
Hari ini ada yang berbeda..ketika Dimitri pulang ia sedikit terkejut karna melihat Michelle berdiri di depan pintu kamar dan menunggunya, hal yang tak pernah di alami Dimitri sebelumnya adalah senyum Michelle yang terlihat tulus untuk pertama kalinya sejak mereka bertengkar, jadi ia sungguh merindukan moment ini.
''Selamat sore Dimitri..'' sapa Michelle dengan senyum yang mereka di wajahnya ia menundukan kepalanya dalam-dalam..
''Michelle.......'' Dimitri mengerutkan kening...
''Yah....mengapa wajahmu terkejut begitu.''
Michelle langsung mengapit lengan Dimitri menuntunnya masuk ke dalam rumah besar dan duduk di atas sofa. Sikap Michelle ini membuat Dimitri tersenyum lega...
''Tidakkah kau sadar jika sikapmu berubah Michelle....''
Michelle tersenyum malu ia menyandarkan tubuhnya di bahu Dimitri sembari memeluknya, dengan erat. Sementara Dimitri hanya diam saja.
''Aku hanya ingin bilang terimakasih..''
''Untuk...''
''Untuk ponselnya...'' lirik Michelle tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya sambil memperlihatkan ponselnya yang telah di ganti oleh Dimitri..
Dimitri berdehem...
''Maafkan aku tentang kemarin Michelle...aku bersikap sedikit kasar kepadamu, semoga kau bisa...''
''Bagaimana kalau kita melupakan semuanya saja Dimitri...''
''Apa maksudmu...''
Michelle pun menoleh pada seorang pelayan yang mendekati mereka sambil membawakan minuman kepada Dimitri, dan Michelle yang mengambil alih minuman itu dan memberikannya kepada Dimitri yang sedang menatapnya penuh arti....
''Minumlah selagi hangat aku membuatkannya tadi tinggal pelayan menghangatkan untukmu...''
Seperti di hipnotis Dimitri lalu mengambil cangkir di tangan Michelle dan tanpa ragu meminumnya...
ia memang haus sekali, dan minuman ini sanggup membuat dahaganya hilang seketika...
Michelle mengusap punggung Dimitri seperti tindakan seorang istri yang memberi kasih sayang pada suaminya yang baru pulang kerja.
''Michelle.....''
''Ayo kita ke kamar,....aku akan menjelaskan semuanya kepadamu...''
DImitri membeku menatap Michelle tak berkedip lalu menghela nafas.....semoga saja Michelle memang benar melakukan ini semua dengan hati yang tulus..
''Baiklah.....kita ke kamar...''
Dimitri lalu membiarkan Michelle menggenggam tangannya dan membawanya pergi....dari sana, dan menuju kamar, membukanya lalu menarik Dimitri lalu menutup pintu...
__ADS_1
Keduanya berdiri saling menatap dengan tatapan yang berbeda....Mata gadis itu berkaca-kaca lalu mendekat hingga berdiri di hadapan Dimitri hingga keduanya saling memandang....
''Aku minta maaf karna sikap kekanakanku kepadamu Dimitri...seharusnya aku sadar kalau apa yang kau lakukan padaku hanya melindungiku....'' airmata Michelle menetes di wajahnya..
Dimitri hanya terdiam dan mendengarkan ucapan Michelle yang begitu bersalah...
''Aku bahkan seharusnya bersyukur, selama ini kau sudah tau siapa aku sebenarnya...kau bahkan tau aku bukan adik kandungmu tapi bukannya mengusirku tapi kau malah melindungiku....''isak Michelle dengan tangisan yang mulai terdengar...
Hening........
Michelle membeku ketika sentuhan tangan Dimitri menyentuh Kepalanya dan mengusapnya hingga ia mengangkat wajahnya...
''Dimitri........''
Pria itu tersenyum sementara jemarinya bergerak menyentuh sudut mata Michelle dan mengusap airmatanya....
''Bisakah aku percaya bahwa apa yang kau katakan saat ini adalah benar ini hatimu....Michelle....kau tau benar kalau perasaanku aku...........''
Dimitri membeku ketika...Michelle mendekatkan bibirnya dan melum*** bibir Dimitri seadanya karna memang ia tak mahir berciuman namun setidaknya dia berusaha bukan...??
gadis itu melepaskan ciumannya dan membeku melihat tatapan tak terbaca yang di arahkan Dimitri kepadanya..
Michelle menyangka kalau Dimitri marah akan sikap lancangnya hingga wajahnya begitu pucat....
''Dim........''
