
Sejak kedatangan dosen Mike untuk mengajar, hari-hari Michelle menjadi cerah..dari gadis yang tertutup dan sering murung kini ia lebih banyak tersenyum dan bisa bercanda, Nila juga selalu menemani harinya dan mendukung Michelle dalam segala hal, meski hanya terkurung di dalam rumah gadis itu tidak merasa kesepian...
Hari libur..
Michelle menuruni tangga dan menatap ke segala arah, ia mencari sang kakak yang sedang duduk di taman, senyum mengembang di wajah Michelle..gadis itu melangkah menuju dapur dan mengambil alih tugas pelayan untuk membuatkan kopi untuk sang kakak Dimitri...
Setelah selesai, gadis itu lalu melangkah menuju taman sambil membawakan kopi dan beberapa kue kecil..
''Selamat pagi kakak...''
Suara Michelle terdengar lembut di telinga Dimitri hingga pria itu menoleh..sedikit terkejut dengan perubahan sikap Michelle yang hangat..
''Michelle,....''
Michelle tersenyum lalu meletakan nampan di atas meja lalu tanpa ragu duduk di samping Dimitri dan bersandar di pelukan pria itu..
''Mengapa kau bersikap aneh..'' bisik Dimitri tidak menghindar dari sandaran sang adik.
Michelle menatap ke arah taman bunga yang indah dan tersenyum...
''Aku tidak aneh...lagipula aku kan bersandar pada kakakku sendiri..''
Dimitri terdiam sambil terus memainkan ponselnya..
''Aku liat nilaimu cukup bagus, kau berusaha dengan baik Michelle...jadi katakan apa yang kau inginkan maksudku adalah kau ingin hadiah apa...'' tanya Dimitri dalam ketenangannya..
Michelle menjauhkan tubuhnya kali ini ia menoleh menatap sanga kakak...
''Bisakah aku meminta hal lainnya kak..selain barang-barang mewah..kau sudah memberiku segalanya...''
''Jangan pernah berpikir memintaku keluar untuk sekedar jalan-jalan Michelle kau tak akan mendapatkannya...''
''Bagaimana kalau kakak saja yang menemaniku jalan-jalan...''
Kali ini Dimitri menatap Michelle seraya berpikir..
''Apa maksudmu kita berdua...''
''Yah...mengapa tidak, atau kakak sudah punya kekasih dan punya acara lain aku bisa menunggu jika.....''
''Bagaimana kalau kita ke Villa saja...kakak baru saja membeli sebuah Vila di atas bukit...''
Mata Michelle berbinar tak sabar...
''Jadi kakak akan membawaku...''
''Jika kau bersikap baik.....oya..anggap saja ini kado untukmu karna kau bisa mendapat nilai yang bagus...''
__ADS_1
''Yey....akhirnya aku bisa jalan-jalan...''
Michelle melompat dengan rasa bahagia yang tak bisa di ukur..gadis itu terlalu senang kemudian menghambur ke pelukan Dimitri dengan erat hingga Dimitri mematung di tempatnya..ketika untuk pertama kalinya tubuh mereka bersentuhan ada yang berbeda di hatinya entah mengapa, yah..bagaimanapun...ia tau benar kalau mereka bukanlah saudara..mereka tidak sedarah dan kini hatinya mulai memikirkan Michelle sebagai seorang gadis...
Dengan ragu Dimitri menyentuh punggung Michelle hati-hati dan mengusapnya..
''Apa kau senang...''
Michelle mengangguk...
''Aku senang sekali...kapan kita akan berangkat...''bisik Michelle tak sabar...
''Besok pagi....''ucap Dimitri dengan nada tenang,..
Michelle menjauhkan tubuhnya lalu menatap Dimitri..
''Itu artinya aku harus berkemas kak...''
''Lakukan dengan cepat..besok pagi-pagi sekali kita akan berangkat...''
''Apakah Nila ikut....''
Dimitri menganggukan kepalanya.....
''Tentu saja kau boleh mengajaknya Michelle...bukankah kau...tidak bisa tanpa dirinya...''
Michelle mengangguk dengan cepat lalu mendekatkan wajahnya ia pun mengecup pipi Dimitri dan membuat pria itu benar-benar terkejut...
Michelle segera berlari menjauhi taman dan menuju kamarnya sedangkan Dimitri membeku...memegang pipinya..
