
Entah apa yang di mimpikan Dimi semalam sehingga ia bisa menemukan sosok Michelle yang begitu ia rindukan...Michelle..istrinya kini berada di hadapannya dengan tatapan polos...ya..tatapannya masih sama, wajahnya...yang berubah dari Michelle adalah rambutnya berwarna hitam dan tubuhnya sedikit lebih berisi...namun selebihnya ia adalah Michellenya yang dulu..
Dimi bahkan tidak perduli betapa paniknya wanita muda itu kepadanya saat ini...
Dimi mendekat...sembari masih menahan tatapannya ia memegang lengan wanita itu dengan posesif...
''Michelle..istriku..kau kembali sayang..''
Carissa tak sempat menghindar ketika Dimi meraihnya dalam pelukan dan mendekapnya dengan erat...
Carissa membeku..entah mengapa hatinya berdebar...untuk sesaat ia tenggelam dengan perasaannya sendiri, perasaan asing yang sulit untuk di jelaskan..mereka baru saja bertemu, ini pertama kalinya dia bertemu dengan pria ini...dia pria asing dan Carissa sama sekali tidak mengenalnya namun..mengapa dia pelukannya begitu familiar...?
Carissa memejamkan matanya, mau tak mau ia tak bisa melepaskan diri...matanya terpejam..mengapa lelaki ini memanggil Michelle kepadanya...apakah mereka sangat mirip..? Carissa sedikit penasaran....pelukan ini begitu hangat dan sanggup membuat Carissa sanggup terlena...
''Kau tau ketika kau pergi aku begitu hancur...? Kau tau betapa menyakitkannya ketika aku kehilanganmu...Michelle...aku minta maaf...aku minta maaf...namun aku benar-benar takut kehilanganmu..aku sudah menanggung hukuman...bukankah itu sudah cukup....bisakah kau memberiku kesempatan...''
''Lepaskan aku.......'' bisik Carissa dengan suara yang dingin di telinga Dimi hingga Dimi membeku...
''Michelle.....''
Carissa baru tersadar akan kesalahannya, ia berpelukan dengan pria asing..bukankah dia sudah punya suami...bagaimana kalau Arga melihatnya,....dia akan salah paham..
Tanpa menunggu Carissa mendorong tubuh Dimi hingga pelukan mereka terlepas...
Dimi masih tak rela namun ia menahan diri ketika melihat wajah wanita yang sedang tersinggung itu...
''Michelle......''
Carissa menghela nafas...ia lalu menatap mata Dimi dengan tajam...
''Namaku adalah Carissa Zayn tuan, aku bukanlah Michelle...apa kau tidak bisa mengerti itu...? aku bukanlah Michelle...''
Deg!!!!
Dimi terdiam...
Jika melihat wanita ini...ia kembali mengusap wajahnya, wajah mereka sama namun..Michellenya tak pernah sekalipun menatangnya ketika bicara...dia wanita yang sangat lembut dan Dimi bahkan tak pernah menemukan ketenangan seperti istrinya Michelle...
''Kau bukan Michelle....''ualng Dimi dengan mata yang basah..dan itu terlihat di mata Carissa, entah mengapa hatinya sakit sekali namun dia tak tau apa yang terjadi dengan hatinya...
__ADS_1
''Aku bukan Michelle tuan...aku adalah Carissa..namaku Carissa Zayn...aku punya suami...bagaimana kau bisa memelukku..''
Dimi menggeleng...hatinya yakin kalau ini adalah Michelle..hatinya tidak pernah salah..ia mengenal Michelle seumur hidup..ia bahkan tau betul bagaimana gadis itu ketika marah, menangis atau pun sedang bahagia..setiap perubahan di wajah Michelle ia tau dan hatinya mengatakan dengan tegas...ini adalah Michelle Swan..
Dimi mendekat sementara Carissaa bergerak mundur menjauhinya..
''Kau mau berbohong...apakah karna kau sangat marah karna aku menyakitimu..apakah karna itu Michelle...''
Carissa kembali menolak ucapan pria ini..
''Aku tak tau siap Michelle bagimu tapi.......''
''Dia istriku.......''
Carissa terdiam sesaat di tempatnya berdiri...
''Istri...'' ulangnya dengan kerutan di dahinya,..
Dimi mengambil kesempatan untuk mendekati Carissa dan memperlihatkan ponselnya namun sebelum ia sempat menunjukannya pada Carissa, wanita muda itu menarik dirinya menjauh dan memalingkan wajahnya, mengabaikan nyeri asing di hatinya,..
