Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Membawa Pergi


__ADS_3

Arga membeku melihat sosok gadis mungil yang menatapnya dengan tatapan polos dan begitu ketakutan, gadis asing ini menarik perhatiannya sejak dia berada di dalam mobil tadi dan menjadi tanda tanya besar mengapa dia berada di makam ini...dengan sisa airmata yang masih menetes di wajah cantiknya..? Apakah dia wanita si bajingan Rob, apakah dia simpanannya apakah dia hanya pemuas nafsunya..? Sial Arga merasa kesal hanya dengan memikirkan itu semua..


''Siapa kau......'' desis Arga menggertakan gigi...


Sementara Michelle menjadi ketakutan, siapa pria ini mengapa mendatangi kuburan kakaknya..? Yang membuat Michelle semakin ketakutan adalah pria ini datang dengan beberap pria bersenjata di belakangnya..


jika salah menjawab maka mereka akan menembaknya..


Arga kehilangan kesabaran karna gadis ini tak ingin menjawabnya..ia pun segera menarik tubuh Michelle berdiri berhadapan dengannya, dan menyadari kesedihan itu begitu membekas di wajah gadis ini..


''Apa kau bisu..kau tak bisa bicara...? Siapa kau..apakah kau wanitanya apakah kau...simpanan bajingan itu...''


Michelle sungguh tak terima ketika ada yang menghina kakaknya..hingga Michelle melakukan sesuatu di luar akal sehatnya, dia sudah muak dengan penghinaan jadi dia tak akan membiarkan siapapun menghina dirinya atau kakaknya.....


Plak!!!!!


Hening...


Semua anak buah Arga saling menatap, mereka ingin mendekat menangkap Michelle namun...Arga mengangkat tangannya hingga mereka mengurungkan niatnya..Arga lebih suka menghadapi gadis kecil ini sendiri..


''Beraninya kau menghinanya....''


Airmata Michelle kembali menetes...


''Aku adalah adikknya..aku adik kandungnya...mengapa kau berani menghinaku dan kakakku...ya....apakah orang kaya sepertimu hanya bisa menghina...''


Deg!!!!


Arga membeku....


Tatapan Michelle begitu tajam, ia terlihat lemah tapi tidak menyerah..ia takut namun berusaha kuat menyembunyikan ketakutannya....hingga Arga menjadi tertarik..


Ketika Michelle ingin menampar Arga, pria iotu menangkap jemari Michelle dan mengunci pergerakannnya hingga ia tak bisa bergerak...


''Lepaskan.......''


''Apa kau mau mati...? Beraninya kau mengangkat tanganku untuk menamparku..beraninya kau.......''


''Lepas...apa kau akan membunuhku.......''


Arga menggertakan giginya...


''Lalu kau...tak sabar untuk mati...''


''Yah......bunuh saja aku itu lebih baik...aku ingin bersama kakakku....'' jerit Michelle begitu putus asa...

__ADS_1


''Hahaha....baru kali ini aku melihat seseorang minta di bunuh.....''


''Apakah aku lelucon bagimu....apakah kau sedang menertawaiku..''


Michelle melihat pistol yang tersimpan di saku pria itu, dengan cepat Michelle merebut pistol itu dan meletakannya di dalam genggaman tangan Arga hingga pria itu terkejut setengah mati...keduanya bertatapan dengan tajam....


''Kau........''


Isakan Michelle kembali terdengar pilu..ia sudah benar-benar tak ingin hidup lagi..tidak...mungkin ini jalan hidupnya..lebih cepat ia mati maka itu lebih baik bukan..?


''Tembak aku..cepat.......''jerit Michelle dengan suara yang tertahan,...


Arga menggenggam pistol itu dan menurunkannya...


''Aku bosan membunuh....dengar baik-baik...aku akan menganggap kau sebagai pengganti bajingan itu.....kau adalah milikku sekarang...''


Deg!!!


Michelle kehilangan kata....


''Apa......maksudmu..'' desah Michelle dengan suara yang tercekat..


Arga mendekat dengan tatapan sedingin es..


''Kakakmu berhutang sangat banyak untukmu dan kau akan menjadi pelunas hutangnya agar kakakmu bisa terbebas dari beban utangnya di neraka..''desis Arga tajam..


Arga tidak membuang waktu...segera, ia melirik salah satu anak buahnya untuk menyeret tubuh Michelle masuk ke dalam mobil, meski gadis itu menjerit keras namun Arga seolah tak mendengar...


Arga kemudian mendekati makam milik Rob dan menatapnya dengan senyuman...


