Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Aku Mengalah


__ADS_3

Arga mengepalkann tangannya ia tampak kesal karna Michelle mengatakan hal yang tidak masuk akal dan cenderung nekat walau pun begitu dia tak akan menyerah dengan membiarkan Michelle melakukan apapun...


Arga mendekat sementara Michelle tak beranjak dari tempatnya berdiri seolah sedang menantang Arga....ia sudah putus asa dan kehilangan harapan....


''Apa dia memintamu untuk menjagaku..'' jerit Michelle menebak..apakah terjadi sesuatu dengan suaminya...?


Arga tidak menjawab ia diam saja namun itu cukup bagi Michelle untuk mengerti bahwa tebakannya adalah benar...


''Kau terlalu banyak berpikir dan menebak...aku selalu bertanya mengapa wanita begitu rumit...tak bisakah kau bersabar sebentar sampai Dimi menghubungimu dan menjelaskan semuanya...''


''Tidak aku tak bisa....''


''Michelle...baiklah,....aku ingin menegaskan satu hal kalau memang Dimi memintaku untuk menjagamu...''


''Tapi mengapa...aku tidak sakit...aku juga baik-baik saja, mengapa harus menjagaku...''


''Kau harus menunggu untuk sebuah jawaban itu Michelle namun yang pasti adalah....kau harus bersabar...''


''Tidak....katakan saja padaku ada apa...kau membuatku pusing Arga....''


Arga melirik jam tangannya dan merasa ini waktu yang cukup untuk membawa Michelle pulang...dia tak mau terjadi sesuatu dengan bayi itu..''


''Kita harus pulang...'' desis Arga penuh ketegasan..


Dan perkataan Arga semakin membuat Michelle begitu kecewa....hidupnya seperti di permainkan....


''Kau dan Dimi sama-sama egois..kalian hanya berpikir bagaimana ego kalian tanpa memikirkan orang lain...bukankah itu kejam...''


''Kesabaranku habis...ayo pulang Michelle..'' ucap Arga dengan tatapan tajam..


Michelle mengepalkan tangannya dengan erat...


**************


Dan mulai saat itu..Michelle memulai aksi mogok makannya...ia mengurung diri di kamar dan tak mau di temui siapapun hingga Arga menjadi gusar....Ayumi yang selama ini menjadi teman sekaligus pegawai Michelle datang kerumah hanya untuk membujuk gadis itu...meski tentu saja semua tak mudah baginya karna Michelle begutu keras hati..


''Aku mohon maaf tuan Arga,..tapi nyonya tak ingin membuka pintu..''ucap Ayuna menundukan kepalanya...

__ADS_1


Arga pun semakin di buat bingung dengan sikap Michelle sementara dia tidak bisa terlalu bersikap kasar, jika dulu ketika menghadapi para musuhnya dia selalu memakai kekerasan namun sekarang berbeda..kekerasannya tidak bisa di pakai pada wanita yang sangat berarti untuknya..bagaimana menjelaskan pada Michelle kalau semua ini terlalu sulit baginya...??


Arga pun memijit dahinya..ia takut jika Michelle berbuat nekat, sementara ia juga tak ingin menyimpan rahasia ini terlalu lama...


Ayuna menatap penuh arti kepada Arga, pria ini sangat berbeda,..dia begitu dingin namun sangat tampan...di hari pertama dia kemari dan di kenalkan pada sosok Arga...seketika itu juga semua yang di tuduh kepala Ayuna langsung sirna,...dia pria dingin yang baik terutama kepada nyonya Michelle..dan untuk pertama kalinya hati Ayuna merasa iri pada sang nyonya yang begitu di cintai oleh pria yang luar biasa ini...


Setiap hari tuan Arga selalu datang ke rumah ini dan mengontrol semua keadaan rumah....ia juga turun ke dapur untuk mengawasi chef yang memasak makanan untuk nyonya Michelle...dia bisa menjadi supir kadang bisa menjadi pelayan sang nyonya yang selalu marah tanpa henti ketika mereka bertemu...bahkan tak segan nyonya Michelle selalu memasang wajah beku pada tuan Arga....terkadang hal itu menjadi sesak sendiri di hati Ayuna..bagaimanapun dia mulai menyukai tuan Arga....


