus menyembunyikan pernikahan dari semua orang....dan menahan perasaannya sendiri..


Rasanya Michelle akan meledak saat itu juga, kepalanya terasa penuh.......


Rob menyentuh bahunya....menenangkan adiknya dari tangisan yang menyayat hati..kemudian meraih tubuh Michelle untuk memeluknya...ini pertama kalinya mereka saling memeluk dengan erat...hingga Mikha akhirnya melepaskan semua rasa sakitnya di dalam pelukan kakaknya, bahkan ROb tak tau soal dia yang sudah menikah,....


''Maafkan aku Michelle...seharusnya aku membawamu pergi...seharusnya....''


''Aku sangat lelah dan ingin hidup dengan tenang...aku lelah sekali kak...'' bisik Michelle dengan isakan sedih...


Rob lalu mengecup puncak kepala Michelle dan menjauhkan tubuh Michelle dan menatapnya...


''Michelle...bagaimana kalau kau menolongku sekali lagi...''


''Apakah ini mengenai uang....''


Rob mengangguk....


''Yah......sebenarnya Michelle...aku....''

__ADS_1


''Bukankah kak Dimi mengirimkan uang untuk kakak setiap bulan...''


Rob mengerang.....


''Michelle kakak dalam masalah saat ini...dan jangan bilang Dimitri...''


''Hah....masalah...katakan ada masalah apa....''


Rob lalu mulai bicara.....


***************


Siang itu....Michelle melangkah keluar dari kelas, sementara hari semakin panas...langkahnya kian berat ketika membayangkan permintaan Rob sang kakak yang berat...darimana uang sebanyak itu....


2 Miliyard...??


Jika Dimi tau maka dia akan marah..namun jika Michelle tidak menolongnya maka kakak akan di bunuh..


Apa yang harus dia lakukan darimana dia mendapatkan uang...?


Michelle berdiri di tempat menunggu parkiran kampus..dan menunggu kedatangan Dimi...namun sampai waktu yang di tentukan Dimi belum menjemputnya...


Sementara itu sebuah mobil memasuki parkiran dan sosok Marco keluar dari mobil..ia tersenyum menatap Michelle...dan mendekatinya...


''Hai.....''


''Kak Marco.......''


''Tak usah menunggu kak Dimi, karna dia sedang keluar makan siang bersama Mommy dan juga Katren...''


Deg!!!!


Sesuatu di dada Michelle terasa nyeri yang menusuk-nusuk..namun ia menyembunyikan rasa sakitnya yang entah mengapa mulai menyapanya dengan rutin..


''Yah..bagaimana kalau kita bergabung,....''


''Tidak aku mau pulang saja...aku terlalu lelah..''


''Baiklah..aku akan mengantarmu....''balas Marco menawarkan diri...


''Apakah tidak merepotkan...jika kakak punya keperluan maka aku bisa memanggil taxi...''


''Hey...aku tidak akan menginjinkanmu ada aku disini dan tidak akan kubiarkan sepupuku pulang sendiri...''


Michelle hanya bisa pasrah, ketika Marco menuntunnya ke dalam mobil,....lalu meninggalkan parkiran kampus...


Sepanjang perjalanan hanya di isi dengan keheningan yang begitu menyiksa bagi Marco, sesekali ia menoleh pada Michelle yang sedang melamun...


''Ehm....apa yang mengganggumu Michelle...''


''Tidak aku baik-baik saja.....''


''Tapi wajahmu mengatakan sebaliknya, bukankah aku sama saja dengan Dimi kakakkmu..aku juga perduli padamu Michelle..''


''Aku baik-baik saja...'' kali ini Michelle mencoba tersenyum..


Dan senyum itu sangat manis hingga Marco hanya bisa kagum dalam diamnya...


''Begitu dong..kau harus tersenyum...''


''Terimakasih, aku sedikit sulit dalam belajar,..dan bersosialisasi....aku pikir tak ada yang mau berteman denganku...'' ucap Michelle memasang wajah cemberut..


Marco pun mengerti, selama ini Michelle tak pernah bergaul dengan teman sebayanya dan hanya berdua di rumah besar itu...jadi Michelle memang sedikit kesulitan dengan pergaulan...


''Kau akan terbiasa Michelle..kakak yakin kau akan menjadi gadis yang di sukai di kampus..cobalah untuk berbaur dan dekati gadis sebayamu yang kau pikir dia bisa kau dekati...maka persahabatan itu akan muncul dengan sendirinya...''

__ADS_1


''Benarkah....aku akan mencoba..''


''Tentu saja...kau akan liat perbedaannya...''


''Aku jadi lega.....terimakasih kak Marco...''


''Tentu saja...jangan sungkan mnemuiku jika kau dalam masalah...aku akan menolongmu Michelle...''


Michelle pun mengangguk patuh...


Keduanya saling melemparkan senyuman satu sama lain...perjalanan pulang tidak lagi beku, namun mulai mencair dengan masing-masing mereka saling mengenal...


**********


Sampai dirumah....


Michelle turun dari mobil bersama Marco sementara itu mobil Dimitri sudah berada di dalam garasi...


Mereka pun masuk...


Michelle sedikit terkejut melihat Dimi dan Katren duduk berdekatan...mereka saling bercanda dengan mesra..


''Selamat siang.....'' ucap Marco memecah kesunyian....


Saat itulah Dimi dan Katren mengangkat wajahnya, terutama Dimi ia terlihat santai...dan memberikan senyuman kepada Michelle dan Marco...


''Kalian sudah pulang........''


''Yah...''


''Bagaimana kalau kita bersantai disini...''tawar Dimi dengan ramah..


''Ya''


''Tidak.''


Marco dan Michelle menjawab bersamaan.


''Kau menolak Michelle...''


Michelle mengeraskan tatapannya....


''Aku sangat lelah kakak, jadi bagaimana kalau kakak saja yang bersantai disini...aku lelah...'' ucap Michelle degan ketus,...


Sebelum pergi ia menoleh pada Marco dan tersenyum...


''Terimakasih mengantarku kak Marco...''


Michelle melangkah begitu saja menuju kamarnya, sementara Dimitri menghela nafas.....


Mengapa dia harus merasakan perasaan ini...??


*********


Michelle baru saja selesai mandi ketika Dimi membuka pintu dan sedikit terkejut..harum bercampur segar dari tubuh Michelle mulai menggodanya ketika dia membuka pintu..


Sialan.......


Michelle yang menyadari kedatangan Dimi langsung memasang wajah kesal....ia membalikan tubuhnya menghadap cermin...


''Michelle........''


''Aku sedang lelah..tugasku banyak dan aku sakit kepala...'' Michelle lalu menuju ranjang dan segera naik dan memejamkan matanya..


Sementara Dimi mengerutkan keningnya, apa yang terjadi pada Michelle...?

__ADS_1


__ADS_2