''Aku tak mau tau tuan...kau benar-benar menggangguku...''kali ini Carissa memberanikan diri menatap mata Dimi walau ia tak tahan...
''Michelle....''
''Apakah kau sedang berpura-pura untuk menghukumku...apa kau sengaja menjauh dan mengganti nama untuk menyiksaku sayang...dengarkan aku..aku meminta ampunmu..aku menyerah..aku..tak bisa Michelle...aku benar-benar tak bisa kehilanganmu..aku hampir gila...''
Carissa memijit dahinya..ia semakin frustasi menatap pria yang sangat aneh dan pemaksa ini..ia bahkan tidak mau mengerti...
''Terserah padamu...aku harus pergi...''ucap Carissa melangkah meninggalkan toko dengan cepat..
Namun Dimi tidak melepaskannya begitu saja..dengan langkah lebar...Dimi melangkah mengikuti Carissa yang sedang melangkah menuju mobilnya..
''Michelle...........'' panggil Dimi sekali lagi..
Dan dalam ketidak sadarannya, Carissa dengan spontan menoleh....
Deg!!!!
Mata mereka bertemu dengan tatapan tak terbaca...bagaimana mungkin ia bisa melihat ke arah pria asing itu...??
__ADS_1
Dimi mendekatinya sementara Carissa seakan terpaku di tempatnya hingga mereka berdiri berhadap-hadapan...
''Michelle..kau menoleh ketika aku memanggilmu, mengapa kau harus berbohong padaku..kau adalah istriku...''suara Dimi meninggi dan membuat Carissa membeku..
''Aku hanya spontan...dan kau tak bisa menyatakan kalau aku adalah Michelle..''
Dimi mendekatkan tubuhnya kali ini menjebak Michelle di antara badan mobil dan menatapnya,...
''Kau berbohong.....''
''Tidak...aku tidak bohong..dengarkan aku tuan, kau sangat menggangguku kau benar-benar mengganggu...aku sudah menikah...aku punya suami...aku sama sekali tidak mengenalmu...namaku adalah Carissa dan bukan Michelle..mengapa kau bersikeras mengatakan hal yang tidak masuk akal........''
Dimi mengusap wajahnya dengan kasar...anggaplah dia gila...ia sudah lama merindukan Michelle dan ia yakin sekali kalau wanita ini adalah Michelle.......ia yakin sekali.......
''Baiklah...tapi aku juga yakin kalau kau adalah Michelleku....aku bahkan yakin walau aku memejamkan mataku..tidak mungkin ada orang yang nyaris sama..meski kembarpun mereka punya perbedaan...entah apa yang mengubahmu atau kepalamu terbentur sesuatu aku tidak tau..tapi aku ingin menunjukanmu sesuatu Michelle...''
''Apa maksudmu...''
Dimi kemudian mendorong tubuh Michelle untuk masuk ke dalam mobil dan menutup pintu...
''Kau........apa yang kau lakukan.....'' jerit Carissa dengan takut,..
Mata Dimi bersinar tajam..ia sudah gila karna rindu..dan tanpa di duga Dimi melakukan sesuatu di luar dugaan..dan Carissa terkejut ketika Dimi mendekatkan wajahnya dan mendaratkan bibirnya di bibir Carissa dan melum**nya dengan panas..
Carissa terkejut karna Dimi menciumnya dengan membabi buta bahkan tubuhnya sudah menindih tubuh Carissa..
Betapa takutnya Carissa..ia meronta namun tak bisa, ketika Dimi terus melum** bibir Carisa dengan penuh kerinduan yang tertahan...
Ketika Dimi hendak menarik lengan Carissa kali ini Carissa menolak dengan keras, tak hanya itu karna terlalu marah..
Carissa kemudian menampar wajah Dimi dengan kuat hingga pria itu membeku.....
Plak!!!!
Dimi mengangkat wajahnya begitu terkejut dengan tamparan Michelle kepadanya...keduanya bertatapan..di sela ciuman mereka yang terlepas....Carissa menatap Dimi dengan tajam...
''Aku membencimu...'' desis Carissa dengan mata berkaca-kaca..
Dimi seolah tertampar..ketika kata-kata yang sama pernah di katakan Michelle kepadanya..
__ADS_1
''Aku membencimu..Dimi....''
Deg!!!!