''Baiklah.....aku akan menemuinya...kau pergi ke dapur untuk meminta chef membuat sesuatu yang bisa membuat selera makan nyonya Michelle kembali...''ucap Arga singkat lalu melangkah menuju kamar Michelle dan mencoba membukanya namun memang sedikit sulit karna Michelle mengunci dari dalam.....


Arga kemudian mulai mengetuk.....


''Michelle..buka pintu, jika tidak aku akan merusaknya percayalah aku tak sesabar itu sayang.......''


Sayang........?


Deg!!!!!


Hati Ayuna berdebar karna cemburu...apa hubungan mereka, hal itulah yang terlintas di kepalanya ketika dia menyadari perhatian Arga yang terlalu kentara....gadis itu kemudian melangkah pergi menuju dapur sesuai perinta Arga...


Sementara itu akhirnya pintu terbuka setelah sekian lama Michelle mengurung diri.....


Michelle melangkah masuk dan menuju balkon kamar dan duduk disana..sementara itu Arga hanya mengikutinya dari belakang..


''Michelle.......''


''Aku tidak mau makan.......'


''Bagaimana dengan bayi itu...dia akan kelaparan jika kau bersikap kekanakan....''


Michelle memalingkan wajahnya dia sama sekali tak perduli.....


''Biarkan dia merasakan apa yang aku rasakan....aku bahkan tak bisa makan sedikitpun juga Arga,...aku tak bisa...dan kau tak bisa memaksaku...''


Arga pun menghela nafas...lalu mendekati Michelle dan berdiri di depan wanita yang tampak pucat itu.......


''Jangan menyiksanya...atau aku akan berbuat nekat......''

__ADS_1


Michelle malah bersedakap menatang Arga,....


''Kau mengancamku....baiklah,...dia baru berusia hampir 6 bulan..bagaimana kalau...''


Kata-kata Michelle terputus ketika Arga menutup bibirnya dengan telunjuknya....hingga mereka kembali saling menatap.......


airmata Michelle kembali menetes...kali ini dia benar-benar terlihat lelah......hingga tak mampu lagi untuk mengatakan apapun selain menangis...


''Jangan pernah mengatakan hal itu Michelle..tidak...kau tidak boleh mengatakannya....''


''Aku harus bagaimana...Arga, tak ada yang perduli perasaanku..baik itu kau dan juga Dimi..kalian sama saja.....''


Arga tersenyum walau matanya tampak basah, ini pertama kalinya Michelle melihat itu di wajah Arga....


''Aku perduli kepadamu..apalagi Dimi...dia sangat perduli padamu Michelle...baiklah...aku menyerah.......''


''Apa maksudmu dengan menyerah......'' ulang Michelle...


Dimi menyentuh permukaan perut Michelle dengan lembut sementara itu ia terlihat bahagia....


''Aku akan membawamu menemui Dimi........karna memang inilah waktunya Michelle..''


Deg!!!!!


Michelle merasa ini seperti mimpi...ia akan bertemu Dimi dan mungkin akan memberi hukuman kepada pria itu yang telah berani meninggalkannya tanpa pesan apapun...


Karna terlalu bahagia sampai Michelle meneteskan airmatanya...ia mendekati Arga yang masih berdiri mematung di tempatnya dan di luar dugaan wanita itu menghambur memeluk Arga hingga Arga terdiam...ia sama sekali tidak bisa berkata apapun.......


''Michelle.......''


''Terimakasih...atas kebaikan hatimu, aku sudah sangat merindukan suamiku..terimakasih Arga...karna kau sudah membiarkan aku menemuinya.......'' bisik Michelle dengan suara serak yang menggetarkan....


Arga membalas pelukan Michelle dan mendekapnya erat...sesungguhnya dia dilanda dilema..namun ia tak punya pilihan.....


''Aku akan tetap bersamamu Michelle mulai dari sekarang.......''


''Hum...tentu saja....terimakasih Arga...'' bisik Michelle dengan mata yang basah..

__ADS_1


Disaat yang sama pintu terbuka dan sosok Ayuna muncul dengan membawa sarapan di tangannya..ia membeku ketika melihat nyonya Michelle dan tuan Arga berpelukan erat...matanya berkaca-kaca penuh rasa cemburu.......


Deg!!!!!


__ADS_2