Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Hotel A


__ADS_3

Seminggu kemudian....


Carissa turun dari lantai 2 kamarnya, sementara Arga mengikutinya dari belakang ia sedikit merasa kesal karna Carissa menolak sentuhanya sejak seminggu lalu, mengapa...Carissa menghindarinya...


''Sayang.......''


Carissa menghentikan langkahnya dan menoleh, menemukan Arga yang melangkah di belakangnya, sembari memeluk istrinya dengan erat...keduanya bertatapan..


''Aku merasa sedikit kesal karna semalam...''


''Aku tidak ingin lelah Arga, aku harus mengambil ponselku dulu....mengertilah...''ucap Carissa dengan lembut..sementara Arga berdehem...menatap bibir Carissa yang begitu menggairahkannya pagi ini..


''Baiklah..aku akan menunggu..''


''Hum....


''Tapi... besok teman baruku akan kerumah ini sayang,...aku akan mengenalkannya kepadamu..''ucap Arga lembut..''


''Seorang teman...mengapa kau membawanya kerumah..''


''Karna dia teman baruku yang baik, dia pria yang luar biasa sukses dan aku.....mengangguminya..''


Carissa tak punya pilihan selain menuruti semua perkataan Arga, sembari ia memperbaiki dasi suaminya. Arga menikmati semua perlakuan manis istrinya dan menjadi candu..seluruh yang ada pada diri Carissa selalu membuatnya rindu dan semakin cinta.


''Mengapa gadis itu menunda waktu seminggu untuk mengembalikan ponselmu..''


''Dia masih ada urusan itu sebabnya dia memintaku menemuinya sekarang sebelum ia kembali ke luar negri..''balas Carissa lalu melangkah bersama Arga menuju lantai bawah..sementara Carissa melirik jam tangannya masih ada waktu satu jam..ia menatap suaminya..


''Bagaimana kalau aku memberikannya sebuah bingkisan sayang, sebagai ucapan terimakasih..''tanya Carissa..


''Tentu kau harus menghadiahkan sesuatu kepadanya...''


''Seperti apa...''


Arga melirik jam tangannya dia harus segera menghadiri rapat para pimpinan..jadi dia tak boleh terlambat padahal dia ingin sekali menemani Carissa..


''Kau bisa pergi ke butik dan membelikannya pakaian atau apapun...''


Wajah Carissa berubah cerah..

__ADS_1


''Yah...aku tau sekarang, aku akan membelikannya sebuah gaun rancangan dari butik langgananku...semoga dia suka..''


''Baiklah masalahnya selesai sekarang, dan aku harus pergi...''


''Hum....baiklah...aku akan pergi sebentar lagi sayang..'' balas Carissa yang pasrah ketika Arga melum** bibirnya untuk sesaat..


Pria itu pun pergi dan kini Carissa pun bersiap-siap untuk pergi meski ia harus singgaj ke tempat butik langganannya untuk memberikan bingkisan pada gadis yang menemukan ponselnya..


Carissa bergegas masuk ke mobil dan dengan cepat ia menuju butik langganan miliknya, lalu memilih sebuah gaun mahal yang indah, karna dia tak tau ukuran sang gadis penolong maka Carissa menggunakan ukurannya untuk gaun itu..setelah selesai memilih dan membayar, Carissa masuk ke dalam mobil dan mulai menghidupkan mesin mobil....


Hotel A berada di luar kota, berada di atas ketinggian tebing..mengapa gadis itu memilih Hotel disana...?


Carrisa melirik jam tangannya dan berdehem ia masih punya cukup waktu...mobil itu meluncur meninggalkan lokasi butik dan mengarah di luar kota tempat Hotel A..


Mobil milik Carissa mulai melalui jalan luar kota dan melewati bukit-bukit kecil yang indah dan menghijau..namun di tengah jalan..ketika melewati sebuah bukit..dada Carissa menjadi nyeri entah mengapa dan lalu ia menghentikan laju mobilnya...


Carissa menjadi sedih dan matanya berkaca-kaca walau ia tidak tau mengapa dia merasakannya..mengapa dia merasakan hal itu..hal aneh yang sama sekali tidak di mengertinya..


Carissa butuh udara segar dan sesaat kemudian ia keluar dari mobilnya...dan pemandangan unik menarik perhatiannya..sebuah makam berdiri di atas bukit yang indah ini...?