Michelle menciumnya.....?? mengapa sikapnya semakin manis saja...? pria itu tersenyum kecil...
************
Esoknya...
Semua barang-barang milik Michelle sudah di naikan ke atas mobil, mereka akan ada disana selama dua hari...dan Michelle tampak sangat bersemangat..
ia menghabiskan sarapannya dengan cepat..tentu saja....ini pertama kalinya ia bisa keluar rumah walau bersama kakaknya...namun Michelle bahagia...sang kakak akhirnya bisa mengijinkan ia untuk jalan-jalan..
Dimitri sudah selesai bersiap, ia pun keluar dari Lift dan mendekati Michelle yang sedang berdiri menatap Nila...
''Mengapa kau malah tidak bisa ikut Nila...bukankah semalam kau sudah setuju...''
Nila menundukan kepalanya dalam-dalam...
''Tuan dan nona...aku minta maaf tapi ibu panti sedang di rawat dirumah sakit aku harus menemaninya....jadi karna nona dan tuan akan prgi aku bisa menggunakan waktuku untuk menjaganya...''
__ADS_1
Dimitri melirik Michelle yang tampak sedih...
''Bukankah ada orang lain yang menjaganya Nila..'' ucap Dimitri..
''Memang ada banyak yang menjaga tapi tuan, aku di besarkan dengan baik oleh ibu pantiku, rasanya tidak pantas jika aku pergi liburan sementara dia terbaring sakit...aku tidak akan merasa tenang...''
Mendengar hal itu membuat Michelle merasa bersalah, bagaimanapun menjaga ibu panti lebih penting dari sekedar liburan...meski sedih tak bisa ikut tapi Michelle mencoba mengerti..
''Baiklah...jaga ibu panti dengan baik Nila...aku pikir lain kali kita akan jalan-jalan ...aku doakan ibu panti segera sehat kembali..''
Nila menundukan kepalanya...sesaat kemudian ia menatap ke arah Dimitri yang menganggukan kepala penuh isyarat...
''Apakah kau tidak mau di temani pelayan yang lain...''
''Tidak....lagipula aku bersama kakak..aku tak akan takut apapun...''ucap Michelle..menutup keraguan sambil mengalungkan lengannya pada Dimitri seolah menggantungkan hidup....
Dimitri pun mengangguk puas..
''Baiklah...saatnya kita berangkat Michelle...'' bisik pria itu dengan lembut...
Dimitri membimbing Michelle menuju mobil dan sesaat kemudian mobil meninggalkan kediaman keluarga Swan..
Nila hanya menghela nafas...ia harus melaksanakan perintah tuan Dimitri yang melarangnya ikut...lagipula ia hanya seorang pelayan dan tak bisa melakukan apapun..
***********
Sepanjang jalan, Michelle hanya menatap keluar jendela dengan senyuman kagum,...ia seperti baru saja keluar dari gua terasing yang membuatnya hanya terpukau dengan kemajuan di sekitar kota...
Dimitri hanya sesekali menatapnya dengan senyuman...
''Apa kau senang...''
''Yah.....aku senang sekali...''
Dimitri kembali berfokus pada ponselnya sambil memerikan pekerjaannya..
''Jika kau bersikap baik, nilaimu semakin bagus maka aku janji akan membawamu ketempat yang lebih indah....''
Michelle menoleh dan mengibaskan rambut panjangnya yang berkilauan terkena cahaya pagi...ia gadis yang mempesona..
''Aku akan berusaha lagipula Mr. Mike akan membantuku dalam segala hal....''
Sontak Dimitri menilai cara Michelle bicara dengan matanya yang berbinar bahagia ketika membicarakan Mike...pria itu lantas mengerutkan kening,....
Tak akan ada yang terjadi bukan...? lagi pula Mike adalah seorang G*y jadi pria itu tidak mungkin menyukai Michelle...
Dimitri segera mengusir jauh pikirannya..perkembangan Michelle bagus dalam mata kuliahnya semenjak Mike mengajarnya...tak ada yang harus di kawatirkan karna Michelle adalah miliknya..
__ADS_1
Karna perjalanan yang cukup jauh, Michelle mulai mengantuk dan menyandarkan tubuhnya di pelukan Dimitri untuk kemudian tertidur...Dimitri memeluk tubuh Michelle dengan erat dan tersenyum...
Kau akan selalu bersamaku Michelle...kau adalah milikku..hanya milikku... batin Dimitri posesif...