Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Hamil


__ADS_3

Michelle dan Dimi melangkah masuk ke dalam ruangan dan langsung di sambut oleh dokter langganan mereka, keduanya duduk dengan wajah yang tegang...


''Selamat datang tuan dan nyonya Swan...''


Dimi pun mengangguk sembari memeluk tubuh Michelle mendekat kepadanya, bagi Michelle ia masih bingung dengan sikap Dimi yang aneh..untuk apa mereka mendatangi dokter...apa yang terjadi kepadanya..??


''Jadi adakah yang bisa sya bantu...'' tanya sang dokter..


Dimi pun menatap dengan yakin..


''Dokter aku datang untuk memeriksakan kehamilan istriku..''


''Hamil...'' kali ini Michelle menjerit terkejut tentu saja ini sangat menggelikan untuknya..


''Dimi....''


Dan kali ini Dimi menyentuh jemari Michelle....dan setengah meremasnya...


''Aku yakin kau sedang hamil anakku sayang...''


''Tapi.......''


''Kita akan memeriksanya nyonya Michelle..silahkan anda berbaring....'' ucap sang dokter...''


********


Lukas mendengar dengan jelas penjelasan salah satu perawat yang telah dia bayar untuk memberikan informasi kepadanya...


''Apakah kau yakin dengan apa yang katakan...''


''Tentu saja...aku adalah perawat yang menangani nyonya Michelle tadi..''jawabnya dengan penuh keyakinan...


Lukas lalu memberikan sejumlah uang yang banyak pada gadis itu lalu tersenyum dingin...segera dia melajukan mobilnya menjauhi lokasi sang dokter...


Setelah kurang lebih 30 menit...Lukas akhirnya sampai di sebuah apartemen yang sangat mewah milik tuan Arga dan segera turun dari sana..penjagaan disana sangat ketat dan berisi sebagian anak buat tuan Arga...


Sebenarnya Lukas bisa menelfon namun, berita bahagia ini ia ingin sekali menyampaikan langsung pada sang tuan...pasti tuan Arga sangat bersemangat bukan..?


Lukas melangkah menaiki tangga untuk sampai ke apartemen persembunyian Arga selama ini lalu membukanya..


Dan.......


Lukas membeku ketika melihat sosok sang tuan yang sedang duduk dengan berbagai botol minuman beralkohol...sementara itu asap mengepul di ruangan yang tertutup..Lukas menjadi cemas dan segera berlari ke arah pintu balkon dan membuka pintu lebar-lebar dan membiarkan udara masuk..dan asap yang tadinya memenuhi ruangan hilang tak berbekas...Lukas sungguh iba melihat tuannya yang kesepian dan kesendirian..betapa dia terlihat sangat menyedihkan..


Lukas mendekat..dan menatap tuannya yang sedang memejamkan matanya..


''Mengapa kau membuka jendela.....''


''Tuan Arga sedang mabuk...''

__ADS_1


''Jangan mulai mengguruiku seperti biasa Lukas atau aku tak akan pernah membiarkanmu...''ucap Arga masih menutup mata..


''Tuan Arga...aku membawa berita baik untukmu...''


''Tak ada yang lebih baik selain kau memberiku kabar bahwa Carissa akan kembali padaku..dia telah menjauh dan aku begitu hancur Arga...''


''Tuan Arga....aku ingin mengatakan sebuah berita kalau nyonya Carissa ternyata sedang hamil.''


Hamil....hamil....hamil.....


Deg!!!!


Seketika itu juga Arga membuka matanya dengan lebar dan menatap Lukas....


''Lalu kenapa kalau dia hamil...bukankah itu akan semakin membuat posisiku sulit,..''


Lukas mendekat..


''Tuan....mungkin saja nyonya Carissa sedang mengandung anak tuan...karna usia kehamilannya 6 minggu...''


Arga memijit pelipisnya ia menatap Lukas...


''Apa maksudmu.......''


''Sebelum bercerai bukankah nyonya masih istri tuan..dengan kehamilan ini tuan Arga bisa muncul kembali dan mengambil kembali nyonya Carissa dengan menekannya atas nama anak..''


Senyum di wajah Arga terbit seketika..dia bangkit seolah mendapat kekuatan penuh...lalu mendekati Lukas....dan menepuk bahunya,..


Lukas menundukan kepalanya..dulu tuan Arga pernah melepaskannya dari perdagangan manusia..dia seorang Mafia jadi tuan Arga punya kekuatan yang besar untuk menyelamatkan semua yang tertangkap untuk di jual ke luar negri, sejak saat itu Lukas mengabdikan dirinya pada tuan Arga,...


''Aku akan melayani tuan Arga seumur hidupku....''