Tanpa sadar langkah kaki Carissa mengarah pada makam itu dengan rasa penasaran yang tinggi..lalu mendekat...


Deg,......deg.....deg......


Robert Hera...??


Sesuatu di dada Carissa mendadak nyeri hingga ia kehilangan kata...mengapa ia malah kemari..makam ini mengapa terasa tidak asing..?mengapa dia merasakan hal yang berbeda...ada kerinduan yang samar namun sekali lagi Carissa tidak mengerti mengapa hatinya bergetar...


Tidak..ia harus pergi dari makam asing ini kalau tidak ia tak akan pernah tenang...


Carissa membalikan tubuhnya dan seketika hujan mulai turun tiba-tiba dan karna itu Carissa buru-buru masuk ke dalam mobil walau sedikit terlambat..tubuhnya basah sebagian..walau sudah mengeringkan dengan tisue namun tetap saja ia terlanjur basah..


Carissa menatap wajah basahnya di cermin dan tertawa pelan..mengapa dia malah turun di tempat sepi ini..?? Baiklah ia hanya pergi dengan cepat ke Hotel dan kemudian keluar dari sana..Carissa bahkan tak akan lama..dia hanya mengambil ponselnya kembali lalu memberikan bingkisan gaun ini kemudian pulang dari sana..selesai..Carisa tak perlu ke butik untuk mengganti bajunya kembali..


Mobil akhirnya melaju meninggalkan kawasan bukit, meninggalkan makam yang sebenarnya adalah makam sang kakak....Carissa mengerutkan kening..ia mengucapkan kata berulang-ulang..


Robert Hera..Robert Hera.....Robert Hera....Rob Swan..'' kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutnya..


Astaga apa yang dia ucapkan..mengapa malah memikirkan makam itu padahal makam itu sangat asing..ia tidak mengenalnya...? Carissa melanjutkan perjalanan..

__ADS_1


Setelah beberapa saat berkendara akhirnya Carissa sampai di sebuah kawasan Hotel A yang begitu mewah namun sangat privat...bahkan Carissa harus menyebut nama gadis yang menelfonnya kepada petugas..setelah memarkir mobilnya Carissa segera turun dengan tubuhnya yang lembab sedikit kedinginan,...tak lupa membawa bingkisan gaun tadi...Carissa melangkah menuju lobby Hotel dan menghampiri resepsionis..


''Maaf nona..aku harus ke lantai 101 untuk menemui Nona Tania...''


Sang gadis resepsionis menatap mata Carissa dengan pandangan kagum atas kecantikan natural milik Carissa...lalu ia pun meletakan sebuah kartu untuk akses maasuk ke kamar 101..


Carissa sedikit mengerutkan kening,...


''Tapi aku bisa mengetuk....apakah tidak terlalu lancang jika aku langsung masuk..'' tanya Carisaa dengan wajah polos..


''Nona Tania sedang turun untuk memesan makanan dan berpesan agar nona masuk saja..dia akan kembali dengan cepat...''balas sang gadis dengan penuh senyum ramah..


Carissa pun mengerti..


''Baiklah aku akan masuk sekarang..''ucap Carissa lalu melangkah menuju lift.


Sementara sang gadis lalu mengangkat ponselnya dan menelfon..'


''Tuan Dimi....nona Carissa sudah sampai..'' gadis itu lalu memutus sambungan telp..


******


Carissa keluar dari lift dan melangkah keluar..pandangannya mulai menatap ke segala arah untuk mencari nomor kamar...dan ia membeku...mengapa hanya ada satu kamar di sini..yaitu kamar 101..? Gadis itu pasti bukan gadis sembarangan...


dia pasti anak orang kaya...Carissa hanya mampu menganggumi gadis itu...setidaknya dia memberi gaun mahal yang pantas...


Mendekati pintu...Carissa lalu menempelkan kartu di pintu dan...


Ceklek......


Pintu terbuka....


Carissa masuk ke dalam kamar tanpa ragu...dan ia terkejut bukan main ketika menemukan seuatu yang membuat matanya melebar tak percaya...


Ada banyak foto miliknya dan seorang pria...


Dimitri.....?? Desahnya dengan tubuh yang lemas...mengapa wanita di foto itu sangat mirip dirinya...??


Deg!!!!

__ADS_1


Sesaat kemudian....Dimitri muncul dari toilet Dimitri menatap Carissa dengan senyuman dingin...


''Kau...'' Carissa mnejadi gemetar takut...


__ADS_2