''Ah.....aa....aku.....apakah kau marah....''
Wajah Michelle semakin cemas......
''Seharusnya kau,......''
''Aku minta maaf Dim....ini....karna........''
Namun ajaib karna bukan kemarahan yang di dapatkan Michelle namun malah, Dimitri meraih tubuhnya dan setengah memeluknya....tubuh mereka merapat tak ada jarak hingga yang ada hanya tatapan mereka yang saling mengunci...
Deg!!!!!
''Ciumanmu payah Michelle Swan......''
''Hah.............''
Dimitri kali ini mendekatkan bibirnya, mendaratkan ciuman lembut di permukaan bibir Michelle yang hangat dan mulai memainkannya dengan perasaan cinta yang selama ini ia tahan....
Michelle membeku, sedikit terkejut karna ciuman Dimitri yang begitu manis dan intim bukan paksaan seperti kemarin...kerutan di dahi Michelle semakin dalam ketika ciuman itu berubah semakin panas....bibir Dimitri begitu ahli menggilasnya tanpa ampun menuntut Michelle menyerah pada gairahnya....
Lidah Dimitri mulai mengul**, membelai dan melum** bibir Michelle dengan penuh hasrat, lidah mereka saling beradu dengan rasa panas...
__ADS_1
Entah sejak kapan...
Tubuh keduanya terhempas ke atas ranjang dengan bibir yang masih beradu dengan nikmat...
Sampai ciuman Dimitri berpindah ke leher jenjang Michelle dan menggilasnya tanpa jeda...erangan Michelle terdengar pasrah di ruangan luas itu namun ketika Michelle pikir mungkin malam ini mereka akan selesai dengan percintaan yang panas, dia salah karna...itu tak terjadi...
Dimitri menarik tubuhnya menjauh sambil menatap Michelle yang masih menetralkan debaran jantungnya yang memburu....pria itu menatap Michelle dari atas tubuhnya...ia tersenyum..
Menyadari bibir Michelle memerah dan sedikit bengkak karna ciuman mereka....
''Aku mencintaimu Michelle Swan.......''
Deg!!!!!
''Mencintaiku.........'' ulang Michelle terdiam..
Mengapa ungkapan cinta Dimitri kali ini terasa berbeda...mengapa hatinya harus bergetar...?
''Yah.....kau mau tau mengapa aku melindungimu kan...karna aku memang mencintaimu..sejak aku tau kau bukanlah adik kandungku....dan kita akan melakukannya setelah pernikahan.....'' bisik Dimitri lalu menarik tubuh Michelle mendekat....
''Aku belum terlambat untuk membalas semua perasaanmu padaku bukan...''ucap Michelle dengan nada serius...
''Michelle....aku pikir kau hanya......''
''Aku serius Dim......aku pikir, sejauh apapun aku berlari kau adalah tempatku pulang...aku sadar kalau tak ada gunanya aku membuatmu marah...tidak ada gunanya...karna bagaimanapun hanya kau yang peduli padaku dan mencintaiku Dim....''
Deg!!!
''Apakah itu artinya kau juga mencintaiku Michelle...''
''Aku akan mencintaimu.....ini masih baru bagiku apalagi aku masih syok dan menata perasaan kita yang berbeda....aku akan berusaha membuka hatiku Dim....aku akan mencintaimu.......''
Dimitri begitu bahagia lalu meraih tubuh Michelle ke dalam pelukannya seandainya saja..semua ini adalah kenyataan..
Perdamaian antara keduanya terjadi.....
''Mandilah aku....akan memijitmu Dim.......kau pasti lelah....'' ucap Michelle sembari bangkit dari ranjang dan merapikan ranjang yang berantakan akibat ciuman panas mereka..
''Aku tak sabar lagi.....'' balas Dimitri lalu melangkah menuju toilet dan tenggelam disana.......
Sementara Michelle menjatuhkan tubuhnya di pinggir ranjang dan memejamkan matanya....sementara ia menyentuh dadanya yang berdebar pelan...
Ini bahkan baru hari pertama...dan Michelle sangat muak....ia menoleh menatap ke arah pintu toilet dan menyipitkan matanya dengan tajam....
Lihat saja Dimitri, ketika kau sudah jatuh cinta..saat itu juga kau akan kehilanganku..........
Michelle berusaha menguatkan hatinya bagaimanapun juga ia harus meninggalkan rumah ini termasuk Dimitri...dan Michelle tak akan pernah menundanya sedikitpun dia,...hanya menunggu waktu yang tepat untuk pergi...
__ADS_1
****************