Arga tau itu bahkan Lukas bersedia mati untuk dirinya....kini Arga seakan mendapat kekuatannya kembali...pria itu segera melangkah mendekatin balkon...


''Tetap awasi Carissa dari jauh...dan tanpa sedikitpun di curigai Lukaa...karna aku akan memberi kejutan kepada mereka,...lewat anakku....''ucap Arga tampak yakin kalau yang di kandung Michelle adalah anaknya..


********


Di dalam mobil.....


Dimi dan Michelle terpaku...senyum kebanggaan begitu terlihat di wajah Dimi..ia tak menyangka jika Michelle bisa hamil...itu artinya dia akan punya penerus bukan...akan punya penerus kekayaannya...


Namun Michelle sedikit cemas...sebenarnya dia mengandung anak siapa..? Dimi atau Arga...? Karna usia kandungannya hampir 2 bulan itu artinya dia bisa saja mengandung anak Arga..


Michelle memijit dahinya...mengapa dia bisa hamil sekarang..mengapa tidak beberapa bulan ke depan..?


''Jadi apa kau yakin tetap membuka toko bunga di kehamilanmu ini Michelle..''


Dimi menyentuh jemari Michelle dan membuat wanita itu menoleh...

__ADS_1


''Aku harap kau tidak melarangku aku hanya hamil dan itu bukan sakit...''


Dimi akhirnya menyerah...ia lalu menghela nafas...


''Kau tau betapa bahagia dan takutnya aku sekarang....kau sedang hamil anakku Michelle dan tak ada yang lebih berarti bagiku selain ini semua..''


Michelle membeku membiarkan Dimi meraihnya dalam pelukan dan memeluknya dengan erat...Michelle memejamkan matanya meresapi bagaimana pria itu mendekapnya dalam rasa syukur...jauh di lubuk hatinya Michelle berharap agar ia memang benar mengandung anak Dimi dan bukan Arga..dia tak ingin lagi berhubungan dengan pria kejam itu demi apapun..dan berharap jika Arga akan benar-benar menyerah..dan mungkin menghilang dari kehidupan mereka..


''Terimkasih istriku..terimakasih karna kau akan memberiku pewaris,....''


''Aku bahagia Dim...aku ingin kau tau aku mencintaimu dan bahagia dengan semua yang aku alami sekarang..aku juga mencintaimu dan berharap jika anak kita akan membanggakanmu..'' bisik Michelle dengan mata yang basah,..


Sungguh dia di landa begitu kecemasan luar biasa menyadari kalau ia belum tenang jika ia yakin kalau dirinya memang hamil anak Dimi...


''Aku juga mencintaimu Michelle...tentu saja...aku yakin kalau anak kita akan membuatku bangga..''bisik Dimi dengan mata yang panas...


Pelukan mereka terlepas....


''Sayang.......''bisik Dimi dengan lembut..


''Yah...''


''Apa yang kau inginkan katakan saja..aku akan mengabulkannya..aku akan melakukan apapun yang kau suruh...''


Terharu...MIchelle merasa terharu dengan sikap Dimi yang begitu manis dan kembali membuatnya melayang..


''Aku ingin memakan sesuatu yang dingin,...''balas Michelle menyentuh perutnya dengan gerakan lembut...


''Tentu saja...aku akan menemanimu sayang...''


Dimi lalu menghidupkan mesin mobil dan tak berapa lama kemudian....ia dan Michelle meninggalkan kawasan sang dokter dengan hati yang lega...


********


Michelle akhirnya bisa bernafas lega karna...Dimi menginjinkan dirinya kembali membuka toko bunga..dia bersama seorang pelayan setianya bernama Ayu..


Ayuna sendiri adalah seorang gadis cantik berusia 19 tahun yang lulusan SMA, ia melamar pekerjaan pada toko bunga milik Michelle..dan mengapa Michelle memilihnya...?


Karna Ayuna sangat cantik dan mereka berdua cukup mirip...


Gadis itu mengetuk pintu ruangan milik Michelle dan kemudian membukanya..ia memegang sebuah bucket bunga berukuran besar...sebuah mawar putuh dalam jumlah banyak hingga Michelle mengerutkan kening...


''Bukankah ini bunga yang di pesan pelanggan..mengapa mereka membawanya kembali,....'' tanya Michelle terkejut..


''Nyonya bunga ini untuk anda..dari penggemar rahasia...''ucap Ayuna menyerangkan kembang kepada Michelle..


''Taruh saja di ujung ruangan itu..apakah kau tidak tau siapa pengirimnya..''


''Aku tidak tau...''ucap Ayuna pelan..

__ADS_1


Michelle menghela nafas...siapa lagi yang mengganggu hidupnya yang sudah tenang.......??


__ADS_2