''Sekarang adikmu yang akan menanggung semua hukuman Rob..sialan, dia akan menjadi milikku...milikku karna kau berhutang banyak padaku....''desis Arga dengan dingin lalu melangkah meninggalkan tempat itu dengan langkah yang tegas...


Meninggalkan pemakaman sepi itu dan segera masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana...


******************


Dimi melirik jam di tangannya dan sedikit heran, biasanya Michelle akan datang tepat waktu..biasanya ia malah tidak pernah terlamabt namun..mengapa kini..dia terlambat...?


Dimi bangkit dari tempat duduknya dan melangkah menuju pintu...ia mulai khawatir..ini sudah hampir satu jam...segera ia mengambil ponselnya dan menelfon Michelle dan terkejut ketika ponsel milik Michelle tidak aktif seperti biasanya..


Ada apa....??


Dimi mulai gelisah lalu menghubungi Tomi untuk menemui Michelle di rumah sakit..mungkin dia terlambat untuk sesuatu hal...


Dimi lalu mengambil foto hasil USG milik istrinya dan mulai tersenyum menatap bayinya yang masih sangat kecil di dalam perut Michelle...matanya menjadi basah...membayangkan anaknya sudah bertumbuh di dalam diri Michelle...dan menjadi calon ahli warisnya nanti...Dimitri bertekad akan berubah dan membuat Michelle bahagia...yah...ia ingin keluarga yang utuh dan bersama Michelle wanita yang dia cintai..Dimi berharap keluarganya akan bahagia...tentu saja...

__ADS_1


Pria itu tak sabar menanti Michell dirumah...sambil menunggu matanya tak sengaja menatap sebuah foto kebersamaannya dengan Michelle ketika mereka sedang memeluk satu dengan yang lain....Dimi sungguh tak mampu membayangkan betapa dia dan Michelle akan saling mencintai seumur hidup....


Tak berapa lama kemudian ponselnya berdering....dengan cepat Dimni mengangkat ponselnya..


Dimi : Halo...Tomi..bagaimana, apa yang terjadi mengapa Michelle lama sekali....?


Tomi : (Terdiam Sesaat ) Tuan Dimi...kata pihak rumah sakit...nyonya Michelle sudah meninggalkan rumah sejak pagi hari dan semenjak saat itu dia tidak pernah terlihat lagi..


Deg!!!!


Hening....


Dimi membeku mendengar ucapan Tomi yang mampu memukul telak hatinya..


Dimi : A...apa maksudmu....?


Tomi : Maaf aku harus mengatakan hal ini tuan Dimi karna...kemungkinan besar, nyonya memang sengaja pergi meninggalkan rumah sakit, tanpa ingin memberitau tuan yang sebenarnya...


Dimi : Tidak mungkin..dia berjanji padaku akan pulang jadi Tomi...cepat cari dia..cari Michelle aku tidak ingin mendengar kegagalan darimu...tidak...atau kau akan berurusan denganku..


Tomi : Baik tuan....


Dimitri menutup ponselnya, tubuhnya menjadi lemas untuk pertama kalinya, tidak mungkin Michelle berani meninggalkannya bukan...?


Dimitri segera bangkit dari tempat duduk dan melangkah keluar rumah, menuju mobil..tidak mungkin Michelle sengaja pergi tidak mungkin Michelle meninggalkan dirinya..tidak mungkin....mereka sudah saling berjanji jadi tidak mungkin Michelle mengingkari janjinya tidak mungkin...


Dimi masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah dengan cepat...


********


Mobil milik Arga menuju sebuah bandara yang memang sudah menunggunya..ia keluar dari sana dengan Michelle yang masih meronta, Michelle sungguh terkejut ketika tubuhnya di tari keluar dari dalam mobil...


Melihat sebuah pesawat besar membuat tubuhnya merinding...


sementara Arga mendekatinya...


''Mulai sekarang kau akan menjadi tawananku..kau gadis pelunas hutang kakakmu yang tak mungkin ia lunasi..'' desis Arga tajam..


''Tidak....lepaskan aku tolong...baiklah aku minta maaf karna menamparmu tadi...aku wanita yang sudah menikah....aku,....''


''Maka aku..akan membuatmu bercerai.''balas Arga tajam..


''Tidak....tuan.....'' jerit Michelle putus asa...


''Cepat masukan dia ke dalam pesawat...'' teriak Arga dengan suara yang tajam...

__ADS_1


Deg!!!!


''Apa.......''


__ADS_2